سنن الدارمي ١٨٢٨: أَخْبَرَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ هُوَ ابْنُ أَبِي سَلَمَةَ الْمَاجِشُونُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عِيسَى بْنِ طَلْحَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ الْجَمْرَةِ وَهُوَ يُسْأَلُ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ نَحَرْتُ قَبْلَ أَنْ أَرْمِيَ قَالَ ارْمِ وَلَا حَرَجَ قَالَ آخَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ حَلَقْتُ قَبْلَ أَنْ أَنْحَرَ قَالَ انْحَرْ وَلَا حَرَجَ قَالَ فَمَا سُئِلَ عَنْ شَيْءٍ قُدِّمَ وَلَا أُخِّرَ إِلَّا قَالَ افْعَلْ وَلَا حَرَجَ
Sunan Darimi 1828: Telah mengabarkan kepada kami [Abu Nu'aim] telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz yaitu Ibnu Abu Salamah Al Majisyun] dari [Az Zuhri] dari [Isa bin Thalhah] dari [Abdullah bin 'Amru], ia berkata; Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berada di jumrah ketika ditanya, seseorang berkata; "Wahai Rasulullah, saya menyembelih sebelum melempar jumrah." Beliau bersabda: "Tidak mengapa, lemparlah." Orang yang lainnya bertanya; "Wahai Rasulullah, saya mencukur rambut sebelum menyembelih." Beliau menjawab: "Tidak mengapa, sembelihlah." Dan tidaklah beliau ditanya mengenai sesuatu yang didahulukan dan diakhirkan, melainkan beliau menjawab: "Tidak mengapa, lakukanlah."
Grade
سنن الدارمي ١٨٢٩: أَخْبَرَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ حَدَّثَنَا الزُّهْرِيُّ عَنْ عِيسَى بْنِ طَلْحَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَفَ لِلنَّاسِ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ حَلَقْتُ قَبْلَ أَنْ أَذْبَحَ قَالَ لَا حَرَجَ قَالَ لَمْ أَشْعُرْ ذَبَحْتُ قَبْلَ أَنْ أَرْمِيَ قَالَ لَا حَرَجَ فَلَمْ يُسْأَلْ يَوْمَئِذٍ عَنْ شَيْءٍ قُدِّمَ أَوْ أُخِّرَ إِلَّا قَالَ لَا حَرَجَ قَالَ عَبْد اللَّهِ أَنَا أَقُولُ بِهَذَا وَأَهْلُ الْكُوفَةِ يُشَدِّدُونَ
Sunan Darimi 1829: Telah mengabarkan kepada kami [Musaddad] telah menceritakan kepada kami [Yahya] telah menceritakan kepada kami [Malik bin Anas] telah menceritakan kepada kami [Az Zuhri] dari [Isa bin Thalhah] dari [Abdullah bin 'Amru] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri di hadapan orang-orang pada saat haji wada', kemudian seorang laki-laki bertanya; "Wahai Rasulullah, saya telah mencukur rambut sebelum menyembelih." Beliau menjawab: "Tidak mengapa." Orang tersebut mengatakan; "Aku tidak merasa bila diriku telah menyembelih sebelum melempar jumrah." Beliau menjawab: "Tidak mengapa." Tidaklah saat itu beliau ditanya mengenai sesuatu yang didahulukan atau diakhirkan, melainkan beliau menjawab; "Tidak mengapa." Abdullah berkata; "Aku berpendapat seperti ini, sementara penduduk Kufah bersikap keras."
Grade
سنن الدارمي ١٨٣٥: أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ قَرَأْتُ عَلَى أَبِي قُرَّةَ هُوَ مُوسَى بْنُ طَارِقٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ خُثَيْمٍ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ رَجَعَ مِنْ عُمْرَةِ الْجِعْرَانَةِ بَعَثَ أَبَا بَكْرٍ عَلَى الْحَجِّ فَأَقْبَلْنَا مَعَهُ حَتَّى إِذَا كُنَّا بِالْعَرْجِ ثُوِّبَ بِالصُّبْحِ فَلَمَّا اسْتَوَى لِيُكَبِّرَ سَمِعَ الرَّغْوَةَ خَلْفَ ظَهْرِهِ فَوَقَفَ عَنْ التَّكْبِيرِ فَقَالَ هَذِهِ رَغْوَةُ نَاقَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْجَدْعَاءِ لَقَدْ بَدَا لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْحَجِّ فَلَعَلَّهُ أَنْ يَكُونَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنُصَلِّيَ مَعَهُ فَإِذَا عَلِيٌّ عَلَيْهَا فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ أَمِيرٌ أَمْ رَسُولٌ قَالَ لَا بَلْ رَسُولٌ أَرْسَلَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِبَرَاءَةٌ أَقْرَؤُهَا عَلَى النَّاسِ فِي مَوَاقِفِ الْحَجِّ فَقَدِمْنَا مَكَّةَ فَلَمَّا كَانَ قَبْلَ التَّرْوِيَةِ بِيَوْمٍ قَامَ أَبُو بَكْرٍ فَخَطَبَ النَّاسَ فَحَدَّثَهُمْ عَنْ مَنَاسِكِهِمْ حَتَّى إِذَا فَرَغَ قَامَ عَلِيٌّ فَقَرَأَ عَلَى النَّاسِ بَرَاءَةٌ حَتَّى خَتَمَهَا ثُمَّ خَرَجْنَا مَعَهُ حَتَّى إِذَا كَانَ يَوْمُ عَرَفَةَ قَامَ أَبُو بَكْرٍ فَخَطَبَ النَّاسَ فَحَدَّثَهُمْ عَنْ مَنَاسِكِهِمْ حَتَّى إِذَا فَرَغَ قَامَ عَلِيٌّ فَقَرَأَ عَلَى النَّاسِ بَرَاءَةٌ حَتَّى خَتَمَهَا ثُمَّ كَانَ يَوْمُ النَّحْرِ فَأَفَضْنَا فَلَمَّا رَجَعَ أَبُو بَكْرٍ خَطَبَ النَّاسَ فَحَدَّثَهُمْ عَنْ إِفَاضَتِهِمْ وَعَنْ نَحْرِهِمْ وَعَنْ مَنَاسِكِهِمْ فَلَمَّا فَرَغَ قَامَ عَلِيٌّ فَقَرَأَ عَلَى النَّاسِ بَرَاءَةٌ حَتَّى خَتَمَهَا فَلَمَّا كَانَ يَوْمُ النَّفْرِ الْأَوَّلُ قَامَ أَبُو بَكْرٍ فَخَطَبَ النَّاسَ فَحَدَّثَهُمْ كَيْفَ يَنْفِرُونَ وَكَيْفَ يَرْمُونَ فَعَلَّمَهُمْ مَنَاسِكَهُمْ فَلَمَّا فَرَغَ قَامَ عَلِيٌّ فَقَرَأَ بَرَاءَةٌ عَلَى النَّاسِ حَتَّى خَتَمَهَا
Sunan Darimi 1835: Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim], ia berkata; saya membacakan kepada [Abu Qurrah yaitu Musa bin Thariq], dari [Ibnu Juraij], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Utsman bin Khutsaim] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir bin Abdullah] bahwa sekembalinya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dari Umrah Ji'ranah, beliau mengutus Abu Bakar memimpin haji, lalu kami berangkat bersama Abu Bakr, hingga tiba sampai di Al 'Arj, seseorang mengumandangkan adzan shubuh, ketika Abu Bakr berdiri untuk bertakbir, ia mendengar suara unta yang adatang dari arah dibelakangnya hingga ia menghentikan takbirnya, ia berkata; "Ini adalah suara unta Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang bernama Al Jad'a`, tampaknya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam hendak melaksanakan haji, semoga ia adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sehingga kita dapat melaksanakan shalat bersama beliau." Ternyata orang yang berada diatas unta tersebut adalah Ali, Abu Bakar berkata kepadanya; "Engkau sebagai pemimpin (haji) ataukah hanya sebagai utusan? Ia menjawab; "Tidak, bahkan aku hanyalah utusan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mengutusku membawa surat Bara`ah yang akan aku bacakan dihadapan orang-orang di beberapa tempat pemberhentian haji." Setibanya kami di Makkah, yaitu sehari sebelum hari Tarwiyah (tanggal delapan dzulhijjah), Abu Bakar radliallahu 'anhu berdiri dan berkhutbah di hadapan orang-orang, ia berbicara mengenai manasik haji, seusai Abu Bakr menyampaikan khutbahnya, Ali radliallahu 'anhu berdiri dan membacakan surat Taubah hingga selesai. Setelah itu kami berangkat lagi bersama Abu Bakr, ketika hari 'Arafah, Abu Bakr berkhutbah di hadapan orang-orang dan menyampaikan tentang manasik haji mereka, seusai Abu Bakr berkhutbah, Ali berdiri dan membacakan Surat Bara`ah hingga selesai. Ketika hari raya Kurban tiba, kami pun bertolak, ketika Abu Bakr kembali, dia berdiri dan berkhutbah di hadapan orang-orang dan menyampaikan tentang ifadlah (keberangkatan), penyembelihan dan manasik mereka, seusai berkhutbah, maka Ali berdiri dan membacakan surat Al Bara`ah hingga selesai. Ketika hari nafar awal (kembali dari mina ke Makkah pada gelombang yang pertama) tiba, Abu Bakar kembali berkhutbah di hadapan orang-orang, dan menyampaikan tentang bagaimana seharusnya mereka kembali (ke Makkah), dan bagaimana mereka melontar jumrah, serta mengejari merka tentang manasik haji mereka, seusai berkhutbah, maka Ali berdiri untuk membacakan surat Taubah di hadapan orang-orang hingga selesai."
Grade
سنن الدارمي ١٨٤٢: أَخْبَرَنَا سَهْلُ بْنُ حَمَّادٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْحَكَمِ عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ عَنْ مَرْوَانَ بْنِ الْحَكَمِ أَنَّهُ شَهِدَ عَلِيًّا وَعُثْمَانَ بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ وَعُثْمَانُ يَنْهَى عَنْ الْمُتْعَةِ فَلَمَّا رَأَى ذَلِكَ عَلِيٌّ أَهَلَّ بِهِمَا جَمِيعًا فَقَالَ لَبَّيْكَ بِحَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ مَعًا فَقَالَ تَرَانِي أَنْهَى عَنْهُ وَتَفْعَلُهُ فَقَالَ لَمْ أَكُنْ لِأَدَعَ سُنَّةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَوْلِ أَحَدٍ مِنْ النَّاسِ
Sunan Darimi 1842: Telah mengabarkan kepada kami [Sahl bin Hammad] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Ali bin Al Husain] dari [Marwan bin Al Hakam] bahwa ia menyaksikan [Ali] dan Utsman berada di Makkah dan Madinah. Saat itu Utsman melarang haji tamattu', setelah Ali melihat hal itu, Ali mengucapkan talbiyah untuk haji dan umrah bersamaan, ia mengucapkan: "Labbaika bihajjatin wa 'umrah ma'an." Utsman pun berkata; "Kamu lihat aku melarang hal itu, tapi kamu justru melakukannya? Ali berkata; aku tidak akan meninggalkan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam karena perkataan seseorang."
Grade
سنن الدارمي ١٨٤٣: أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ عَنْ أَنَسٍ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَبَّيْكَ بِعُمْرَةٍ وَحَجٍّ
Sunan Darimi 1843: Telah mengabarkan kepada kami [Yazid bin Harun] telah menceritakan kepada kami [Humaid] dari [Anas] bahwa Ia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengucapkan: "LABBAIKA BI 'UMRATIN WA HAJJIN." (aku memenuhi panggilanmu untuk melakukan umrah dan haji)."
Grade
سنن الدارمي ١٨٤٤: أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ عَنْ حَبِيبِ بْنِ الشَّهِيدِ عَنْ بَكْرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَهَلَّ بِهِمَا جَمِيعًا فَلَقِيتُ ابْنَ عُمَرَ فَأَخْبَرْتُهُ بِقَوْلِ أَنَسٍ فَقَالَ إِنَّمَا أَهَلَّ بِالْحَجِّ فَرَجَعْتُ إِلَى أَنَسٍ فَأَخْبَرْتُهُ بِقَوْلِ ابْنِ عُمَرَ فَقَالَ مَا يَعُدُّونَا إِلَّا صِبْيَانًا
Sunan Darimi 1844: Telah mengabarkan kepada kami [Sa'id bin 'Amir] dari [Habib bin Asy Syahid] dari [Bakr bin Abdullah] dari [Anas] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengucapkan talbiyah untuk keduanya (haji dan umrah) secara bersamaan. Setelah itu aku bertemu dengan Ibnu Umar dan mengabarkan perkataan Anas kepadanya, Ibnu Umar berkata: "Sesungguhnya beliau hanya mengucapkan tahlil untuk haji saja." Lalu aku kembali kepada Anas, dan mengabarkan perkataan [Ibnu Umar] kepadanya, Anas pun berkata: "Mereka hanya menganggap kami sebagai anak-anak."
Grade
صحيح البخاري ١٨٦٠: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ الصِّيَامُ لِمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ إِلَى يَوْمِ عَرَفَةَ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ هَدْيًا وَلَمْ يَصُمْ صَامَ أَيَّامَ مِنًى وَعَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ مِثْلَهُ تَابَعَهُ إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ
Shahih Bukhari 1860: Telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Yusuf] telah mengabarkan kepada kami [Malik] dari [Ibnu Syihab] dari [Salim bin 'Abdullah bin 'Umar] dari Ibnu 'Umar radliyallahu 'anhuma berkata: Diperbolehkan berpuasa bagi orang yang melaksanakan haji tamattu' (bersenang-senang setelah mengerjakan 'umrah sebelum melaksanakan manasik haji) hingga hari 'Arafah bila tidak membawa hewan qurban (Al Hadyu) dan tidak boleh berpuasa pada hari-hari Mina (Tasyriq). Dan dari [Ibnu Syihab] dari ['Urwah] dari ['Aisyah] seperti hadits ini juga dan dikuatkan oleh [Ibrahim bin Sa'ad] dari [Ibnu Syihab].
مسند أحمد ١٨٧٠: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ رَمَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجَّتِهِ وَفِي عُمَرِهِ كُلِّهَا وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ وَالْخُلَفَاءُ
Musnad Ahmad 1870: Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Juraij] dari ['Atho`] dari [Ibnu Abbas] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berlari-lari dalam (melaksanakan manasik) haji beliau dan dalam beberapa umrah yang beliau lakukan, hal itu juga dilakukan Abu Bakar, Umar, 'Utsman dan para khalifah yang lainnya."
Grade
مسند أحمد ١٨٨٢: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ حَدَّثَنَا عَطَاءٌ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ أَفَاضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ عَرَفَةَ وَرِدْفُهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَجَالَتْ بِهِ النَّاقَةُ وَهُوَ رَافِعٌ يَدَيْهِ لَا يُجَاوِزَانِ رَأْسَهُ فَسَارَ عَلَى هِينَتِهِ حَتَّى أَتَى جَمْعًا ثُمَّ أَفَاضَ الْغَدَ وَرِدْفُهُ الْفَضْلُ بْنُ عَبَّاسٍ فَمَا زَالَ يُلَبِّي حَتَّى رَمَى جَمْرَةَ الْعَقَبَةِ
Musnad Ahmad 1882: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Abdul Malik] telah menceritakan kepada kami ['Atho`] dari [Ibnu Abbas] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berangkat dari Arafah dengan membonceng Usamah bin Zaid di belakang beliau. Unta (yang dikendarai beliau) berputar-putar sedang beliau mengangkat tangannya dengan tidak sampai melewati kepalanya. Kemudian beliau berjalan dengan perlahan sampai tiba di Muzdalifah. Esok harinya beliau bertolak dengan membonceng Al Fadhl bin Abbas. Beliau tetap bertalbiyah sampai melempar jumrah Aqabah.
Grade
صحيح ابن حبان ١٨٨٧: أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ مُصْعَبٍ السِّنْجِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُمَرَ بْنِ الْهَيَّاجِ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الأَرْحَبِيُّ، حَدَّثَنِي عُبَيْدَةُ بْنُ الأَسْوَدِ، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ الْوَلِيدِ، عَنْ سِنَانِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ مُصَرِّفٍ، عَنْ طَلْحَةَ بْنِ مُصَرِّفٍ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، كَلِمَاتٌ أَسْأَلُ عَنْهُنَّ، قَالَ: اجْلِسْ، وَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ ثَقِيفٍ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، كَلِمَاتٌ أَسْأَلُ عَنْهُنَّ، فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: سَبَقَكَ الأَنْصَارِيُّ، فَقَالَ الأَنْصَارِيُّ: إِنَّهُ رَجُلٌ غَرِيبٌ، وَإِنَّ لِلْغَرِيبِ حَقًّا، فَابْدَأْ بِهِ، فَأَقْبَلَ عَلَى الثَّقَفِيِّ، فَقَالَ: إِنْ شِئْتَ أَجَبْتُكَ عَمَّا كُنْتَ تَسْأَلُ، وَإِنْ شِئْتَ سَأَلْتَنِي وَأُخْبِرْكَ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، بَلْ أَجِبْنِي عَمَّا كُنْتُ أَسْأَلُكَ، قَالَ: جِئْتَ تَسْأَلُنِي عَنِ الرُّكُوعِ، وَالسُّجُودِ، وَالصَّلاَةِ، وَالصَّوْمِ، فَقَالَ: لاَ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا أَخْطَأْتَ مِمَّا كَانَ فِي نَفْسِي شَيْئًا، قَالَ: فَإِذَا رَكَعْتَ، فَضَعْ رَاحَتَيْكَ عَلَى رُكْبَتَيْكَ، ثُمَّ فَرِّجْ بَيْنَ أَصَابِعِكَ، ثُمَّ أَمْكُثْ حَتَّى يَأْخُذَ كُلُّ عُضْوٍ مَأْخَذَهُ، وَإِذَا سَجَدْتَ، فَمَكِّنْ جَبْهَتَكَ، وَلاَ تَنْقُرُ نَقْرًا، وَصَلِّ أَوَّلَ النَّهَارِ وَآخِرَهُ، فَقَالَ: يَا نَبِيَّ اللهِ، فَإِنْ أَنَا صَلَّيْتُ بَيْنَهُمَا؟ قَالَ: فَأَنْتَ إِذًا مُصَلِّي، وَصُمْ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، ثَلاَثَ عَشْرَةَ، وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ، وَخَمْسَ عَشْرَةَ، فَقَامَ الثَّقَفِيُّ، ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَى الأَنْصَارِيِّ، فَقَالَ: إِنْ شِئْتَ أَخْبَرْتُكَ عَمَّا جِئْتَ تَسْأَلُ، وَإِنْ شِئْتَ سَأَلْتَنِي فَأُخْبِرْكَ، فَقَالَ: لاَ يَا نَبِيَّ اللهِ، أَخْبَرَنِي عَمَّا جِئْتُ أَسْأَلُكَ، قَالَ: جِئْتَ تَسْأَلُنِي عَنِ الْحَاجِّ مَا لَهُ حِينَ يَخْرُجُ مِنْ بَيْتِهِ؟ وَمَا لَهُ حِينَ يَقُومُ بِعَرَفَاتٍ؟ وَمَا لَهُ حِينَ يَرْمِي الْجِمَارَ؟ وَمَا لَهُ حِينَ يَحْلِقُ رَأْسَهُ؟ وَمَا لَهُ حِينَ يَقْضِي آخِرَ طَوَافٍ بِالْبَيْتِ؟ فَقَالَ: يَا نَبِيَّ اللهِ، وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا أَخْطَأْتَ مِمَّا كَانَ فِي نَفْسِي شَيْئًا، قَالَ: فَإِنَّ لَهُ حِينَ يَخْرُجُ مِنْ بَيْتِهِ أَنَّ رَاحِلَتَهُ لاَ تَخْطُو خُطْوَةً إِلاَّ كُتِبَ لَهُ بِهَا حَسَنَةٌ، أَوْ حُطَّتْ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ، فَإِذَا وَقَفَ بِعَرَفَةَ، فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا، فَيَقُولُ: انْظُرُوا إِلَى عِبَادِي شُعْثًا غُبْرًا، اشْهَدُوا أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ ذُنُوبَهُمْ، وَإِنْ كَانَ عَدَدَ قَطْرِ السَّمَاءِ وَرَمْلِ عَالِجٍ، وَإِذَا رَمَى الْجِمَارَ لاَ يَدْرِي أَحَدٌ مَا لَهُ حَتَّى يُوَفَّاهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَإِذَا حَلَقَ رَأْسَهُ فَلَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ سَقَطَتْ مِنْ رَأْسِهِ نُورٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَإِذَا قَضَى آخِرَ طَوَافِهِ بِالْبَيْتِ خَرَجَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ.
Shahih Ibnu Hibban 1887: Al Husain bin Muhammad bin Mush’ab As-Sinji mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Umar bin Al Hayyaj247 menceritakan kepada kami, Yahya bin Abdurrahman Al Arhabi248 menceritakan kepada kami, Ubaidah bin Al Aswad menceritakan kepadaku dari Al Qasim bin Al Walid, dari Sinan bin Al Harits bin Musharrif, dari Thalhah bin Musharrif, dari Mujahid, dari Ibnu Umar, dia berkata: Seorang laki-laki Anshar datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, ada beberapa masalah yang ingin kutanyakan” Nabi bersabda, "Duduklah!” Lalu datanglah seorang laki-laki Tsaqif dan berkata, “Wahai Rasulullah, ada beberapa masalah yang ingin kutanyakan.” Beliau bersabda, "Kamu telah didahului oleh orang Anshar.” Orang Anshar berkata, “Sesungguhnya dia orang asing dan orang asing memiliki hak. Mulailah dengannya.” Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun mendekati orang Tsaqif itu lalu bersabda, “Jika kamu mau, aku akan menjawab apa yang kamu tanyakan, dan jika kamu mau, kamu bisa bertanya kepadaku dan akan kuberitahu.” Orang Tsaqif itu lalu berkata, “Wahai Rasulullah, jawablah apa yang kutanyakan kepada engkau.” Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Kamu datang untuk bertanya kepadaku tentang ruku, sujud, shalat, dan puasa.” Orang Tsaqif itu lalu berkata, “Demi Dzat yang mengutus engkau dengan benar (haq), dugaan engkau tidak salah pada diriku.” Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lalu bersabda, “Bila kamu ruku, letakkanlah kedua telapak tangan di atas kedua lutut, kemudian renggangkan jari-jemarimu, lalu diamlah sebentar hingga setiap anggota tubuh kembali ke tempatnya. Bila kamu sujud, tekankan dahimu (pada tanah) dan jangan cepat- cepat. Shalatlah pada awal hari dan akhirnya.” Orang Tsaqif itu lalu berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika aku shalat di antara keduanya?” Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, “Kamu tetap orang yang melakukan shalat. 249 Selain itu, berpuasalah pada tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas pada setiap bulan.” Orang Tsaqif tersebut lalu berdiri (pergi). Beliau lalu mendekati orang Anshar dan bersabda, “Jika kamu mau, aku akan memberitahukanmu apa yang kamu tanyakan, dan jika kamu bertanya (lagi), maka akan kuberitahu.” Orang Anshar itu berkata, “Wahai Nabi Allah, beritahukanlah kepadaku apa yang tadi kutanyakan.” Nabi bersabda, “Kamu datang untuk bertanya kepadaku tentang orang yang menunaikan haji, apa yang akan dia peroleh ketika keluar dari rumahnya? Apa yang akan dia peroleh ketika wuquf di Arafah? Apa yang akan dia peroleh ketika mencukur rambut kepalanya? Apa yang akan dia peroleh ketika menunaikan thawaf terakhir di Baitullah?" Orang Tsaqif itu berkata, “Wahai Nabi Allah, Demi Dzat yang mengutus engkau dengan benar (haq), dugaan engkau tidak salah pada diriku.” Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Bila dia keluar dari rumahnya, maka setiap langkah untanya akan dicatat -satu kebaikan untuknya, atau dilebur darinya satu dosa. Bila dia wukuf di Arafah, Allah akan turun ke langit dunia lalu berfirman, ‘Lihatlah hamba-hamba-Ku yang rambutnya acak-acakan dan berdebu, saksikanlah bahwa Aku telah mengampuni dosa-dosa mereka meskipun seperti sejumlah tetes hujan di langit dan sebanyak pasir halus. Bila dia melempar jumrah, tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang didapatkannya sampai Allah memberikannya pada Hari Kiamat. Bila dia mencukur rambut kepalanya, setiap rambut yang jatuh akan menjadi cahaya baginya pada Hari Kiamat. Apabila dia menunaikan thawaf terakhir di Baitullah dosa-dosanya akan keluar (hilang) seperti ketika baru dilahirkan oleh ibunya.:”250 [3:43]