سنن الدارقطني ٧٧٨: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُبَشِّرٍ , نا أَبُو مُوسَى مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى , نا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو , وَقَالَ: حَدَّثَنِي ابْنُ شِهَابٍ , عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ , عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ أَبِي حُبَيْشٍ أَنَّهَا كَانَتْ تُسْتَحَاضُ , فَقَالَ لَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا كَانَ دَمُ الْحَيْضِ فَإِنَّهُ دَمٌ أَسْوَدُ يُعْرَفُ فَإِذَا كَانَ ذَلِكَ فَأَمْسِكِي عَنِ الصَّلَاةِ , وَإِذَا كَانَ الْآخَرُ فَتَوَضَّئِي وَصَلِّي فَإِنَّمَا هُوَ عِرْقٌ»
Sunan Daruquthni 778: Ali bin Mubasysyir menceritakan kepada kami, Abu Musa bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, Ibnu Abi Adi mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Amr, dan ia mengatakan Ibrtu Syihab menceritakan kepadaku, dari Urwah bin AzZubair, dari Fathimah binti Abi Hubaisy: "Bahwa ia mengalami istihadhah, lalu Nabi SAW berkata kepadanya, ''Jika itu darah haid, maka darahnya hitam sebagaimana yang dikenal. Jika darahnya begitu, maka janganlah melakukan shalat. Namun jika tidak begitu, maka berwudhulah dan shalatlah, karena sesungguhnya itu adalah darah penyakit"
Grade
سنن الدارقطني ٧٧٩: حَدَّثَنَا ابْنُ مُبَشِّرٍ , ثنا أَبُو مُوسَى , ثنا ابْنُ عَدِيٍّ بِهَذَا إِمْلَاءً مِنْ كِتَابِهِ , ثُمَّ حَدَّثَنَا بِهِ بَعْدُ حِفْظًا , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ أَبِي حُبَيْشٍ , كَانَتْ تُسْتَحَاضُ , قَالَتْ: فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ دَمَ الْحَيْضِ أَسْوَدُ يُعْرَفُ فَإِذَا كَانَ ذَلِكَ فَأَمْسِكِي عَنِ الصَّلَاةِ , وَإِذَا كَانَ الْآخَرُ فَتَوَضَّئِي وَصَلِّي»
Sunan Daruquthni 779: Ibnu Mubassyir menceritakan kepada kami, Abu Musa menceritakan kepada kami, Ibnu Abi Adi menceritakan kepada kami dengan pendiktean ini dari kitabnya, kemudian ia menyampaikannya kepada kami dari hafalannya, ia mengatakan: Muhammad bin Amr mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Syihab, dari Urwah, dari Aisyah: "Bahwa Fathimah binti Hubaisy mengalami istihadhah, maka Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya darah haid itu berwarna hitam sebagaimana yang dikenal, jika darahnya begitu maka janganlah melakukan shalat, namun jika tidak begitu maka berwudhulah dan shalatlah.‘
Grade
صحيح مسلم ٧٧٩: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ ابْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْحَكَمِ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا جُحَيْفَةَ قَالَ خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْهَاجِرَةِ إِلَى الْبَطْحَاءِ فَتَوَضَّأَ فَصَلَّى الظُّهْرَ رَكْعَتَيْنِ وَالْعَصْرَ رَكْعَتَيْنِ وَبَيْنَ يَدَيْهِ عَنَزَةٌ قَالَ شُعْبَةُ وَزَادَ فِيهِ عَوْنٌ عَنْ أَبِيهِ أَبِي جُحَيْفَةَ وَكَانَ يَمُرُّ مِنْ وَرَائِهَا الْمَرْأَةُ وَالْحِمَارُ و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ بِالْإِسْنَادَيْنِ جَمِيعًا مِثْلَهُ وَزَادَ فِي حَدِيثِ الْحَكَمِ فَجَعَلَ النَّاسُ يَأْخُذُونَ مِنْ فَضْلِ وَضُوئِهِ
Shahih Muslim 779: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin al-Mutsanna] dan [Muhammad bin Basysyar] berkata [Ibnu al-Mutsanna], telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [al-Hakam] dia berkata: "Saya mendengar [Abu Juhaifah] berkata: 'Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada terik siang hari keluar ke Badha', lalu dia berwudhu, lalu shalat Zhuhur dua rakaat dan Ashar dua rakaat di hadapan tombak." [Syu'bah] berkata: [Aun] menambahkan di dalamnya dari bapaknya, [Abu Juhaifah], "Orang wanita dan keledai berjalan di belakang tombak tersebut." Dan telah menceritakan kepadaku [Zuhair bin Harb] dan [Muhammad bin Hatim] keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami [Ibnu Mahdi] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dengan dua isnad, keduanya semisalnya, dan dia menambahkan dalam hadits al-Hakam, "Lalu orang-orang mulai mengambil air sisa wudhunya."
سنن الدارمي ٧٨٠: أَخْبَرَنَا مُوسَى بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ عَنْ مُجَالِدٍ عَنْ عَامِرٍ عَنْ قَمِيرَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ سَأَلْتُهَا عَنْ الْمُسْتَحَاضَةِ قَالَتْ تَنْتَظِرُ أَقْرَاءَهَا الَّتِي كَانَتْ تَتْرُكُ فِيهَا الصَّلَاةَ قَبْلَ ذَلِكَ فَإِذَا كَانَ يَوْمُ طُهْرِهَا الَّذِي كَانَتْ تَطْهُرُ فِيهِ اغْتَسَلَتْ ثُمَّ تَوَضَّأَتْ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ وَصَلَّتْ أَخْبَرَنَا مُوسَى بْنُ خَالِدٍ عَنْ مُعْتَمِرٍ عَنْ إِسْمَعِيلَ عَنْ رَجُلٍ مِنْ حَيِّهِ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ مِثْلَ مَا قَالَتْ عَائِشَةُ
Sunan Darimi 780: Telah mengabarkan kepada kami [Musa bin Khalid] telah menceritakan kepada kami [Mu'tamir] dari [Isma'il bin Abu Khalid] dari [Mujalid] dari ['Amir] dari [Qamir] dari [Aisyah] radliallahu 'anha ia berkata: "Aku pernah bertanya kepadanya tentang istihadhah, ia menjawab: 'Hendaknya (wanita yang mengalami istihadhah) menunggu masa haidnya (habis) yang selama itu ia tinggalkan shalat, dan ketika tiba hari sucinya, maka mandilah, kemudian berwudhulah untuk setiap kali shalat' ". Telah mengabarkan kepada kami [Musa] dari [Mu'tamir] dari [Isma'il] dari [seseorang dari kampungnya] dari [Abu Ja'far] seperti apa yang dikatakan oleh Aisyah radliallahu 'anha".
Grade
سنن الدارقطني ٧٨٠: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , ثنا أَبُو مُوسَى قِرَاءَةً عَلَيْهِ , نا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو , حَدَّثَنِي ابْنُ شِهَابٍ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ أَبِي حُبَيْشٍ أَنَّهَا كَانَتْ تُسْتَحَاضُ , فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا كَانَ دَمُ الْحَيْضِ فَإِنَّهُ دَمٌ أَسْوَدُ يُعْرَفُ فَإِذَا كَانَ ذَلِكَ فَأَمْسِكِي عَنِ الصَّلَاةِ , وَإِذَا كَانَ الْآخَرُ فَتَوَضَّئِي وَصَلِّي فَإِنَّمَا هُوَ عِرْقٌ». قَالَ أَبُو مُوسَى: هَكَذَا حَدَّثَنَاهُ ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ مِنْ أَصْلِ كِتَابِهِ , وَحَدَّثَنَا بِهِ حِفْظًا , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو , عَنِ ابْنِ شِهَابِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ أَبِي حُبَيْشٍ فَذَكَرَ مِثْلَهُ , وَقَالَ: «فَإِذَا كَانَ الْآخَرُ فَتَوَضَّئِي وَصَلِّي»
Sunan Daruquthni 780: Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Abu Musa menceritakan kepada kami dengan cara dibacakan kepadanya, ia mengatakan: Ibnu Abi Adi mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Amr, Ibnu Syihab menceritakan kepadaku, dari Urwah, dari Fathimah binti Abi Hubaisy: "Bahwa ia mengalami istihadhah, lalu Rasulullah SAW berkata kepadanya, ''Jika darah haid, maka itu darah hitam sebagaimana yang diketahui, jika darahnya begitu maka janganlah melakukan shalat, dan jika tidak begitu maka berwudhulah dan shalatlah, karena sesungguhnya itu adalah darah penyakit'." Abu Musa mengatakan, "Demikianlah yang disampaikan Ibnu Abi Adi kepada kami dari kitabnya dan yang disampaikannya kepada kami dari hafalannya." Ia juga mengatakan: Muhammad bin Amr juga menceritakan kepada kami, dari Ibnu Syihab Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah: "Bahwa Fathimah binti Abi Hubaisy" lalu dikemukakan seperti itu, dan ia menyebutkan (dalam redaksinya): "dan jika tidak begitu maka berwudhulah dan shalatlah."
Grade
سنن الدارقطني ٧٨١: حَدَّثَنَا أَبُو سَهْلِ بْنُ زِيَادٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ يَحْيَى الْحُلْوَانِيُّ , نا خَلَفُ بْنُ سَالِمٍ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عَدِيٍّ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ أَبِي حُبَيْشٍ أَنَّهَا كَانَتْ تُسْتَحَاضُ , فَقَالَ لَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا كَانَ دَمُ الْحَيْضِ دَمًا أَسْوَدَ يُعْرَفُ فَأَمْسِكِي عَنِ الصَّلَاةِ , فَإِذَا كَانَ الْآخَرُ فَتَوَضَّئِي وَصَلِّي فَإِنَّمَا هُوَ الْعِرْقُ»
Sunan Daruquthni 781: Abu Sahl bin Ziyad menceritakan kepada kami, Ahmad bin Yahya Al Hulwani menceritakan kepada kami, Khalaf bin Salim menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abu Adi menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Amr, dari Ibnu Syihab, dari Urwah, dari Fathimah binti Abi Hubaisy: "Bahwa ia mengalami istihadhah, lalu Nabi SAW berkata kepadanya, "Jika darah haid, maka itu darah hitam sebagaimana yang dikenal, maka janganlah melakukan shalat, namun jika tidak demikian maka berwudhulah dan shalatlah, karena sesungguhnya itu adalah darah penyakit."
سنن الدارمي ٧٨١: أَخْبَرَنَا جَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ عَنْ عَامِرٍ عَنْ قَمِيرَ عَنْ عَائِشَةَ فِي الْمُسْتَحَاضَةِ تَنْتَظِرُ أَيَّامَهَا الَّتِي كَانَتْ تَتْرُكُ الصَّلَاةَ فِيهَا فَإِذَا كَانَ يَوْمُ طُهْرِهَا الَّذِي كَانَتْ تَطْهُرُ فِيهِ اغْتَسَلَتْ ثُمَّ تَوَضَّأَتْ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ وَصَلَّتْ
Sunan Darimi 781: Telah mengabarkan kepada kami [Ja'far bin 'Aun] telah mengabarkan kepada kami [Isma'il] dari ['Amir] dari [Qamir] dari [Aisyah] radliallahu 'anha tentang istihadhah: "Hendaknya ia (wanita yang mengalami istihadhah) menunggu beberapa hari yang selama itu ia tinggalkan shalat (masa haid), dan apabila tiba masa sucinya, hendaklah ia mandi kemudian berwudhu untuk setiap kali shalat dan shalat."
Grade
سنن الدارمي ٧٨٢: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ أَبِي الْيَقْظَانِ عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْتَحَاضَةُ تَدَعُ الصَّلَاةَ أَيَّامَ حَيْضِهَا فِي كُلِّ شَهْرٍ فَإِذَا كَانَ عِنْدَ انْقِضَائِهَا اغْتَسَلَتْ وَصَلَّتْ وَصَامَتْ وَتَوَضَّأَتْ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ
Sunan Darimi 782: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Isa] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Abu Al Yaqzhan] dari ['Adi bin Tsabit] dari [ayahnya] dari [kakeknya] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Wanita yang mengalami istihadhah, ia harus meninggalkan shalat pada hari-hari kebiasaan (masa) haidnya pada setiap bulannya, dan apabila selesai masa haidnya, ia harus mandi, shalat dan berpuasa (Ramadhan), dan hendaknya ia berwudhu untuk setiap kali hendak mengerjakan shalat."
Grade
سنن الدارقطني ٧٨٢: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , ثنا أَبُو عُبَيْدِ اللَّهِ الْمَخْزُومِيُّ , نا سُفْيَانُ , عَنْ أَيُّوبَ السَّخْتِيَانِيِّ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ , عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ أَبِي حُبَيْشٍ كَانَتْ تُسْتَحَاضُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَسَأَلَتْ لَهَا أُمُّ سَلَمَةَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: «لِتَنْظُرْ عِدَّةَ اللَّيَالِي وَالْأَيَّامِ الَّتِي كَانَتْ تَحِيضُهُنَّ وَقَدْرَهُنَّ مِنَ الشُّهُورِ فَلْتَتْرُكِ الصَّلَاةَ لِذَلِكَ , فَإِذَا خَلَّفَتْ ذَلِكَ فَلْتَغْسِلْ وَلْتَتَوَضَّأْ وَلْتَسْتَدْفِرْ ثُمَّ تُصَلِّي»
Sunan Daruquthni 782: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Abu Ubaidullah Al Makhzumi menceritakan kepada kami, Sufyan mengabarkan kepada kami, dari Ayyub As-Sakhtiyani menceritakan kepada kami, dari Sulaiman bin Yasar, dari Ummu Salamah istri Nabi SAW: "Bahwa Fathimah binti Hubaisy mengalami istihadhah pada masa Rasulullah SAW, lalu Ummu Salamah menanyakan untuknya kepada Rasulullah SAW, beliau pun bersabda, 'Hendaknya ia memperhatikan hari-hari yang biasanya ia mengalami haid dan kadarnya pada setiap bulan, lalu hendaknya ia meninggalkan shalat pada waktu-waktu tersebut, jika telah berlalu maka hendaknya ia mandi dan berwudhu serta menyumbat (darah dengan kain), kemudian melaksanakan shalat'."
Grade
سنن الدارمي ٧٨٧: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا إِسْرَائِيلُ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَقَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ أَبِي جَعْفَرٍ أَنَّهُ قَالَ فِي الْمُسْتَحَاضَةِ تَدَعُ الصَّلَاةَ أَيَّامَ أَقْرَائِهَا ثُمَّ تَغْتَسِلُ وَتَحْتَشِي كُرْسُفًا وَتَوَضَّأُ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ
Sunan Darimi 787: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Yusuf] telah mengabarkan kepada kami [Isra`il] telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq] dari [muhammad bin Ali Abu ja'far] Bahwa ia berkata tentang istihadhah: "Ia (wanita yag mengalami istihadhah) harus meninggalkan shalat selama hari-hari kebiasaan masa haidnya, kemudian ia mandi dan balutlah dengan kain, selanjutnya berwudhulah untuk setiap kali shalat".
Grade