مسند أحمد ٨٨٧٦: حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ دَاوُدَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ مُوسَى بْنِ وَرْدَانَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ مَاتَ مُرَابِطًا وُقِيَ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَأُومِنَ مِنْ الْفَزَعِ الْأَكْبَرِ وَغُدِيَ عَلَيْهِ وَرِيحَ بِرِزْقِهِ مِنْ الْجَنَّةِ وَكُتِبَ لَهُ أَجْرُ الْمُرَابِطِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Musnad Ahmad 8876: Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Dawud] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari [Musa bin Wardan] dari [Abu Hurairah] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa meninggal ketika ribath, maka akan dijaga dari fitnah kubur dan diberikan keamanan dari ketakutan yang besar (di hari kiamat), diberi kenikmatan makanan dan diistirahatkan dengan rizki dari surga, serta ditulis untuknya pahala murobith (penjaga perbatasan jihad) hingga hari kiamat."
Grade
مسند أحمد ٩١٣٧: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا أَبُو حَيَّانَ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ بْنِ عَمْرِو بْنِ جَرِيرٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا بَارِزًا لِلنَّاسِ فَأَتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْإِيمَانُ قَالَ الْإِيمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكِتَابِهِ وَلِقَائِهِ وَرُسُلِهِ وَتُؤْمِنَ بِالْبَعْثِ الْآخِرِ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْإِسْلَامُ قَالَ الْإِسْلَامُ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ لَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ الْمَكْتُوبَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ الْمَفْرُوضَةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْإِحْسَانُ قَالَ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنَّكَ إِنْ لَا تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَتَى السَّاعَةُ قَالَ مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنْ السَّائِلِ وَلَكِنْ سَأُحَدِّثُكَ عَنْ أَشْرَاطِهَا إِذَا وَلَدَتْ الْأَمَةُ رَبَّهَا فَذَاكَ مِنْ أَشْرَاطِهَا وَإِذَا كَانَتْ الْعُرَاةُ الْحُفَاةُ الْجُفَاةُ رُءُوسَ النَّاسِ فَذَاكَ مِنْ أَشْرَاطِهَا وَإِذَا تَطَاوَلَ رُعَاةُ الْبَهْمِ فِي الْبُنْيَانِ فَذَلِكَ مِنْ أَشْرَاطِهَا فِي خَمْسٍ لَا يَعْلَمُهُنَّ إِلَّا اللَّهُ ثُمَّ تَلَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذِهِ الْآيَةَ { إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ } ثُمَّ أَدْبَرَ الرَّجُلُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رُدُّوا عَلَيَّ الرَّجُلَ فَأَخَذُوا لِيَرُدُّوهُ فَلَمْ يَرَوْا شَيْئًا فَقَالَ هَذَا جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام جَاءَ لِيُعَلِّمَ النَّاسَ دِينَهُمْ
Musnad Ahmad 9137: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Abu Hayyan] dari [Abu Zur'ah bin 'Amru bin Jarir] dari [Abu Hurairah] berkata: "suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tampak di tengah-tengah orang-orang, tiba-tiba datang seorang laki-laki dan bertanya: "Wahai Rasulullah apa itu iman?" Beliau bersabda: "Iman adalah kamu beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kita kitab-Nya, perjumpaan dengan-Nya, para Rasul-Nya serta beriman dengan hari kiamat." Ia bertanya lagi: "Wahai Rasulullah, apa itu Islam?" beliau menjawab: "Islam adalah engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dan engkau menegakkan shalat, melaksanakan zakat dan berpuasa Ramadhan." Ia bertanya lagi: "Wahai Rasulullah, apa itu ihsan?" beliau bersabda: "Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan melihat-Nya, dan jika tidak melihat-Nya maka Ia pasti melihatmu." Ia bertanya lagi: "Wahai Rasulullah, kapan hari kiamat?" beliau menjawab: "Tidaklah yang ditanya lebih tahu dari yang bertanya, tapi akan aku beritahu kepadamu tanda-tandanya, yaitu jika seorang budak wanita melahirkan anak tuannya itulah di antara tanda-tandanya, jika engkau melihat orang-orang telanjang dan tidak beralas kaki menjadi pemimpin manusia, itu di antara tanda-tandanya, jika para penggembala hewan ternak berlomba-lomba meninggikan bangunan maka itu di antara tanda-tandanya, itu semua termasuk dalam lima perkara yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah." Kemudian beliau membaca ayat: "Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat: dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal." Kemudian laki-laki itu pergi, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun bersabda: "hadapkan laki-laki itu kepadaku, " lalu mereka mencarinya namun tidak menemukannya, dan Rasulullah lalu bersabda: "Dia adalah Jibril 'Alaihis Salam datang untuk mengajarkan manusia akan agama mereka."
Grade
مسند أحمد ٩٢٣٠: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ الْمُغِيرَةِ قَالَ حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ هِلَالٍ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ جُرَيْجٌ يَتَعَبَّدُ فِي صَوْمَعَتِهِ قَالَ فَأَتَتْهُ أُمُّهُ فَقَالَتْ يَا جُرَيْجُ أَنَا أُمُّكَ فَكَلِّمْنِي قَالَ وَكَانَ أَبُو هُرَيْرَةَ يَصِفُ كَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصِفُهَا وَضَعَ يَدَهُ عَلَى حَاجِبِهِ الْأَيْمَنِ قَالَ فَصَادَفَتْهُ يُصَلِّي فَقَالَ يَا رَبِّ أُمِّي وَصَلَاتِي فَاخْتَارَ صَلَاتَهُ فَرَجَعَتْ ثُمَّ أَتَتْهُ فَصَادَفَتْهُ يُصَلِّي فَقَالَتْ يَا جُرَيْجُ أَنَا أُمُّكَ فَكَلِّمْنِي فَقَالَ يَا رَبِّ أُمِّي وَصَلَاتِي فَاخْتَارَ صَلَاتَهُ ثُمَّ أَتَتْهُ فَصَادَفَتْهُ يُصَلِّي فَقَالَتْ يَا جُرَيْجُ أَنَا أُمُّكَ فَكَلِّمْنِي قَالَ يَا رَبِّ أُمِّي وَصَلَاتِي فَاخْتَارَ صَلَاتَهُ فَقَالَتْ اللَّهُمَّ إِنَّ هَذَا جُرَيْجٌ وَإِنَّهُ ابْنِي وَإِنِّي كَلَّمْتُهُ فَأَبَى أَنْ يُكَلِّمَنِي اللَّهُمَّ فَلَا تُمِتْهُ حَتَّى تُرِيَهُ الْمُومِسَاتِ وَلَوْ دَعَتْ عَلَيْهِ أَنْ يُفْتَتَنَ لَافْتُتِنَ قَالَ وَكَانَ رَاعٍ يَأْوِي إِلَى دَيْرِهِ قَالَ فَخَرَجَتْ امْرَأَةٌ فَوَقَعَ عَلَيْهَا الرَّاعِي فَوَلَدَتْ غُلَامًا فَقِيلَ مِمَّنْ هَذَا فَقَالَتْ هُوَ مِنْ صَاحِبِ الدَّيْرِ فَأَقْبَلُوا بِفُؤُوسِهِمْ وَمَسَاحِيهِمْ وَأَقْبَلُوا إِلَى الدَّيْرِ فَنَادَوْهُ فَلَمْ يُكَلِّمْهُمْ فَأَخَذُوا يَهْدِمُونَ دَيْرَهُ فَنَزَلَ إِلَيْهِمْ فَقَالُوا سَلْ هَذِهِ الْمَرْأَةَ قَالَ أُرَاهُ تَبَسَّمَ قَالَ ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَ الصَّبِيِّ فَقَالَ مَنْ أَبُوكَ قَالَ رَاعِي الضَّأْنِ فَقَالُوا يَا جُرَيْجُ نَبْنِي مَا هَدَمْنَا مِنْ دَيْرِكَ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ قَالَ لَا وَلَكِنْ أَعِيدُوهُ تُرَابًا كَمَا كَانَ فَفَعَلُوا قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ عُمَرَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَانَ رَجُلٌ فِي بَنِي إِسْرَائِيلَ تَاجِرًا وَكَانَ يَنْقُصُ مَرَّةً وَيَزِيدُ أُخْرَى قَالَ مَا فِي هَذِهِ التِّجَارَةِ خَيْرٌ أَلْتَمِسُ تِجَارَةً هِيَ خَيْرٌ مِنْ هَذِهِ فَبَنَى صَوْمَعَةً وَتَرَهَّبَ فِيهَا وَكَانَ يُقَالُ لَهُ جُرَيْجٌ فَذَكَرَهُ نَحْوَهُ
Musnad Ahmad 9230: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] berkata: telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Al Mughirah] berkata: telah menceritakan kepada kami [Humaid bin Hilal] dari [Abu Rafi'] dari [Abu Hurairah] berkata: "Juraij beribadah di tempat ibadahnya, " -Abu Hurairah berkata: - "Lalu ibunya datang seraya berkata: 'Wahai Juraij, aku ibumu, jawablah, " Abu Rafi' berkata: Lalu Abu Hurairah mencontohkan sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengcontohkannya seraya meletakkan tangannya pada bulu mata sebelah kanan. Abu Hurairah berkata: "Dan ibunya mendapati Juraij masih dalam shalatnya, Juraij pun berkata: 'Ya Allah, ibuku atau shalatku yang harus aku penuhi? ' maka Juraij memilih untuk meneruskan shalatnya. Kemudian ibunya kembali mendatanginya (di tempat shalat), dan masih mendapati Juraij sedang shalat, ia berkata: 'Wahai Juraij, aku ini ibumu, jawablah.' Juraij berkata dalam hatinya: 'Ya Allah, ibuku atau shalatku, ' maka ia tetap memilih shalatnya. Lalu ibunya mendatanginya dan mendapatinya sedang shalat, ia berkata: 'Wahai Juraij, aku ini ibumu, jawablah aku, ' Juraij berkata dalam hatinya: 'Ya Allah, ibuku atau shalatku, ' maka ia tetap memilih shalatnya. Dan akhirnya Ibunya berkata: 'Ya Allah, Juraij ini adalah anaku, aku telah mengajaknya berbicara (memanggilnya) tetapi ia tidak menjawabku, Ya Allah, janganlah Engkau matikan ia sebelum ia bertemu dengan seorang wanita pelacur.' sekiranya ia berdoa supaya Juraij mendapatkan fitnah, maka Juraij pasti akan mendapatkan fitnah itu." Abu Hurairah berkata: "Ada seorang penggembala kambing yang bernaung di rumah ibadahnya, " Abu Hurairah berkata: "lalu wanita pelacur itu keluar dan berzina dengan penggembala kambing tersebut dan melahirkan seorang bayi laki-laki, " maka ditanyakan keada wanita tersebut: 'Bayi ini anak siapa? ' maka wanita pelacur itu menjawab: 'Anak pemilik rumah ibadah.' lalu orang-orang pun mendatangi rumah ibadah Juraij dengan membawa kapak dan sekop mereka, mereka memanggil Juraij namun ia enggan untuk menjawabnya, akhirnya mereka menghancurkan rumah ibadahnya. Maka turunlah Juraij menemui mereka, mereka lalu berkata: 'Bertanyalah kepada wanita ini.'" Abu Hurairah berkata: "Aku menyangka bahwa Juraij tersenyum, " Abu Hurairah berkata: "Juraij lalu mengusap kepala bayi itu seraya bertanya: 'Siapa bapakmu? ' maka bayi itu menjawab: 'Penggembala kambing, ' dengan serta merta mereka berkata: 'Wahai Juraij, kami akan membangun kembali rumah ibadahmu yang telah hancur dengan emas dan perak, ' tetapi Juraij menjawab: 'Tidak, bangunlah dengan tanah kembali, ' lalu mereka pun melakukannya." Berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] mantan budak Bani Hasyim berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Umar bin Abu Salamah] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] Bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ada seorang lelaki pedagang dari Bani Isra`il, kadang ia mengurangi timbangan dan kadang melebihkannya, kemudia ia berbicara (terhadap dirinya): 'Perdagangan semacam ini tidak ada kebaikannya, ' maka ia berkata lagi: 'Aku akan melakukan perdagangan yang lebih baik dari ini, ' lalu iapun membangun tempat ibadah dan beribadah di dalamnya, dan ia disebut dengan panggilan Juraij, " lalu ia menyebutkan sebagaimana hadits diatas."
Grade
مسند أحمد ٩٢٦٤: حَدَّثَنَا يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنَا فُضَيْلُ بْنُ غَزْوَانَ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي نُعْمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْوَرِقُ بِالْوَرِقِ مِثْلًا بِمِثْلٍ يَدًا بِيَدٍ مَنْ زَادَ أَوْ ازْدَادَ فَقَدْ أَرْبَى
Musnad Ahmad 9264: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] telah menceritakan kepada kami [Fudhail bin Ghazwan] berkata: telah menceritakan kepadaku [Ibnu Abi Nu'm] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Emas dengan emas dan perak dengan perak sebanding dan dilakukan secara langsung, barangsiapa menambahkan dari padanya maka ia telah melakukan riba."
Grade
مسند أحمد ٩٢٨٨: حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي خُبَيْبُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللَّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُتَعَلِّقٌ بِالْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ أَخْفَاهَا لَا تَعْلَمُ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ إِلَى نَفْسِهَا قَالَ أَنَا أَخَافُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ
Musnad Ahmad 9288: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ubaidillah] telah menceritakan kepadaku [Khubaib bin Abdurrahman] dari [Hafsh bin 'Ashim] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Tujuh golongan yang Allah akan naungi dengan naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya: imam (pemimpin) yang adil, pemuda yang tumbuh dalam peribadatan kepada Allah, seorang yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah 'azza wajalla mereka berkumpul dan berpisah karena-Nya, seorang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya, seorang yang berdzikir kepada Allah dikeheningan hingga kedua matanya meneteskan air mata, dan seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita cantik berkedudukan lalu ia berkata: aku takut kepada Allah 'azza wajalla."
Grade
مسند أحمد ٩٣٨٦: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِلَالٍ عَنِ ابْنِ أَبِي ذُبَابٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِشِعْبٍ فِيهِ عَيْنٌ عَذْبَةٌ قَالَ فَأَعْجَبَتْهُ يَعْنِي طِيبَ الشِّعْبِ فَقَالَ لَوْ أَقَمْتُ هَاهُنَا وَخَلَوْتُ ثُمَّ قَالَ لَا حَتَّى أَسْأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَهُ فَقَالَ مُقَامُ أَحَدِكُمْ يَعْنِي فِي سَبِيلِ اللَّهِ خَيْرٌ مِنْ عِبَادَةِ أَحَدِكُمْ فِي أَهْلِهِ سِتِّينَ سَنَةً أَمَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَتَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ جَاهِدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ مَنْ قَاتَلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فُوَاقَ نَاقَةٍ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ
Musnad Ahmad 9386: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] berkata: telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Sa'd] dari [Sa'id bin Hilal] dari [Ibnu Abi Dzubab] dari [Abu Hurairah] berkata: seorang lelaki dari sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melewati suatu lembah di pegunungan yang bermata air jernih, Abu Hurairah melanjutkan: Maka lembah tersebut menjadikannya terkagum kagum, lalu ia berkata: "Andai saja aku bisa tinggal dan menyendiri (untuk beribadah) di tempat ini, " lalu dia berkata (pada dirinya sendiri): "Tidak, sehingga aku menanyakan hal ini kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, " lalu iapun menanyakan hal itu kepada beliau, maka beliau bersabda: "Sungguh, tempat salah seorang kalian di medan perang adalah lebih baik dari ibadah yang kalian lakukan selama enam puluh tahun bersama keluarganya. Tidakkah kalian suka jika Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga? berjihadlah di jalan Allah, barangsiapa berperang di jalan Allah walau hanya sekadar hembusan tarikan unta, maka ia telah wajib masuk surga."
Grade
مسند أحمد ٩٥٤٠: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَثَلُ الْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ مَثَلُ الْقَائِمِ لَا يَفْتُرُ وَمَثَلُ الصَّائِمِ لَا يُفْطِرُ حَتَّى يَرْجِعَ الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
Musnad Ahmad 9540: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Suhail bin Abu Shalih] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Permisalan orang yang berjihad di jalan Allah adalah seperti seorang yang beribadah dan tidak berhenti dan seperti seorang yang berpuasa dan tidak berbuka sehingga seorang mujahid di jalan Allah 'azza wajalla kembali pulang."
Grade
مسند أحمد ٩٧٠٧: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ مَنْصُورٍ وَإِسْمَاعِيلُ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبَّادٌ الْمَعْنَى عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ وَقَالَ إِسْمَاعِيلُ عَنِ أَبِي هُرَيْرَةَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقْبَلُ الصَّدَقَاتِ وَيَأْخُذُهَا بِيَمِينِهِ فَيُرَبِّيهَا لِأَحَدِكُمْ كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ مُهْرَهُ أَوْ فَلُوَّهُ أَوْ فَصِيلَهُ حَتَّى إِنَّ اللُّقْمَةَ لَتَصِيرُ مِثْلَ أُحُدٍ وَقَالَ وَكِيعٌ فِي حَدِيثِهِ وَتَصْدِيقُ ذَلِكَ فِي كِتَابِ اللَّهِ { وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ } { وَيَأْخُذُ الصَّدَقَاتِ } وَ { يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ }
Musnad Ahmad 9707: Telah menceritakan kepada kami [Waki'], dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abbad bin Manshur] dan [Isma'il] telah mengabarkan kepada kami ['Abbad] secara makna, dari [Al Qasim bin Muhammad], dia berkata: aku mendengar [Abu Hurairah]. Dan berkata [Isma'il] dari [Abu Hurairah], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah 'azza wajalla menerima sedekah dan mengambilnya dengan tangan kanan-Nya, lalu Ia memeliharanya untuk salah seorang dari kalian sebagaimana salah seorang dari kalian memelihara anak kuda atau anak untanya, sehingga satu suap menjadi seperti gunung uhud." Dan Waki' berkata dalam haditsnya: "Dan sebagai pembenaran hal itu dari Kitab Allah adalah: "Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan dan menerima zakat dan Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah."
Grade
مسند أحمد ١٠٠٠٧: حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ عَنْ عَبَّادِ بْنِ رَاشِدٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي خَيْرَةَ قَالَ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ مُنْذُ نَحْوٍ مِنْ أَرْبَعِينَ أَوْ خَمْسِينَ سَنَةً عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَأْكُلُونَ فِيهِ الرِّبَا قَالَ قِيلَ لَهُ النَّاسُ كُلُّهُمْ قَالَ مَنْ لَمْ يَأْكُلْهُ مِنْهُمْ نَالَهُ مِنْ غُبَارِهِ
Musnad Ahmad 10007: Telah menceritakan kepada kami [Hasyim] dari ['Abbad bin Rasyid] dari [Sa'id bin Abu Khairah], dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Al Hasan] kira-kira sejak empat puluh atau lima puluh tahun yang lalu, dari [Abu Hurairah]. dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Akan datang kepada manusia suatu masa di mana saat itu mereka akan memakan riba, " Abu Hurairah berkata: maka timbullah pertanyaan kepada beliau: "Apakah semua manusia melakukannya?" Beliau menjawab: "Yang tidak makan di antara mereka akan mendapatkan debunya."
Grade
مسند أحمد ١٠٣٤٨: حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ حَسَّانَ يَعْنِي الْعَنْبَرِيَّ عَنِ الْقَلُوصِ أَنَّ شِهَابَ بْنَ مُدْلِجٍ نَزَلَ الْبَادِيَةَ فَسَابَّ ابْنُهُ رَجُلًا فَقَالَ يَا ابْنَ الَّذِي تَعَرَّبَ بِهَذِهِ الْهِجْرَةِ فَأَتَى شِهَابٌ الْمَدِينَةَ فَلَقِيَ أَبَا هُرَيْرَةَ فَسَمِعَهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلُ النَّاسِ رَجُلَانِ رَجُلٌ غَزَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ حَتَّى يَهْبِطَ مَوْضِعًا يَسُوءُ الْعَدُوَّ وَرَجُلٌ بِنَاحِيَةِ الْبَادِيَةِ يُقِيمُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسَ وَيُؤَدِّي حَقَّ مَالِهِ وَيَعْبُدُ رَبَّهُ حَتَّى يَأْتِيَهُ الْيَقِينُ فَجَثَا عَلَى رُكْبَتَيْهِ قَالَ أَنْتَ سَمِعْتَهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ لَهُ قَالَ نَعَمْ فَأَتَى بَادِيَتَهُ فَأَقَامَ بِهَا
Musnad Ahmad 10348: Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad], dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Hassan] -yaitu Al 'Anbari- dari [Qalush], dia berkata: Bahwasanya [Syihab bin Mudlij] tinggal di suatu perkampungan badui, lalu anaknya mencela seorang lelaki, ia berkata: "Wahai anak orang yang menjadi bangsa Arab dengan hijrah ini, " kemudian Syihab datang ke Madinah dan bertemu dengan [Abu Hurairah], lalu ia mendengar Abu Hurairah berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sebaik-baik manusia adalah dua orang: seorang lelaki yang berperang di jalan Allah lalu ia menduduki tempat yang darinya ia mengacaukan musuh. Dan seorang lelaki yang berada di tempat terpencil, ia mendirikan lima shalat fardlu, menunaikan hak hartanya (zakat) dan beribadah kepada Rabbnya hingga datang ajal kepadanya." Lalu Syihab bin Mudlij duduk di atas lututnya seraya berkata: "Benarkah engkau mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wahai Abu Hurairah?" Abu Hurairah menjawab: "Ya." kemudian ia mendatangi perkampungan baduinya dan bermukim di sana."
Grade