Hasil Pencarian: wudhu 1334 Hadits

Shahih Ibnu Hibban #1337

صحيح ابن حبان ١٣٣٧: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي عَوْنٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا فَيَّاضُ بْنُ زُهَيْرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ هَمَّامِ بْنِ الْحَارِثِ، قَالَ‏:‏ بَالَ جَرِيرُ بْنُ عَبْدِ اللهِ، ثُمَّ تَوَضَّأَ وَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ، فَقِيلَ لَهُ‏:‏ أَتَفْعَلُ هَذَا‏؟‏ فَقَالَ‏:‏ وَمَا يَمْنَعُنِي وَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْعَلُهُ‏؟‏قَالَ إِبْرَاهِيمُ‏:‏ فَكَانَ يُعْجِبُهُمْ حَدِيثُ جَرِيرٍ، لأَنَّ إِسْلاَمَهُ كَانَ بَعْدَ نُزُولِ الْمَائِدَةِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1337: Muhammad bin Ahmad bin Abu Aun telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Fayadh bin Zuhair telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Waki’ telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Al A’masy dari Ibrahim dari Hammam bin Al Harits, ia berkata, Jarir bin Abdullah buang air kecil, kemudian ia berwudhu dan mengusap sepasang khuff. Lalu ia ditanya, “Mengapa engkau melakukan ini?”. Ia menjawab, “Apa yang melarangku. Sedangkan aku sendiri melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukannya?” Ibrahim berkata, “Hadits Jarir ini membuat mereka takjub. Karena Jarir masuk Islam setelah turun surat Al Maa'idah”. 207 [4:4]

Shahih Ibnu Hibban #1338

صحيح ابن حبان ١٣٣٨: أَخْبَرَنَا ابْنُ خُزَيْمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي قَيْسٍ الأَوْدِيِّ، عَنْ هُزَيْلِ بْنِ شُرَحْبِيلَ، عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ‏:‏ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ وَمَسَحَ عَلَى الْجَوْرَبَيْنِ وَالنَّعْلَيْنِ‏.‏أَبُو قَيْسٍ الأَوْدِيُّ هُوَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ ثَرْوَانَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1338: Ibnu Khuzaimah telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Rafi’ telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Zaid bin Al Hubbab telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Sufyan telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Abu Qais Al Audi dari Huzail bin Syurahbil dari Al Mughirah bin Syu’bah, “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudhu dan mengusap kedua kaus kaki dan kedua sandal.” 208 [35:4]

Shahih Ibnu Hibban #1339

صحيح ابن حبان ١٣٣٩: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، حَدَّثَنَا هُدْبَةُ بْنُ خَالِدٍ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، حَدَّثَنَا يَعْلَى بْنُ عَطَاءٍ، عَنْ أَوْسِ بْنِ أَبِي أَوْسٍ، قَالَ‏:‏ رَأَيْتُ أَبِي تَوَضَّأَ فَمَسَحَ عَلَى نَعْلَيْهِ، فَأَنْكَرْتُ ذَلِكَ عَلَيْهِ، فَقُلْتُ‏:‏ أَتَمْسَحُ عَلَى النَّعْلَيْنِ‏؟‏ فَقَالَ‏:‏ رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْسَحُ عَلَيْهِمَا‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1339: Al Hasan bin Sufyan telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Hudbah bin Khalid telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Hammad bin Salamah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ya’la bin Atha telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Aus bin Abu Aus, ia berkata, Aku melihat ayahku209 berwudhu. Lalu ia mengusap kedua sandalnya. Aku pun mengingkarinya dalam praktek ini. Aku berkata, Mengapa engkau mengusap kedua sandal?. Ia menjawab, “Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengusap kedua sandalnya.” 210 [43: 5]

Shahih Ibnu Hibban #1340

صحيح ابن حبان ١٣٤٠: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ مَيْسَرَةَ، عَنِ النَّزَّالِ بْنِ سَبْرَةَ، قَالَ‏:‏ صَلَّيْتُ مَعَ عَلِيٍّ رِضْوَانُ اللهِ عَلَيْهِ الظُّهْرَ، ثُمَّ انْطَلَقَ إِلَى مَجْلِسٍ كَانَ يَجْلِسُهُ فِي الرَّحَبَةِ، فَقَعَدَ وَقَعَدْنَا حَوْلَهُ، حَتَّى حَضَرَتِ الْعَصْرُ، فَأُتِيَ بِإِنَاءٍ فِيهِ مَاءٌ، فَأَخَذَ مِنْهُ كَفًّا، فَتَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ، وَمَسَحَ وَجْهَهُ وَذِرَاعَيْهِ، وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ، وَمَسَحَ بِرِجْلَيْهِ، ثُمَّ قَامَ فَشَرِبَ فَضْلَ مَائِهِ، ثُمَّ قَالَ‏:‏ إِنِّي حُدِّثْتُ أَنَّ رِجَالاً يَكْرَهُونَ أَنْ يَشْرَبَ أَحَدُهُمْ وَهُوَ قَائِمٌ، وَإِنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَلَ كَمَا فَعَلْتُ، وَهَذَا وُضُوءُ مَنْ لَمْ يُحْدِثْ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1340: Ahmad bin Ali Al Mutsanna telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, “Abu Khaitsamah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Jarir telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Manshur dari Abdul Malik bin Maisarah dari An-Nazzal bin Sabrah, ia berkata, Aku shalat Zhuhur bersama Ali RA. Kemudian ia berjalan menuju majlis yang ia duduki di Rahabah. Lalu ia duduk dan kami pun duduk mengelilinginya sampai datang waktu Ashar. Kemudian ia disodorkan wadah berisi air. Ia ambil wadah itu dengan telapak tangannya. Kemudian ia berkumur dan menghirup air dengan hidung. Ia basuh wajah dan kedua hasta tangannya, ia usap kepalanya dan kedua kakinya, kemudian ia berdiri dan meminum sisa air wudhunya. Setelah itu, ia berkata, “Sungguh, diceritakan bahwa laki-laki tidak mau minum sambil berdiri. Sesungguhnya aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan apa yang aku lakukan. Dan ini adalah wudhunya orang yang tidak memiliki hadats.” 211 [43: 5]

Shahih Ibnu Hibban #1341

صحيح ابن حبان ١٣٤١: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ خُزَيْمَةَ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ، عَنْ زَائِدَةَ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ مَيْسَرَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي النَّزَّالُ بْنُ سَبْرَةَ، قَالَ‏:‏ صَلَّيْنَا مَعَ عَلِيٍّ رِضْوَانُ اللهِ عَلَيْهِ الظُّهْرَ، ثُمَّ خَرَجْنَا إِلَى الرَّحَبَةِ، فَدَعَا بِإِنَاءٍ فِيهِ شَرَابٌ، فَأَخَذَهُ فَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ، وَمَسَحَ وَجْهَهُ وَذِرَاعَيْهِ وَرَأْسَهُ وَقَدَمَيْهِ، ثُمَّ شَرِبَ فَضْلَهُ وَهُوَ قَائِمٌ، ثُمَّ قَالَ‏:‏ إِنَّ نَاسًا يَكْرَهُونَ أَنْ يَشْرَبُوا وَهُمْ قِيَامٌ، إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَنَعَ مِثْلَ مَا صَنَعْتُ، وَهَذَا وُضُوءُ مَنْ لَمْ يُحْدِثْ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1341: Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Rafi’ telah menceritakan kepada kami, ia berkala, Husain bin Ali telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Za'idah dari Manshur dari Abdul Malik bin Maisarah, ia berkata, An-Nazzal bin Sabrah telah menceritakan kepadaku, ia berkala, Kami shalat Zhuhur bersama Ali RA. Kemudian kami keluar menuju Rahabah. Di sana ia meminta dibawakan sebuah wadah berisi air minum. (Setelah tersedia), ia mengambilnya, lalu berkumur, menghirup air dari mulut, mengusap wajahnya, kedua hasta tangannya, kepalanya, dan kedua telapak kakinya, kemudian ia meminum sisa airnya dengan posisi berdiri, lalu ia berkata, “Sungguh, manusia tidak suka minum sambil berdiri. Sesungguhnya Rasulullah melakukan apa yang aku lakukan. Dan ini adalah wudhunya orang yang tidak berhadats.” 212 [43:5]

Sunan Daruquthni #1341

سنن الدارقطني ١٣٤١: حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي دَاوُدَ , ثنا عَلِيُّ بْنُ الْمُنْذِرِ , ثنا ابْنُ فُضَيْلٍ , ثنا أَبُو سُفْيَانَ السَّعْدِيُّ , ح وَحَدَّثَنَا أَبُو حَامِدٍ مُحَمَّدُ بْنُ هَارُونَ ثنا أَبُو الْوَلِيدِ الْقُرَشِيُّ , ثنا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ , ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ عُثْمَانَ , عَنْ أَبِي سُفْيَانَ , عَنْ أَبِي سَعِيدٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الْوُضُوءُ , وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ». وَقَالَ ابْنُ أَبِي دَاوُدَ: «الطَّهُورُ»

Sunan Daruquthni 1341: Ibnu Abi Daud menceritakan kepada kami, Ali bin Al Mundzir menceritakan kepada kami, Ibnu Fudhail menceritakan kepada kami, Abu Sufyan As-Sa'di menceritakan kepada kami {h} Abu Hamid Muhammad bin Harun Al Hadhrami menceritakan kepada kami, Abu Al Walid Al Qurasyi menceritakan kepada kami, Al Walid bin Muslim menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Utsman menceritakan kepada kami, dari Abu Sufyan, dari Abu Nadhrah, dari Abu Sa'id, ia mengatakan, "Rasulullah SAW bersabda, 'Pembuka shalat adalah wudhu, pengharamnya adalah takbir (takbiratul ihram) dan penghalalnya adalah salam" Ibnu Abi Daud menyebutkan (dalam redaksinya): "bersuci".

Grade

Shahih Ibnu Hibban #1343

صحيح ابن حبان ١٣٤٣: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلْمٍ، بِبَيْتِ الْمَقْدِسِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، عَنِ الأَوْزَاعِيِّ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي جَعْفَرُ بْنُ عَمْرِو بْنِ أُمَيَّةَ الضَّمْرِيُّ، عَنْ أَبِيهِ‏:‏ أَنَّهُ رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، تَوَضَّأَ، وَمَسَحَ عَلَى الْعِمَامَةِ وَالْخُفَّيْنِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1343: Abdullah bin Muhammad bin Salm di Bait Al Maqdis telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abdurrahman bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Al Walid bin Muslim telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Al Auza’i dari Yahya bin Abu Katsir dari Abu Salamah, ia berkata, “Ja’far bin Amr bin Umayyah Adh-Dhamri telah menceritakan kepadaku dari ayahnya, “Ia (Ayah Ja’far) melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berwudhu dan mengusap serban kepala serta sepasang khuffhya.” 214 [35:4]

Shahih Ibnu Hibban #1344

صحيح ابن حبان ١٣٤٤: أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ أَبِي الْفُرَاتِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ، عَنْ أَبِي مُسْلِمٍ مَوْلَى زَيْدِ بْنِ صُوحَانَ، قَالَ‏:‏ كُنْتُ مَعَ سَلْمَانَ الْفَارِسِيِّ، فَرَأَى رَجُلاً قَدْ أَحْدَثَ، وَهُوَ يُرِيدُ أَنْ يَنْزِعَ خُفَّيْهِ لِلْوُضُوءِ، فَقَالَ لَهُ سَلْمَانُ‏:‏ امْسَحْ عَلَيْهِمَا وَعَلَى عِمَامَتِكَ، فَإِنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْسَحُ عَلَى خِمَارِهِ وَعَلَى خُفَّيْهِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1344: Abu Khalifah telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abu Al Walid Ath-Thayalisi telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Daud bin Abu Al Furat telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Muhammad bin Zaid dari Abu Syuraih dari Abu Muslim, hamba sahaya Zaid bin Shuhana, ia berkata, Aku bersama Salman Al Farisi. Ia melihat seorang laki-laki yang sedang berhadats. Laki-laki itu ingin melepas sepasang khuffiiya karena hendak berwudhu. Kemudian Salman berkata kepadanya, “Usaplah keduanya dan (usap pula) serban kepalamu. Karena sesungguhnya aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengusap serbannya dan sepasang khuffiiya.” 215 [35:4].

Shahih Ibnu Hibban #1345

صحيح ابن حبان ١٣٤٥: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ مُوسَى، بِعَسْكَرِ مُكْرَمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحَرِيشِ الأَهْوَازِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ الزُّبَيْرِ بْنِ مَعْبَدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ السَّخْتِيَانِيُّ، عَنْ دَاوُدَ بْنِ أَبِي الْفُرَاتِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ، عَنْ أَبِي مُسْلِمٍ، عَنْ سَلْمَانَ، قَالَ‏:‏ رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ وَمَسَحَ عَلَى الْخُفَّيْنِ وَالْعِمَامَةِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1345: Abdullah bin Ahmad bin Musa di Askar Mukram telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, “Zaid bin Al Harisy Al Ahwazi telah menceritakan kepada kami, ia berkata, “Abdullah bin Az-Zubair bin Ma’bad telah menceritakan kepada kami, ia berkata, “Ayyub As-Sakhtiyani telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Daud bin Abu Al Furat dari Muhammad bin Zaid dari Abu Syuraih dari Abu Muslim dari Salman, ia berkata, “Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudhu dan mengusap sepasang khuff serta serban kepala.” 216 [35:4]

Shahih Ibnu Hibban #1346

صحيح ابن حبان ١٣٤٦: أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَحْيَى الْقَطَّانُ، عَنِ التَّيْمِيِّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ عَبْدِ اللهِ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنِ ابْنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ، عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ‏:‏ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ وَمَسَحَ بِنَاصِيَتِهِ وَفَوْقَ الْعِمَامَةِ قَالَ بَكْرٌ‏:‏ وَسَمِعْتُهُ مِنِ ابْنِ الْمُغِيرَةِ‏.‏قَالَ أَبُو حَاتِمٍ‏:‏ وَهَذِهِ اللَّفْظَةُ وَمَسَحَ بِنَاصِيَتِهِ وَفَوْقَ الْعِمَامَةِ، قَدْ تُوهِمُ مَنْ لَمْ يُحْكِمْ صِنَاعَةِ الْعِلْمِ أَنَّ الْمَسْحَ عَلَى الْعِمَامَةِ دُونَ النَّاصِيَةِ غَيْرُ جَائِزٍ، وَيَجْعَلُ خَبَرَ عَمْرِو بْنِ أُمَيَّةَ مُجْمَلاً، وَخَبَرَ مُغِيرَةَ الَّذِي ذَكَرْنَاهُ مُفَسِّرًا لَهُ، أَنَّ مَسْحَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْعِمَامَةِ كَانَ ذَلِكَ مَعَ النَّاصِيَةِ فَوْقَ الْمَسْحِ عَلَى النَّاصِيَةِ دُونَ الْعِمَامَةِ، إِذِ النَّاصِيَةُ مِنَ الرَّأْسِ، وَلَيْسَ بِحَمْدِ اللهِ وَمَنِّهِ كَذَلِكَ، بَلْ مَسَحَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رَأْسِهِ فِي وَضُوئِهِ، وَمَسَحَ عَلَى عِمَامَتِهِ دُونَ النَّاصِيَةِ، وَمَسَحَ عَلَى نَاصِيَتِهِ وَعِمَامَتِهِ ثَلاَثَ مِرَارٍ فِي ثَلاَثَةِ مَوَاضِعَ مُخْتَلِفَةٍ، فَكُلٌّ سُنَّةٌ يُسْتَعْمَلُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَكُونَ اسْتِعْمَالُ أَحَدِهِمَا حَتْمًا، وَاسْتِعْمَالُ الآخَرِ مَكْرُوهًا‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1346: Abu Khalifah telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Musaddad bin Musarhad telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Yahya Al Qaththan telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari At-Taimi, ia berkata, Bakr bin Abdullah telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Al Hasan dari Ibnu Al Mughirah bin Syu’bah dari Al Mughirah bin Syu’bah, “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudhu, dan mengusap ubun-ubunya serta (mengusap) bagian luar serban kepala.” 217 [35:4] Bakr berkata, “Dan aku mendengar hadits ini dari Ibnu Al Mughirah.”[35:4] Abu Hatim berkata, “Lafezh وَمَسَحَ بِنَاصِيَتِهِ وَفَوْقَ الْعِمَامَةِ (Beliau mengusap ubun-ubunya dan mengusap bagian luar serban kepala) memberikan kesan kepada orang yang tidak pandai dalam ilmu ini bahwa mengusap serban tanpa ubun-ubun tidak boleh. Ia menjadikan hadits Amr bin Umayyah mujmal (global), dan hadits Al Mughirah yang telah kami sebutkan tersebut berposisi sebagai penjelas bahwa praktek Nabi mengusap serban harus disertai dengan mengusap ubun- ubun, sementara mengusap ubun-ubun tidak harus mengusap serban, karena ubun-ubun ini termasuk kepala juga. Dengan memuji Allah dan atas nama anugerah-Nya, ternyata pengertiannya bukan demikian. Bahkan yang benar, praktek Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengusap kepala saat berwudhu, praktek mengusap serban tanpa mengusap ubun-ubun, mengusap ubun-ubun bersama serban sebanyak 3 kali dalam 3 tempat yang berbeda, semua itu merupakan sunnah Rasul yang harus dipraktekkan tanpa harus menilai bahwa salah satunya wajib sementara yang lain makruh.”