سنن الدارقطني ٣٧٨٥: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ بِشْرٍ , نا سُفْيَانُ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ مَوْلَى أَبِي طَلْحَةَ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ , عَنْ عُمَرَ , قَالَ: «يَنْكِحُ الْعَبْدُ امْرَأَتَيْنِ وَيُطَلِّقُ تَطْلِيقَتَيْنِ وَتَعْتَدُّ الْأَمَةُ حَيْضَتَيْنِ فَإِنْ لَمْ تَحِضْ فَشَهْرَيْنِ أَوْ شَهْرًا وَنِصْفًا»
Sunan Daruquthni 3785: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Bisyir menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdurrahman maula Abu Thalhah menceritakan kepada kami dari Sulaiman bin Yasar, dari Abdullah bin Utbah, dari Umar, dia berkata, "Seorang budak pria boleh menikahi dua wanita, baginya ada dua kali talak, istrinya mendapat dua kali haid sebagai iddah, jika tidak lagi haid maka iddah-nya dua bulan, atau sebulan setengah."
Grade
سنن الدارقطني ٣٨٠٠: نا أَبُو عَلِيٍّ الْمَالِكِيُّ , نا أَبُو حَفْصٍ , نا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ , نا عَلِيُّ بْنُ الْمُبَارَكِ , نا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ , أَنَّ عُمَرَ بْنَ مُعَتِّبٍ أَخْبَرَهُ , أَنَّ أَبَا حَسَنٍ مَوْلَى بَنِي نَوْفَلٍ أَخْبَرَهُ , قَالَ: [ص:480] اسْتَفْتَيْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ فِي عَبْدٍ تَحْتَهُ مَمْلُوكَةٌ فَطَلَّقَهَا تَطْلِيقَتَيْنِ ثُمَّ عُتِقَا جَمِيعًا , قَالَ: «يَخْطُبُهَا إِنْ شَاءَ , قَضَى بِذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ»
Sunan Daruquthni 3800: Abu Ali Al Maliki menceritakan kepada kami, Abu Hafash menceritakan kepada kami, Yahya bin Sa'id menceritakan kepada kami, Ali bin Al Mubarak menceritakan kepada kami, Yahya bin Abu Katsir menceritakan kepada kami, bahwa Umar bin Mu'attib mengabarkan kepadanya, Abu Hasan maula bani Naufal mengabarkan kepadanya, ia berkata: Aku pernah bertanya kepada Ibnu Abbas tentang seorang pria yang mempunyai budak wanita, lalu ia talak dua kali dan merdekakannya, maka ia menjawab, "Ia boleh kembali melamarnya kalau ia mau, seperti itulah Rasulullah SAW memberikan keputusan."
Grade
سنن الدارقطني ٣٨٠١: نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدٍ الصَّفَّارُ , نا عَلِيُّ بْنُ سَهْلِ بْنِ الْمُغِيرَةِ , نا أَبُو نُعَيْمٍ , نا شَيْبَانُ , عَنْ يَحْيَى , عَنْ عُمَرَ بْنِ مُعَتِّبٍ , أَنَّ أَبَا حَسَنٍ مَوْلَى بَنِي نَوْفَلٍ أَخْبَرَهُ , أَنَّهُ اسْتَفْتَى ابْنَ عَبَّاسٍ فِي مَمْلُوكٍ كَانَتْ تَحْتَهُ مَمْلُوكَةٌ فَطَلَّقَهَا [ص:481] تَطْلِيقَتَيْنِ وَبَانَتْ مِنْهُ ثُمَّ إِنَّهُمَا أُعْتِقَا بَعْدَ ذَلِكَ هَلْ يَصِحُّ لِلرَّجُلِ أَنْ يَخْطُبَهَا , قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: «نَعَمْ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَضَى بِذَلِكَ»
Sunan Daruquthni 3801: Ismail bin Muhammad Ash-Shaffar menceritakan kepada kami, Ali bin Sahal bin Al Mughirah menceritakan kepada kami, Abu Nu'aim menceritakan kepada kami, Syaiban menceritakan kepada kami dari Yahya, dari Umar bin Mu'attib bahwa Abu Hasan maula bani Naufal mengabarkan kepadanya, ia pernah meminta fatwa kepada Ibnu Abbas tentang seorang budak yang memiliki seorang istri yang juga budak, lalu ia mentalaknya dengan talak dua sampai habis iddah-nya. Setelah itu ia memerdekakan mantan istrinya itu, bolehkah pria itu melamarnya kembali? Ibnu Abbas menjawab, "Ya, karena Rasulullah SAW memberikan keputusan seperti itu."
سنن الدارقطني ٣٨٠٢: نا أَحْمَدُ بْنُ الْحُسَيْنِ أَبُو حَامِدٍ الْهَمْدَانِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عُمَرَ الْمُنْكَدِرِيُّ , نا أَبُو حَنِيفَةَ مُحَمَّدُ بْنُ رَبَاحِ بْنِ يُوسُفَ الْجَوْزَجَانِيُّ , وَمُحَمَّدُ بْنُ صَالِحِ بْنِ سُهَيْلٍ , قَالَا: نا صَالِحُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ التِّرْمِذِيُّ , نا سَلْمُ بْنُ سَالِمٍ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «إِذَا كَانَتِ الْأَمَةُ تَحْتَ الرَّجُلِ فَطَلَّقَهَا تَطْلِيقَتَيْنِ ثُمَّ اشْتَرَاهَا لَمْ تَحِلَّ لَهُ حَتَّى تَنْكِحَ زَوْجًا غَيْرَهُ»
Sunan Daruquthni 3802: Ahmad bin Al Husain Abu Hamid Al Hamdani menceritakan kepada kami. Ahmad bin Muhammad bin Umar Al Munkadiri menceritakan kepada kami. Abu Hanifah Muhammad bin Rabah bin Yusuf Al Jauzajani dan Muhammad bin Shalih bin Suhail menceritakan kepada kami, mereka berkata: Shalih bin Abdullah At-Tirmidzi menceritakan kepada kami, Salam bin Salim menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Nafi', dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Jika seorang budak wanita menjadi istri seseorang lalu suaminya mentalaknya talak dua, kemudian membelinya, maka ia tidak halal baginya sampai menikah dengan lelaki lain."
Grade
سنن الدارقطني ٣٨٢٤: نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ , نا إِسْحَاقُ بْنُ الْحَسَنِ , نا أَبُو حُذَيْفَةَ , نا سُفْيَانُ , عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ , عَنْ طَاوُسٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: «الْخُلْعُ فُرْقَةٌ وَلَيْسَ بِطَلَاقٍ»
Sunan Daruquthni 3824: Muhammad bin Abdullah bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Ishaq bin Al Hasan menceritakan kepada kami, Abu Hudzaifah menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami dan Habib bin Abu Tsabit, dari Thawus, dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Khulu, itu perpisahan tapi bukan talak."
Grade
سنن الدارقطني ٣٨٢٥: نا أَبُو بَكْرٍ الشَّافِعِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ شَاذَانَ , نا مُعَلَّى بْنُ مَنْصُورٍ , نا أَبُو عَوَانَةَ , عَنْ لَيْثٍ , عَنْ طَاوُسٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ «أَنَّهُ جَمَعَ بَيْنَ رَجُلٍ وَامْرَأَتِهِ بَعْدَ تَطْلِيقَتَيْنِ وَخُلْعٍ»
Sunan Daruquthni 3825: Abu Bakar Asy-Syafi'i, Muhammad bin Syadzan menceritakan kepada kami, Mu'alla bin Manshur menceritakan kepada kami, Abu Awanah menceritakan kepada kami dari Laits, dari Thawus, dari Ibnu Abbas, bahwa ia menyatukan kembali dalam ikatan pernikahan seorang suami dengan istrinya setelah dua kali talak dan satu kali khulu'.
Grade
سنن الدارقطني ٣٨٢٧: نا ابْنُ صَاعِدٍ , نا أَبُو عُبَيْدِ اللَّهِ الْمَخْزُومِيُّ , نا سُفْيَانُ , عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جُمْهَانَ مَوْلَى الْأَسْلَمِيِّ , عَنْ أُمِّ بَكْرَةَ الْأَسْلَمِيَّةِ , أَنَّهَا اخْتَلَعَتْ مِنْ زَوْجِهَا فِي زَمَانِ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ , فَقَالَ عُثْمَانُ: «هِيَ تَطْلِيقَةٌ إِلَّا أَنْ يَكُونَا سَمَّيَا شَيْئًا فَهُوَ عَلَى مَا سَمَّيَاهُ»
Sunan Daruquthni 3827: Ibnu Sha'id menceritakan kepada kami, Abu Ubaidullah Al Makhzumi menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Jumhan maula Al Aslami, dari Ummu Bakarah Al Aslamiyah bahwa ia pernah meng-khulu' suaminya pada masa Utsman bin Affan dan Utsman berkata kepadanya, "Ia sama dengan talak, kecuali kalau keduanya (suami istri) mensyaratkan sesuatu, maka harus sesuai dengan yang mereka syaratkan itu."
Grade
سنن الدارقطني ٣٨٤٣: نا الْقَاضِي الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ جَرِيرِ بْنِ جَبَلَةَ , نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَائِشَةَ , نا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , عَنْ قَتَادَةَ , عَنْ أَنَسٍ , أَنَّ رَجُلًا قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَيْسَ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: {الطَّلَاقُ مَرَّتَانِ} [البقرة: 229] , فَلِمَ صَارَ ثَلَاثًا؟ " , قَالَ: " {فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌ} [البقرة: 229] بِإِحْسَانٍ "
Sunan Daruquthni 3843: Al Qadhi Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Jarir bin Jabalah menceritakan kepada kami, Ubaidulah bin Aisyah menceritakan kepada kami, Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami dari Qatadah, dari Anas, bahwa seorang laki-laki berkata, "Wahai Rasulullah, bukankah Allah Ta'ala telah berfirman, 'Talak itu dua kali, lalu mengapa menjadi tiga?" Beliau menjawab, "Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma'ruf atau menceraikan dengan cara yang baik." (Qs. Al Baqarah [2]: 220)
Grade
سنن الدارقطني ٣٨٤٤: نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ الْقَطَّانُ , وَآخَرُونَ قَالُوا: نا إِدْرِيسُ بْنُ عَبْدِ الْكَرِيمِ الْمُقْرِئُ , نا لَيْثُ بْنُ حَمَّادٍ , نا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ سُمَيْعٍ الْحَنَفِيُّ , عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ , قَالَ: قَالَ رَجُلٌ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنِّي أَسْمَعُ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ {الطَّلَاقُ مَرَّتَانِ} [البقرة: 229] , فَأَيْنَ الثَّالِثَةُ؟ , قَالَ: " {فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌ} [البقرة: 229] بِإِحْسَانٍ هِيَ الثَّالِثَةُ ". كَذَا قَالَ عَنْ أَنَسٍ وَالصَّوَابُ عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ سُمَيْعٍ , عَنْ أَبِي رَزِينٍ مُرْسَلٌ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Sunan Daruquthni 3844: Ahmad bin Muhammad bin Ziyad Al Qaththan dan yang lainnya menceritakan kepada kami, mereka berkata: Idris bin Abdul Karim Al Muqri menceritakan kepada kami, Laits bin Hammad menceritakan kepada kami, Abdul Wahid bin Ziyad menceritakan kepada kami Ismail bin Sumai' Al Hanafi menceritakan kepada kami dari Anas bin Malik, dia berkata: Seorang laki-laki berkata kepada Nabi SAW, "Sesungguhnya aku mendengar Allah Ta'ala berfirman, 'Talak itu dua kali,'' lalu bagaimana yang ketiga?'." Beliau menjawab, "Boleh rujuk lagi dengan cara yang ma'ruf atau menceraikan dengan cara yang baik adalah yang ketiga." Demikian yang ia katakan, yaitu dari Anas. Yang benar adalah, dari Ismail bin Sumai', dari Abu Razin secara mursal, dari Nabi SAW.
Grade
سنن الدارقطني ٣٨٤٥: نا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي الثَّلْجِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ حَمَّادٍ الطِّهْرَانِيُّ , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , أَخْبَرَنِي عَمِّي وَهْبُ بْنُ نَافِعٍ قَالَ: سَمِعْتُ عِكْرِمَةَ , يُحَدِّثُ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , يَقُولُ: " الطَّلَاقُ عَلَى أَرْبَعَةِ وُجُوهٍ , وَجْهَانِ حَلَالٌ وَوَجْهَانِ حَرَامٌ , فَأَمَّا الْحَلَالُ: فَأَنْ يُطَلِّقَهَا طَاهِرًا عَنْ غَيْرِ جِمَاعٍ , وَأَنْ يُطَلِّقَهَا حَامِلًا مُسْتَبِينًا , وَأَمَّا الْحَرَامُ فَأَنْ يُطَلِّقَهَا وَهِيَ حَائِضٌ , أَوْ يُطَلِّقَهَا حِينَ يُجَامِعَهَا لَا تَدْرِي أَشْتَمَلَ الرَّحِمُ عَلَى وَلَدٍ أَمْ لَا؟ "
Sunan Daruquthni 3845: Muhammad bin Ahmad Abu Ats-Tsalj menceritakan kepada kami, Muhammad bin Hammad Ath-Thihrani menceritakan kepada kami, Abdurrazzaq menceritakan kepada kami, pamanku Wahb bin Nafi' mengabarkan kepadaku, dia berkata: "Aku mendengar Ikrimah menceritakan dari Ibnu Abbas, dia berkata, 'Talak itu ada empat macam. Dua macam halal dan dua macam haram. Yang halal adalah: Menalaknya (yakni menalak istri) dalam keadaan suci tanpa dicampuri lagi, dan menalaknya dalam keadaan hamil yang nyata. Adapun yang haram: Menalaknya dalam keadaan haid, atau menalaknya pada masa setelah dicampuri, sehingga tidak tahu apakah rahimnya mengandung anak atau tidak'."
Grade