مسند أحمد ٣٥٩٧: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ أَنْبَأَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ بَهْدَلَةَ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا لَمْ يَعْمَلْ مِنْ الْخَيْرِ شَيْئًا قَطُّ إِلَّا التَّوْحِيدَ فَلَمَّا حَضَرَتْهُ الْوَفَاةُ قَالَ لِأَهْلِهِ إِذَا أَنَا مِتُّ فَخُذُونِي وَاحْرُقُونِي حَتَّى تَدَعُونِي حُمَمَةً ثُمَّ اطْحَنُونِي ثُمَّ اذْرُونِي فِي الْبَحْرِ فِي يَوْمٍ رَاحٍ قَالَ فَفَعَلُوا بِهِ ذَلِكَ قَالَ فَإِذَا هُوَ فِي قَبْضَةِ اللَّهِ قَالَ فَقَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ مَا حَمَلَكَ عَلَى مَا صَنَعْتَ قَالَ مَخَافَتُكَ قَالَ فَغَفَرَ اللَّهُ لَهُ قَالَ يَحْيَى حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ
Musnad Ahmad 3597: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ishaq] telah memberitakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari ['Ashim bin Bahdalah] dari [Abu Wa`il] dari [Abdullah bin Mas'ud] radliallahu 'anhu bahwa ada seorang laki-laki yang belum pernah mengerjakan kebaikan satu pun kecuali bertauhid, ketika kematian menjemputnya ia berkata kepada keluarganya: Jika aku meninggal, ambil dan bakarlah aku hingga hangus menjadi bara lalu tumbuklah aku hingga menjadi abu serta buanglah ke laut pada hari berangin kencang. Ia berkata: Mereka pun melakukannya. Ia melanjutkan: Tiba-tiba ia berada dalam genggaman Allah. Ia berkata lagi: Lalu Allah Azza wa Jalla bertanya kepadanya: Apa yang menyebabkan kamu melakukannya? Laki-laki itu menjawab: Karena takut kepadaMu, ia melanjutkan lagi: Maka Allah mengampuninya. [Yahya] berkata: Telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Tsabit] dari [Abu Rafi'] dari [Abu Hurairah] radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam seperti itu.
Grade
مسند أحمد ٦٤١٧: حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ الْعَاصَ بْنَ وَائِلٍ نَذَرَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ أَنْ يَنْحَرَ مِائَةَ بَدَنَةٍ وَأَنَّ هِشَامَ بْنَ الْعَاصِي نَحَرَ حِصَّتَهُ خَمْسِينَ بَدَنَةً وَأَنَّ عَمْرًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ أَمَّا أَبُوكَ فَلَوْ كَانَ أَقَرَّ بِالتَّوْحِيدِ فَصُمْتَ وَتَصَدَّقْتَ عَنْهُ نَفَعَهُ ذَلِكَ
Musnad Ahmad 6417: Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah mengkhabarkan kepada kami [Hajjaj] telah menceritakan kepada kami ['Amru bin Syu'aib] dari [bapaknya] dari [kakeknya], ia berkata: bahwa pada masa Jahiliyah Al 'Ash bin Wa`il bernadzar untuk menyembelih seratus ekor unta, dan Hisyam bin Al 'Ash menyembelih bagiannya sebanyak lima puluh ekor unta, dan sesungguhnya 'Amru bertanya kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam mengenai hal itu, lalu beliau pun bersabda: "Adapun bapakmu, seandainya dia mau mengikrarkan tauhid lalu kamu berpuasa dan bersedekah untuknya, niscaya itu akan bermanfa'at baginya."
Grade
صحيح البخاري ٦٨٢٤: و حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي الْأَسْوَدِ حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ صَيْفِيٍّ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا مَعْبَدٍ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ يَقُولُ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ يَقُولُ لَمَّا بَعَثَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ إِلَى نَحْوِ أَهْلِ الْيَمَنِ قَالَ لَهُ إِنَّكَ تَقْدَمُ عَلَى قَوْمٍ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَى أَنْ يُوَحِّدُوا اللَّهَ تَعَالَى فَإِذَا عَرَفُوا ذَلِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي يَوْمِهِمْ وَلَيْلَتِهِمْ فَإِذَا صَلَّوْا فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ زَكَاةً فِي أَمْوَالِهِمْ تُؤْخَذُ مِنْ غَنِيِّهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فَقِيرِهِمْ فَإِذَا أَقَرُّوا بِذَلِكَ فَخُذْ مِنْهُمْ وَتَوَقَّ كَرَائِمَ أَمْوَالِ النَّاسِ
Shahih Bukhari 6824: Telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Abu Al Aswad] telah menceritakan kepada kami [Al Fadll bin Al 'Ala] telah menceritakan kepada kami [Ismail bin Umayyah] dari [Yahya bin Muhmmad bin Abdullah bin Shaifi] ia mendengar [Abu Ma'bad] mantan budak Ibnu Abbas, berkata: Aku mendengar [Ibnu Abbas] berkata: "Dikala Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus Mu'adz ke negeri Yaman, Nabi berpesan: "Wahai Mu'adz, engkau mendatangi kaum ahli kitab, maka jadikanlah materi dakwah pertama-tama yang engkau sampaikan adalah agar mereka mentauhidkan Allah ta'ala. Jika mereka telah sadar terhadap hal ini, beritahulah mereka bahwa Allah mewajibkan lima shalat kepada mereka dalam sehari semalam. Jika mereka telah shalat, beritahulah mereka bahwa Allah mewajibkan zakat harta mereka, yang diambil dari yang kaya, dan diberikan kepada yang miskin, dan jika mereka telah mengikrarkan yang demikian, ambilah harta mereka dan jagalah harta mereka yang kesemuanya harus dijaga kehormatannya."
مسند أحمد ٧٦٩٧: حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَغَيْرُ وَاحِدٍ عَنِ الْحَسَنِ وَابْنِ سِيرِينَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَانَ رَجُلٌ مِمَّنْ كَانَ قَبْلَكُمْ لَمْ يَعْمَلْ خَيْرًا قَطُّ إِلَّا التَّوْحِيدَ فَلَمَّا احْتُضِرَ قَالَ لِأَهْلِهِ انْظُرُوا إِذَا أَنَا مِتُّ أَنْ يُحْرِقُوهُ حَتَّى يَدَعُوهُ حُمَمًا ثُمَّ اطْحَنُوهُ ثُمَّ اذْرُوهُ فِي يَوْمِ رِيحٍ فَلَمَّا مَاتَ فَعَلُوا ذَلِكَ بِهِ فَإِذَا هُوَ فِي قَبْضَةِ اللَّهِ فَقَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ مَا حَمَلَكَ عَلَى مَا فَعَلْتَ قَالَ أَيْ رَبِّ مِنْ مَخَافَتِكَ قَالَ فَغُفِرَ لَهُ بِهَا وَلَمْ يَعْمَلْ خَيْرًا قَطُّ إِلَّا التَّوْحِيدَ
Musnad Ahmad 7697: Telah menceritakan kepada kami [Abu Kamil] telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Tsabit] dari [Abu Rofi'] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan dari [beberapa orang] dari [Al Hasan] dan [Ibnu Sirin] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Ada seorang laki-laki pada masa sebelum kalian, dia tidak pernah beramal satu kebaikkan pun selain tauhid, maka ketika ajal menjemputnya dia berkata kepada keluargannya: 'perhatikanlah jika aku mati hendaklah mereka membakarnya dan membiarkannya sehingga menjadi arang, kemudian hendaklah mereka menghancurkannya (menjadi abu hitam) dan membuangnya ke udara terbuka.' Maka ketika ajal benar-benar telah menjemputnya mereka melaksanakan wasiat tersebut. Maka ketika Allah telah menggenggamnya, Allah Azza Wa Jalla berfirman: 'Wahai anak Adam apa yang mendorongmu untuk berbuat begitu? ' dia menjawab: 'Wahai Rabb, aku melakukan begitu karena rasa takutku kepada-Mu.'" Nabi bersabda: "Lalu Allah mengampuninya karena rasa takut tersebut, padahal ia tidak pernah melakukan perbuatan baik kecuali tauhid."
Grade
مسند أحمد ١٢٩٢٠: حَدَّثَنَا يُونُسُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُغِيرُ عِنْدَ صَلَاةِ الْفَجْرِ فَيَسْتَمِعُ الْأَذَانَ فَإِذَا سَمِعَ الْأَذَانَ أَمْسَكَ وَإِلَّا أَغَارَ فَاسْتَمَعَ ذَاتَ يَوْمٍ فَسَمِعَ رَجُلًا يَقُولُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْفِطْرَةِ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَقَالَ خَرَجْتَ مِنْ النَّارِ
Musnad Ahmad 12920: Telah menceritakan kepada kami [Yunus] telah menceritakan kepada kami [Hammad] yaitu Ibnu Salamah dari [Tsabit] dari [Anas], Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam melakukan penyerbuan setelah shalat fajar dan berusaha mendengarkan adzan. Jika terdengar adzan maka (Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam) menahan serbuannya, jika tidak, penyerbuan beliau lancarkan. Pada suatu hari, ketika sedang mengintai, terdengar seseorang berkata: ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR. Maka Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Engkau diatas fitrah (Islam dan tauhid)." Lalu laki-laki tadi berkata: "ASYHADU ALLA ILAAHA ILLA AllAH (Saya bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah)." Maka (Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam) bersabda: "Kau keluar dari neraka."
Grade
مسند أحمد ١٣١٥٩: حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ قَالَ أَخْبَرَنَا ثَابِتٌ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُغِيرُ عِنْدَ صَلَاةِ الْفَجْرِ فَكَانَ يَسْتَمِعُ فَإِنْ سَمِعَ أَذَانًا أَمْسَكَ وَإِلَّا أَغَارَ فَاسْتَمَعَ ذَاتَ يَوْمٍ فَسَمِعَ رَجُلًا يَقُولُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ فَقَالَ عَلَى الْفِطْرَةِ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَقَالَ خَرَجْتَ مِنْ النَّارِ
Musnad Ahmad 13159: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad] berkata: telah mengabarkan kepada kami [Tsabit] dari [Anas bin Malik], Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam jika melakukan penyerbuan pagi hari, maka beliau mengamAt amati suara adzan, jika terdengar adzan beliau tidak jadi melakukan penyerbuan. Sebaliknya jika tidak terdengar maka Rasulullah SHALLALLAHU'ALAIHI WASALLAM melakukan penyerangan. Pada suatu penyerbuan, beliau mendengar seseorang berkata: ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR. Maka (Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda: "Ia di atas fitroh Islam dan tauhid". Lalu laki-laki tadi berkata: "ASYHADU ALLA ILAAHA ILLA AllAH (Saya bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah) ". Maka (Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam) bersabda: "Kau telah keluar dari neraka".
Grade
مسند أحمد ١٣٩١٨: حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا جَعْفَرٌ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ أَتَيْنَا جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ وَهُوَ فِي بَنِي سَلِمَةَ فَسَأَلْنَاهُ عَنْ حَجَّةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحَدَّثَنَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَكَثَ بِالْمَدِينَةِ تِسْعَ سِنِينَ لَمْ يَحُجَّ ثُمَّ أُذِّنَ فِي النَّاسِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَاجٌّ هَذَا الْعَامَ قَالَ فَنَزَلَ الْمَدِينَةَ بَشَرٌ كَثِيرٌ كُلُّهُمْ يَلْتَمِسُ أَنْ يَأْتَمَّ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَفْعَلَ مِثْلَ مَا يَفْعَلُ فَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِعَشْرٍ بَقِينَ مِنْ ذِي الْقَعْدَةِ وَخَرَجْنَا مَعَهُ حَتَّى أَتَى ذَا الْحُلَيْفَةِ نُفِسَتْ أَسْمَاءُ بِنْتُ عُمَيْسٍ بِمُحَمَّدِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ فَأَرْسَلَتْ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَيْفَ أَصْنَعُ قَالَ اغْتَسِلِي ثُمَّ اسْتَذْفِرِي بِثَوْبٍ ثُمَّ أَهِلِّي فَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى إِذَا اسْتَوَتْ بِهِ نَاقَتُهُ عَلَى الْبَيْدَاءِ أَهَلَّ بِالتَّوْحِيدِ لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ وَلَبَّى النَّاسُ وَالنَّاسُ يَزِيدُونَ ذَا الْمَعَارِجِ وَنَحْوَهُ مِنْ الْكَلَامِ وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْمَعُ فَلَمْ يَقُلْ لَهُمْ شَيْئًا فَنَظَرْتُ مَدَّ بَصَرِي وَبَيْنَ يَدَيْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ رَاكِبٍ وَمَاشٍ وَمِنْ خَلْفِهِ مِثْلُ ذَلِكَ وَعَنْ يَمِينِهِ مِثْلُ ذَلِكَ وَعَنْ شِمَالِهِ مِثْلُ ذَلِكَ قَالَ جَابِرٌ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ أَظْهُرِنَا عَلَيْهِ يَنْزِلُ الْقُرْآنُ وَهُوَ يَعْرِفُ تَأْوِيلَهُ وَمَا عَمِلَ بِهِ مِنْ شَيْءٍ عَمِلْنَا بِهِ فَخَرَجْنَا لَا نَنْوِي إِلَّا الْحَجَّ حَتَّى أَتَيْنَا الْكَعْبَةَ فَاسْتَلَمَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحَجَرَ الْأَسْوَدَ ثُمَّ رَمَلَ ثَلَاثَةً وَمَشَى أَرْبَعَةً حَتَّى إِذَا فَرَغَ عَمَدَ إِلَى مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ فَصَلَّى خَلْفَهُ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ قَرَأَ { وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى } قَالَ أَبِي قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ يَعْنِي جَعْفَرًا فَقَرَأَ فِيهَا بِالتَّوْحِيدِ وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ثُمَّ اسْتَلَمَ الْحَجَرَ وَخَرَجَ إِلَى الصَّفَا ثُمَّ قَرَأَ { إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ } ثُمَّ قَالَ نَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ فَرَقِيَ عَلَى الصَّفَا حَتَّى إِذَا نَظَرَ إِلَى الْبَيْتِ كَبَّرَ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَصَدَقَ عَبْدَهُ وَغَلَبَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ ثُمَّ دَعَا ثُمَّ رَجَعَ إِلَى هَذَا الْكَلَامِ ثُمَّ نَزَلَ حَتَّى إِذَا انْصَبَّتْ قَدَمَاهُ فِي الْوَادِي رَمَلَ حَتَّى إِذَا صَعِدَ مَشَى حَتَّى أَتَى الْمَرْوَةَ فَرَقِيَ عَلَيْهَا حَتَّى نَظَرَ إِلَى الْبَيْتِ فَقَالَ عَلَيْهَا كَمَا قَالَ عَلَى الصَّفَا فَلَمَّا كَانَ السَّابِعُ عِنْدَ الْمَرْوَةِ قَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي لَوْ اسْتَقْبَلْتُ مِنْ أَمْرِي مَا اسْتَدْبَرْتُ لَمْ أَسُقْ الْهَدْيَ وَلَجَعَلْتُهَا عُمْرَةً فَمَنْ لَمْ يَكُنْ مَعَهُ هَدْيٌ فَلْيَحْلِلْ وَلْيَجْعَلْهَا عُمْرَةً فَحَلَّ النَّاسُ كُلُّهُمْ فَقَالَ سُرَاقَةُ بْنُ مَالِكِ بْنِ جُعْشُمٍ وَهُوَ فِي أَسْفَلِ الْمَرْوَةِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلِعَامِنَا هَذَا أَمْ لِلْأَبَدِ فَشَبَّكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَصَابِعَهُ فَقَالَ لِلْأَبَدِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ قَالَ دَخَلَتْ الْعُمْرَةُ فِي الْحَجِّ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ قَالَ وَقَدِمَ عَلِيٌّ مِنْ الْيَمَنِ فَقَدِمَ بِهَدْيٍ وَسَاقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَهُ مِنْ الْمَدِينَةِ هَدْيًا فَإِذَا فَاطِمَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَدْ حَلَّتْ وَلَبِسَتْ ثِيَابَهَا صَبِيغًا وَاكْتَحَلَتْ فَأَنْكَرَ ذَلِكَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَيْهَا فَقَالَتْ أَمَرَنِي بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَالَ عَلِيٌّ بِالْكُوفَةِ قَالَ جَعْفَرٌ قَالَ أَبِي هَذَا الْحَرْفُ لَمْ يَذْكُرْهُ جَابِرٌ فَذَهَبْتُ مُحَرِّشًا أَسْتَفْتِي بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الَّذِي ذَكَرَتْ فَاطِمَةُ قُلْتُ إِنَّ فَاطِمَةَ لَبِسَتْ ثِيَابَهَا صَبِيغًا وَاكْتَحَلَتْ وَقَالَتْ أَمَرَنِي بِهِ أَبِي قَالَ صَدَقَتْ صَدَقَتْ صَدَقَتْ أَنَا أَمَرْتُهَا بِهِ قَالَ جَابِرٌ وَقَالَ لِعَلِيٍّ بِمَ أَهْلَلْتَ قَالَ قُلْتُ اللَّهُمَّ إِنِّي أُهِلُّ بِمَا أَهَلَّ بِهِ رَسُولُكَ قَالَ وَمَعِي الْهَدْيُ قَالَ فَلَا تَحِلَّ قَالَ فَكَانَتْ جَمَاعَةُ الْهَدْيِ الَّذِي أَتَى بِهِ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ مِنْ الْيَمَنِ وَالَّذِي أَتَى بِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِائَةً فَنَحَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ ثَلَاثَةً وَسِتِّينَ ثُمَّ أَعْطَى عَلِيًّا فَنَحَرَ مَا غَبَرَ وَأَشْرَكَهُ فِي هَدْيِهِ ثُمَّ أَمَرَ مِنْ كُلِّ بَدَنَةٍ بِبَضْعَةٍ فَجُعِلَتْ فِي قِدْرٍ فَأَكَلَا مِنْ لَحْمِهَا وَشَرِبَا مِنْ مَرَقِهَا ثُمَّ قَالَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ نَحَرْتُ هَاهُنَا وَمِنًى كُلُّهَا مَنْحَرٌ وَوَقَفَ بِعَرَفَةَ فَقَالَ وَقَفْتُ هَاهُنَا وَعَرَفَةُ كُلُّهَا مَوْقِفٌ وَوَقَفَ بِالْمُزْدَلِفَةِ فَقَالَ قَدْ وَقَفْتُ هَاهُنَا وَالْمُزْدَلِفَةُ كُلُّهَا مَوْقِفٌ
Musnad Ahmad 13918: Telah bercerita kepada kami [Yahya] telah bercerita kepada kami [Ja'far] telah bercerita kepadaku [bapakku] berkata: kami mendatangi [Jabir bin Abdullah] ketika itu dia sedang di Bani Salamah. Kami bertanya tentang haji Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu dia menceritakan kepada kami, Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tinggal di Madinah selama sembilan tahun dan belum pernah berhaji. Kemudian diumumkan kepada orang-orang bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam akan melakukan haji pada tahun itu. (Jabir bin Abdullah Radliyallahu'anhuma) berkata: lalu orang-orang dalam jumlah yang banyak meninggalkan Madinah, semuanya hendak mengikuti Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam keluar pada sepuluh hari terakhir bulan Dzulqo'dah dan kami mengikutinya. Ketika sampai di Dzulhulaifah, 'Asma' Binti 'Umais nifas karena melahirkan dengan (suami) Muhammad bin Abu Bakar lalu hal itu disampaikan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, apa yang harus dia lakukan. (Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda: "Mandilah kemudian sumbatlah (tempat keluarnya darah) dengan kain kemudian berniatlah!" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam keluar sampai tatkala naik dengan untanya di Baida', beliau berniat dan bertalbiyah dengan kalimat tauhid, "Kami datang, ya Allah. Kami datang, kami datang. Tidak ada sekutu bagi-Mu, kami datang. Sesungguhnya pujian, nikmat dan kerajaan itu adalah milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu" maka orang-orang juga melantunkan talbiyah dan menambah lafad, DZAL MA'ARIJ dan yang lainnya. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mendengarnya namun tidak berkomentar apapun. Saya memandang sejauh mataku bisa memandang, di hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam orang-orang yang berkendaraan dan berjalan demikian juga di belakang beliau, sebelah kanan dan sebelah kiri juga demikian. Jabir berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berada pada di tengah-tengah kami, jika turun Al qur'an maka beliau mengetahui tafsirnya. Jika beliau melakukan sesuatu maka kami juga mengikutinya. Kami keluar berniat hanya untuk haji sampai kami tiba di Ka'bah, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mencium Hajar Aswad kemudian berjalan dengan cepat tiga kali dan berjalan empat kali sampai selesai, lalu menuju ke Maqom Ibrohim dan sholat di belakangnya dua rekaat, lalu membaca, "...Dan jadikanlah sebahagian Maqam Ibrahim tempat shalat ".Bapakku berkata: Abu Abdullah berkata: yaitu Ja'far, lalu beliau membaca surat ATTAUHID (Al Ikhlash) dan QUL YA AYYUHAL KAFIRUN, Lalu mencium Hajar lalu menuju bukit Shofa lalu membaca, " Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi'ar Allah" lalu bersabda: "Kita akan memulai sebagaimana Allah memulainya", lalu naik ke bukit Shofa hingga dapat melihat Bait bertakbir dan membaca, "Tidak ada tuhan selain Allah, Maha Esa. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian dan Dia atas segala sesuatu Maha Menentukan. Tidak ada tuhan selain Allah. Maha memenuhi janji-Nya, membenarkan hamba-Nya, mengalahkan pasukan Al Ahzab dengan sendirinya. Kemudian kembali dan mengulangi bacaan tersebut, kemudian turun sampai kedua kakinya menancap di bukit, berjalan dengan cepat, namun jika menanjak beliau berjalan sampai tiba di Marwa. Lalu menaikinya sampai bisa melihat Bait, lalu membaca sebagaimana ketika di Shofa. Tatkala hari ke tujuh di Marwa lalu beliau bersabda: "Wahai manusia, sesungguhnya saya kalau saja mendapati urusanku ini, sebagaimana yang telah saya tinggalkan, maka saya tidak akan menyembelih sembelihan dan akan saya jadikan umroh. Siapa yang tidak membawa hewan sembelihan, maka bertahallullah dan jadikanlah umroh! Suroqoh Bin Malik bin Ju'syum yang waktu itu berada di Marwa berkata: Wahai Rosulullah! Apakah itu hanya berlaku untuk tahun ini saja atau untuk selamanya. Lalu mengumpulkan jari-jarinya dan bersabda: "Untuk selamanya" tiga kali, lalu bersabda: "Umroh telah masuk dalam haji sampai hari Kiamat". (Jabir bin Abdullah Radliyallahu'anhuma) berkata: lalu datanglah 'Ali dari Yaman dengan membawa sembelihan. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hewan kurbannya bersamanya dari Madinah, ternyata Fatimah Radliyallahu'anham telah keluar dari ihrom dan memakai pakaiannya dengan minyak wangi dan memakai celak. Lalu 'Ali Radliyallahu'anhu mengingkarinya atas Fatimah, namun dia menjawab, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah menyuruhku demikian. (Jabir bin Abdullah Radliyallahu'anhuma) berkata: 'Ali berkata: ketika di Kufah, Ja'far berkata: bapakku berkata: tambahan ini tidak disebutkan Jabir, lalu saya ('Ali Radliyallahu'anhu) pergi dengan sangat berharap untuk meminta jawaban pada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang hal yang telah disebutkan Fathimah. Saya berkata: Fathimah telah memakai pakaiannya dengan minyak wangi padanya dan telah memakai celak dan berkata: saya telah disuruh oleh bapakku. Beliau bersabda: "Benar, benar saya telah memerintahkannya. Jabir berkata bertanya kepada 'Ali, bagaimana dia (Fatimah Radliyallahu'anhuma) berniat. Dia menjawab, "Ya Allah, Sesungguhnya saya berniat sebagaimana Rosul-Mu berniat. ('Ali Radliyallahu'anhu) berkata: saya membawa hewan sembelihan. (Jabir bin Abdullah Radliyallahu'anhuma) berkata: maka janganlah keluar dari ihrom. (Jabir bin Abdullah Radliyallahu'anhuma) berkata: Maka jumlah sembelihan yang dibawa 'Ali Radliyallahu'anhu dari Yaman dan yang dibawa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ada seratus. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyembelih dengan tangan beliau enampuluh tiga lalu beliau memberikan kepada 'Ali lalu dia menyembelih yang tersisa dan mengikutkan dalam sembelihannya. Lalu menyuruh untuk setiap satu badanah untuk tujuh orang lalu dimasukkan ke dalam wajan. Keduanya makan dagingnya dan kuahnya lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Saya telah menyembelih di sini, dan Mina semuanya adalah tempat menyembelih. Dan wuquf di 'Arofah dan bersabda: "Saya telah berwuquf di 'Arofah dan 'Arofah semuanya adalah tempat wuquf", lalu di Muzdalifah dan bersabda: "Saya telah berwuquf di Muzdalifah dan Muzdalifah semuanya adalah tempat wuquf".
Grade
مسند أحمد ١٤٦٦٥: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَذَّبُ نَاسٌ مِنْ أَهْلِ التَّوْحِيدِ فِي النَّارِ حَتَّى يَكُونُوا حُمَمًا فِيهَا ثُمَّ تُدْرِكُهُمْ الرَّحْمَةُ فَيَخْرُجُونَ فَيُلْقَوْنَ عَلَى بَابِ الْجَنَّةِ فَيَرُشُّ عَلَيْهِمْ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْمَاءَ فَيَنْبُتُونَ كَمَا يَنْبُتُ الْغُثَاءُ فِي حِمَالَةِ السَّيْلِ ثُمَّ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ
Musnad Ahmad 14665: Telah bercerita kepada kami [Abu Mu'awiyah] dari [Al 'A'masy] dari [Abu Sufyan] dari [Jabir] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ada sebagian manusia dari ahli tauhid yang diadzab dalam neraka hingga mereka menjadi hangus di dalamnya, kemudian mereka mendapatkan rahmat Allah hingga mereka keluar, lalu mereka ditempatkan pada pintu surga. Para penghuni surga menyiramkan air kepada mereka sehingga mereka tumbuh sebagaimana benih yang tumbuh pada genangan air kemudian mereka masuk surga."
Grade
مسند أحمد ١٥٥١٩: قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ أَبِي الْبَخْتَرِيِّ عَنْ عَبِيدَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَجُلًا حَلَفَ بِاللَّهِ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ كَاذِبًا فَغَفَرَ اللَّهُ لَهُ قَالَ شُعْبَةُ مِنْ قَبْلِ التَّوْحِيدِ
Musnad Ahmad 15519: (Ahmad bin hanbal) berkata: telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Atho` bin As-Sa`Ib] dari [Abu Al Bukhtari] dari ['Abidah] dari [Abdullah bin Az Zubair] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, ada seorang laki-laki bersumpah dengan nama Allah yang tidak ada ilah selain-Nya namun ia bohong dalam sumpahnya, maka Allah akan mengampuni dosanya, Syu'bah berkata: "Itulah bagian dari tauhid".
Grade
مسند أحمد ٢١٢٦٠: حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا مُعَانُ بْنُ رِفَاعَةَ حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ يَزِيدَ عَنْ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَرِيَّةٍ مِنْ سَرَايَاهُ قَالَ فَمَرَّ رَجُلٌ بِغَارٍ فِيهِ شَيْءٌ مِنْ مَاءٍ قَالَ فَحَدَّثَ نَفْسَهُ بِأَنْ يُقِيمَ فِي ذَلِكَ الْغَارِ فَيَقُوتُهُ مَا كَانَ فِيهِ مِنْ مَاءٍ وَيُصِيبُ مَا حَوْلَهُ مِنْ الْبَقْلِ وَيَتَخَلَّى مِنْ الدُّنْيَا ثُمَّ قَالَ لَوْ أَنِّي أَتَيْتُ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لَهُ فَإِنْ أَذِنَ لِي فَعَلْتُ وَإِلَّا لَمْ أَفْعَلْ فَأَتَاهُ فَقَالَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ إِنِّي مَرَرْتُ بِغَارٍ فِيهِ مَا يَقُوتُنِي مِنْ الْمَاءِ وَالْبَقْلِ فَحَدَّثَتْنِي نَفْسِي بِأَنْ أُقِيمَ فِيهِ وَأَتَخَلَّى مِنْ الدُّنْيَا قَالَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي لَمْ أُبْعَثْ بِالْيَهُودِيَّةِ وَلَا بِالنَّصْرَانِيَّةِ وَلَكِنِّي بُعِثْتُ بِالْحَنِيفِيَّةِ السَّمْحَةِ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَغَدْوَةٌ أَوْ رَوْحَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا وَلَمُقَامُ أَحَدِكُمْ فِي الصَّفِّ خَيْرٌ مِنْ صَلَاتِهِ سِتِّينَ سَنَةً
Musnad Ahmad 21260: Telah bercerita kepada kami [Abu Al Mughirah] telah bercerita kepada kami [Mu'an bin Rifa'ah] telah bercerita kepadaku ['Ali bin Yazid] dari [Al Qasim] dari [Abu Umamah] berkata: Kami pergi bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam salah satu ekspedisi militer beliau. Kemudian seseorang melintasi suatu goa yang ada sedikit airnya. Orang itu berbicara dalam dirinya untuk tinggal didalam goa itu dengan mengonsumsi air yang ada, sayur-sayuran yang ada disekitarnya dan meninggalkan keduniaan. Selanjutnya ia berkata: Andai saja aku mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lalu aku utarakan hal itu pada beliau, bila beliau mengizinkannya akan aku lakukan dan bila tidak, tidak akan aku lakukan. Ia mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lalu berkata: Wahai nabi Allah! Aku melewati sebuah goa didalamnya ada yang bisa aku konsumsi seperti air dan sayur-sayuran kemudian hatiku berkata untuk tinggal disana dan meninggalkan keduniaan. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Aku tidak diutus dengan membawa keyahudian dan kenasranian tapi aku diutus dengan membawa ketauhidan yang longgar. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada ditanganNya, sungguh pagi atau sore hari dijalan Allah lebih baik dari dunia seisinya, dan sungguh berdirinya salah seorang dari kalian dalam barisan perang lebih baik dari shalat selama enam puluh tahun."
Grade