صحيح البخاري ١٢٠٤: حَدَّثَنَا عَبْدَانُ وَمُحَمَّدٌ قَالَا أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا عَاصِمُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ قَالَ حَدَّثَنِي أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ أَرْسَلَتْ ابْنَةُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْهِ إِنَّ ابْنًا لِي قُبِضَ فَأْتِنَا فَأَرْسَلَ يُقْرِئُ السَّلَامَ وَيَقُولُ إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلٌّ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ تُقْسِمُ عَلَيْهِ لَيَأْتِيَنَّهَا فَقَامَ وَمَعَهُ سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ وَمَعَاذُ بْنُ جَبَلٍ وَأُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ وَزَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ وَرِجَالٌ فَرُفِعَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّبِيُّ وَنَفْسُهُ تَتَقَعْقَعُ قَالَ حَسِبْتُهُ أَنَّهُ قَالَ كَأَنَّهَا شَنٌّ فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ فَقَالَ سَعْدٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا هَذَا فَقَالَ هَذِهِ رَحْمَةٌ جَعَلَهَا اللَّهُ فِي قُلُوبِ عِبَادِهِ وَإِنَّمَا يَرْحَمُ اللَّهُ مِنْ عِبَادِهِ الرُّحَمَاءَ
Shahih Bukhari 1204: Telah menceritakan kepada kami ['Abdan] dan [Muhammad] keduanya berkata: telah mengabarkan kepada kami ['Abdullah] telah mengabarkan kepada kami ['Ashim bin Sulaiman] dari [Abu 'Utsman] berkata: telah menceritakan kepada saya Usamah bin Zaid radliyallahu 'anhuma berkata: Putri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam datang untuk menemui Beliau dan mengabarkan bahwa: "Anakku telah meninggal, maka datanglah kepada kami". Maka Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkannya untuk menyampaikan salam lalu bersabda: "Sesungguhnya milik Allah apa yang diambilNya dan apa yang diberiNya. Dan segala sesuatu disisiNya sudah ditentukan ajalnya, maka bersabarlah engkau karenanya dan mohonkanlah pahala darinya." Kemudian dia datang lagi kepada Beliau dan meminta dengan sangat agar Beliau bisa datang. Maka Beliau berangkat, bersamanya ada Sa'ad bin 'Ubadah, Mu'adz bin Jabal, Ubay bin Ka'ab, Zaid bin Tsabit dan beberapa orang lain. Kemudian bayi tersebut diserahkan kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan hati Beliau nampak berguncang (karena bersedih). Aku menduga dia berkata: Seakan dia seperti geriba yang kosong. Maka mengalirlah air mata Beliau. Sa'ad berkata: "Wahai Rasulullah, mengapakah engkau menangis?" Beliau berkata: "Inilah rahmat yang Allah berikan kepada hati hamba-hambaNya dan sesungguhnya Allah akan merahmati diantara hamba-hambaNya, mereka yang saling berkasih sayang".
مسند أحمد ١٢٢٢: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ جَابِرٍ قَالَ سَمِعْتُ الشَّعْبِيَّ يُحَدِّثُ عَنِ الْحَارِثِ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَكَاتِبَهُ وَالْوَاشِمَةَ وَالْمُتَوَشِّمَةَ وَالْمُحِلَّ وَالْمُحَلَّلَ لَهُ وَمَانِعَ الصَّدَقَةِ وَنَهَى عَنْ النَّوْحِ
Musnad Ahmad 1222: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Jabir] berkata: saya mendengar [Asy Sya'bi] menceritakan dari [Al Harits] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat orang yang memakan riba, orang yang memberi makan dengan harta riba, kedua saksinya, wanita yang mentato dan wanita yang meminta ditato, al muhallil dan al muhallal lahu, orang yang tidak mau membayar zakat, dan beliau juga melarang meratapi mayat."
Grade
مسند أحمد ١٢٤٤: حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي الْعَبَّاسُ بْنُ الْوَلِيدِ النَّرْسِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ الْجُرَيْرِيُّ عَنْ أَبِي الْوَرْدِ عَنِ ابْنِ أَعْبُدَ قَالَ قَالَ لِي عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَا ابْنَ أَعْبُدَ هَلْ تَدْرِي مَا حَقُّ الطَّعَامِ قَالَ قُلْتُ وَمَا حَقُّهُ يَا ابْنَ أَبِي طَالِبٍ قَالَ تَقُولُ بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا قَالَ وَتَدْرِي مَا شُكْرُهُ إِذَا فَرَغْتَ قَالَ قُلْتُ وَمَا شُكْرُهُ قَالَ تَقُولُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا ثُمَّ قَالَ أَلَا أُخْبِرُكَ عَنِّي وَعَنْ فَاطِمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا كَانَتْ ابْنَةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَتْ مِنْ أَكْرَمِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ وَكَانَتْ زَوْجَتِي فَجَرَتْ بِالرَّحَى حَتَّى أَثَّرَ الرَّحَى بِيَدِهَا وَأَسْقَتْ بِالْقِرْبَةِ حَتَّى أَثَّرَتْ الْقِرْبَةُ بِنَحْرِهَا وَقَمَّتْ الْبَيْتَ حَتَّى اغْبَرَّتْ ثِيَابُهَا وَأَوْقَدَتْ تَحْتَ الْقِدْرِ حَتَّى دَنِسَتْ ثِيَابُهَا فَأَصَابَهَا مِنْ ذَلِكَ ضَرَرٌ فَقُدِمَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْيٍ أَوْ خَدَمٍ قَالَ فَقُلْتُ لَهَا انْطَلِقِي إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْأَلِيهِ خَادِمًا يَقِيكِ حَرَّ مَا أَنْتِ فِيهِ فَانْطَلَقَتْ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَجَدَتْ عِنْدَهُ خَدَمًا أَوْ خُدَّامًا فَرَجَعَتْ وَلَمْ تَسْأَلْهُ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ أَلَا أَدُلُّكِ عَلَى مَا هُوَ خَيْرٌ لَكِ مِنْ خَادِمٍ إِذَا أَوَيْتِ إِلَى فِرَاشِكِ سَبِّحِي ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَاحْمَدِي ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبِّرِي أَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ قَالَ فَأَخْرَجَتْ رَأْسَهَا فَقَالَتْ رَضِيتُ عَنْ اللَّهِ وَرَسُولِهِ مَرَّتَيْنِ فَذَكَرَ مِثْلَ حَدِيثِ ابْنِ عُلَيَّةَ عَنِ الْجُرَيْرِيِّ أَوْ نَحْوَهُ
Musnad Ahmad 1244: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Al Abbas bin Al Walid An Narsi] telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid bin Ziyad] telah menceritakan kepada kami [Sa'id Al Jurairi] dari [Abu Al Ward] dari [Ibnu A'bud] berkata: [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu berkata kepadaku: "Wahai Ibnu A'bud! Apakah kamu tahu hak makanan?" dia bertanya: "Apakah haknya Wahai Ibnu Abu Thalib?" dia menjawab: "Kamu membaca: BISMILLAHI ALLAHUMMA BARIK LANA FIMA RAZAQTANA (Dengan nama Allah, ya Allah berilah keberkahan pada kami, kepada apa yang telah engkau karuniakan kepada kami)." Ali radliyallahu 'anhu bertanya: "Apakah kamu tahu bagaimana cara syukur jika kamu telah selesai?" Dia berkata: "Bagaimana cara syukurnya?" Ali radliyallahu 'anhu menjawab: "Kamu membaca: ALHAMDULILLAH ALLADZI ATH'AMANA WA SAQANA (Segala puji bagi Allah, yang telah memberi makan kami dan memberi minum kami)." Kemudian berkata: "Maukah saya kabarkan tentang diriku dan Fathimah, Fathimah adalah putri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, termasuk yang paling mulia dari kalangan keluarganya di sisi beliau, dia adalah istriku. Saat itu dia menggiling dengan menggunakan alat penggiling sampai bekasnya kelihatan pada tangannya, dan dia memberi minum dengan menggunakan geriba, sampai bekas geriba itu terlihat pada lehernya. Dia juga mengurus rumah hingga bajunya kotor berdebu, menyalakan tunggku api sampai pakaiannya menjadi kotor. Hal itu berdampak negative pada dirinya. Saat itu ada seorang tawanan atau pelayan yang dibawa kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka saya berkata kepadanya: "Pergilah menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan mintalah kepadanya seorang pelayan yang dapat membantu (meringankan) penderitaan yang kamu rasakan ini." Lantas dia berangkat menuju kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan dia mendapati banyak pelayan disana, namun dia pulang dan urung meminta. Kemudian dia menyebutkan hadits secara lengkap. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Maukah saya tunjukkan kepadamu sesuatu yang lebih baik daripada seorang pelayan. Jika kamu menuju tempat tidurmu, bertasbihlah tiga puluh tiga kali, bertahmidlah tiga puluh tiga kali dan bertakbirlah tiga puluh empat kali!" Ali radliyallahu 'anhu berkata: Lalu Fathimah mengeluarkan kepalanya dan berkata: "Saya rela terhadap Allah dan RasulNya." dua kali. Lalu menyebutkan sebagaimana hadits Ibnu Ulayyah dari Al Jurairi atau semisalnya.
Grade
صحيح ابن حبان ١٢٧١: أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرٍ عُمَرُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ سِنَانٍ، قَالَ: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ الْمَكِّيِّ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَغْلِقُوا الأَبْوَابَ، وَأَوْكُوا السِّقَاءَ، وَخَمِّرُوا الإِنَاءَ، وَأَطْفِئُوا الْمِصْبَاحَ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ غَلَقًا، وَلاَ يَحُلُّ وِكَاءً، وَلاَ يَكْشِفُ إِنَاءً، وَإِنَّ الْفُوَيْسِقَةَ تُضْرِمُ عَلَى النَّاسِ بَيْتَهُمْ.
Shahih Ibnu Hibban 1271: Abu Bakr Umar96 bin Sa’id Sinan telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, “Ahmad bin Abu Bakar telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Malik dari Abu Az-Zubair Al Makki dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, “Kuncilah pintu, ikatlah ujung geriba, tutuplah wadah dan matikan lampu. Karena syetan tidak bisa membuka kunci, tidak bisa melepaskan ikatan, dan tidak bisa membuka wadah dan sesungguhnya tikus bisa membakar rumah manusia (hingga merugikan mereka).”97
صحيح ابن حبان ١٢٧٢: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى الْقَطَّانُ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، قَالَ: أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَغْلِقْ بَابَكَ وَاذْكُرِ اسْمَ اللهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا، وَأَطْفِئْ مِصْبَاحَكَ وَاذْكُرِ اسْمَ اللهِ، وَأَوْكِ سِقَاءَكَ وَاذْكُرِ اسْمَ اللهِ، وَخَمِّرْ إِنَاءَكَ وَاذْكُرِ اسْمَ اللهِ، وَلَوْ بِعُودٍ يُعْرَضُ عَلَيْهِ.
Shahih Ibnu Hibban 1272: Umar bin Muhammad Al Hamdani telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, “Amr bin Ali telah menceritakan kepada kami, ia berkata, “Yahya Al Qaththan telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Ibnu Juraij, ia berkata, “Atha telah mengabarkan kepadaku dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Kunci pintumu dan sebutlah nama Allah. Karena syetan tidak bisa membuka pintu yang terkunci. Matikan lampumu dan sebutlah nama Allah. Ikat geribamu dan sebutlah nama Allah Tutup wadah-wadahmu dan sebutlah nama Allah, meskipun dengan kayu yang kamu letakkan melintang diatasnya.”98 [95:1]
صحيح ابن حبان ١٢٧٣: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ مُوسَى عَبْدَانُ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَعْمَرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ: أَمَرَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَرْبَعٍ، وَنَهَانَا عَنْ خَمْسٍ، إِذَا رَقَدْتَ فَأَغْلِقْ بَابَكَ، وَأَوْكِ سِقَاءَكَ، وَخَمِّرْ إِنَاءَكَ، وَأَطْفِئْ مِصْبَاحَكَ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَابًا، وَلاَ يَحُلُّ وِكَاءً، وَلاَ يَكْشِفُ غِطَاءً، وَإِنَّ الْفَأْرَةَ الْفُوَيْسِقَةَ تُحْرِقُ عَلَى أَهْلِ الْبَيْتِ بَيْتَهُمْ، وَلاَ تَأْكُلْ بِشِمَالِكَ، وَلاَ تَشْرَبْ بِشِمَالِكَ، وَلاَ تَمْشِ فِي نَعْلٍ وَاحِدَةٍ، وَلاَ تَشْتَمِلِ الصَّمَّاءَ، وَلاَ تَحْتَبِ فِي الدَّارِ مُفْضِيًا.
Shahih Ibnu Hibban 1273: Abdullah bin Ahmad bin Musa Abdan telah mengabaikan kepada kami, ia berkata, “Muhammad bin Ma’mar telah menceritakan kepada kami, ia berkata, “Abu Ashim telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Ibnu Juraij dari Abu Az-Zubair dari Jabir, ia berkata, “Rasulullah S A W memerintahkan kepada kami empat hal dan melarang kepada kami lima hal: jika kamu hendak tidur, kuncilah pintumu, ikatlah geribamu, tutuplah wadahmu, matikan lampumu, karena syetan tidak bisa membuka pintu, tidak bisa melepaskan ikatan dan tidak bisa membuka penutup. Sesungguhnya tikus bisa membakar rumah para penghuninya. Janganlah kamu makan dengan tangan kirimu. Janganlah kamu minum dengan tangan kirimu. Jangan berjalan dengan memakai satu sandal. Jangan menyelimuti seluruh tubuh dengan pakaian dan jangan duduk memeluk lutut di rumah dengan memakai satu pakaian (hingga kemaluannya terbuka).” 36 [95: 1]
صحيح ابن حبان ١٢٧٤: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ الصَّبَّاحِ الْبَزَّارُ، قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَبْدِ الْكَرِيمِ، قَالَ: أَخْبَرَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ عَقِيلِ بْنِ مَعْقِلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ وَهْبِ بْنِ مُنَبِّهٍ، قَالَ: أَخْبَرَنِي جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللهِ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ: أَوْكُوا الأَسْقِيَةَ، وَغَلِّقُوا الأَبْوَابَ إِذَا رَقَدْتُمْ بِاللَّيْلِ، وَخَمِّرُوا الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْتِي، فَإِنْ لَمْ يَجِدِ الْبَابَ مُغْلَقًا دَخَلَ، وَإِنْ لَمْ يَجِدِ السِّقَاءَ مُوكًى شَرِبَ مِنْهُ، وَإِنْ وَجَدَ الْبَابَ مُغْلَقًا وَالسِّقَاءَ مُوكًى لَمْ يَحْلِلْ وِكَاءً وَلَمْ يَفْتَحْ بَابًا مُغْلَقًا، وَإِنْ لَمْ يَجِدْ أَحَدُكُمْ لِإِنَائِهِ الَّذِي فِيهِ شَرَابُهُ مَا يُخَمِّرُهُ، فَلْيَعْرِضْ عَلَيْهِ عُودًا.
Shahih Ibnu Hibban 1274: Al Hasan bin Sufyan telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, “Al Hasan bin Ash-Shabbah Al Bazzar telah menceritakan kepada kami, ia berkata, “Isma’il bin Abdul Karim telah menceritakan kepada kami, ia berkata, “Ibrahim bin Aqil bin Ma’qil telah mengabarkan kepadaku dari ayahnya dari Wahab bin Munabbih, ia berkata, “Jabir bin Abdullah telah mengabarkan kepadaku bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Ikatlah ujung geriba (wadah air). Kuncilah pintu jika kamu hendak tidur malam. Tutuplah makanan dan minuman. Karena syetan akan datang. Jika ia menemukan pintu tidak terkunci, maka ia akan masuk. Jika ia menemukan geriba tidak diikat, ia akan meminum (air) nya. Jika ia menemukan pintu terkunci dan geriba (wadah air) terikat, ia tidak akan bisa melepas ikatan dan tidak akan bisa membuka pintu yang terkunci. Jika salah seorang dari kalian tidak menemukan sesuatu yang menutupi wadah tempat air minumnya, maka hendaklah ia meletakkan kayu yang melintang diatasnya.”100 [95:1]
صحيح ابن حبان ١٢٧٥: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ خُزَيْمَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى، قَالَ: حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ فِطْرِ بْنِ خَلِيفَةَ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ: قَالَ لَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: غَلَّقُوا أَبْوَابَكُمْ، وَأَوْكُوا أَسْقِيَتَكُمْ، وَخَمِّرُوا آنِيَتَكُمْ، وَأَطْفِئُوا سُرُجَكُمْ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ غَلَقًا، وَلاَ يَحُلُّ وِكَاءً، وَلاَ يَكْشِفُ غِطَاءً، وَإِنَّ الْفُوَيْسِقَةَ رُبَّمَا أَضْرَمَتْ عَلَى أَهْلِ الْبَيْتِ بَيْتَهُمْ، وَكُفُّوا فَوَاشِيَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ عِنْدَ غُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى أَنْ تَذْهَبَ فَجْوَةُ الْعِشَاءِ.
Shahih Ibnu Hibban 1275: Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, “Yusuf bin Musa telah menceritakan kepada kami, ia berkata, “Jarir telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Fithr bin Khalifah dari Abu Az-Zubair dari Jabir, ia berkata, “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada kami, “Kunci pintu-pintumu, ikat geriba-geribamu, tutup wadah-wadahmu dan matikan lampumu. Karena syetan tidak bisa membuka kunci, tidak bisa melepas ikatan dan tidak bisa membuka penutup. Dan sesungguhnya tikus terkadang membakar rumah penghuninya Laranglah binatang- binatang peliharaanmu101 dan keluargamu ketika matahari terbenam agar tidak bepergian ketika malam sangat gelap. ”102 [95:1]
صحيح مسلم ١٢٧٨: حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ وَمُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ عَنْ ابْنِ عُيَيْنَةَ قَالَ ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ كُرَيْبٍ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ بَاتَ عِنْدَ خَالَتِهِ مَيْمُونَةَ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ اللَّيْلِ فَتَوَضَّأَ مِنْ شَنٍّ مُعَلَّقٍ وُضُوءًا خَفِيفًا قَالَ وَصَفَ وُضُوءَهُ وَجَعَلَ يُخَفِّفُهُ وَيُقَلِّلُهُ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ فَقُمْتُ فَصَنَعْتُ مِثْلَ مَا صَنَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ جِئْتُ فَقُمْتُ عَنْ يَسَارِهِ فَأَخْلَفَنِي فَجَعَلَنِي عَنْ يَمِينِهِ فَصَلَّى ثُمَّ اضْطَجَعَ فَنَامَ حَتَّى نَفَخَ ثُمَّ أَتَاهُ بِلَالٌ فَآذَنَهُ بِالصَّلَاةِ فَخَرَجَ فَصَلَّى الصُّبْحَ وَلَمْ يَتَوَضَّأْ قَالَ سُفْيَانُ وَهَذَا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَاصَّةً لِأَنَّهُ بَلَغَنَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَنَامُ عَيْنَاهُ وَلَا يَنَامُ قَلْبُهُ
Shahih Muslim 1278: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Umar] dan [Muhammad bin Hatim] dari [Ibnu Uyainah] -dalam jalur lain Ibnu Abu Umar- berkata: telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Amru bin Dinar] dari [Kuraib] Maula bin Abbas, dari [Ibnu Abbas] bahwa ia pernah bermalam di tempat bibinya, Maimunah. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bangun malam lalu berwudlu dengan wudlu yang ringan dari geriba yang tergantung -lalu ia mensifati wudlu Nabi- beliau berwudlu ringan dan meringankannya. Ibnu Abbas berkata: "Maka saya pun bangun dan melakukan sebagaimana yang dilakukan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Sesudah itu, saya berdiri ikut shalat di sebelah kiri beliau. Namun beliau memindahkan dan meletakkanku di sebelah kanannya. Maka beliau pun shalat, lalu berbaring dan tidur hingga (aku mendengar) beliau mendengkur. Kemudian Bilal pun datang dan mengumandangkan adzan shalat. Sesudah itu, beliau keluar dan menunaikan shalat Shubuh dengan tanpa berwudlu lagi." Sufyan berkata: Dan perbuatan ini (tidak berwudlu lagi) adalah khusus bagi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebab telah sampai kabar kepada kita bahwa kedua mata Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidur, namun hatinya tidak tidur.
صحيح ابن حبان ١٢٨٠: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ الْجُنَيْدِ، قَالَ: حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، عَنْ سِمَاكٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: مَاتَتْ شَاةٌ لَزَوْجَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَتَاهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرَتْهُ، فَقَالَ: أَلاَ انْتَفَعْتُمْ بِمَسْكِهَا؟ فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللهِ مَسْكُ مَيْتَةٍ؟ قَالَ: فَقَرَأَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {قُلْ لاَ أَجِدُ فِيمَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلاَّ أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً} إِلَى آخِرِ الآيَةِ، إِنَّكُمْ لَسْتُمْ تَأْكُلُونَهُ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: فَبَعَثَتْ إِلَيْهَا، فَسُلِخَتْ، فَجَعَلَتْ مِنْ مَسْكِهَا قِرْبَةً، قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: فَرَأَيْتُهَا بَعْدَ سَنَةٍ.
Shahih Ibnu Hibban 1280: Muhammad bin Abdullah bin Al Junaid telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abu Al Ahwash telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Simak dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, ia berkata, Seekor domba milik istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mati. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam datang kepadanya. Kemudian ia memberitahukan (kematian dombanya) kepada beliau112. Beliau bersabda, “Mengapa kalian tidak manfaatkan kulitnya?”. Ia bertanya, “Wahai Rasulullah! Bukankah itu kulit bangkai?”. Ibnu Abbas berkata, “Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membaca ayat قُلْ لاَ أَجِدُ فِيمَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلاَّ أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً Katakanlah,“Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai” (Qs. Al An’aam [6]: 145) —sampai akhir ayat—; Sungguh, kalian tidak memakannya (namun sekedar memanfaatkan kulitnya, penterj). Ibnu Abbas berkata, “Lalu aku mengutus orang ke sana. Istri Nabi pun menguliti bangkai itu, lalu ia mengolah kulitnya menjadi sebuah geriba (wadah air)”. Ibnu Abbas berkata, “Aku masih melihatnya setahun yang lalu.”113 [46:4]