سنن الدارقطني ٣٩٥٢: نا أَبُو بَكْرٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ , نا أَبُو صَالِحٍ , نا اللَّيْثُ , حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ خَالِدٍ , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , عَنْ سَالِمٍ , وَنَافِعٍ , أَنَّ ابْنَ عُمَرَ , كَانَ يَقُولُ: «طَلَاقُ الْعَبْدِ الْحُرَّةَ تَطْلِيقَتَانِ وَعِدَّتُهَا ثَلَاثَةُ قُرُوءٍ , وَطَلَاقُ الْحُرِّ الْأَمَةَ تَطْلِيقَتَانِ وَعِدَّتُهَا عِدَّةُ الْأَمَةِ حَيْضَتَانِ»
Sunan Daruquthni 3952: Abu Bakar menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ishaq menceritakan kepada kami, Abu Shalih menceritakan kepada kami, Al-Laits menceritakan kepada kami, Abdurrahman Ibnu Khalid menceritakan kepadaku dari bin Syihab, dari Salim dan Nafi', bahwa Ibnu Umar berkata, "Talaknya budak laki-laki terhadap istrinya yang merdeka adalah dua talak, dan iddah-nya tiga kali suci. Sedangkan talaknya laki-laki merdeka terhadap istrinya yang sahaya adalah dua talak, dan iddah-nya adalah iddah hamba sahaya, yaitu dua kali haid."
Grade
سنن الدارقطني ٣٩٥٣: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ أَبِي عِيسَى , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْوَلِيدِ , نا سُفْيَانُ , ح وَنا أَبُو بَكْرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ , نا يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَكِيمٍ , نا سُفْيَانُ , نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ , وَإِسْمَاعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: «إِذَا كَانَتِ الْحُرَّةُ تَحْتَ الْمَمْلُوكِ فَطَلَاقُهَا تَطْلِيقَتَانِ وَعِدَّتُهَا ثَلَاثُ حِيَضٍ , وَإِذَا كَانَتِ الْمَمْلُوكَةُ تَحْتَ الْحُرِّ فَطَلَاقُهَا تَطْلِيقَتَانِ وَالْعُدَّةُ عَلَى النِّسَاءِ»
Sunan Daruquthni 3953: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ali bin Al Husain bin Abu Isa menceritakan kepada kami, Abdullah bin Al Walid menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami (h) Dan Abu Bakar menceritakan kepada kami, Ahmad bin Manshur menceritakan kepada kami, Yazid bin Abu Hakim menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Umar dan Ismail bin Umayyah menceritakan kepada kami dari Nafi', dari Ibnu Umar, dia berkata, "Bila wanita merdeka diperistri oleh laki-laki sahaya, maka talaknya adalah dua talak dan iddahnya tiga kali haid. Dan bila wanita sahaya diperistri oleh laki-laki merdeka maka talaknya adalah dua talak dan iddah-nya adalah sesuai dengan status wanita."
سنن الدارقطني ٣٩٥٤: نا أَبُو بَكْرٍ , نا الرَّبِيعُ , نا الشَّافِعِيُّ , نا مَالِكٌ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: «إِذَا طَلَّقَ الْعَبْدُ امْرَأَتَهُ ثِنْتَيْنِ فَقَدْ حُرِّمَتْ عَلَيْهِ حَتَّى تَنْكِحَ زَوْجًا غَيْرَهُ حُرَّةً كَانَتْ أَوْ أَمَةً , عِدَّةُ الْحُرَّةِ ثَلَاثُ حِيَضٍ , وَعِدَّةُ الْأَمَةِ حَيْضَتَانِ»
Sunan Daruquthni 3954: Abu Bakar menceritakan kepada kami, Ar-Rabi' menceritakan kepada kami, AsySyafi'i menceritakan kepada kami, Malik menceritakan kepada kami dari Nafi', dari Ibnu Umar, dia berkata, "(Bila) seorang hamba sahaya laki-laki menjatuhkan talak dua kepada istrinya, maka istrinya itu menjadi haram baginya kecuali setelah menikah dengan suami lainnya, baik wanita itu merdeka maupun hamba sahaya. Iddah-nya wanita merdeka adalah tiga kali haid, sedangkan iddah-nya wanita sahaya adalah dua kali haid."
Grade
سنن الدارقطني ٣٩٥٥: نا أَبُو بَكْرٍ , نا أَبُو الْأَزْهَرِ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ , نا عُبَيْدُ اللَّهِ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ فِي «الْأَمَةِ تَكُونُ تَحْتَ الْحُرِّ تَبِينُ بِتَطْلِيقَتَيْنِ وَتَعْتَدُّ حَيْضَتَيْنِ , وَإِذَا كَانَتِ الْحُرَّةُ تَحْتَ الْعَبْدِ بَانَتْ بِتَطْلِيقَتَيْنِ وَتَعْتَدُّ ثَلَاثَ حِيَضٍ». وَكَذَلِكَ رَوَاهُ اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ , وَابْنُ جُرَيْجٍ , وَغَيْرُهُمَا عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ مَوْقُوفًا وَهَذَا هُوَ الصَّوَابُ. وَحَدِيثُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عِيسَى , عَنْ عَطِيَّةَ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنْكَرٌ غَيْرُ ثَابِتٍ مِنْ وَجْهَيْنِ , أَحَدُهُمَا: أَنَّ عَطِيَّةَ ضَعِيفٌ , وَسَالِمٌ وَنَافِعٌ أَثْبَتُ مِنْهُ وَأَصَحُّ رِوَايَةً , وَالْوَجْهُ الْآخَرُ أَنَّ عَمْرَو بْنَ شَبِيبٍ ضَعِيفُ الْحَدِيثِ لَا يُحْتَجُّ بِرِوَايَتِهِ وَاللَّهُ أَعْلَمُ
Sunan Daruquthni 3955: Abu Bakar menceritakan kepada kami, Abu Al Azhar menceritakan kepada kami, Abdullah bin Numair menceritakan kepada kami, Ubaidullah menceritakan kepada kami dari Nafi', dari Ibnu Umar, tentang budak perempuan yang diperistri oleh laki-laki merdeka, "Ia menjadi haram dengan dua talak, dan iddah-nya dua kali haid. Dan bila wanita merdeka diperistri oleh laki-laki sahaya, maka menjadi haram dengan dua talak, dan iddah-nya tiga kali haid." Demikian juga yang diriwayatkan oleh Al-Laits bin Sa'd, Ibnu Juraij dan yang lainnya dari Nafi', dari Ibnu Umar secara mauquf, dan inilah yang benar. Sedangkan hadits Abdullah bin Isa dari Athiyyah, dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW adalah hadits mungkar dan tidak valid dilihat dari dua segi: Pertama, Athiyyah adalah perawi dha'if, sedangkan Salim dan Nafi' lebih valid daripadanya dan lebih shahih riwayatnya. Kedua, hadits Umar bin Syabib dha‘if riwayatnya tidak dapat dijadikan argumen. Wallahu a'lam.
Grade
سنن الدارقطني ٣٩٥٧: نا أَبُو عَمْرٍو يُوسُفُ بْنُ يَعْقُوبَ بْنِ يُوسُفَ بْنِ خَالِدٍ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ الْمُقَوِّمُ , نا صَغْدِيُّ بْنُ سِنَانٍ , عَنْ مُظَاهِرِ بْنِ أَسْلَمَ , عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «طَلَاقُ الْعَبْدِ تَطْلِيقَتَانِ وَلَا تَحِلُّ لَهُ حَتَّى تَنْكِحَ زَوْجًا وَقُرْءُ الْأَمَةِ حَيْضَتَانِ وَتَتَزَوَّجُ الْحُرَّةُ عَلَى الْأَمَةِ وَلَا تَتَزَوَّجُ الْأَمَةُ عَلَى الْحُرَّةِ»
Sunan Daruquthni 3957: Abu Amr Yusuf bin Ya'qub bin Yusuf bin Khalid menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Abdul Aziz Al Muqawwim menceritakan kepada kami, Shughdi bin Sinan menceritakan kepada kami dari Muzhahir bin Aslam, dari Al Qasim bin Muhammad, dari Aisyah, dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Talaknya hamba sahaya adalah dua talak, dan (setelah itu istrinya) tidak lagi halal baginya kecuali setelah menikah dengan suami lainnya. Sucinya hamba sahaya adalah dua kali haid. Wanita merdeka boleh dimadu dengan hamba sahaya (yakni menikahi wanita merdeka setelah memperistri hamba sahaya), tapi hamba sahaya tidak boleh dimadu dengan wanita merdeka (yakni menikahi hamba sahaya setelah memperistri wanita merdeka)'."
Grade
سنن الدارقطني ٣٩٥٨: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ , وَمُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ الْجُنَيْدِ , وَجَمَاعَةٌ قَالُوا: نا أَبُو عَاصِمٍ , نا ابْنُ جُرَيْجٍ , عَنْ مُظَاهِرٍ , عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «طَلَاقُ الْأَمَةِ تَطْلِيقَتَانِ وَقُرْؤُهَا حَيْضَتَانِ» قَالَ أَبُو عَاصِمٍ: فَلَقِيتُ مُظَاهِرًا فَحَدَّثَنِي , عَنِ الْقَاسِمِ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يُطَلِّقُ الْعَبْدُ تَطْلِيقَتَيْنِ , وَتَعْتَدُّ حَيْضَتَيْنِ». قَالَ: فَقُلْتُ لَهُ: حَدِّثْنِي كَمَا حَدَّثْتَ ابْنَ جُرَيْجٍ قَالَ: فَحَدَّثَنِي بِهِ كَمَا حَدَّثَهُ.
Sunan Daruquthni 3958: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ishaq, Muhammad bin Ahmad bin Al Junaid dan jama'ah menceritakan kepada kami, mereka berkata: Abu Ashim menceritakan kepada kami, Ibnu Juraij menceritakan kepada kami dari Muzhahir, dari Al Qasim bin Muhammad, dari Aisyah, dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, "Talak perempuan sahaya adalah dua talak dan sucinya adalah dua kali haid." Abu Ashim berkata: Kemudian aku berjumpa dengan Muzhahir, dia pun menceritakan kepadaku dari Al Qasim, dari Aisyah, dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Hamba sahaya ditalak dengan dua talak dan beriddah dengan dua kali haid." Kemudian aku katakan kepadanya, 'Ceritakan itu kepadaku sebagaimana engkau menceritakan kepada Ibnu Juraij.' Dia lalu menceritakan kepadaku sebagaimana yang ia ceritakan kepadanya (Ibnu Juraij)."
سنن الدارقطني ٣٩٦٠: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَالِحٍ , حَدَّثَنِي اللَّيْثُ , حَدَّثَنِي هِشَامُ بْنُ سَعْدٍ , حَدَّثَنِي زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ , قَالَ: سُئِلَ الْقَاسِمُ عَنِ الْأَمَةِ كَمْ تُطَلَّقُ؟ , قَالَ: «طَلَاقُهَا اثْنَتَانِ وَعِدَّتُهَا حَيْضَتَانِ». قَالَ: فَقِيلَ لَهُ: أَبَلَغَكَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي هَذَا؟ , قَالَ: لَا
Sunan Daruquthni 3960: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Manshur menceritakan kepada kami, Abdullah bin Shalih menceritakan kepada kami, Al-Laits menceritakan kepadaku, Hisyam bin Sa'd menceritakan kepadaku, Zaid bin Aslam menceritakan kepadaku, dia berkata, "Al Qasim pernah ditanya tentang hamba sahaya perempuan, 'Berapa kali ditalak?' Ia menjawab, 'Talaknya adalah dua kali dan iddahnya dua haid.' Lalu dikatakan kepadanya, 'Apa ada yang sampai kepadamu tentang hal ini dari Nabi SAW?' Ia menjawab, Tidak'."
Grade
سنن ابن ماجه ٣٩٦٠: حَدَّثَنَا أَبُو يُوسُفَ بْنُ الصَّيْدَلَانِيُّ مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ الرَّقِّيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ابْنِ إِسْحَقَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سُخْطِ اللَّهِ لَا يَرَى بِهَا بَأْسًا فَيَهْوِي بِهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ سَبْعِينَ خَرِيفًا
Sunan Ibnu Majah 3960: Telah menceritakan kepada kami [Abu Yusuf bin As Shaidalani Muhammad bi Ahmad Ar Raqqi] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Salamah] dari [Ibnu Ishaq] dari [Muhammad bin Ibrahim] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sungguh, salah seorang dari kalian mengucapkan suatu ucapan yang dimurkai oleh Allah, namun ia tidak menganggapnya sebagai dosa, hingga dengannya ucapan tersebut ia jatuh ke dalam neraka Jahannam selama tujuh puluh tahun."
Grade
Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Shahih,
سنن الدارقطني ٣٩٦١: ثنا أَبُو بَكْرٍ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مَرْزُوقٍ , نا أَبُو عَامِرٍ , نا هِشَامُ بْنُ سَعْدٍ , عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ , قَالَ: سُئِلَ الْقَاسِمُ عَنْ عِدَّةِ الْأَمَةِ , فَقَالَ: " النَّاسُ يَقُولُونَ: حَيْضَتَانِ وَإِنَّا لَا نَعْلَمُ ذَلِكَ " أَوْ قَالَ: «لَا نَجِدُ ذَلِكَ فِي كِتَابِ اللَّهِ وَلَا فِي سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ». وَكَذَلِكَ رَوَاهُ ابْنُ وَهْبٍ , عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ الْقَاسِمِ , وَسَالِمٍ , قَالَا: «لَيْسَ هَذَا فِي كِتَابِ اللَّهِ وَلَا فِي سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَكِنْ عَمَلَ بِهِ الْمُسْلِمُونَ»
Sunan Daruquthni 3961: Abu Bakar menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Marzuq menceritakan kepada kami, Abu Amir menceritakan kepada kami, Hisyam bin Sa'd menceritakan kepada kami dari Zaid bin Aslam, dia berkata, "Al Qasim pernah ditanya tentang iddah-nya hamba sahaya perempuan, maka dia menjawab, 'Orang-orang berkata dua kali haid, namun kami tidak mengetahui itu,' atau dia berkata, 'kami tidak menemukan itu di dalam Kitabullah dan tidak pula di dalam Sunnah Rasulullah SAW.
Grade
سنن الدارقطني ٣٩٧٧: حَدَّثَنَا أَبُو صَالِحٍ الْأَصْبَهَانِيُّ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَعِيدٍ , وَعُثْمَانُ بْنُ جَعْفَرٍ اللَّبَّانُ , قَالَا: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَجَّاجِ بْنِ نَذِيرٍ , نا عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ سُلَيْمَانَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: «مَنْ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ ثَلَاثًا فَقَدْ بَانَتْ مِنْهُ وَعَصَى رَبَّهُ وَخَالَفَ السُّنَّةَ».
Sunan Daruquthni 3977: Abu Shalih Al Ashbahani Abdurrahman bin Sa'id dan Utsman bin Ja'far Al-Labban menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Muhammad bin Al Hajjaj bin Nadzir menceritakan kepada kami, Abdurrahim bin Sulaiman menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Ishaq, dari Nafi', dari Ibnu Umar, dia berkata, "Barangsiapa menalak istrinya yang sedang haid dengan talak tiga, maka istrinya itu menjadi haram baginya, dan dia telah bermaksiat terhadap Rabb-nya dan menyalahi aturan Sunnah."
Grade