Hasil Pencarian: meninggalkan shalat 194 Hadits

Musnad Syafi'i #305

مسند الشافعي ٣٠٥: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو، عَنْ عَبِيدَةَ بْنِ سُفْيَانَ الْحَضْرَمِيِّ، عَنْ أَبِي الْجَعْدِ الضَّمْرِيِّ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: «لَا يَتْرُكُ أَحَدٌ الْجُمُعَةَ ثَلَاثًا تَهَاوُنًا بِهَا إِلَّا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ» قَالَ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: وَفِي بَعْضِ الْحَدِيثِ: ثَلَاثًا

Musnad Syafi'i 305: Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Amr menceritakan kepadaku dari Ubaidah bin Sufyan Al Hadhrami, dari Abui Ja'd Adh—Dhamri bahwa Nabi pernah bersabda, “Tidak sekali-kali seseorang meninggalkan shalat Jum'at sebanyak tiga kali karena meremehkannya, melainkan Allah mengunci mati hatinya.”311 Asy-Syafi'i berkata, “Dan disebutkan dalam sebagian hadits dengan redaksi: Tiga kali.”

Musnad Syafi'i #306

مسند الشافعي ٣٠٦: حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمٌ، عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ، عَنْ عَبِيدَةَ بْنِ سُفْيَانَ الْحَضْرَمِيِّ قَالَ: سَمِعْتُ عَمْرَو بْنَ أُمَيَّةَ، يَقُولُ: «لَا يَتْرُكُ رَجُلٌ مُسْلِمٌ الْجُمُعَةَ ثَلَاثًا تَهَاوُنًا بِهَا لَا يَشْهَدُهَا إِلَّا كُتِبَ مِنَ الْغَافِلِينَ»

Musnad Syafi'i 306: Ibrahim menceritakan kepada kami dari Shalih bin Kaisan, dari Ubaidah bin Sufyan Al Hadrami, ia mengatakan: Aku pernah mendengar Amr bin Umayah berkata, “Tidak sekali-kali seorang lelaki muslim meninggalkan shalat Jum'at sebanyak tiga kali karena meremehkannya, melainkan ia dicatat termasuk orang-orang yang lalai.” 312

Shahih Ibnu Khuzaimah #335

صحيح ابن خزيمة ٣٣٥: نا عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ الْعَلَاءِ، نا سُفْيَانُ، نا الزُّهْرِيُّ، ح وَحَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمَخْزُومِيُّ، وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ قَالَا: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَالِمٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الَّذِي تَفُوتُهُ صَلَاةُ الْعَصْرِ كَأَنَّمَا وُتِرَ أَهْلَهُ وَمَالَهُ» قَالَ مَالِكٌ: تَفْسِيرُهُ ذَهَابُ الْوَقْتِ

Shahih Ibnu Khuzaimah 335: Abdul Jabar bin Al Ala' mengabarkan kepada kami, Sufyan mengabarkan kepada kami, Az-Zuhri mengabarkan kepada kami, Ha', Said bin Abdurrahman Al Makhzumi dan Ahmad bin Abdah menceritakan kepada kami, mereka berkata,: Sufyan menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri dari Salim dari ayahnya, dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Barang siapa yang meninggalkan shalat Ashar, maka ia seakan-akan terampas keluarga dan hartanya.”453 Malik berkata, “Penjelasannya: Ketika waktu telah usai.”

Shahih Ibnu Khuzaimah #336

صحيح ابن خزيمة ٣٣٦: نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ الضَّبِّيُّ، أَخْبَرَنَا أَبُو دَاوُدَ، نا هِشَامٌ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، أَنَّ أَبَا قِلَابَةَ، حَدَّثَهُ أَنَّ أَبَا الْمَلِيحِ الْهُذَلِيَّ حَدَّثَهُ قَالَ: كُنَّا مَعَ بُرَيْدَةَ الْأَسْلَمِيِّ فِي غَزْوَةٍ فِي يَوْمِ غَيْمٍ، فَقَالَ: بَكِّرُوا بِالصَّلَاةِ؛ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ تَرَكَ صَلَاةَ الْعَصْرِ أُحْبِطَ عَمَلُهُ» نا الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ أَبُو عَمَّارٍ، نا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ، عَنْ هِشَامٍ صَاحِبِ الدَّسْتُوَائِيِّ، عَنْ يَحْيَى، عَنْ أَبِي قِلَابَةَ: بِهَذَا مِثْلَهُ، غَيْرُ أَنَّهُ قَالَ: «فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 336: Ahmad bin Abdah Adh-Dhabbi mengabarkan kepada kami, Abu Daud mengabarkan kepada kami, Hisyam mengabarkan kepada kami, dari Yahya bin Abu Katsir, sesungguhnya Abu Qilabah menceritakan kepadanya; Sesungguhnya Abu Al Malih Al Hudzali menceritakan kepadanya, ia berkata, “Kami pernah bersama Buraidah Al Aslami dalam sebuah perang di saat langit mendung. Lalu Buraidah berkata, ‘Segeralah kalian melaksanakan shalat, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda (50-ba’) “Barang siapa yang meninggalkan shalat Ashar, maka amalnya dihapuskan ”.454 Al Husain bin Al Harits Abu Ammar mengabarkan kepada kami, An-Nadhr bin Syamil mengabarkan kepada kami dari Hisyam Shahib Ad-Dastuwa'i dari Yahya dari Qilabah, “Dengan hadits sejenis hanya saja ia berkata, (Amal perbuatannya sungguh telah terhapus)”

Sunan Nasa'i #351

سنن النسائي ٣٥١: أَنْبَأَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ قَالَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ قَالَ أَخْبَرَنِي عَنْ نَافِعٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ سَأَلَتْ امْرَأَةٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ إِنِّي أُسْتَحَاضُ فَلَا أَطْهُرُ أَفَأَدَعُ الصَّلَاةَ قَالَ لَا وَلَكِنْ دَعِي قَدْرَ تِلْكَ الْأَيَّامِ وَاللَّيَالِي الَّتِي كُنْتِ تَحِيضِينَ فِيهَا ثُمَّ اغْتَسِلِي وَاسْتَثْفِرِي وَصَلِّي

Sunan Nasa'i 351: Telah memberitakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah bin Al Mubarak] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] berkata: Telah menceritakan kepada kami ['Ubaidullah bin Umar] berkata: Telah mengabarkan kepadaku dari [Nafi'] dari [Sulaiman bin Yasar] dari [Ummu Salamah] berkata: "Ada seorang perempuan yang bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: 'Aku mengalami istihadhah, maka selalu dalam keadaan tidak suci. Apakah aku harus meninggalkan shalat?' Beliau bersabda: 'Tidak, tetapi tinggalkanlah shalat pada ukuran hari dan malam sesuai jadwal kebiasaan haidlmu, kemudian mandi dan balutlah dengan kain pada tempat keluarnya darah, lalu shalatlah.'"

Grade

Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Shahih,

Sunan Nasa'i #354

سنن النسائي ٣٥٤: أَخْبَرَنَا أَبُو مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَمْرَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ ابْنَةَ جَحْشٍ كَانَتْ تُسْتَحَاضُ سَبْعَ سِنِينَ فَسَأَلَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ إِنَّمَا هُوَ عِرْقٌ فَأَمَرَهَا أَنْ تَتْرُكَ الصَّلَاةَ قَدْرَ أَقْرَائِهَا وَحَيْضَتِهَا وَتَغْتَسِلَ وَتُصَلِّيَ فَكَانَتْ تَغْتَسِلُ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ

Sunan Nasa'i 354: Telah mengabarkan kepada kami [Abu Musa] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az-Zuhri] dari ['Amrah] dari [Aisyah] bahwa Ummu Habibah binti Jahsy pernah menderita istihadlah selama tujuh tahun. Lalu ia bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang hal tersebut, dan beliau menjawab: "Itu bukan haidl, tetapi darah penyakit." Kemudian beliau memerintahkannya meninggalkan shalat menurut jadwal kebiasaan haidlnya, lalu mandi kemudian shalat, maka dia mandi setiap akan shalat.

Grade

Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Shahih,

Sunan Nasa'i #356

سنن النسائي ٣٥٦: أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ وَوَكِيعٌ وَأَبُو مُعَاوِيَةَ قَالُوا حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ جَاءَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ إِنِّي امْرَأَةٌ أُسْتَحَاضُ فَلَا أَطْهُرُ أَفَأَدَعُ الصَّلَاةَ قَالَ لَا إِنَّمَا ذَلِكَ عِرْقٌ وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ فَإِذَا أَقْبَلَتْ الْحَيْضَةُ فَدَعِي الصَّلَاةَ وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّي

Sunan Nasa'i 356: Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami ['Abdah], [Waki'] dan [Abu Mu'awiyah] mereka berkata: Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Urwah] dari [Bapaknya] dari ['Aisyah] dia berkata: "Fatimah binti Hubaisy datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata: 'Aku sedang mengalami istihadhah dan aku selalu dalam keadaan tidak suci, jadi apakah aku harus meninggalkan shalat?' Beliau bersabda: 'Tidak, itu adalah darah penyakit, bukan haidl. Bila datang haidl maka tinggalkanlah shalat, dan jika sudah selesai haidl maka cucilah darah itu dan shalatlah."

Grade

Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Shahih (359),

Sunan Nasa'i #361

سنن النسائي ٣٦١: أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبِ بْنِ عَرَبِيٍّ عَنْ حَمَّادٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ اسْتُحِيضَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ فَسَأَلَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُسْتَحَاضُ فَلَا أَطْهُرُ أَفَأَدَعُ الصَّلَاةَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا ذَلِكَ عِرْقٌ وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ فَإِذَا أَقْبَلَتْ الْحَيْضَةُ فَدَعِي الصَّلَاةَ وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ وَتَوَضَّئِي وَصَلِّي فَإِنَّمَا ذَلِكَ عِرْقٌ وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ قِيلَ لَهُ فَالْغُسْلُ قَالَ وَذَلِكَ لَا يَشُكُّ فِيهِ أَحَدٌ قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ قَدْ رَوَى هَذَا الْحَدِيثَ غَيْرُ وَاحِدٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ وَتَوَضَّئِي غَيْرُ حَمَّادٍ وَاللَّهُ تَعَالَى أَعْلَمُ

Sunan Nasa'i 361: Telah mengabarkan kepada kami [Yahya bin Habib bin 'Arabi] dari [Hammad] dari [Hisyam bin Urwah] dari [Bapaknya] dari [Aisyah] Radliyallahu'anha bahwa Fatimah binti Hubaisy mengalami istihadhah, lalu bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: "Wahai Rasulullah! Aku sedang istihadhah, maka aku tidak suci. Jadi apakah aku harus meninggalkan shalat?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Itu darah penyakit, bukan haidl. Apabila datang haidl, maka tinggalkan shalat, apabila telah berlalu cucilah bekas darah darimu dan berwudlulah dan shalatlah, karena itu hanya darah penyakit, bukan haidl." Beliau ditanya: "Bagaimana dengan mandi?" Beliau menjawab: "Tidak seorang pun yang meragukannya." Abu Abdurrahman berkata: "Yang meriwayatkan hadits ini tidak hanya satu orang, dari Hisyam bin Urwah dan dia tidak menyebutkan didalamnya -wa tawadla'i- (.. dan berwudlulah..) selain Hammad saja. Wallahu Ta'ala A'lam."

Grade

Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Shahih,

Sunan Nasa'i #363

سنن النسائي ٣٦٣: أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ مَالِكٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا أَطْهُرُ أَفَأَدَعُ الصَّلَاةَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا ذَلِكَ عِرْقٌ وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ فَإِذَا أَقْبَلَتْ الْحَيْضَةُ فَدَعِي الصَّلَاةَ وَإِذَا ذَهَبَ قَدْرُهَا فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّي

Sunan Nasa'i 363: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dari [Malik] dari [Hisyam bin Urwah] dari [Bapaknya] dari [Aisyah] Radliyallahu'anha dia berkata: "Fatimah binti Abu Hubaisy berkata kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: 'Aku selalu dalam kondisi tidak suci, apakah aku harus meninggalkan shalat?' maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: 'Itu hanya darah penyakit, bukan darah haidl. Bila datang haidl, maka tinggalkanlah shalat, dan jika telah selesai waktu jadwal haidlnya, maka cucilah darah itu darimu dan shalatlah."

Grade

Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Shahih,

Sunan Nasa'i #364

سنن النسائي ٣٦٤: أَخْبَرَنَا أَبُو الْأَشْعَثِ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ قَالَ سَمِعْتُ هِشَامًا يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ بِنْتَ أَبِي حُبَيْشٍ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي لَا أَطْهُرُ أَفَأَتْرُكُ الصَّلَاةَ قَالَ لَا إِنَّمَا هُوَ عِرْقٌ قَالَ خَالِدٌ وَفِيمَا قَرَأْتُ عَلَيْهِ وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ فَإِذَا أَقْبَلَتْ الْحَيْضَةُ فَدَعِي الصَّلَاةَ وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ ثُمَّ صَلِّي

Sunan Nasa'i 364: Telah mengabarkan kepada kami [Abu Asy'ats] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Khalid bin Harits] dia berkata: Saya mendengar [Hisyam] berkata: dari [Bapaknya] dari [Aisyah] Radliyallahu'anha dia berkata: 'Fatimah binti Abu Hubaisy berkata: 'Wahai Rasulullah, aku tidak suci, apakah aku harus meninggalkan shalat?' Beliau menjawab: "Tidak, Itu hanya darah penyakit". Khalid berkata: Dan dari apa yang saya baca ada tambahan lain: "Dan bukan darah haidl. Apabila datang waktu haidl maka tinggalkanlah shalat, dan jika telah selesai haidl maka cucilah darah itu darimu dan shalatlah."

Grade

Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Shahih,