Hasil Pencarian: jual beli 578 Hadits

Sunan Daruquthni #2976

سنن الدارقطني ٢٩٧٦: ثنا أَبُو رَوْقٍ , نا ابْنُ خَلَّادٍ , نا مَعْنٌ , نا مَالِكٌ , ح وَنا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , ثنا الرَّبِيعٌ , نا الشَّافِعِيُّ , أنا مَالِكٌ , ح وثنا عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ , وَأَبُو إِسْمَاعِيلَ بْنُ زِيَادٍ , قَالَا: نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِسْحَاقَ , نا الْقَعْنَبِيُّ , وَأَبُو مُصْعَبٍ , عَنْ مَالِكٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ , أَنَّ زَيْدًا أَبَا عَيَّاشٍ أَخْبَرَهُ , أَنَّهُ سَأَلَ سَعْدًا عَنِ الْبَيْضَاءِ بِالسُّلْتِ , فَقَالَ لَهُ سَعْدٌ: «أَيُّهُمَا أَفْضَلُ؟» , قَالَ: «الْبَيْضَاءُ» , فَنَهَاهُ عَنْ ذَلِكَ , وَقَالَ سَعْدٌ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَمَّنِ اشْتَرَى التَّمْرَ بِالرُّطَبِ , فَقَالَ: «أَيَنْقُصُ الرُّطَبُ إِذَا يَبِسَ؟» , فَقَالُوا: نَعَمْ , فَنَهَى عَنْ ذَلِكَ

Sunan Daruquthni 2976: Abu Rauq menceritakan kepada kami, Ibnu Khallad menceritakan kepada kami, Ma'n menceritakan kepada kami, Malik menceritakan kepada kami (h) Utsman bin Ahmad dan Abu Ismail bin Ziyad menceritakan kepada kami, mereka berkata: Ismail bin Ishaq menceritakan kepada kami, Al Qana'i dan Abu Mush'ab menceritakan kepada kami dari Malik, dari Abdullah bin Yazid bahwa Zaid Abu Ayyasy mengabarkan kepadanya bahwa ia pernah bertanya kepada Sa'd tentang gandum putih, Sa'd berkata kepadanya, "Mana yang lebih baik di antara keduanya?" Ia menjawab, "Yang putih." Sa'd kemudian melarangnya melakukan hal tersebut. Sa'd berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW pernah ditanya tentang jual beli kurma kering dengan kurma yang masih basah, beliau bersabda, 'Bukankah kurma yang masih basah akan berkurang timbangannya setelah ia kering.‟ Mereka menjawab, 'Ya.' Maka Rasulullah SAW pun melarang mereka melakukannya."

Sunan Daruquthni #2977

سنن الدارقطني ٢٩٧٧: ثنا عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ الدَّقَّاقُ , نا حَنْبَلُ بْنُ إِسْحَاقَ , نا الْحُمَيْدِيُّ , نا سُفْيَانُ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ , عَنْ أَبِي عَيَّاشٍ , قَالَ: تَبَايَعَ رَجُلَانِ عَلَى عَهْدِ سَعْدٍ بِسُلْتٍ وَشَعِيرٍ , فَقَالَ سَعْدٌ: تَبَايَعَ رَجُلَانِ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِتَمْرٍ وَرُطَبٍ , فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هَلْ يَنْقُصُ الرُّطَبُ إِذَا يَبِسَ؟» , فَقَالُوا: نَعَمْ , فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فَلَا إِذًا»

Sunan Daruquthni 2977: Utsman bin Ahmad Ad-Daqqaq menceritakan kepada kami, Hanbal bin Ishaq menceritakan kepada kami, Al Humaidi menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Ismail bin Umayyah menceritakan kepada kami dari Abdullah bin Yazid, dari Abu Ayyasy, dia berkata: Ada dua orang melakukan jual beli di masa Sa'd antara suit (sejenis gandum) dengan Jewawut. Sa'd berkata, "Pernah ada di masa Rasulullah SAW dua orang yang melakukan jual beli kurma kering dengan kurma yang masih basah. Rasulullah SAW lalu berkata, 'Bukankah kurma yang masih basah akan berkurang beratnya setelah ia kering.‘ Mereka menjawab, 'Ya.‘ Nabi SAW bersabda, "Kalau begitu, jangan kalian lakukan."

Sunan Daruquthni #2978

سنن الدارقطني ٢٩٧٨: ثنا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , أنا أَبُو عُبَيْدِ اللَّهِ أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ وَهْبٍ , حَدَّثَنِي عَمِّي , حَدَّثَنِي مَخْرَمَةُ بْنُ بُكَيْرٍ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: سَمِعْتُ عَمْرَو بْنَ شُعَيْبٍ , يَقُولُ: سَمِعْتُ شُعَيْبًا , يَقُولُ: سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو , يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , يَقُولُ: «أَيُّمَا رَجُلٍ ابْتَاعَ مِنْ رَجُلٍ بَيْعَةً فَإِنَّ كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا بِالْخِيَارِ حَتَّى يَتَفَرَّقَا مِنْ مَكَانِهِمَا إِلَّا أَنْ يَكُونَ صَفْقَةَ خِيَارٍ , وَلَا يَحِلُّ لِأَحَدٍ أَنْ يُفَارِقَ صَاحِبَهُ مَخَافَةَ أَنْ يَقْبَلَهُ».

Sunan Daruquthni 2978: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Abdullah bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Abu Ubaidullah Ahmad bin Abdurrahman bin Wahb menceritakan kepada kami, pamanku menceritakan kepadaku, Makhramah bin Bakir menceritakan kepadaku, dari ayahnya, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja yang membeli sesuatu dari seseorang, maka masing-masing memiliki hak khiyar hingga mereka berpisah dari tempatnya, kecuali apabila jual belinya adalah jual beli khiyar. Tidak halal bagi seseorang meninggalkan rekannya karena takut apabila ia membatalkan jual belinya."

Grade

Shahih Muslim #2980

صحيح مسلم ٢٩٨٠: حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ ابْنِ أَبِي جَعْفَرٍ عَنْ الْجُلَاحِ أَبِي كَثِيرٍ حَدَّثَنِي حَنَشٌ الصَّنْعَانِيُّ عَنْ فَضَالَةَ بْنِ عُبَيْدٍ قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ خَيْبَرَ نُبَايِعُ الْيَهُودَ الْوُقِيَّةَ الذَّهَبَ بِالدِّينَارَيْنِ وَالثَّلَاثَةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَبِيعُوا الذَّهَبَ بِالذَّهَبِ إِلَّا وَزْنًا بِوَزْنٍ

Shahih Muslim 2980: Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Laits] dari [Ibnu Abu Ja'far] dari [Julah Abu Katsir] telah menceritakan kepadaku [Hanas As Shan'ani] dari [Fadlalah bin 'Ubaid] dia berkata: "Pada penaklukan Khaibar, kami bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membeli dari seorang Yahudi satu uqiyah emas seharga dua atau tiga dinar. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak boleh jual beli emas, kecuali sama berat."

Sunan Abu Dawud #2984

سنن أبي داوود ٢٩٨٤: حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ سَالِمٍ الْمَكِّيِّ أَنَّ أَعْرَابِيًّا حَدَّثَهُ أَنَّهُ قَدِمَ بِحَلُوبَةٍ لَهُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَزَلَ عَلَى طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ فَقَالَ إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يَبِيعَ حَاضِرٌ لِبَادٍ وَلَكِنْ اذْهَبْ إِلَى السُّوقِ فَانْظُرْ مَنْ يُبَايِعُكَ فَشَاوِرْنِي حَتَّى آمُرَكَ أَوْ أَنْهَاكَ

Sunan Abu Daud 2984: Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Isma'il], telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Muhammad bin Ishaq], dari [Salim Al Makki] bahwa [seorang badui] telah menceritakan kepadanya bahwa Ia datang dengan membawa kambing perahan pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. kemudian ia singgah pada [Thalhah bin 'Ubaidullah], kemudian berkata: "Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang orang yang bermukim (orang kota) menjualkan barang orang yang datang dari desa, akan tetapi pergilah ke pasar dan lihatlah siapakah yang berjual beli denganmu, kemudian mintalah petunjuk kepadaku hingga aku memerintahkan atau melarangmu."

Grade

Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Dha'if,

Sunan Daruquthni #2985

سنن الدارقطني ٢٩٨٥: ثنا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الْحَكَمِ , نا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ , عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ , عَنْ مَخْلَدِ بْنِ خُفَافِ بْنِ إِيمَاءِ بْنِ رُخْصَةَ الْغِفَارِيِّ , أَنَّ عَبْدًا كَانَ بَيْنَ شُرَكَائِهِ فَبَاعُوهُ وَرَجُلٌ مِنَ الشُّرَكَاءِ غَائِبٌ , فَلَمَّا قَدِمَ أَبَى أَنْ يُجِيزَ بَيْعَهُ , فَاخْتَصَمُوا فِي ذَلِكَ إِلَى هِشَامِ بْنِ إِسْمَاعِيلَ , فَقَضَى أَنْ يُرَدَّ الْبَيْعُ وَيَتَبَايَعُوهُ الْيَوْمَ وَيُؤْخَذُ مِنْهُ الْخَرَاجُ , وَوُجِدَ الْخَرَاجُ فِيمَا مَضَى مِنَ السَّنَتَيْنِ أَلْفُ دِرْهَمٍ , قَالَ: فَبِيعَ فِيهِ غُلَامَانِ لَهُ , قَالَ: فَجِئْتُ إِلَى عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ فَذَكَرْتُ لَهُ ذَلِكَ فَقَالَ: حَدَّثَتْنِي عَائِشَةُ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «قَضَى أَنَّ الْخَرَاجَ بِالضَّمَانِ». فَدَخَلَ عُرْوَةُ عَلَى هِشَامٍ فَحَدَّثَهُ بِذَلِكَ فَرَدَّ بَيْعَ الْغُلَامَيْنِ وَتَرَكَ الْخَرَاجَ

Sunan Daruquthni 2985: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdullah bin Abdul Hakam menceritakan kepada kami, Ibnu Abu Fudaik menceritakan kepada kami dari Ibnu Abu Adz-Dzi'b, dari Makhlad bin Khufaf bin Ima' bin Rukhsah Al Ghifari bahwa ada seorang budak yang menjadi milik sekutu-sekutunya dijual sendiri oleh mereka. Namun salah seorang dari sekutu tersebut tidak hadir. Ketika ia datang, ia pun enggan untuk mengizinkan penjualan tersebut. Mereka kemudian memperkarakan hal tersebut kepada Hisyam bin Ismail. Ia lalu memutuskan pembatalan jual beli itu, dan menyuruh mereka untuk melakukannya pada hari tersebut. Hasil yang telah diberikan oleh budak tersebut diambil kembali, besamya mencapai seribu dirham selama dua tahun. Makhlad berkata, "Maka dijuallah dua orang budak pada hari itu. Ia berkata lagi, "Aku pun mendatangi Urwah bin Zubair dan aku ceritakan hal tersebut kepadanya. Urwah lantas berkata, 'Aisyah menceritakan kepadaku bahwa Rasulullah SAW memutuskan bahwa hasil yang dikeluarkan sebuah barang yang dijual seiring dengan tanggung jawab atas barang tersebut.' Urwah lalu mendatangi Hisyam dan menceritakan kepadanya hal tersebut. Maka ia membatalkan penjualan dua orang budak itu, dan hasil kerja mereka dibiarkan saja."

Grade

Sunan Daruquthni #2986

سنن الدارقطني ٢٩٨٦: ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا دَاوُدُ بْنُ رُشَيْدٍ , نا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ , نا الْأَوْزَاعِيُّ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ حَمْزَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: «مَا أَدْرَكَتْهُ الصَّفْقَةُ حَيًّا مَجْمُوعًا فَهُوَ مِنْ مَالِ الْمُبْتَاعِ»

Sunan Daruquthni 2986: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Daud bin Rasyid menceritakan kepada kami, Al Walid bin Muslim menceritakan kepada kami, Al Auza'i menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Hamzah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, dia berkata, "Apa yang ditemui dalam sebuah jual beli dalam keadaan hidup dan berkumpul maka ia adalah termasuk harta milik pembeli."

Grade

Sunan Daruquthni #2987

سنن الدارقطني ٢٩٨٧: ثنا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ زَنْجُوَيْهِ , نا أَسَدُ بْنُ مُوسَى , نا ابْنُ لَهِيعَةَ , نا حَبَّانُ بْنُ وَاسِعٍ , عَنْ طَلْحَةَ بْنِ يَزِيدَ بْنِ رُكَانَةَ , أَنَّهُ كَلَّمَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ فِي الْبُيُوعِ , قَالَ: مَا أَجِدُ لَكُمْ شَيْئًا أَوْسَعَ مِمَّا جَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِحَبَّانَ بْنِ مُنْقِذٍ , إِنَّهُ كَانَ ضَرِيرَ الْبَصَرِ , «فَجَعَلَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عُهْدَةَ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ إِنْ رَضِيَ أَخَذَ وَإِنْ سَخَطَ تَرَكَ»

Sunan Daruquthni 2987: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdul Malik bin Zanjawai menceritakan kepada kami, Asad bin Musa menceritakan kepada kami, Ibnu Lahi'ah menceritakan kepada kami, Habban bin Wasi' menceritakan kepada kami dari Thaihah bin Yazid bin Rukanah, bahwa ia berbicara kepada Umar bin Khaththab tentang masalah jual beli, Umar berkata, "Aku belum pernah mendapati bagi kalian sesuatu yang lebih lapang dari apa yang pernah Rasulullah SAW berikan kepada Habban bin Muriqidz. Ia adalah seorang pria buta, maka Rasulullah SAW memberinya waktu tiga hari. Jika ia rela maka ia mengambilnya, namun jika ia enggan maka ia meninggalkannya."

Grade

Shahih Muslim #2988

صحيح مسلم ٢٩٨٨: حَدَّثَنِي عَمْرٌو النَّاقِدُ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ سَعِيدٍ الْجُرَيْرِيِّ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ قَالَ سَأَلْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ عَنْ الصَّرْفِ فَقَالَ أَيَدًا بِيَدٍ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ فَلَا بَأْسَ بِهِ فَأَخْبَرْتُ أَبَا سَعِيدٍ فَقُلْتُ إِنِّي سَأَلْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ عَنْ الصَّرْفِ فَقَالَ أَيَدًا بِيَدٍ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ فَلَا بَأْسَ بِهِ قَالَ أَوَ قَالَ ذَلِكَ إِنَّا سَنَكْتُبُ إِلَيْهِ فَلَا يُفْتِيكُمُوهُ قَالَ فَوَاللَّهِ لَقَدْ جَاءَ بَعْضُ فِتْيَانِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِتَمْرٍ فَأَنْكَرَهُ فَقَالَ كَأَنَّ هَذَا لَيْسَ مِنْ تَمْرِ أَرْضِنَا قَالَ كَانَ فِي تَمْرِ أَرْضِنَا أَوْ فِي تَمْرِنَا الْعَامَ بَعْضُ الشَّيْءِ فَأَخَذْتُ هَذَا وَزِدْتُ بَعْضَ الزِّيَادَةِ فَقَالَ أَضْعَفْتَ أَرْبَيْتَ لَا تَقْرَبَنَّ هَذَا إِذَا رَابَكَ مِنْ تَمْرِكَ شَيْءٌ فَبِعْهُ ثُمَّ اشْتَرِ الَّذِي تُرِيدُ مِنْ التَّمْرِ

Shahih Muslim 2988: Telah menceritakan kepadaku ['Amru An Naqid] telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Ibrahim] dari [Sa'id Al Jurairai] dari [Abu Nadlrah] dia berkata: "Saya pernah bertanya kepada [Ibnu Abbas] mengenai jual beli (barang yang sejenis-pent), lalu dia balik bertanya, "Apakah dilakukan dengan cara cash/tunai?" Jawabku, "Ya." Dia berkata: "Tidak mengapa, jika dilakukan seperti ini." Lalu saya memberitahukan hal ini kepada [Abu Sa'id], saya katakan kepadanya, "Saya telah menanyakan perihal jual beli kepada Ibnu Abbas, dan dia balik bertanya, "Apa dilakukan dengan cara cash?" saya menjawab, "Ya, " lantas Ibnu Abbas berkata: "Tidak mengapa, jika dilakukan seperti ini." Abu Sa'id berkata: "Benarkah dia mengatakan demikian? Sungguh kami akan menulis surat kepadanya hingga dia tidak menfatwakan demikian kepada kalian." Abu Sa'id melanjutkan, "Demi Allah, telah datang beberapa pemuda kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan membawa kurma, dan beliau mencurigainya seraya berkata: "Sepertinya kurma ini bukan dari hasil tanaman kita?" dia menjawab, "Kami biasa mengambil kurma kita dan menambahkan sedikit takaran kemudian kami menukarnya dengan kurma seperti ini." Beliau bersabda: "Kamu telah melipat-gandakan dan kamu telah menambahkan takaran, jangan sekali-kali kamu mendekati perbuatan seperti ini. Apabila kamu mendapati satu keraguan pada kurmamu, maka jualah kurma tersebut, kemudian (dari uang hasil penjualan kurma itu) belilah kurma yang kamu inginkan."

Shahih Muslim #2989

صحيح مسلم ٢٩٨٩: حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى أَخْبَرَنَا دَاوُدُ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ قَالَ سَأَلْتُ ابْنَ عُمَرَ وَابْنَ عَبَّاسٍ عَنْ الصَّرْفِ فَلَمْ يَرَيَا بِهِ بَأْسًا فَإِنِّي لَقَاعِدٌ عِنْدَ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ فَسَأَلْتُهُ عَنْ الصَّرْفِ فَقَالَ مَا زَادَ فَهُوَ رِبًا فَأَنْكَرْتُ ذَلِكَ لِقَوْلِهِمَا فَقَالَ لَا أُحَدِّثُكَ إِلَّا مَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَاءَهُ صَاحِبُ نَخْلِهِ بِصَاعٍ مِنْ تَمْرٍ طَيِّبٍ وَكَانَ تَمْرُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذَا اللَّوْنَ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّى لَكَ هَذَا قَالَ انْطَلَقْتُ بِصَاعَيْنِ فَاشْتَرَيْتُ بِهِ هَذَا الصَّاعَ فَإِنَّ سِعْرَ هَذَا فِي السُّوقِ كَذَا وَسِعْرَ هَذَا كَذَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيْلَكَ أَرْبَيْتَ إِذَا أَرَدْتَ ذَلِكَ فَبِعْ تَمْرَكَ بِسِلْعَةٍ ثُمَّ اشْتَرِ بِسِلْعَتِكَ أَيَّ تَمْرٍ شِئْتَ قَالَ أَبُو سَعِيدٍ فَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ أَحَقُّ أَنْ يَكُونَ رِبًا أَمْ الْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ قَالَ فَأَتَيْتُ ابْنَ عُمَرَ بَعْدُ فَنَهَانِي وَلَمْ آتِ ابْنَ عَبَّاسٍ قَالَ فَحَدَّثَنِي أَبُو الصَّهْبَاءِ أَنَّهُ سَأَلَ ابْنَ عَبَّاسٍ عَنْهُ بِمَكَّةَ فَكَرِهَهُ

Shahih Muslim 2989: Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] telah mengabarkan kepada kami [Abdul A'la] telah mengabarkan kepada kami [Daud] dari [Abu Nadlrah] dia berkata: "Saya pernah bertanya kepada Ibnu Umar dan Ibnu Abbas mengenai jual beli barang yang sejenis, dan keduanya menganggap hal itu tidak mengapa. Suatu saat saya duduk di samping [Abu Sa'id Al Khudri], lalu saya bertanya mengenai jual beli barang yang sejenis, dia menjawab, "Jika dilebihkan maka hal itu adalah riba." Kemudian saya mengingkari perkataannya, karena perkataan Ibnu Abbas dan Ibnu Umar (yang menganggap tidak mengapa). Maka Abu Sa'id pun berkata: "Saya tidak akan mengatakan kepadamu melainkan apa yang pernah saya dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Suatu ketika seorang pemilik kebun kurma datang kepada beliau dengan membawa satu sha' kurma yang berkwalitas, sedangkan kurma beliau sendiri berada di bawah kwalitas kurma tersebut, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian bertanya: "Dari mana kamu memperoleh kurma ini?" pemilik kebun itu menjawab, "Pada mulanya saya membawa dua sha' kurma, setelah itu saya tukar satu sha' kurma tersebut dengan dua sha' kurma yang saya miliki, karena harga kurma yang bagus ini dipasaran adalah sekian dan kurma yang jelek ini harganya hanya sekian." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadanya: "Celaka kamu! Kamu telah melakukan riba, apabila kamu menginginkan kurma yang baik ini, maka jualah kurmamu kemudian (uang hasil penjualan kurma tersebut) kamu membeli kurma apa saja yang kamu sukai." Abu Sa'id berkata: "Dan kurma dengan kurma lebih bisa dikatakan riba daripada perak dengan perak." Abu Nadlrah berkata: "Setelah itu saya menemui Ibnu Umar dan dia pun melarangku melakukannya, namun saya tidak menemui Ibnu Abbas." Perawi berkata: telah menceritakan kepadaku Abu Ash Shahba`, bahwa dia pernah bertanya kepada Ibnu Abbas mengenai hal itu ketika dia di Makkah, dan Ibnu Abbas juga membenci praktek semacam itu."