Hasil Pencarian: talak 340 Hadits

Sunan Daruquthni #3957

سنن الدارقطني ٣٩٥٧: نا أَبُو عَمْرٍو يُوسُفُ بْنُ يَعْقُوبَ بْنِ يُوسُفَ بْنِ خَالِدٍ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ الْمُقَوِّمُ , نا صَغْدِيُّ بْنُ سِنَانٍ , عَنْ مُظَاهِرِ بْنِ أَسْلَمَ , عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «طَلَاقُ الْعَبْدِ تَطْلِيقَتَانِ وَلَا تَحِلُّ لَهُ حَتَّى تَنْكِحَ زَوْجًا وَقُرْءُ الْأَمَةِ حَيْضَتَانِ وَتَتَزَوَّجُ الْحُرَّةُ عَلَى الْأَمَةِ وَلَا تَتَزَوَّجُ الْأَمَةُ عَلَى الْحُرَّةِ»

Sunan Daruquthni 3957: Abu Amr Yusuf bin Ya'qub bin Yusuf bin Khalid menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Abdul Aziz Al Muqawwim menceritakan kepada kami, Shughdi bin Sinan menceritakan kepada kami dari Muzhahir bin Aslam, dari Al Qasim bin Muhammad, dari Aisyah, dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Talaknya hamba sahaya adalah dua talak, dan (setelah itu istrinya) tidak lagi halal baginya kecuali setelah menikah dengan suami lainnya. Sucinya hamba sahaya adalah dua kali haid. Wanita merdeka boleh dimadu dengan hamba sahaya (yakni menikahi wanita merdeka setelah memperistri hamba sahaya), tapi hamba sahaya tidak boleh dimadu dengan wanita merdeka (yakni menikahi hamba sahaya setelah memperistri wanita merdeka)'."

Grade

Sunan Daruquthni #3958

سنن الدارقطني ٣٩٥٨: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ , وَمُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ الْجُنَيْدِ , وَجَمَاعَةٌ قَالُوا: نا أَبُو عَاصِمٍ , نا ابْنُ جُرَيْجٍ , عَنْ مُظَاهِرٍ , عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «طَلَاقُ الْأَمَةِ تَطْلِيقَتَانِ وَقُرْؤُهَا حَيْضَتَانِ» قَالَ أَبُو عَاصِمٍ: فَلَقِيتُ مُظَاهِرًا فَحَدَّثَنِي , عَنِ الْقَاسِمِ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يُطَلِّقُ الْعَبْدُ تَطْلِيقَتَيْنِ , وَتَعْتَدُّ حَيْضَتَيْنِ». قَالَ: فَقُلْتُ لَهُ: حَدِّثْنِي كَمَا حَدَّثْتَ ابْنَ جُرَيْجٍ قَالَ: فَحَدَّثَنِي بِهِ كَمَا حَدَّثَهُ.

Sunan Daruquthni 3958: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ishaq, Muhammad bin Ahmad bin Al Junaid dan jama'ah menceritakan kepada kami, mereka berkata: Abu Ashim menceritakan kepada kami, Ibnu Juraij menceritakan kepada kami dari Muzhahir, dari Al Qasim bin Muhammad, dari Aisyah, dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, "Talak perempuan sahaya adalah dua talak dan sucinya adalah dua kali haid." Abu Ashim berkata: Kemudian aku berjumpa dengan Muzhahir, dia pun menceritakan kepadaku dari Al Qasim, dari Aisyah, dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Hamba sahaya ditalak dengan dua talak dan beriddah dengan dua kali haid." Kemudian aku katakan kepadanya, 'Ceritakan itu kepadaku sebagaimana engkau menceritakan kepada Ibnu Juraij.' Dia lalu menceritakan kepadaku sebagaimana yang ia ceritakan kepadanya (Ibnu Juraij)."

Sunan Daruquthni #3960

سنن الدارقطني ٣٩٦٠: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَالِحٍ , حَدَّثَنِي اللَّيْثُ , حَدَّثَنِي هِشَامُ بْنُ سَعْدٍ , حَدَّثَنِي زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ , قَالَ: سُئِلَ الْقَاسِمُ عَنِ الْأَمَةِ كَمْ تُطَلَّقُ؟ , قَالَ: «طَلَاقُهَا اثْنَتَانِ وَعِدَّتُهَا حَيْضَتَانِ». قَالَ: فَقِيلَ لَهُ: أَبَلَغَكَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي هَذَا؟ , قَالَ: لَا

Sunan Daruquthni 3960: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Manshur menceritakan kepada kami, Abdullah bin Shalih menceritakan kepada kami, Al-Laits menceritakan kepadaku, Hisyam bin Sa'd menceritakan kepadaku, Zaid bin Aslam menceritakan kepadaku, dia berkata, "Al Qasim pernah ditanya tentang hamba sahaya perempuan, 'Berapa kali ditalak?' Ia menjawab, 'Talaknya adalah dua kali dan iddahnya dua haid.' Lalu dikatakan kepadanya, 'Apa ada yang sampai kepadamu tentang hal ini dari Nabi SAW?' Ia menjawab, Tidak'."

Grade

Sunan Daruquthni #3970

سنن الدارقطني ٣٩٧٠: نا أَبُو الْقَاسِمِ بْنُ مَنِيعٍ , نا دَاوُدُ بْنُ رُشَيْدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ , عَنِ الزُّبَيْرِ بْنِ خُرَيْقٍ , عَنْ عَطَاءٍ , فِي رَجُلٍ قَالَ لِامْرَأَتِهِ: أَنْتِ عَلَيَّ حَرَامٌ , أَوْ أَنْتِ طَالِقٌ الْبَتَّةَ , أَوْ أَنْتِ طَالِقٌ طَلَاقَ حَرَجٍ , قَالَ: «أَمَّا قَوْلُهُ أَنْتِ عَلَيَّ حَرَامٌ فَيَمِينٌ يُكَفِّرُهَا , وَأَمَّا قَوْلُهُ الْبَتَّةَ وَطَلَاقُ حَرَجٍ فَيَدِينُ فِيهِ»

Sunan Daruquthni 3970: Abu Al Qasim bin Mani' menceritakan kepada kami, Daud bin Rusyd menceritakan kepada kami, Muhammad bin Salamah menceritakan kepada kami dari Az-Zubair bin Khuraiq, dari Atha‘ tentang seorang laki-laki yang berkata kepada istrinya, "Engkau haram bagiku" atau "Engkau ditalak tiga sekaligus" atau "Engkau ditalak dengan talak yang tanpa keraguan", dia berkata, "Ucapannya 'Engkau haram bagiku' adalah sumpah yang harus ditebus, adapun ucapannya 'talak tiga sekaligus' dan 'talak tanpa keraguan' maka itu berlaku."

Grade

Sunan Daruquthni #3974

سنن الدارقطني ٣٩٧٤: نا ابْنُ مُبَشِّرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي نُعَيْمٍ , نا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , نا أَيُّوبُ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مَيْسَرَةَ , عَنْ طَاوُسٍ , أَنَّ أَبَا الصَّهْبَاءِ جَاءَ إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ , فَقَالَ لَهُ ابْنُ عَبَّاسٍ: «هَاتِ مِنْ هَنِيئَاتِكَ وَمِنْ صَدْرِكَ وَمِمَّا جَمَعْتَ» , قَالَ: فَقَالَ لَهُ أَبُو الصَّهْبَاءِ: هَلْ عَلِمْتَ أَنَّ الثَّلَاثَةَ كَانَتْ تَرُدُّ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْوَاحِدَةِ؟ , قَالَ: فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: «نَعَمْ فَقَدْ كَانَتِ الثَّلَاثَةُ تَرُدُّ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَصَدْرًا مِنْ خِلَافَةِ عُمَرَ إِلَى الْوَاحِدَةِ فَلَمَّا كَانَ عُمَرُ تَتَابَعَ النَّاسُ فِي الطَّلَاقِ فَأَمْضَاهُنَّ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ثَلَاثًا»

Sunan Daruquthni 3974: Ibnu Mubasysyir menceritakan kepada kami, Ahmad bin Sinan menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abu Nu'aim menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami, Ayyub menceritakan kepada kami dari Ibrahim bin Maisarah, dari Thawus, bahwa Abu Ash-Shahba‘ datang kepada Ibnu Abbas, lalu Ibnu Abbas berkata kepadanya, "Ungkapkan dari pikiranmu, dari dadamu dan dari yang engkau hafal." Abu Ash-Shahba' berkata kepadanya, "Apakah engkau tahu, bahwa di masa Rasulullah, tiga (talak) itu dikembalikan kepada satu?" Ibnu Abbas menjawab, "Ya. Memang tiga (talak) itu dikembalikan kepada satu pada masa Rasulullah SAW, Abu Bakar dan di awal masa khilafah Umar. Namun ketika pemerintahan Umar, orang-orang sering menyambung talak, maka Umar bin Khaththab RA memberlakukannya sebagai talak tiga."

Grade

Sunan Daruquthni #3975

سنن الدارقطني ٣٩٧٥: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زِيَادٍ الْحَدَّادُ , نا أَبُو الصَّلْتِ إِسْمَاعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ الدَّارِعُ , نا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , نا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ صُهَيْبٍ , عَنْ أَنَسٍ , قَالَ: سَمِعْتُ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ , يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «يَا مُعَاذُ مَنْ طَلَّقَ لِلْبِدْعَةِ وَاحِدَةً أَوِ اثْنَتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا أَلْزَمْنَاهُ بِدْعَتَهُ»

Sunan Daruquthni 3975: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Ahmad bin Abdullah bin Ziyad Al Haddad menceritakan kepada kami, Abu Ash-Shalt Ismail bin Umayyah AdzDzari' menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Shuhaib menceritakan kepada kami dari Anas, dia berkata: Aku mendengar Mu'adz bin Jabal berkata "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Wahai Mu'adz. Barangsiapa menalak secara bid'ah dengan talak satu, dua atau tiga, maka kami berlakukan bid'ahnya padanya'."

Grade

Sunan Daruquthni #3977

سنن الدارقطني ٣٩٧٧: حَدَّثَنَا أَبُو صَالِحٍ الْأَصْبَهَانِيُّ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَعِيدٍ , وَعُثْمَانُ بْنُ جَعْفَرٍ اللَّبَّانُ , قَالَا: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَجَّاجِ بْنِ نَذِيرٍ , نا عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ سُلَيْمَانَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: «مَنْ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ ثَلَاثًا فَقَدْ بَانَتْ مِنْهُ وَعَصَى رَبَّهُ وَخَالَفَ السُّنَّةَ».

Sunan Daruquthni 3977: Abu Shalih Al Ashbahani Abdurrahman bin Sa'id dan Utsman bin Ja'far Al-Labban menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Muhammad bin Al Hajjaj bin Nadzir menceritakan kepada kami, Abdurrahim bin Sulaiman menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Ishaq, dari Nafi', dari Ibnu Umar, dia berkata, "Barangsiapa menalak istrinya yang sedang haid dengan talak tiga, maka istrinya itu menjadi haram baginya, dan dia telah bermaksiat terhadap Rabb-nya dan menyalahi aturan Sunnah."

Grade

Sunan Daruquthni #3979

سنن الدارقطني ٣٩٧٩: نا الْقَاضِي أَحْمَدُ بْنُ كَامِلٍ نا عُبَيْدُ بْنُ كَثِيرٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ مَرْوَانَ الْقَطَّانُ , نا سَعِيدُ بْنُ عُثْمَانَ الْخَزَّازُ , عَنْ عَائِذِ بْنِ حَبِيبٍ , عَنْ أَبَانَ بْنِ تَغْلِبَ , قَالَ: سَأَلْتُ جَعْفَرَ بْنَ مُحَمَّدٍ عَنْ رَجُلٍ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ ثَلَاثًا , فَقَالَ: «بَانَتْ مِنْهُ وَلَا تَحِلُّ لَهُ حَتَّى تَنْكِحَ زَوْجًا غَيْرَهُ» , فَقُلْتُ لَهُ: أُفْتِي النَّاسَ بِهَذَا؟ , قَالَ: «نَعَمْ»

Sunan Daruquthni 3979: Al Qadhi Ahmad bin Kamil menceritakan kepada kami, Ubaid bin Katsir menceritakan kepada kami, Muhammad bin Marwan Al Qaththan menceritakan kepada kami, Sa'id bin Utsman Al Khazzaz menceritakan kepada kami dari A'idz bin Habib, dari Aban bin Taghlib, dia berkata, "Aku pernah bertanya kepada Ja'far bin Muhammad tentang laki-laki yang menalak istrinya dengan talak tiga maka dia menjawab, 'Dia (yakni istrinya) menjadi haram baginya, dan tidak halal lagi baginya sehingga (wanita itu) menikah dengan suami selainnya.' Lalu aku berkata kepadanya, 'Bolehkah aku memberi fatwa kepada orang-orang dengan ini?' Ia menjawab, 'Ya'."

Grade

Sunan Daruquthni #3980

سنن الدارقطني ٣٩٨٠: نا أَبُو الْحَسَنِ عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَحْمَدَ الْمِصْرِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وُهَيْبٍ الْغَزِّيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي السَّرِيِّ , نا رَوَّادُ بْنُ عَبَّادِ بْنِ كَثِيرٍ , عَنْ أَيُّوبَ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «جَعَلَ الْخُلْعَ تَطْلِيقَةً بَائِنَةً»

Sunan Daruquthni 3980: Abu Al Hasan Ali bin Muhammad bin Ahmad Al Mishri menceritakan kepada kami, Abdullah bin Wuhaib Al Ghazzi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abu As-Sari menceritakan kepada kami, Rawwad bin Abbad bin Katsir menceritakan kepada kami dari Ayyub, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi SAW menetapkan khulu'* (talak tebus) sebagai talak ba‘n.

Grade

Sunan Daruquthni #3983

سنن الدارقطني ٣٩٨٣: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , وَالْعَبَّاسُ بْنُ الْعَبَّاسِ بْنِ الْمُغِيرَةِ , قَالَا: نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورِ بْنِ سَيَّارٍ , عَنْ عَبْدِ الرَّزَّاقِ , أنا مَعْمَرٌ , عَنِ ابْنِ طَاوُسٍ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ , يَقُولُ: " كَانَ الطَّلَاقُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَسَنَتَيْنِ مِنْ خِلَافَةِ عُمَرَ: الثَّلَاثَةُ وَاحِدَةٌ , فَقَالَ عُمَرُ: إِنَّ النَّاسَ قَدِ اسْتَعْجَلُوا فِي أَمْرٍ كَانَتْ لَهُمْ فِيهِ أَنَاةٌ فَلَوْ أَمْضَيْنَاهُ عَلَيْهِمْ فَأَمْضَاهُ عَلَيْهِمْ "

Sunan Daruquthni 3983: Muhammad bin Makhlad dan Al Abbas bin Al Abbas bin Al Mughirah menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Ahmad bin Manshur bin Sayyar menceritakan kepada kami dari Abdurrazzaq, Ma'mar mengabarkan kepada kami dari Ibnu Thawus, dari ayahnya, dia berkata: Aku mendengar Ibnu Abbas berkata, "Talak tiga pada masa Rasulullah SAW, Abu Bakar dan dua tahun pertama masa khilafah Umar adalah satu. Lalu Umar berkata, 'Sesungguhnya orang-orang telah bersikap tergesa-gesa dalam urusan yang dulunya mereka berikan penangguhan. Bagaimana kalau kita berlakukan itu pada mereka.' Lalu dia pun memberlakukan itu terhadap mereka."

Grade