Hadits Tentang Masalah Kepribadian

Musnad Ahmad #23503

مسند أحمد ٢٣٥٠٣: حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ قَالَ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُحَرِّمُ الْمَصَّةُ وَلَا الْمَصَّتَانِ

Musnad Ahmad 23503: Telah menceritakan kepada kami [Affan], dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Wuhaib], dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ayyub], dari [Abdullah bin Abi Mulaikah], dari [Abdullah bin Az-Zubair], dari [Aisyah], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak akan menjadikan mahram satu sedotan dan tidak juga dua sedotan."

Grade

Musnad Ahmad #23506

مسند أحمد ٢٣٥٠٦: حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي مَرَضِهِ مُرُوا أَبَا بَكْرٍ فَلْيُصَلِّ بِالنَّاسِ فَقَالَتْ عَائِشَةُ لِحَفْصَةَ إِنَّ أَبَا بَكْرٍ رَجُلٌ رَقِيقٌ فَإِذَا قَامَ فِي مَقَامِكَ لَمْ يُسْمِعْ النَّاسَ مِنْ الْبُكَاءِ فَقَالَ مُرُوهُ أَنْ يُصَلِّيَ بِالنَّاسِ قَالَ فَرَدَّتْ عَلَيْهِ مِرَارًا كُلُّ ذَلِكَ يَقُولُ مُرُوا أَبَا بَكْرٍ يُصَلِّي بِالنَّاسِ فَقَالَ فِي الثَّالِثَةِ دَعِينِي فَإِنَّكُنَّ أَنْتُنَّ صَوَاحِبُ يُوسُفَ لِيَؤُمَّ أَبُو بَكْرٍ النَّاسَ

Musnad Ahmad 23506: Telah menceritakan kepada kami [Affan], dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah], dari [Hisyam bin Urwah], dari [ayahnya], dari [Aisyah], bahwa ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sakit, beliau bersabda: "Perintahkanlah Abu Bakar untuk menjadi imam." Aisyah berkata kepada Hafshah: "Abu bakar adalah lelaki yang mudah menangis, bila ia shalat di tempat engkau pasti yang terdengar adalah tangisan." Beliau bersabda: "Perintahkanlah Abu Bakar untuk menjadi imam." Kemudian ketiga kalinya beliau bersabda: "Biarkanlah aku, sesungguhnya kalian adalah sahabatnya Yusuf, supaya Abu Bakar mengimami kaum muslimin."

Grade

Musnad Ahmad #23510

مسند أحمد ٢٣٥١٠: حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ قَالَ أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أُمِّ مُحَمَّدٍ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي رَجُلٍ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ ثَلَاثًا ثُمَّ تَزَوَّجَهَا آخَرُ ثُمَّ طَلَّقَهَا مِنْ قَبْلِ أَنْ يَمَسَّهَا قَالَ لَا يَنْكِحُهَا الْأَوَّلُ حَتَّى تَذُوقَ مِنْ عُسَيْلَتِهِ وَيَذُوقَ مِنْ عُسَيْلَتِهَا

Musnad Ahmad 23510: Telah menceritakan kepada kami [Affan], telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah], dia berkata: telah mengabarkan kepada kami [Ali bin Zaid], dari [Ummi Muhammad], dari [Aisyah], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda mengenai seorang suami yang menceraikan istrinya sampai tiga kali, kemudian dia menikahkannya dengan orang lain (supaya lelaki tersebut dapat menikahinya lagi). Kemudian wanita tersebut diceraikan sebelum ia disetubuhi. Beliau bersabda: "Dia tidak boleh dinikahi oleh suami yang pertama hingga kamu (wanita tersebut) merasakan madunya dan (suami keduanya) merasakan madunya."

Grade

Musnad Ahmad #23517

مسند أحمد ٢٣٥١٧: حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ قَالَ حَدَّثَنَا حُصَيْنُ بْنُ نَافِعٍ الْمَازِنِيُّ قَالَ أَبِي حُصَيْنٌ هَذَا صَالِحُ الْحَدِيثِ قَالَ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ عَنْ سَعْدِ بْنِ هِشَامٍ أَنَّهُ دَخَلَ عَلَى أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ عَائِشَةَ فَسَأَلَهَا عَنْ صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ كَانَ يُصَلِّي مِنْ اللَّيْلِ ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ وَيُوتِرُ بِالتَّاسِعَةِ وَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ وَذَكَرَتْ الْوُضُوءَ أَنَّهُ كَانَ يَقُومُ إِلَى صَلَاتِهِ فَيَأْمُرُ بِطَهُورِهِ وَسِوَاكِهِ فَلَمَّا بَدَّنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى سِتَّ رَكَعَاتٍ وَأَوْتَرَ بِالسَّابِعَةِ وَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ قَالَتْ فَلَمْ يَزَلْ عَلَى ذَلِكَ حَتَّى قُبِضَ قُلْتُ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أَسْأَلَكِ عَنْ التَّبَتُّلِ فَمَا تَرَيْنَ فِيهِ قَالَتْ فَلَا تَفْعَلْ أَمَا سَمِعْتَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ { وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً } فَلَا تَبَتَّلْ فَخَرَجَ وَقَدْ فَقُهَ فَقَدِمَ الْبَصْرَةَ فَلَمْ يَلْبَثْ إِلَّا يَسِيرًا حَتَّى خَرَجَ إِلَى أَرْضِ مُكْرَانَ فَقُتِلَ هُنَاكَ عَلَى أَفْضَلِ عَمَلِهِ

Musnad Ahmad 23517: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id, pembantu bani Hasyim], dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hushain bin Nafi' Al-Mazani], berkata Abi Hushain: "Ini adalah hadits yang baik." Dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Al-Hasan], dari [Sa'ad bin Hisyam], bahwa dia menemui [umul mukminin, Aisyah]. Lalu (Sa'ad bin Hisyam) bertanya kepadanya mengenai shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. kemudian (Aisyah) Berkata: "Beliau melakukan shalat malam delapan rekaat, berwitir pada rekaat yang kesembilan, dan shalat dua rekaat sambil duduk. Lalu (Aisyah) teringat dengan wudlu, bahwa beliau berdiri untuk shalat, lalu beliau memerintahkannya untuk bersuci dan bersiwak. Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam merasa badannya kegemukan, beliau melakukan shalat malam sebanyak enam rekaat kemudian beliau melakukan witir pada rakaat yang ke tujuh, lalu beliau shalat dua rekaat sambil duduk." (Aisyah) Berkata: "Beliau masih melakukan hal itu hingga beliau dicabut nyawanya. sebenarnya saya (Sa'ad bin Hisyam) ingin bertanya kepadamu mengenai hidup membujang, apa pendapatmu?. (Aisyah) Berkata: jangan kamu lakukan, bukankah engkau telah mendengar Allah berfirman: 'Sungguh kami telah mengutus para rasul sebelum kamu, dan kami beri mereka istri-istri dan keturunan' Maka janganlah kamu membujang." Lalu (Sa'ad bin Hisyam) keluar dan datang ke Bashrah dan tinggal sebentar hingga kemudian ia pergi ke Mukran, dan akhirnya dia pun dibunuh disana dalam kondisi mempunyai amalan yang sangat mulia.

Grade

Musnad Ahmad #23532

مسند أحمد ٢٣٥٣٢: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ وَدِدْتُ أَنِّي كُنْتُ اسْتَأْذَنْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا اسْتَأْذَنَتْهُ سَوْدَةُ فَأُصَلِّي الصُّبْحَ بِمِنًى وَأُوَافِي قَبْلَ أَنْ يَجِيءَ النَّاسُ فَقَالُوا لِعَائِشَةَ وَاسْتَأْذَنَتْهُ سَوْدَةُ قَالَتْ إِنَّهَا كَانَتْ امْرَأَةً ثَقِيلَةً ثَبِطَةً فَأَذِنَ لَهَا

Musnad Ahmad 23532: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ubaid], telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah], dari [Abdurrahman bin Al-Qasim], dari [ayahnya], dari [Aisyah], bahwa dia berkata: "Saya berkeinginan meminta izin kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiawasallam sebagaimana Saudah meminta izin kepadanya, maka saya shalat shubuh di Mina, dan saya menunaikannya sebelum orang lain berdatangan." Mereka berkata kepada Aisyah: "Kenapa Saudah meminta izin kepada beliau?" (Aisyah) sesungguhnya dia adalah wanita yang gemuk lagi lambat gerakannya, maka beliau mengizinkannya."

Grade

Musnad Ahmad #23536

مسند أحمد ٢٣٥٣٦: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الْخَفَّافُ قَالَ أَخْبَرَنَا خَالِدٌ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَكْمَلَ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَأَلْطَفُهُمْ بِأَهْلِهِ

Musnad Ahmad 23536: Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahhab Al-Khaffaf], dia berkata: telah mengabarkan kepada kami [Khalid], dari [Abi Qilabah], dari [Aisyah], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang beriman yang paling sempurna keimanannya adalah orang yang paling baik akhlaknya dan paling ramah terhadap keluarganya (istrinya)."

Grade

Musnad Ahmad #23553

مسند أحمد ٢٣٥٥٣: حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ حَمَّادٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلَاثٍ عَنْ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ وَعَنْ الصَّبِيِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ وَعَنْ الْمَجْنُونِ حَتَّى يَعْقِلَ وَقَدْ قَالَ حَمَّادٌ وَعَنْ الْمَعْتُوهِ حَتَّى يَعْقِلَ

Musnad Ahmad 23553: Telah menceritakan kepada kami [Affan], dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hammad], dari Hammad, dari [Ibrahim], dari [Al-Aswad], dari [Aisyah], dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Pena diangkat (Tidak dikenai dosa) dari tiga hal: Dari orang yang tidur hingga ia bangun, dari seorang anak hingga ia mimpi basah, dan dari orang gila hingga ia sadar (berakal)." Hammad telah meriwayatkan: "Dan dari orang yang cacat mental hingga ia berakal."

Grade

Musnad Ahmad #23562

مسند أحمد ٢٣٥٦٢: حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى وَعَفَّانُ وَرَوْحٌ قَالُوا حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ حَمَّادٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلَاثَةٍ عَنْ الصَّبِيِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ وَعَنْ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ وَعَنْ الْمَعْتُوهِ حَتَّى يَعْقِلَ قَالَ عَفَّانُ وَعَنْ الْمَجْنُونِ حَتَّى يَعْقِلَ وَقَدْ قَالَ حَمَّادٌ وَعَنْ الْمَعْتُوهِ حَتَّى يَعْقِلَ وَقَالَ رَوْحٌ وَعَنْ الْمَجْنُونِ حَتَّى يَعْقِلَ

Musnad Ahmad 23562: Telah menceritakan kepada kami [Hasan bin Musa], dan [Affan], dan [Rauh], mereka berkata: telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah], dari Hammad, dari [Ibrahim], dari [Al-Aswad], dari [Aisyah], dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Pena diangkat (tidak terkena dosa) dari tiga hal: dari seorang anak kecil hingga ia bermimpi, dari seorang yang tidur hingga ia bagun, dan dari orang yang gila hingga berakal." Affan berkata: dari orang stres hingga ia waras. Sedangkan Rauh meriwayatkan: "Dan dari orang gila hingga berakal."

Grade

Musnad Ahmad #23570

مسند أحمد ٢٣٥٧٠: حَدَّثَنَا حَسَنٌ قَالَ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ يَحْيَى قَالَ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ ثَوْبَانَ أَنَّ عَائِشَةَ أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَحْرُمُ مِنْ الرَّضَاعِ مَا يَحْرُمُ مِنْ النَّسَبِ مِنْ خَالٍ أَوْ عَمٍّ أَوْ ابْنِ أَخٍ

Musnad Ahmad 23570: telah menceritakan kepada kami [Hasan], dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syaiban], dari [Yahya], dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Muhammad bin Abdurrahman bin Tsauban], bahwasanya [Aisyah ummul mukminin] telah berkata: Rasulullah Shallallallahu'alaihiwasallam. bersabda: "Yang diharamkan karena hubungan sepersusuan sebagaimana yang diharamkan karena hubungan senasab, baik dari paman (dari jalur ibunya), paman (dari jalur ayahnya), atau keponakan."

Grade

Musnad Ahmad #23579

مسند أحمد ٢٣٥٧٩: حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ عُمَرَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ لَمَّا أُنْزِلَ الْخِيَارُ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أَذْكُرَ لَكِ أَمْرًا لَا تَقْضِينَ فِيهِ شَيْئًا حَتَّى تَسْتَأْمِرِي أَبَوَيْكِ قُلْتُ مَا هُوَ فَقَرَأَ آيَةَ الْخِيَارِ فَقُلْتُ بَلْ أَخْتَارُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَرَسُولَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَفَرِحَ بِذَلِكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Musnad Ahmad 23579: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id], telah menceritakan kepada kami [Abu Awanah], dari [Umar], dari [ayahnya], dari [Aisyah] berkata: tatkala turun (ayat tentang) pilihan (pilihan kepada isterinya untuk bercerai dengan nabi atau tetap bersamanya), Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadaku: "Aku ingin menyebutkan kepadamu suatu perkara dan jangan kamu mengambil jangan keputusan sedikitpun hingga engkau meminta pendapat dari kedua orang tuamu, " saya berkata: "Apakah itu?" Beliau kemudian membacakan ayat tentang khiyar, saya berkata kepada Beliau: "Sungguh saya telah memilih Allah AzzaWaJalla dan Rasul-Nya, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sedemikian senang dengan jawaban itu."

Grade