مسند أحمد ٢٤٣٣: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَبَّى حَتَّى رَمَى جَمْرَةَ الْعَقَبَةِ
Musnad Ahmad 2433: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] berkata: telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Ayyub] dari [Ikrimah] dari [Ibnu Abbas]: bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertalbiyah hingga melempar jumrah Al Aqabah.
Grade
سنن الدارقطني ٢٤٥٢: نا أَبُو الْحَسَنِ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَكَرِيَّا، نا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَحْمَدُ بْنُ شُعَيْبٍ، نا نُوحُ بْنُ حَبِيبٍ الْقُومُسِيُّ، نا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، نا ابْنُ جُرَيْجٍ، نا عَطَاءٌ، عَنْ صَفْوَانَ بْنِ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: لَيْتَنِي أَرَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَنْزِلُ عَلَيْهِ، فَبَيْنَا نَحْنُ بِالْجِعْرَانَةِ وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي قُبَّةٍ فَأَتَاهُ الْوَحْي، فَأَشَارَ إِلَى عُمَرَ أَنْ تَعَالَ فَأَدْخَلْتُ رَأْسِي الْقُبَّةَ فَأَتَى رَجُلٌ قَدْ أَحْرَمَ فِي جُبَّتِهِ بِعُمْرَةٍ مُتَضَمِّخٌ بِطِيبٍ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا تَقُولُ فِي رَجُلٍ أَحْرَمَ فِي جُبَّةٍ؟ إِذْ أُنْزِلَ عَلَيْهِ الْوَحْي فَجَعَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَغِطُّ كَذَلِكَ فَسُرِّيَ عَنْهُ، فَقَالَ: «أَيْنَ الرَّجُلُ الَّذِي سَأَلَنِي آنِفًا؟» فَأُتِيَ بِالرَّجُلِ، فَقَالَ: «أَمَّا الْجُبَّةُ فَاخْلَعْهَا وَأَمَّا الطِّيبُ فَاغْسِلْهُ ثُمَّ أَحْدِثْ إِحْرَامًا». قَالَ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ: لَا أَعْلَمُ أَنَّ أَحَدًا قَالَ: ثُمَّ أَحْدِثْ إِحْرَامًا غَيْرُ نُوحِ بْنِ حَبِيبٍ، وَلَا أَحْسَبُهُ مَحْفُوظًا وَاللَّهُ أَعْلَمُ
Sunan Daruquthni 2452: Abul Hasan Muhammad bin Abdullah bin Zakaria memberitakan kepada kami. Abu Abdurrahman Ahmad bin Syu'aib memberitakan kepada kami. Nuh bin Habib Al Qaumasi memberitakan kepada kami. Yahya bin Sa'id memberitakan kepada kami. Ibnu Juraij memberitakan kepada kami. Atha' memberitakan kepada kami. dari Shafwan bin Ya'la bin Umayyah, dari bapaknya. dia berkata: Andaikata aku melihat Rasulullah SAW ketika diturunkan wahyu kepada beliau! Di saat kami berada di Ji'irranah dan Nabi SAW di kubah. maka datanglah wahyu kepada beliau. Lalu Umar memberikan isyarat kepadaku agar kemari. Lalu kumasukkan kepalaku di kubah. Seseorang yang telah berihram untuk umrah dengan memakai jubah serta memakai minyak wangi datang menemui beliau seraya berkata, "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang seorang yang berihram dengan memakai jubah?" —ketika wahyu diturunkan kepada beliau— maka Nabi SAW segera tertuju pada hal itu dan merasa senang karenanya, lalu bersabda, "Manakah orang yang bertanya kepadaku tadi? " lalu orang tersebut ditemukan dengan beliau, seraya bersabda, "Adapun jubah, maka lepaslah, sedangkan minyak wangi, maka cucilah kemudian mulailah berihram. " Abu Abdurrahman berkata, aku tidak mengetahui seorang pun mengatakan "Kemudian mulailah berihram" selain Nuh bin Habib dan aku tidak mengkategorikannya sebagai hadits mahfuzh (terjaga). Wallahu subhanahu a'lam.
Grade
سنن الدارقطني ٢٤٨٢: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا خَلَفُ بْنُ هِشَامٍ , نا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , عَنْ عَمْرٍو , عَنْ طَاوُسٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ طَاوُسٍ , عَنْ أَبِيهِ , رَفَعَاهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «أَنَّهُ وَقَّتَ لِأَهْلِ الْمَدِينَةِ ذَا الْحُلَيْفَةِ , وَلِأَهْلِ الشَّامِ الْجُحْفَةَ , وَلِأَهْلِ نَجْدٍ قَرْنًا». قَالَ ابْنُ طَاوُسٍ: «قَرْنُ الْمَنَازِلُ وَلِأَهْلِ الْيَمَنِ يَلَمْلَمُ» , [ص:256] أَوْ قَالَ: «أَلَمْلَمُ» , قَالَ: «فَهِيَ لَهُمْ وَلِمَنْ أَتَى عَلَيْهِنَّ مِنْ غَيْرِهِمْ مِمَّنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ فَمَنْ كَانَ دُونَهُنَّ» , وَقَالَ عَمْرٌو: «مِنْ أَهْلِهِ» , وَقَالَ ابْنُ طَاوُسٍ: «مِنْ حَيْثُ أَنْشَأَ كَذَلِكَ فَكَذَاكَ حَتَّى أَهْلُ مَكَّةَ يُهِلُّونَ مِنْهَا». تَابَعَهُ سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ وَغَيْرُ وَاحِدٍ , وَخَالَفَهُمْ يَحْيَى بْنُ حَسَّانَ , فَأَسْنَدَهُ عَنِ ابْنِ طَاوُسٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ.
Sunan Daruquthni 2482: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz memberitakan kepada kami, Khalaf bin Hisyam memberitakan kepada kami, *" Hammad bin Zaid memberitakan kepada kami, dari Amru, dari Thawus, dari Ibnu Abbas dan Abdullah bin Thawus, dari bapaknya, keduanya me-marfu'-kannya kepada Nabi SAW, "Bahwa beliau menentukan —miqat— bagi penduduk Madinah Dzul Hulaifah, bagi penduduk Syam Juhfah dan bagi penduduk Nejed Qarn." Ibnu Thawus mengatakan, Qarnul Manazil, dan bagi penduduk Yaman Yalamlam atau dia mengatakan, Alamlam. Beliau bersabda, "Jadi miqat-miqat tersebut bagi mereka dan bagi orang yang datang melewati tempat itu selain penduduk daerah tersebut yang hendak menunaikan haji dan umrah. Barangsiapa yang tinggal dalam miqat" Amru berkata, "Di antara penduduknya" Ibnu Thawus mengatakan, "Dari tempat sekiranya dia memulai juga. Begitu juga penduduk Makkah, mereka mulai berihram dari tempatnya." Hadits ini diperkuat oleh Sulaiman bin Harb dan tidak hanya satu. Dan mereka ditentang oleh Yahya bin Hassan, dia memusnadkannya dari Ibnu Thawus, dari bapaknya, dari Ibnu Abbas.
Grade
سنن الدارقطني ٢٤٩٣: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ صَخْرٍ الدَّرَامِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دَاوُدَ الْخُرَيْبِيُّ , عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي السَّفَرِ , عَنِ الشَّعْبِيِّ , عَنْ عُرْوَةَ بْنِ مُضَرِّسٍ , قَالَ: أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ بِجَمْعٍ , فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ لِي مِنْ حَجٍّ , فَقَالَ: «مَنْ صَلَّى مَعَنَا هَذِهِ الصَّلَاةَ ثُمَّ وَقَفَ مَعَنَا حَتَّى نُفِيضَ وَقَدْ أَفَاضَ قَبْلَ ذَلِكَ مِنْ عَرَفَاتٍ لَيْلًا أَوْ نَهَارًا فَقَدْ تَمَّ حَجُّهُ وَقَضَى تَفَثَهُ». قَالَ الشَّعْبِيُّ: وَمَنْ لَمْ يَقِفْ بِجَمْعٍ جَعَلَهَا عَمْرَةً
Sunan Daruquthni 2493: Abdullah bin Muhammad bin Ziyad memberitakan kepada kami, Ahmad bin Sa'id bin Shakhr Ad-Darimi memberitakan kepada kami, Abdullah bin Daud Al Khuraibi memberitakan kepada kami, dari Sufyan Ats-Tsauri, dari Abdullah bin Abi As Safar, dari Asy-Sya'bi. dari Urwah bin Mudharris, dia berkata. "Saya datang menemui Rasulullah SAW dan beliau sedang berada di Jama', lalu saya berkata. "Wahai Rasulullah. apakah saya memperoleh haji —sempurna— wahai Rasulullah." Maka Rasulullah SAW bersabda. "Siapa yang melaksanakan shalat ini bersama kami. kemudian dia melakukan wukuf bersama kami hingga kami bertolak. dan sebelumnya telah bertolak dari Arafah di malam hari atau di siang hari, maka sungguh ia telah menghilangkan kotorannya dan hajinya telah sempurna." Asy-Sya'bi berkata. barangsiapa yang tidak wukuf bersama sekumpulan orang. maka dia hanya menjadikan ibadahnya itu sebagai umrah.
Grade
سنن الدارقطني ٢٤٩٦: نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ حَمَّادِ بْنِ إِسْحَاقَ , نا أَبُو عَوْنٍ مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ عَوْنٍ , نا دَاوُدُ بْنُ جُبَيْرٍ , نا رَحْمَةُ بْنُ مُصْعَبٍ أَبُو هَاشِمٍ الْفَرَّاءُ الْوَاسِطِيُّ , عَنِ ابْنِ أَبِي لَيْلَى , عَنْ عَطَاءٍ , وَنَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «مَنْ وَقَفَ بِعَرَفَاتٍ بِلَيْلٍ فَقَدْ أَدْرَكَ الْحَجَّ , وَمَنْ فَاتَهُ عَرَفَاتٌ بِلَيْلٍ فَقَدْ فَاتَهُ الْحَجُّ فَلْيَحِلَّ بِعُمْرَةٍ وَعَلَيْهِ الْحَجُّ مِنْ قَابِلٍ». رَحْمَةُ بْنُ مُصْعَبٍ ضَعِيفٌ , وَلَمْ يَأْتِ بِهِ غَيْرُهُ
Sunan Daruquthni 2496: Ibrahim bin Hammad bin Ishak memberitakan kepada kami, Abu Aun Muhammad bin Amru bin Aun memberitakan kepada kami, Daud bin Jubair memberitakan kepada kami. Rahmat bin Mush'ab Abu Hisyam Al Farra' Al Wasithi memberitakan kepada kami, dari Ibnu Abi Laila. dari Atha' dan Nafi'. dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah SAW bersabda. "Barangsiapa melakukan wukuf di Arafah di waktu malam, maka sungguh dia telah mendapatkan haji dan barangsiapa yang kehilangan wukuf di Arafah. maka sungguh dia telah kehilangan hajinya, maka hendaklah ia mengganti dengan ibadah Umrah dan dia wajib menunaikan ibadah haji pada tahun yang akan datang." Rahmat bin Mush'ab dha'if dan perawi lainnya tidak ada yang menceritakan hadits tersebut.
Grade
صحيح مسلم ٢٤٩٦: و حَدَّثَنَا الْحَسَنُ الْحُلْوَانِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ قَالَ عَطَاءٌ قَدِمَ جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ مُعْتَمِرًا فَجِئْنَاهُ فِي مَنْزِلِهِ فَسَأَلَهُ الْقَوْمُ عَنْ أَشْيَاءَ ثُمَّ ذَكَرُوا الْمُتْعَةَ فَقَالَ نَعَمْ اسْتَمْتَعْنَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ
Shahih Muslim 2496: Dan Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan Al Hulwani] telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Juraij] ia berkata: [Atha`] berkata: [Jabir bin Abdullah] kembali dari menunaikan Umrah, lalu kami pun menemuinya di rumahnya, dan orang-orang pun bertanya kepadanya tentang berbagai persoalan. Kemudian mereka pun menyebutkan tentang nikah mut'ah, maka Jabir menjawab: "Ya, kami pernah melakukan nikah mut'ah pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakar dan Umar."
سنن الدارقطني ٢٤٩٧: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ الْيَقْطِينِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ قُتَيْبَةَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو الْغَزِّيُّ , نا يَحْيَى بْنُ عِيسَى , عَنِ ابْنِ أَبِي لَيْلَى , عَنْ عَطَاءٍ , [ص:264] عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَدْرَكَ عَرَفَاتٍ فَوَقَفَ بِهَا وَالْمُزْدَلِفَةَ فَقَدْ تَمَّ حَجُّهُ , وَمَنْ فَاتَهُ عَرَفَاتٌ فَقَدْ فَاتَهُ الْحَجُّ فَلْيَحِلَّ بِعُمْرَةٍ وَعَلَيْهِ الْحَجُّ مِنْ قَابِلٍ»
Sunan Daruquthni 2497: Muhammad bin Al Hasan bin Ali Al Yaqthini memberitakan kepada kami, Muhammad bin Al Hasan bin Qutaibah memberitakan kepada kami, Muhammad bin Amru Al Ghazzi memberitakan kepada kami, Yahya bin Isa memberitakan kepada H kami, dari Ibnu Abi Laila, dari Atha', dari Ibnu Abbas, dia berkata. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa mendapatkan Arafah, lalu melakukan wukuf di tempat tersebut dan mendapatkan Muzdalifah, maka hajinya telah sempurna. Dan barangsiapa kehilangan wukuf di Arafah, maka sungguh dia telah kehilangan hajinya, maka hendaklah dia menggantinya dengan ibadah umrah dan dia wajib menunaikan ibadah haji pada tahun yang akan datang."
Grade
سنن الدارقطني ٢٥٠١: نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ يُونُسَ بْنِ يَاسِينَ , نا عَلِيُّ بْنُ مُسْلِمٍ , نا عَبَّادُ بْنُ الْعَوَّامِ , عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ , عَنِ الْمُرَقَّعِ الْأَسَدِيِّ , عَنْ أَبِي ذَرٍّ , قَالَ: «لَمْ تَكُنْ مُتْعَةُ الْحَجِّ لِأَحَدٍ أَنْ يُهِلَّ بِحَجَّةٍ ثُمَّ يَفْسَخُهَا بِعُمْرَةٍ إِلَّا لِلرَّكْبِ الَّذِينَ كَانُوا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ»
Sunan Daruquthni 2501: Ismail bin Yunus bin Yasin memberitakan kepada kami. Ali bin Muslim memberitakan kepada kami, Abbad bin Al Awwam H memberitakan kepada kami, dari Yahya bin Sa'id. dari Al Muraqqa' Al Asadi, dari Abu Dzar, dia berkata, "Haji tamattu' tidak diperuntukkan bagi seorang pun, yaitu dengan berihram untuk haji lalu menggantinya dengan umrah, kecuali bagi rombongan yang pernah bersama Rasulullah."
Grade
صحيح البخاري ٢٥٠١: حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ اعْتَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي ذِي الْقَعْدَةِ فَأَبَى أَهْلُ مَكَّةَ أَنْ يَدَعُوهُ يَدْخُلُ مَكَّةَ حَتَّى قَاضَاهُمْ عَلَى أَنْ يُقِيمَ بِهَا ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فَلَمَّا كَتَبُوا الْكِتَابَ كَتَبُوا هَذَا مَا قَاضَى عَلَيْهِ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ فَقَالُوا لَا نُقِرُّ بِهَا فَلَوْ نَعْلَمُ أَنَّكَ رَسُولُ اللَّهِ مَا مَنَعْنَاكَ لَكِنْ أَنْتَ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ أَنَا رَسُولُ اللَّهِ وَأَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ ثُمَّ قَالَ لِعَلِيٍّ امْحُ رَسُولُ اللَّهِ قَالَ لَا وَاللَّهِ لَا أَمْحُوكَ أَبَدًا فَأَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْكِتَابَ فَكَتَبَ هَذَا مَا قَاضَى عَلَيْهِ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ لَا يَدْخُلُ مَكَّةَ سِلَاحٌ إِلَّا فِي الْقِرَابِ وَأَنْ لَا يَخْرُجَ مِنْ أَهْلِهَا بِأَحَدٍ إِنْ أَرَادَ أَنْ يَتَّبِعَهُ وَأَنْ لَا يَمْنَعَ أَحَدًا مِنْ أَصْحَابِهِ أَرَادَ أَنْ يُقِيمَ بِهَا فَلَمَّا دَخَلَهَا وَمَضَى الْأَجَلُ أَتَوْا عَلِيًّا فَقَالُوا قُلْ لِصَاحِبِكَ اخْرُجْ عَنَّا فَقَدْ مَضَى الْأَجَلُ فَخَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَبِعَتْهُمْ ابْنَةُ حَمْزَةَ يَا عَمِّ يَا عَمِّ فَتَنَاوَلَهَا عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَأَخَذَ بِيَدِهَا وَقَالَ لِفَاطِمَةَ عَلَيْهَا السَّلَام دُونَكِ ابْنَةَ عَمِّكِ حَمَلَتْهَا فَاخْتَصَمَ فِيهَا عَلِيٌّ وَزَيْدٌ وَجَعْفَرٌ فَقَالَ عَلِيٌّ أَنَا أَحَقُّ بِهَا وَهِيَ ابْنَةُ عَمِّي وَقَالَ جَعْفَرٌ ابْنَةُ عَمِّي وَخَالَتُهَا تَحْتِي وَقَالَ زَيْدٌ ابْنَةُ أَخِي فَقَضَى بِهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِخَالَتِهَا وَقَالَ الْخَالَةُ بِمَنْزِلَةِ الْأُمِّ وَقَالَ لِعَلِيٍّ أَنْتَ مِنِّي وَأَنَا مِنْكَ وَقَالَ لِجَعْفَرٍ أَشْبَهْتَ خَلْقِي وَخُلُقِي وَقَالَ لِزَيْدٍ أَنْتَ أَخُونَا وَمَوْلَانَا
Shahih Bukhari 2501: Telah bercerita kepada kami ['Ubaidullah bin Musa] dari [Isra'il] dari [Ibnu Ishaq] dari Al Bara' bin 'Azib radliyallahu 'anhu berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan 'umrah pada bulan Dzul Qa'dah tapi penduduk Makkah menolak memberikan izin masuk hingga Beliau bersepakat membuat perjanjian dengan mereka dimana Beliau boleh tinggal di Makkah selama tiga hari. Ketika mereka menulis surat perjanjian, mereka menulis: "Ini adalah keputusan yang ditetapkan oleh Muhammad Rasulullah." Maka kaum Musyrikin berkata: "Kami tidak setuju, sebab seandainya kami mengetahui bahwa kamu adalah Rasulullah, tentu kami tidak akan menghalangimu, tapi kamu adalah Muhammad bin 'Abdullah." Beliau berkata: "Aku adalah Rasulullah dan aku adalah Muhammad bin 'Abdullah." Kemudian Beliau berkata kepada 'Ali: "Hapuslah kalimat Muhammad Rasulullah!" 'Ali berkata: "Demi Allah, aku tidak akan menghapusnya untuk selamanya." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengambil surat perjanjian itu lalu menuliskan: "Ini adalah keputusan yang ditetapkan oleh Muhammad bin 'Abdullah dimana dia tidak boleh memasuki kota Makkah dengan membawa senjata kecuali dimasukkan ke dalam sarungnya dan agar jangan keluar seorangpun dari penduduknya dengan mengikuti seseorang jika dia hendak mengikutinya, dan janganlah dihalangi seorangpun dari shahabat-shahabatnya bila ada yang berkehendak tinggal di Makkah." Ketika Beliau sudah memasuki kota Makkah dan batas waktunya sudah habis, orang-orang Musyrik menemui 'Ali dan berkata: "Katakan kepada temanmu itu, keluarlah dari kami karena batas waktunya sudah habis." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam keluar lalu Beliau diikuti oleh putri dari Hamzah dengan berkata: "Wahai paman, wahai paman." Maka 'Ali bin Abu Thalib radliyallahu 'anhu menarik anak itu dan mengambilnya dengan tangannya lalu berkata kepada Fathimah 'alaihas salam: "Kamu jaga anak pamanmu ini!" Maka Fathimah membawanya. Lalu 'Ali, Zaid dan Ja'far bertikai dalam persoalan anak itu. 'Ali berkata: "Aku yang paling berhak atas anak ini, karena dia adalah putri pamanku." Sedangkan Ja'far berkata: "Dia putri dari pamanku dan bibinya ada dalam tanggunganku." Adapun Zaid berkata: "Dia putri dari saudaraku." Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memutuskan anak itu menjadi hak bibinya lalu bersabda: "Seorang bibi kedudukannya sama dengan ibu." Lalu Beliau bersabda kepada 'Ali: "Kamu dariku dan aku darimu." Dan kepada Ja'far Beliau bersabda: "Kamu serupa dengan rupa dan akhlaqku." Dan Beliau bersabda pula kepada Zaid: "Kamu adalah saudara kami dan maula kami."
صحيح البخاري ٢٥٠٢: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا سُرَيْجُ بْنُ النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا فُلَيْحٌ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ مُعْتَمِرًا فَحَالَ كُفَّارُ قُرَيْشٍ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ فَنَحَرَ هَدْيَهُ وَحَلَقَ رَأْسَهُ بِالْحُدَيْبِيَةِ وَقَاضَاهُمْ عَلَى أَنْ يَعْتَمِرَ الْعَامَ الْمُقْبِلَ وَلَا يَحْمِلَ سِلَاحًا عَلَيْهِمْ إِلَّا سُيُوفًا وَلَا يُقِيمَ بِهَا إِلَّا مَا أَحَبُّوا فَاعْتَمَرَ مِنْ الْعَامِ الْمُقْبِلِ فَدَخَلَهَا كَمَا كَانَ صَالَحَهُمْ فَلَمَّا أَقَامَ بِهَا ثَلَاثًا أَمَرُوهُ أَنْ يَخْرُجَ فَخَرَجَ
Shahih Bukhari 2502: Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Rafi' telah bercerita kepada kami [Suraij bin An-Nu'man] telah bercerita kepada kami [Fulaih] dari [Nafi'] dari Ibnu 'Umar radliyallahu 'anhuma bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam keluar untuk melaksanakan 'umrah namun dihadang oleh orang-orang Kafir Quraisy menuju Baitullah. Akhirnya Beliau menyembelih hewan kurbannya, mencukur rambut di Hudaibiyah lalu membuat perjanjian dengan mereka dengan ketentuan bahwa Beliau baru boleh melaksanakan 'umrah tahun depan dan tidak boleh membawa senjata kecuali pedang dan tidak boleh tinggal di Makkah kecuali terserah apa yang mereka suka. Maka Beliau melaksanakan 'umrah pada tahun depannya lalu Beliau memasuki kota Makkah sebagaimana isi perjanjian dengan mereka. Ketika Beliau sudah tinggal disana selama tiga hari maka mereka memerintahkan agar Beliau keluar. Maka Beliau pun keluar.