Hasil Pencarian: waris 981 Hadits

Sunan Daruquthni #4084

سنن الدارقطني ٤٠٨٤: نا أَبُو بَكْرٍ يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْبَزَّازُ , نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الْجَبَّارِ بْنِ مُحَمَّدٍ , نا أَبِي , نا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الْجَبَّارِ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ حَرْبٍ الْخَوْلَانِيِّ , حَدَّثَنِي عُمَرُ بْنُ رُؤْبَةَ التَّغْلِبِيُّ , عَنْ عَبْدِ الْوَاحِدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ النَّصْرِيِّ , عَنْ وَاثِلَةَ بْنِ الْأَسْقَعِ , قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " تُحْرِزُ الْمَرْأَةُ ثَلَاثَةَ مَوَارِيثَ: عَتِيقَهَا وَلَقِيطَهَا وُمَلَاعِنَهَا ". تَابَعَهُ أَبُو سَلَمَةَ سُلَيْمَانُ بْنُ سُلَيْمِ , عَنْ عُمَرَ بْنِ رُؤْبَةَ بِإِسْنَادِهِ مِثْلَهُ

Sunan Daruquthni 4084: Abu Bakar Ya'qub bin Ibrahim Al Bazzaz menceritakan kepada kami, Ahmad bin Abdul Jabbar bin Muhammad menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami, Sa'id bin Abdul Jabbar menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Harb Al Khaulani, Umar bin Ru'bah At-Taghlibi menceritakan kepadaku dari Abdul Wahid bin Abdullah An-Nashri, dari Watsilah bin Al Asqa', Nabi SAW bersabda, "Seorang wanita terhalang warisannya karena tiga pewaris: Yang memerdekakannya, yang menemukannya, dan yang dili'annya." Abu Salamah Sulaiman bin Sulaim menguatkannya dengan riwayat dari Umar bin Ru'bah dengan isnadnya, dan redaksi yang sama.

Sunan Daruquthni #4087

سنن الدارقطني ٤٠٨٧: قُرِئَ عَلَى أَبِي مُحَمَّدِ بْنُ صَاعِدٍ , وَأَنَا أَسْمَعُ: حَدَّثَكُمْ عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ الْعَلَاءِ , نا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ , عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ , عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ , قَالَ: جَاءَتِ الْجَدَّتَانِ إِلَى أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ «فَأَعْطَى الْمِيرَاثَ أُمَّ الْأُمِّ دُونَ أُمِّ الْأَبِ» , فَقَالَ لَهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَهْلِ بْنِ حَارِثَةَ وَقَدْ كَانَ شَهِدَ بَدْرًا , أَوْ قَالَ مَرَّةً: رَجُلٌ مِنْ بَنِي حَارِثَةَ: يَا أَبَا بَكْرٍ يَا خَلِيفَةَ رَسُولِ اللَّهِ أَعْطَيْتَ الَّتِي لَوْ أَنَّهَا مَاتَتْ هِيَ لَمْ تَرِثْهَا , «فَجَعَلَهُ بَيْنَهُمَا»

Sunan Daruquthni 4087: Dibacakan kepada Abu Muhammad bin Sha'id dan aku mendengarkan: Abdul Jabbar bin Al Ala' menceritakan kepada kalian, Sufyan bin Uyainah menceritakan kepada kami dari Yahya bin Sa'id, dari Al Qasim bin Muhammad, dia berkata, "Dua orang nenek pernah datang kepada Abu Bakar RA, lalu Abu Bakar memberi warisan kepada ibunya ibu (nenek dari pihak ibu) dan tidak memberi kepada ibunya bapak (nenek dari pihak bapak). Maka Abdurrahman bin Sahl bin Haritsah, salah seorang peserta perang Badar, —atau dia pernah juga berkata: seorang lelaki dari bani Haritsah— berkata, 'Wahai Abu Bakar, wahai khalifah Rasulullah, engkau memberikan kepada orang yang apabila dia mati, maka tidak akan mewarisinya.' Maka Abu Bakar pun menetapkan untuk keduanya."

Grade

Sunan Daruquthni #4088

سنن الدارقطني ٤٠٨٨: قُرِئَ عَلَى أَبِي مُحَمَّدِ بْنُ صَاعِدٍ: حَدَّثَكُمْ أَبُو عُبَيْدِ اللَّهِ سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , نا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ , عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ , عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ , أَنَّ جَدَّتَيْنِ أَتَيَا إِلَى أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ أُمَّ الْأُمِّ وَأُمَّ الْأَبِ «فَأَعْطَى الْمِيرَاثَ أُمَّ الْأُمِّ دُونَ أُمِّ الْأَبِ» , فَقَالَ لَهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَهْلٍ أَخُو بَنِي حَارِثَةَ: يَا خَلِيفَةَ رَسُولِ اللَّهِ قَدْ أَعْطَيْتَ الَّتِي لَوْ أَنَّهَا مَاتَتْ لَمْ تَرِثْهَا , " فَجَعَلَهُ أَبُو بَكْرٍ بَيْنَهُمَا يَعْنِي: السُّدُسَ "

Sunan Daruquthni 4088: Dibacakan kepada Abu Muhammad bin Sha'id: Abu Ubaidullah Sa'id bin Abdurrahman menceritakan kepada kalian, Sufyan bin Uyainah menceritakan kepada kami dari Yahya bin Sa'id, dari Al Qasim bin Muhammad, bahwa dua orang nenek pernah datang kepada Abu Bakar Ash-Shidiq, yaitu ibunya ibu (nenek dari pihak ibu) dan ibunya bapak (nenek dari pihak bapak). Lalu Abu Bakar memberi warisan kepada ibunya ibu (nenek dari pihak ibu) dan tidak memberi kepada ibunya bapak (nenek dari pihak bapak), maka Abdurrahman bin Sahl, saudaranya bani Haritsah berkata kepadanya, "Wahai khalifah Rasulullah, engkau telah memberi kepada orang yang apabila dia mati maka tidak akan mewarisinya." Maka Abu Bakar menetapkan untuk keduanya. Yakni seperenam.

Grade

Sunan Daruquthni #4091

سنن الدارقطني ٤٠٩١: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا بَحْرُ بْنُ نَصْرٍ , نا ابْنُ وَهْبٍ , أَخْبَرَنِي حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , وَسُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ , عَنْ مَنْصُورٍ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ يَزِيدَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «وَرَّثَ ثَلَاثَ جَدَّاتٍ اثْنَتَيْنِ مِنْ قِبَلِ الْأَبِ وَوَاحِدَةً مِنْ قِبَلِ الْأُمِّ»

Sunan Daruquthni 4091: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Bahr bin Nashr menceritakan kepada kami, Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid dan Sufyan bin Uyainah menceritakan kepadaku dari Manshur, dari Ibrahim bin Yazid, bahwa Rasulullah SAW memberikan warisan kepada tiga nenek, yaitu: dua dari pihak bapak dan satu dari pihak ibu.

Grade

Sunan Daruquthni #4092

سنن الدارقطني ٤٠٩٢: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا بَحْرُ , نا ابْنُ وَهْبٍ , أَخْبَرَنِي عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ عُمَرَ , عَنْ أَبِي الزِّنَادِ , عَنْ خَارِجَةَ بْنِ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ , عَنْ أَبِيهِ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ «أَنَّهُ كَانَ يُوَرِّثُ ثَلَاثَ جَدَّاتٍ إِذَا اسْتَوَيْنِ , ثِنْتَيْنِ مِنْ قِبَلِ الْأَبِ وَوَاحِدَةً مِنْ قِبَلِ الْأُمِّ»

Sunan Daruquthni 4092: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Bahr menceritakan kepada kami, Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, Abdul Jabbar bin Umar menceritakan kepadaku dari Abu Az-Zinad, dari Kharijah bin Zaid bin Tsabit, dari ayahnya, Zaid bin Tsabit, bahwa dia memberikan warisan kepada tiga nenek bila derajatnya sama, yaitu: dua dari pihak bapak dan satu dari pihak ibu.

Grade

Sunan Daruquthni #4093

سنن الدارقطني ٤٠٩٣: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ الْقَوَارِيرِيُّ , نا عَبْدُ الْوَارِثِ , نا عُمَرُ بْنُ عَامِرٍ , عَنْ قَتَادَةَ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ , «أَنَّهُ كَانَ يُوَرِّثُ ثَلَاثَ جَدَّاتٍ , ثِنْتَيْنِ مِنْ قِبَلِ الْأُمِّ وَوَاحِدَةً مِنْ قِبَلِ الْأَبِ» كَذَا قَالَ

Sunan Daruquthni 4093: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Umar Al Qawariri menceritakan kepada kami,'Abdul Warits menceritakan kepada kami, Umar bin Amir menceritakan kepada kami dari Qatadah, dari Sa'id bin Al Musayyab, dari Zaid bin Tsabit, bahwa dia memberikan warisan kepada tiga nenek: dua dari pihak ibu dan satu dari pihak bapak. Demikian yang dikatakannya.

Grade

Sunan Daruquthni #4095

سنن الدارقطني ٤٠٩٥: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا بَحْرُ بْنُ نَصْرٍ , نا ابْنُ وَهْبٍ , أَخْبَرَنِي ابْنُ لَهِيعَةَ , وَيَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ , عَنْ عَقِيلِ بْنِ خَالِدٍ , أَنَّ سَعِيدَ بْنَ سُلَيْمَانَ بْنِ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ حَدَّثَهُ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ , أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ اسْتَأْذَنَ عَلَيْهِ يَوْمًا فَأَذِنَ لَهُ وَرَأْسُهُ فِي يَدِ جَارِيَةٍ لَهُ تَرَجُّلُهُ فَنَزَعَ رَأْسَهُ , فَقَالَ لَهُ عُمَرُ: دَعْهَا تُرَجِّلُكَ , فَقَالَ: «يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ لَوْ أَرْسَلْتَ إِلَيَّ جِئْتُكَ» , فَقَالَ عُمَرُ: إِنَّمَا الْحَاجَةُ لِي إِنِّي جِئْتُكَ لَنَنْظُرَ فِي أَمْرِ الْجَدِّ , فَقَالَ زَيْدٌ: «لَا وَاللَّهِ مَا تَقُولُ فِيهِ؟» , فَقَالَ عُمَرُ: لَيْسَ هُوَ بِوَحْي حَتَّى نَزِيدَ فِيهِ وَنُنْقِصَ إِنَّمَا هُوَ شَيْءٌ تَرَاهُ فَإِنْ رَأَيْتَهُ وَافَقْتَنِي تَبِعْتُهُ وَإِلَّا لَمْ يَكُنْ عَلَيْكَ فِيهِ شَيْءٌ , فَأَبَى زَيْدٌ فَخَرَجَ مُغْضَبًا , وَقَالَ: قَدْ جِئْتُكَ وَأَنَا أَظُنُّكَ سَتَفْرُغُ مِنْ حَاجَتِي , ثُمَّ أَتَاهُ مَرَّةً أُخْرَى فِي السَّاعَةِ الَّتِي أَتَاهُ الْمَرَّةَ الْأُولَى فَلَمْ يَزَلْ بِهِ حَتَّى قَالَ: «فَسَأَكْتُبُ لَكَ فِيهِ» , فَكَتَبَهُ فِي قِطْعَةِ قَتَبٍ وَضَرَبَ لَهُ مَثَلًا: «إِنَّمَا مَثَلُهُ مِثْلُ شَجَرَةٍ تُنْبِتُ عَلَى سَاقٍ وَاحِدٍ فَخَرَجَ فِيهَا غُصْنٌ ثُمَّ خَرَجَ فِي غُصْنٌ غُصْنٌ آخَرُ , فَالسَّاقُ يَسْقِي الْغُصْنَ فَإِنْ قَطَعْتَ الْغُصْنَ الْأَوَّلَ رَجَعَ الْمَاءُ إِلَى الْغُصْنِ , وَإِنْ قَطَعْتَ الثَّانِي رَجَعَ الْمَاءُ إِلَى الْأَوَّلِ» , فَأُتِيَ بِهِ فَخَطَبَ النَّاسَ عُمَرُ ثُمَّ قَرَأَ قِطْعَةَ الْقَتَبِ عَلَيْهِمْ , ثُمَّ قَالَ: إِنَّ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ قَدْ قَالَ فِي الْجَدِّ قَوْلًا وَقَدْ أَمْضَيْتُهُ , قَالَ: وَكَانَ عُمَرُ أَوَّلَ جَدٍّ كَانَ فَأَرَادَ أَنْ يَأْخُذَ الْمَالَ كُلَّهُ مَالَ ابْنِ ابْنِهِ دُونَ إِخْوَتِهِ فَقَسَمَهُ بَعْدَ ذَلِكَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

Sunan Daruquthni 4095: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Bahr bin Nashr menceritakan kepada kami, Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, Ibnu Lahi'ah dan Yahya bin Ayyub menceritakan kepadaku dari Uqail bin Khalid, bahwa Sa'id bin Sulaiman bin Zaid bin Tsabit menceritakan kepadanya, dari ayahnya, dari kakeknya, Zaid bin Tsabit, bahwa pada suatu hari Umar bin Khaththab meminta izin ke tempatnya, maka Zaid pun mengizinkannya, sementara kepalanya sedang di tangan budak perempuannya yang memijatnya, dia langsung melepaskan kepalanya. Umar kemudian berkata, "Biarkan dia memijatmu." Zaid berkata, "Wahai Amirul Mukminin, kalau engkau mengirim utusan (untuk memanggilku) pasti aku akan datang kepadamu." Umar berkata, "Ini keperluanku. Aku datang kepadamu untuk mendiskusikan tentang perkara (warisan untuk) kakek." Zaid berkata, "Demi Allah, apa yang engkau katakan tentang itu." Umar berkata, "Tidak ada wahyu (tentang itu), sehingga kadang kami menambahkan dan mengurangi. Itu hanyalah menurut pandangan kami. Bila pendapatku engkau sepakati, aku akan mengikutinya, kalau pun tidak, maka tidak ada apa-apa atasmu." Namun Zaid menolak, maka Umar pun keluar dengan marah dan berkata, "Aku telah datang kepadamu karena aku mengira engkau akan menyelesaikan keperluanku." Kemudian Umar mendatanginya lagi pada saat seperti sebelumnya, dan masih terus membahasnya, sampai akhirnya Zaid berkata, "Aku akan menuliskannya untukmu." Lalu ia pun menulis pada selembar kulit kayu dan membuat perumpamaan: Perumpamaannya adalah seperti sebuah pohon yang tumbuh dengan satu batang, lalu darinya tumbuh sebuah dahan, lalu pada dahan itu tumbuh dahan lainnya. Jadi batang ini mengantarkan air untuk dahan ini. Bila engkau memotong dahan pertama, maka air akan kembali kepada dahan ini, dan bila engkau memotong dahan kedua, maka air akan kembali kepada yang pertama." Lalu itu diberikan. Kemudian Umar berkhutbah di hadapan orang-orang, dan membacakan lembaran kulit kayu itu kepada mereka, kemudian berkata, "Sesungguhnya Zaid bin Tsabit telah berkata suatu pendapat tentang (warisan untuk) kakek, dan aku telah memberlakukannya." Kemudian kakek pertama (setelah pemberlakukan keputusan ini) hendak mengambil seluruh harta (warisan), yaitu harta cucu laki-laki dan anak laki-lakinya, tanpa menyertakan saudara-saudaranya. Setelah itu Umar bin Khaththab RA membagikannya.

Grade

Sunan Daruquthni #4098

سنن الدارقطني ٤٠٩٨: نا أَبُو طَالِبٍ الْحَافِظُ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ الْأَعْمَى , نا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ بْنِ أَبِي دَاوُدَ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ , عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ , قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «لَيْسَ لِقَاتِلٍ مِيرَاثٌ»

Sunan Daruquthni 4098: Abu Thalib Al Hafizh menceritakan kepada kami, Abdullah bin Yazid Al A'ma menceritakan kepada kami, Muhammad bin Sulaiman bin Abu Daud menceritakan kepada kami, Abdullah bin Ja'far menceritakan kepada kami dari Yahya bin Sa'id, dari Sa'id bin Al Musayyab, dari Umar bin Khaththab, dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Pembunuh tidak mendapat warisan (dari yang dibunuhnya)'."

Grade

Sunan Daruquthni #4100

سنن الدارقطني ٤١٠٠: نا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدَانَ الْعَرْزَمِيُّ , نا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ سَافِرِيٍّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عُمَرَ الْوَاقِدِيُّ , عَنْ أَبِي مَرْوَانَ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , وَأَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَيْسَ لِقَاتِلٍ مِيرَاثٌ»

Sunan Daruquthni 4100: Al Hasan bin Muhammad bin Sa'dan Al Arzami menceritakan kepada kami, Yahya bin Ishaq bin Safiri menceritakan kepada kami, Muhammad bin Umar Al Waqidi menceritakan kepada kami dari Abu Marwan Abdul Malik bin Abdul Aziz, dari Ishaq bin Abdullah, dari Az-Zuhri, dari Humaid bin Abdurrahman dan Abu Salamah bin Abdurrahman, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Pembunuh tidak mendapat warisan (dari yang dibunuhnya)."

Grade

Sunan Daruquthni #4101

سنن الدارقطني ٤١٠١: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَكَرِيَّا , نا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ النَّسَائِيُّ مِثْلَهُ , أنا اللَّيْثُ , عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ أَبِي فَرْوَةَ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْقَاتِلُ لَا يَرِثُ». قَالَ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ: إِسْحَاقُ مَتْرُوكُ الْحَدِيثِ , أَخْرَجْتُهُ فِي مَشَائِخِ اللَّيْثِ لِئَلَّا يُتْرَكَ مِنَ الْوَسَطِ

Sunan Daruquthni 4101: Muhammad bin Abdullah bin Zakariyya menceritakan kepada kami, Abu Abdurrahman An-Nasa'i menceritakan kepada kami, seperti itu, Al-Laits mengabarkan kepada kami dari Ishaq bin Abu Farwah, dari Az-Zuhri, dari Humaid bin Abdurrahman, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Pembunuh tidak mewarisi (dari yang dibunuhnya)." Abu Abdurrahman berkata: hadits Ishaq ditinggalkan. Namun aku mengeluarkannya pada guru-gurunya Al-Laits agar tidak dibiarkan dari tengah.