Hasil Pencarian: shalat sunnah 235 Hadits

Sunan Abu Dawud #1629

سنن أبي داوود ١٦٢٩: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ يَعْنِي ابْنَ بِلَالٍ ح و حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ الْمَعْنَى وَاحِدٌ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى الظُّهْرَ وَالْعَصْرَ بِأَذَانٍ وَاحِدٍ بِعَرَفَةَ وَلَمْ يُسَبِّحْ بَيْنَهُمَا وَإِقَامَتَيْنِ وَصَلَّى الْمَغْرِبَ وَالْعِشَاءَ بِجَمْعٍ بِأَذَانٍ وَاحِدٍ وَإِقَامَتَيْنِ وَلَمْ يُسَبِّحْ بَيْنَهُمَا قَالَ أَبُو دَاوُد هَذَا الْحَدِيثُ أَسْنَدَهُ حَاتِمُ بْنُ إِسْمَعِيلَ فِي الْحَدِيثِ الطَّوِيلِ وَوَافَقَ حَاتِمَ بْنَ إِسْمَعِيلَ عَلَى إِسْنَادِهِ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيٍّ الْجُعْفِيُّ عَنْ جَعْفَرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَابِرٍ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ فَصَلَّى الْمَغْرِبَ وَالْعَتَمَةَ بِأَذَانٍ وَإِقَامَةٍ

Sunan Abu Daud 1629: Telah menceritakan kepada Kami [Abdullah bin Maslamah], telah menceritakan kepada Kami [Sulaiman yaitu Ibnu Bilal]. Telah diriwayatkan melalui jalur yang lain: Telah menceritakan kepada Kami [Ahmad bin Hanbal], telah menceritakan kepada Kami [Abdul Wahhab Ats Tsaqafi] dan maknanya satu, dari [Ja'far bin Muhammad], dari [ayahnya], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan Shalat Dhuhur, dan 'Ashar dengan satu adzan dua iqamah di 'Arafah, dan tidak melakukan shalat sunnah antara keduanya. Beliau melakukan Shalat Maghrib, serta Isya` dijama', dengan satu adzan dan dua iqamah, serta tidak melakukan shalat sunnah diantara keduanya. Abu Daud berkata: hadits ini di sanadkan oleh [Hatim bin Isma'il] dalam hadits yang panjang dan sanad Hatim bin Isma'il telah disepakati oleh [Muhammad bin Ali Al Ju'fi], dari [Ja'far], dari [ayahnya] dari [Jabir] hanya saja ia berkata: kemudian melakukan Shalat Maghrib serta 'Isya` dengan satu adzan dan satu iqamah.

Grade

Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Shahih,

Shahih Ibnu Khuzaimah #1633

صحيح ابن خزيمة ١٦٣٣: قَالَ أَبُو بَكْرٍ: فِي خَبَرِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ مِقْسَمٍ، عَنْ جَابِرٍ، كَانَ مُعَاذٌ يُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعِشَاءَ، ثُمَّ يَرْجِعُ فَيُصَلِّي بِأَصْحَابِهِ. قَالَ أَبُو بَكْرٍ: قَدْ أَمْلَيْتُ هَذِهِ الْمَسْأَلَةَ بِتَمَامِهَا، بَيَّنْتُ فِيهَا أَخْبَارَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي صَلَاةِ الْخَوْفِ أَنَّهُ صَلَّى بِإِحْدَى الطَّائِفَتَيْنِ تَطَوُّعًا، وَصَلَّوْا خَلْفَهُ فَرِيضَةً لَهُمْ، فَكَانَتْ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَطَوُّعًا، وَلَهُمْ فَرِيضَةً.

Shahih Ibnu Khuzaimah 1633: Abu Bakar berkata, "Sebenarnya dalam hadits Ubaidillah bin Muqasim yang menerima hadits dari Jabir disebutkan bahwasanya Mu'adz melaksanakan shalat isya bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Setelah itu ia pulang dan melaksanakan shalat bersama para sahabatnya." Abu Bakar berkata, "Sebenarnya aku telah mendiktekan permasalahan ini secara menyeluruh dan aku terangkan pula di dalamnya tentang beberapa hadits Nabi dalam shalat khauf bahwasanya Rasulullah melaksanakan shalat sunnah dengan salah satu dari dua kelompok, sementara mereka sendiri malah melaksanakan shalat fardhu di belakang beliau."

Shahih Ibnu Khuzaimah #1635

صحيح ابن خزيمة ١٦٣٥: نا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، وَيَحْيَى بْنُ حَكِيمٍ قَالَا: ثنا عَبْدُ الْوَهَّابِ، ح وَثنا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى الْقَزَّازُ، ثنا عَبْدُ الْوَارِثِ قَالَا: نا أَيُّوبُ، ح وَثنا أَبُو هَاشِمٍ زِيَادُ بْنُ أَيُّوبَ، نا إِسْمَاعِيلُ يَعْنِي ابْنَ عُلَيَّةَ، أَخْبَرَنَا أَيُّوبُ، عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ الْبَرَاءِ قَالَ: أَخَّرَ ابْنُ زِيَادٍ الصَّلَاةَ، فَأَتَانِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الصَّامِتِ، فَأَلْقَيْتُ لَهُ كُرْسِيًّا، فَجَلَسَ عَلَيْهِ، فَذَكَرْتُ لَهُ صُنْعَ ابْنِ زِيَادٍ، فَعَضَّ عَلَى شَفَتَيْهِ، ثُمَّ ضَرَبَ يَدَهُ عَلَى فَخِذِي، وَقَالَ: إِنِّي سَأَلْتُ أَبَا ذَرٍّ كَمَا سَأَلَتْنِي، فَضَرَبَ فَخِذِي كَمَا ضَرَبْتُ فَخِذَكَ، وَقَالَ: إِنِّي سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا سَأَلَتْنِي، فَضَرَبَ فَخِذِي، كَمَا ضَرَبْتُ فَخِذَكَ، وَقَالَ: " صَلِّ الصَّلَاةَ لِوَقْتِهَا، فَإِنْ أَدْرَكَتْكَ مَعَهُمْ فَصَلِّ، وَلَا تَقُلْ: إِنِّي قَدْ صَلَّيْتُ فَلَا أُصَلِّي ". هَذَا حَدِيثُ بُنْدَارٍ وَقَالَ يَحْيَى بْنُ حَكِيمٍ: فَعَضَّ عَلَى شَفَتَيْهِ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1635: Muhammad bin Basyar dan Yahya bin Hakim memberitakan kepada kami dan berkata, "Kami menerima hadits ini dari Abdul Wahhab, Ha, Imran bin Musa Al Qazaz memberitakan kepada kami, Abdul Warits memberitakan kepada kami, mereka berkata, "Ayyub memberitakan kepada kami, Ha, Abu Hasyim Ziyad bin Ayyub memberitakan kepada kami, Ismail —maksudnya Ibnu Ulyah— memberitakan kepada kami, Ayyub memberitakan kepada kami, dari Abu Aliyah Al Bara yang telah berkata, "Pernah pada suatu ketika Ibnu Ziyad menunda waktu shalatnya. Tiba-tiba, Abdullah bin Shamit datang menemuiku, maka aku sediakan sebuah kursi untuk tempat duduknya seraya menyebutkan bahwa kursi tersebut adalah buatan Ibnu Ziyad, lalu Abdullah bin Shamit menggigit kedua bibirnya dan memukulkan tangannya ke pahaku seraya berkata, 'Ketahuilah, aku pernah bertanya kepada Abu Dzar (seperti engkau bertanya kepadaku). Lalu Abu Dzar memukulkan tangannya ke pahaku sebagaimana aku memukul pahamu dan berkata, 'Aku pernah bertanya kepada Rasulullah (seperti engkau bertanya kepadaku dan Rasulullah memukulkan tangannya ke pahaku sebagaimana aku memukul pahamu seraya bersabda, 'Shalatlah tepat pada waktunya. Apabila kamu telah melaksanakan shalat berjama'ah, maka shalat sunnahlah sendirian dan janganlah berkata, 'Aku telah shalat dan tidak perlu shalat lagi'." Ini adalah hadits Bundar. Sementara itu, Yahya bin Hakim berkata, "Lalu ia menggigit kedua bibirnya."

Sunan Nasa'i #1640

سنن النسائي ١٦٤٠: أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ مَالِكٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ الْمُطَّلِبِ بْنِ أَبِي وَدَاعَةَ عَنْ حَفْصَةَ قَالَتْ مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى فِي سُبْحَتِهِ قَاعِدًا قَطُّ حَتَّى كَانَ قَبْلَ وَفَاتِهِ بِعَامٍ فَكَانَ يُصَلِّي قَاعِدًا يَقْرَأُ بِالسُّورَةِ فَيُرَتِّلُهَا حَتَّى تَكُونَ أَطْوَلَ مِنْ أَطْوَلَ مِنْهَا

Sunan Nasa'i 1640: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dari [Malik] dari [Ibnu Syihab] dari [As Saib bin Yazid] dari [Al Muththalib bin Abu Wada'ah] dari [Hafshah] dia berkata: "Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat sunnah sambil duduk, hingga menjelang setahun sebelum beliau walat, (saat itu) beliau sering shalat sambil duduk, membaca surah Al Qur'an dengan tartil, sampai-sampai beliau memperlama dalam membacanya."

Grade

Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Shahih,

Sunan Abu Dawud #1645

سنن أبي داوود ١٦٤٥: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى الْمَغْرِبَ وَالْعِشَاءَ بِالْمُزْدَلِفَةِ جَمِيعًا حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ خَالِدٍ عَنْ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ بِإِسْنَادِهِ وَمَعْنَاهُ وَقَالَ بِإِقَامَةٍ إِقَامَةِ جَمْعٍ بَيْنَهُمَا قَالَ أَحْمَدُ قَالَ وَكِيعٌ صَلَّى كُلَّ صَلَاةٍ بِإِقَامَةٍ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا شَبَابَةُ ح و حَدَّثَنَا مَخْلَدُ بْنُ خَالِدٍ الْمَعْنَى أَخْبَرَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ عَنْ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ بِإِسْنَادِ ابْنِ حَنْبَلٍ عَنْ حَمَّادٍ وَمَعْنَاهُ قَالَ بِإِقَامَةٍ وَاحِدَةٍ لِكُلِّ صَلَاةٍ وَلَمْ يُنَادِ فِي الْأُولَى وَلَمْ يُسَبِّحْ عَلَى إِثْرِ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا قَالَ مَخْلَدٌ لَمْ يُنَادِ فِي وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا

Sunan Abu Daud 1645: Telah menceritakan kepada Kami [Abdullah bin Maslamah], dari [Malik] dari [Ibnu Syihab] dari [Salim bin Abdullah], dari [Abdullah bin Umar] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan Shalat Maghrib dan Isya` di Muzdalifah. Telah menceritakan kepada Kami [Ahmad bin Hanbal], telah menceritakan kepada Kami [Hammad bin Khalid], dari [Ibnu Abu Dzi`bin], dari [Az Zuhri] dengan sanad serta maknanya. Dan ia berkata: "Dengan satu iqamah jama' antara keduanya." Ahmad berkata: [Waki'] berkata: "Beliau melakukan setiap shalat dengan satu iqamah." Telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Abu Syaibah], telah menceritakan kepada kami Syababah. Dari jalur yang lain: Dan telah menceritakan kepada kami [Makhlad bin Khalid] secara makna, telah mengabarkan kepada kami ['Utsman bin 'Umar] dari [Ibnu Abu Dzi`b] dari [Az Zuhri] dengan sanad Ahmad bin Hanbal dari Hammad dan dengan maknanya: Ia berkata: "Dengan satu iqamah untuk setiap shalat dan tidak mengumandangkan adzan pada shalat pertama serta tidak melakukan shalat sunnah setelah melakukan setiap shalat diantara kedua shalat tersebut." Makhlad berkata: "Tidak mengumandangkan adzan pada satu pun diantara kedua shalat tersebut."

Grade

Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : 1. Shahih 1926 2. Shahih 1927 3. Shahih 1928,

Shahih Ibnu Khuzaimah #1671

صحيح ابن خزيمة ١٦٧١: نا مُحَمَّدُ بْنُ عَزِيزٍ الْأَيْلِيُّ، أَنَّ سَلَامَةَ حَدَّثَهُمْ، عَنْ عُقَيْلٍ، أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ مُسْلِمٍ، أَنَّ مَحْمُودَ بْنَ الرَّبِيعِ الْأَنْصَارِيَّ أَخْبَرَهُ قَالَ: قَالَ لِي عِتْبَانُ بْنُ مَالِكٍ: فَغَدَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو بَكْرٍ حِينَ ارْتَفَعَ النَّهَارُ، فَاسْتَأْذَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَذِنْتُ لَهُ، فَلَمْ يَجْلِسْ حَتَّى دَخَلَ الْبَيْتَ ثُمَّ قَالَ: «أَيْنَ تُحِبُّ أَنْ أُصَلِّيَ فِي بَيْتِكَ؟» قَالَ: فَأَشَرْتُ لَهُ إِلَى نَاحِيَةِ الْبَيْتِ، فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَكَبَّرَ، فَقُمْنَا، فَصَفَفْنَا، فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ سَلَّمَ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1671: Muhammad bin Aziz Al Aili memberitakan kepada kami bahwasanya Salama telah menceritakan kepada mereka, dari Aqil, Muhammad bin Muslim, bahwasannya Mahmud bin Rabi' Al Anshari telah menceritakan kepadanya bahwa Itban bin Malik telah berkata kepadanya, "suatu ketika di siang hari, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan Abu Bakar pernah datang ke rumahku. Lalu Rasulullah mengetuk pintu dan aku pun mempersilahkannya untuk masuk ke dalam rumah. Setelah itu beliau masuk ke dalam rumah seraya bertanya, 'Hai Itban, di manakah tempat yang baik untuk aku shalat?' lalu aku menunjukkan sudut rumah kepadanya. Kemudian beliau mulai melaksanakan shalat dengan mengucapkan takbir. Akhirnya kami berdiri sambil berbaris di shaf dan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat."

Shahih Ibnu Khuzaimah #1703

صحيح ابن خزيمة ١٧٠٣: نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ بِشْرٍ، نا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، ثنا عُمَرُ بْنُ عَطَاءٍ، وَثنا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، ثنا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَنِي عُمَرُ بْنُ عَطَاءِ بْنِ أَبِي الْخُوَارِ، ح وَثنا عَلِيُّ بْنُ سَهْلٍ الرَّمْلِيُّ، ثنا الْوَلِيدُ، حَدَّثَنِي ابْنُ جُرَيْجٍ، عَنْ عُمَرَ بْنِ عَطَاءٍ قَالَ: أَرْسَلَنِي نَافِعُ بْنُ جُبَيْرٍ إِلَى السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ أَسْأَلُهُ، فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ: نَعَمْ صَلَّيْتُ الْجُمُعَةَ فِي الْمَقْصُورَةِ مَعَ مُعَاوِيَةَ، فَلَمَّا سَلَّمَ قُمْتُ أُصَلِّي، فَأَرْسَلَ إِلَيَّ فَأَتَيْتُهُ، فَقَالَ: " إِذَا صَلَّيْتَ الْجُمُعَةَ فَلَا تَصِلْهَا بِصَلَاةٍ، إِلَّا أَنْ تَخْرُجَ أَوْ تَتَكَلَّمَ؛ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِذَلِكَ. وَقَالَ ابْنُ رَافِعٍ، وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ: أَمَرَ بِذَلِكَ أَلَّا تُوصِلَ صَلَاةٌ بِصَلَاةٍ حَتَّى تَخْرُجَ أَوْ تَتَكَلَّمَ. قَالَ أَبُو بَكْرٍ: عُمَرُ بْنُ عَطَاءِ بْنِ أَبِي الْخُوَارِ هَذَا ثِقَةٌ، وَالْآخَرُ هُوَ عُمَرُ بْنُ عَطَاءٍ، تَكَلَّمَ أَصْحَابُنَا فِي حَدِيثِهِ لِسُوءِ حِفْظِهِ، قَدْ رَوَى ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْهُمَا جَمِيعًا

Shahih Ibnu Khuzaimah 1703: Abdurrahman bin Basyar memberitakan kepada kami, Ilajjaj bin Muhammad memberitakan kepada kami, dari Ibnu Juraij, Umar bin 'Atha menceritakan kepada kami, Muhammad bin Rafi’ menceritakan kepada kami, Abdurrazzak menceritakan kepada kami, lbnu Juraij memberitakan kepada kami, Umar bin 'Atha bin Abu Al Khuwar memberitakan kepada ku, Ha, Ali bin Sahal Ar-Ramli menceritakan kepadaku, Al Walid menceritakan kepada kami, lbnu Juraij menceritakan kepada ku, dari Umar bin 'Atha yang telah berkata, "Nafi' bin Zubair telah mengutusku untuk menemui Saib bin Yazid. Kemudian aku mengajukan sebuah pertanyaan kepadanya (tentang shalat jum'at). Lalu ia pun menjawab, 'ya. Aku pernah melaksanakan shalat jum’at bersama Mu’awiyah di Maqshurah. Usai melaksanakan shalat jum’at, maka aku langsung berdiri untuk melaksanakan shalat sunnah. Akan tetapi, Mu’awiyah malah memanggilku. Lalu aku pun datang menemuinya. Kemudian ia berkata, 'hai sahabatku Umar bin 'Atha, apabila kamu telah melaksanakan shalat jum’at, maka janganlah langsung melaksanakan shalat sunnah kecuali setelah keluar dari masjid atau berbicara. Karena sesungguhnya Rasulullah pernah memerintahkan hal itu’." Ibnu Rafi’ dan Abdurrahman berkata, "(yang dimaksud dengan) memerintahkan hal itu adalah agar jangan disambung antara shalat wajib dengan shalat sunnah hingga kamu keluar dari masjid atau berbicara (dengan orang lain)." Abu Bakar berkata, "Umar bin Atha bin Abu Khuwar adalah orang yang dapat dipercaya. Dan yang satunya lagi adalah Umar bin Atha yang menurut pendapat teman-teman kami adalah orang yang buruk hapalannya. Ibnu Juraij telah meriwayatkan hadits dari kedua umar tersebut."

Shahih Ibnu Hibban #1719

صحيح ابن حبان ١٧١٩: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا مَرْحُومُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ الْقُرَشِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو عِمْرَانَ الْجَوْنِيُّ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ الصَّامِتِ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ‏:‏ قَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ صَلِّ الصَّلاَةَ لِوَقْتِهَا، فَإِنْ أَتَيْتَ الْقَوْمَ وَقَدْ صَلَّوْا كُنْتَ قَدْ أَحْرَزْتَ صَلاَتَكَ، وَإِنْ لَمْ يَكُونُوا صَلَّوْا صَلَّيْتَ مَعَهُمْ، وَكَانَتْ لَكَ نَافِلَةً‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1719: Abdullah bin Muhammad Al Azdi telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ishaq bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Marhum bin Abdul Aziz al Qurasyi telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abu Imran Al Jauni telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Abdullah bin Ash- Shamit dari Abu Dzarr, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadaku, “Laksanakanlah shalat pada awal waktunya Kemudian jika kamu datang kepada sekelompok kaum dan mereka telah melaksanakan shalat, maka berarti kamu telah memelihara shalatmu Namun jika mereka belum melaksanakan shalat, maka shalatlah (kembali) bersama mereka. Dan shalat (yang kedua) menjadi shalat sunnah bagimu.”, 775

Shahih Ibnu Khuzaimah #1760

صحيح ابن خزيمة ١٧٦٠: ثنا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ، نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ، حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، وَأَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، وَأَبِي سَعِيدٍ قَالَا: سَمِعْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاسْتَنَّ وَمَسَّ مِنَ الطِّيبِ إِنْ كَانَ عِنْدَهُ , وَلَبِسَ مِنْ أَحْسَنِ ثِيَابِهِ , ثُمَّ جَاءَ إِلَى الْمَسْجِدِ , وَلَمْ يَتَخَطَّ رِقَابَ النَّاسِ , ثُمَّ رَكَعَ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْكَعَ , ثُمَّ أَنْصَتَ إِذَا خَرَجَ إِمَامُهُ حَتَّى يُصَلِّيَ كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا بَيْنَهَا وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الَّتِي كَانَتْ قَبْلَهَا» . يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ: وَثَلَاثَةُ أَيَّامٍ زِيَادَةً , إِنَّ اللَّهَ جَعَلَ الْحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا

Shahih Ibnu Khuzaimah 1760: Ya’kub bin Ibrahim Ad-Dauraqi memberitakan kepada kami, Ismail bin Ibrahim memberitakan kepada kami dari Muhammad bin Ishak, Muhammad bin Ibrahim menceritakan kepadaku, dari Abu Salama bin Abdurrahman dan Abu Umamah bin Sahal, dari Abu Hurairah dan Abu Said, keduanya berkata, "Kami pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Barangsiapa mandi pada hari jum’at, lalu ia bersiwak, memakai minyak wangi, dan memakai pakaian yang sebaik-baiknya. Kemudian ia pergi ke masjid dengan tidak melangkahi leher orang lain. Setelah itu, ia melaksanakan shalat sunnah. Selanjutnya ia diam hingga imam datang untuk memimpin shalat, maka perbuatannya itu akan menghapuskan dosa antara hari jum’at itu dan hari jum’at sebelumnya' " Abu Hurairah berkata, "dan tambahan tiga hari. Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan dengan sepuluh kali kelipatannya."

Sunan Nasa'i #1767

سنن النسائي ١٧٦٧: أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو صَفْوَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ مَرْوَانَ عَنْ يُونُسَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّ السَّائِبَ بْنَ يَزِيدَ وَعُبَيْدَ اللَّهِ أَخْبَرَاهُ أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَبْدٍ الْقَارِيَّ قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَامَ عَنْ حِزْبِهِ أَوْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ فَقَرَأَهُ فِيمَا بَيْنَ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَصَلَاةِ الظُّهْرِ كُتِبَ لَهُ كَأَنَّمَا قَرَأَهُ مِنْ اللَّيْلِ

Sunan Nasa'i 1767: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Shafwan 'Abdullah bin Sa'id bin 'Abdul Malik bin Marwan] dari [Yunus] dari [Ibnu Syihab] bahwasanya [As Saib bin Yazid] dan ['Ubaidullah] mengabarkan kepadanya, dari ['Abdurrahman bin 'Abdul Qari] berkata: Aku mendengar ['Umar bin Al Khaththab] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa tertidur dari shalat sunnah malam, lalu ia mengqadhanya diantara waktu shalat Fajar dan shalat Zhuhur, maka dituliskan baginya pahala seolah-olah ia mengerjakannya pada malam hari tersebut'."

Grade