سنن الدارقطني ٢٢٩٩: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , ثنا يَزِيدُ بْنُ سِنَانٍ , ثنا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ , حَدَّثَنِي أَبِي , عَنْ قَتَادَةَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ , «أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ» كَانَ لَا يَرَى بَأْسًا بِقَضَاءِ رَمَضَانَ مُتَوَاتِرًا "
Sunan Daruquthni 2299: Abdullah bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Yazid bin Sinan menceritakan kepada kami, Mu'adz bin Hisyam menceritakan kepada kami, bapakku menceritakan kepadaku, dari Qatadah, dari Abdullah bin Abi Mulaikah, bahwa Abu Hurairah berpendapat, tidak mengapa mengqadha puasa bulan Ramadhan secara berturut-turut.
Grade
سنن الدارقطني ٢٣٠٠: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ، نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ , ثنا أَحْمَدُ بْنُ إِسْحَاقَ الْحَضْرَمِيُّ , ثنا وُهَيْبٌ , ثنا عَلِيُّ بْنُ الْحَكَمِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ , عَنْ عُقْبَةَ بْنِ الْحَارِثِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , «أَنَّهُ كَانَ لَا يَرَى بَأْسًا بِقَضَاءِ رَمَضَانَ مُتَقَطِّعًا»
Sunan Daruquthni 2300: Abdullah bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Ahmad bin Manshur memberitakan kepada kami, Ahmad bin Ishak Al Hadhrami menceritakan kepada kami, Wuhaib menceritakan kepada kami, Ali bin Al Hakam menceritakan kepada kami. dari Abdullah bin Abi Mulaikah, dari Uqbah bin Al Harits, dari Abu Hurairah, "Bahwa Abu Hurairah berpendapat, tidak mengapa mengqadha puasa bulan Ramadhan secara terputus-putus."
Grade
سنن الدارقطني ٢٣٠٢: حَدَّثَنَا ابْنُ مَنِيعٍ , ثنا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ , ثنا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ , ثنا مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ , عَنْ مُوسَى بْنِ يَزِيدَ بْنِ مَوْهَبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ مَالِكِ بْنِ يُخَامِرَ , عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ , أَنَّهُ سُئِلَ عَنْ قَضَاءِ رَمَضَانَ , فَقَالَ: «أَحْصِ الْعِدَّةَ وَصُمْ كَيْفَ شِئْتَ»
Sunan Daruquthni 2302: Ibnu Mani' menceritakan kepada kami, Abu Bakar bin Abi Syaibah menceritakan kepada kami, Zaid bin Al Hubab menceritakan kepada kami, Muawiyah bin Shalih menceritakan kepada kami, dari Musa bin Yazid bin Mauhab, dari bapaknya, dari Malik bin Yakhamir, dari Mu'adz bin Jabal, bahwa dia ditanya tentang mengqadha puasa Ramadhan, lalu dia menjawab, "Hitunglah bilangan (hari-hari yang ditinggalkan) dan berpuasalah sekehendakmu."
Grade
سنن الدارقطني ٢٣٠٣: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدِ بْنِ حَفْصٍ , ثنا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَوَادَةَ , حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ خَالِدٍ , ثنا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ , عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ , عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ مَالِكِ بْنِ يُخَامِرَ , عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ , قَالَ: «فَرِّقْ قَضَاءَ رَمَضَانَ وَأَحْصِ الْعِدَّةَ». كَذَا قَالَ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ
Sunan Daruquthni 2303: Muhammad bin Makhlad bin Hafsh menceritakan kepada kami, Ahmad bin Muhammad bin Saudah menceritakan kepada kami, Hammad bin Khalid menceritakan kepada kami, Laits bin Sa'ad menceritakan kepada kami, dari Muawiyah bin Shalih, dari Abu Abdillah, dari bapaknya, dari Malik bin Yakhamir, dari Mu'adz bin Jabal, dia berkata, "Pisahkanlah dalam mengqadha puasa bulan Ramadhan dan hitunglah bilangan (hari-hari yang ditinggalkan)." demikian dia mengatakan dari Abu Abdillah, dari bapaknya.
سنن الدارقطني ٢٣٠٥: حَدَّثَنِي أَبُو الْحُسَيْنِ عَبْدُ الْبَاقِي بْنُ قَانِعٍ الْقَاضِي , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَنْصُورٍ الْفَقِيهُ أَبُو إِسْمَاعِيلَ , وَمُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ , قَالَا: ثنا سُفْيَانُ بْنُ بِشْرٍ , ثنا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي قَضَاءِ رَمَضَانَ: «إِنْ شَاءَ فَرَّقَ وَإِنْ شَاءَ تَابَعَ». لَمْ يُسْنِدْهُ غَيْرُ سُفْيَانَ بْنِ بِشْرٍ.
Sunan Daruquthni 2305: Abul Husain Abdul Baqi bin Qani' Al Qadhi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdullah bin Manshur Al Faqih Abu Ismail dan Muhammad bin Utsman menceritakan kepada kami, keduanya berkata, Sufyan bin Bisyr menceritakan kepada kami, Ali bin Mushir menceritakan kepada kami, dari Ubaidillah bin Umar, dari Nafi', dari Ibnu Umar, bahwa Nabi SAW bersabda tentang mengqadha puasa bulan Ramadhan, "Jika dia menghendaki, boleh secara terpisah dan jika dia menghendaki, boleh berturut-turut." Tidak ada yang memusnadkannya selain Sufyan bin Bisyr.
Grade
سنن الدارقطني ٢٣٠٧: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْبَاقِي بْنُ قَانِعٍ , ثنا بِشْرٌ , ثنا السَّيْلَحِينَيّ , ثنا ابْنُ لَهِيعَةَ , عَنِ الْحَارِثِ بْنِ يَزِيدَ , عَنْ أَبِي تَمِيمٍ الْجَيْشَانِيِّ , عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ , قَالَ: " فَرِّقْ قَضَاءَ رَمَضَانَ إِنَّمَا قَالَ اللَّهُ {فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ} [البقرة: 184] "
Sunan Daruquthni 2307: Abdul Baqi bin Qani' menceritakan kepada kami, Bisyr menceritakan kepada kami, As Sailahani menceritakan kepada kami, Ibnu Lahi'ah menceritakan kepada kami, dari Al Harits bin Yazid, dari Abu Tamim Al Jaisyani. dari Amru bin Al Ash, dia berkata. "Pisahkanlah dalam mengqadha puasa bulan Ramadhan, sesungguhnya Allah berfirman, "Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain." (Qs. Al Baqarah [2]: 184)
Grade
سنن الدارقطني ٢٣٠٨: حَدَّثَنَا ابْنُ مَنِيعٍ , حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ , ثنا يَحْيَى بْنُ سُلَيْمٍ الطَّائِفِيُّ , عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ , قَالَ: بَلَغَنِي أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ تَقْطِيعِ قَضَاءِ صِيَامِ شَهْرِ رَمَضَانَ , فَقَالَ: «ذَلِكَ إِلَيْكَ أَرَأَيْتَ لَوْ كَانَ عَلَى أَحَدِكُمْ دَيْنٌ فَقَضَى الدِّرْهَمَ وَالدِّرْهَمَيْنِ أَلَمْ يَكُنْ قَضَاءُ فَاللَّهِ أَحَقَّ أَنْ يَعْفُوَ وَيَغْفِرَ». إِسْنَادٌ حَسَنٌ إِلَّا أَنَّهُ مُرْسَلٌ. وَقَدْ وَصَلَهُ غَيْرُ أَبِي بَكْرٍ , عَنْ يَحْيَى بْنِ سُلَيْمٍ , إِلَّا أَنَّهُ جَعَلَهُ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ , عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ , عَنْ جَابِرٍ. وَلَا يُثْبَتُ مُتَّصِلًا
Sunan Daruquthni 2308: Ibnu Mani' menceritakan kepada kami, Abu Bakar bin Abi Syaibah menceritakan kepada kami, Yahya bin Sulaim Ath-Tha'ifi menceritakan kepada kami, dari Musa bin Uqbah, dari Muhammad bin Al Munkadir, dia berkata: Telah sampai berita kepadaku bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang mengqadha puasa bulan Ramadhan secara terputus-putus, maka beliau menjawab, "Itu terserah kamu. Bagaimana pendapatmu jika salah seorang di antara kalian memiliki hutang, lalu melunasinya dengan satu dirham dan dua dirham, bukankah itu disebut melunasinya? maka Allah lebih berhak untuk memberikan maaf dan memberikan ampunan." Sanadnya hasan, hanya saja mursal. Dan telah dimaushulkan oleh selain Abu Bakar dari Yahya bin Sulaim, hanya saja dia meriwayatkannya dari Musa bin Uqbah, dari Abu AzZubair, dari Jabir dan tidak kuat secara bersambung.
Grade
سنن الدارقطني ٢٣٠٩: حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى , ثنا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْأَزْهَرِ , ثنا سَهْلُ بْنُ الْفَضْلِ أَبُو سَعِيدٍ السِّجِسْتَانِيُّ , ثنا يَحْيَى بْنُ سُلَيْمٍ , عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ , عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ , عَنْ جَابِرٍ , قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ تَقْطِيعِ صِيَامِ شَهْرِ رَمَضَانَ , فَقَالَ: «أَرَأَيْتَ لَوْ كَانَ عَلَى أَحَدِكُمْ دَيْنٌ فَقَضَاهُ الدِّرْهَمَ وَالدِّرْهَمَيْنِ حَتَّى يَقْضِيَهُ , هَلْ كَانَ ذَلِكَ قَضَاءُ دَيْنِهِ أَوْ قَاضِيهِ؟» , قَالُوا: نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ نَحْوَهُ. كَذَا قَالَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ , عَنْ جَابِرٍ
Sunan Daruquthni 2309: Ibrahim bin Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami, Ahmad bin Muhammad bin Al Azhar menceritakan kepada kami, Sahl bin Al Fadhl Abu Sa'id AsSijistani menceritakan kepada kami, Yahya bin Sulaim menceritakan kepada kami, dari Musa bin Uqbah, dari Abu Az-Zubair, dari Jabir, dia berkata, "Rasulullah SAW ditanya tentang mengqadha puasa bulan Ramadhan secara terputus-putus, maka beliau menjawab, "Bagaimana pendapatmu jika salah seorang di antara kalian memiliki hutang, lain melunasinya dengan satu dirham dan dua dirham, apakah itu dinamakan melunasi hutangnya?" Mereka menjawab. "Ya. wahai Rasulullah." Dengan hadits yang serupa itu. Demikian dia mengatakan dari Abu Az-Zubair idari Jabir.
Grade
سنن الدارقطني ٢٣١٩: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدٍ الصَّفَّارُ , ثنا الْحَسَنُ بْنُ الْفَضْلِ بْنِ السَّمْحِ , ثنا عَلِيُّ بْنُ زَمْعَةَ الرَّازِيُّ , ثنا عَبْدُ الصَّمَدِ الْمُقْرِيُّ الرَّازِيُّ , ثنا عُمَرُ بْنُ أَبِي قَيْسٍ , عَنْ مُطَرِّفٍ , عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ , عَنْ مُجَاهِدٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ فِيمَنْ فَرَّطَ فِي قَضَاءِ رَمَضَانَ حَتَّى أَدْرَكَهُ رَمَضَانُ آخَرُ , قَالَ: «يَصُومُ هَذَا مَعَ النَّاسِ وَيَصُومُ الَّذِي فَرَّطَ فِيهِ , وَيُطْعِمُ لِكُلِّ يَوْمٍ مِسْكِينًا». إِسْنَادٌ صَحِيحٌ مَوْقُوفٌ
Sunan Daruquthni 2319: Ismail bin Muhammad Ash-Shaffar menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Al Fadhl bin As-Samh menceritakan kepada kami, Ali bin Zanjah Ar-Razi menceritakan kepada kami, Abdushshamad Al Muqrf Ar-Razi menceritakan kepada kami, Umar bin Abi Qais menceritakan kepada kami, dari Mutharrif. dari Abu Ishak, dari Mujahid, dari Abu Hurairah tentang orang yang mengabaikan dalam mengqadha puasa Ramadhan' hingga menjumpai Ramadhan yang lain, dia mengatakan, "Orang ini berpuasa bersama orang-orang dan berpuasa sebagai pengganti hari yang ia abaikan, serta memberikan makan setiap hari satu orang miskin." Sanadnya shahih mauquf.
Grade