مسند أحمد ٢٣٩١٣: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا طَلْحَةُ بْنُ يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ سَمِعَهُ مِنْهُ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى وَعَلَيْهِ مِرْطٌ بَعْضُهُ عَلَيْهَا وَهِيَ حَائِضٌ
Musnad Ahmad 23913: Telah menceritakan kepada kami [Waki'], dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Thalhah bin Yahya] dari [Ubaidillah bin Abdullah], dia telah mendengar darinya, dari [Aisyah], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mengenakan pakaian yang terbuat dari wol dan sebagiannya berada padanya (Aisyah) sedangkan dia dalam keadaan haidl.
Grade
مسند أحمد ٢٣٩٤٣: حَدَّثَنَا يَزِيدُ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ وَعَمْرَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ بِنْتَ جَحْشٍ اسْتُحِيضَتْ سَبْعَ سِنِينَ وَكَانَتْ امْرَأَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ فَسَأَلَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا هَذَا عِرْقٌ وَلَيْسَتْ بِحَيْضَةٍ فَاغْتَسِلِي وَصَلِّي قَالَ فَكَانَتْ تَغْتَسِلُ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ
Musnad Ahmad 23943: Telah menceritakan kepada kami [Yazid], dia berkata: telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Abi Dzi`bi] dari [Az-Zuhri] dari [Urwah], dan [Amrah binti Abdurrahman] dari [Aisyah], Ummu Habibah binti Jahsyin sedang dalam keadaan istihadlah ketika ia berumur tujuh tahun dan ia adalah putri Abdurrahman bin Auf, lalu ia bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengenai hal itu. Lalu Rasululah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "ini adalah peluh dan bukan haid, maka mandi dan shalatlah." Dia berkata: "Lalu (Ummu Habibah) mandi setiap kali mau shalat."
Grade
مسند أحمد ٢٣٩٥٢: حَدَّثَنَا يَزِيدُ عَنِ الْحَجَّاجِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْأَسْوَدِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يُبَاشِرَ إِحْدَانَا وَهِيَ حَائِضٌ أَمَرَهَا فَاتَّزَرَتْ وَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ وَهُوَ جُنُبٌ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ
Musnad Ahmad 23952: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] dari [AlHajaj] dari [Abdurrahman bin Al Aswad] dari [ayahnya] dari [Aisyah] berkata: Apabila Rasulullah Shallallahu'alaihiwasalam hendak menggauli salah seorang dari kami (istri-istri beliau), saat dalam keadaan haidl, beliau memerintahkannya untuk mengencangkan kainnya (sarungnya). Dan apabila beliau ingin tidur sedangkan beliau dalam keadaan junub, beliau berwudlu seperti wudlu untuk shalat."
Grade
مسند أحمد ٢٣٩٥٧: حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا هَمَّامُ بْنُ يَحْيَى عَنْ قَتَادَةَ عَنْ مُعَاذَةَ أَنَّ امْرَأَةً قَالَتْ لِعَائِشَةَ أَتَجْزِي إِحْدَانَا صَلَاتَهَا إِذَا كَانَتْ حَائِضًا قَالَتْ أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ قَدْ كُنَّا نَحِيضُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَا يَأْمُرُنَا بِقَضَاءِ الصَّلَاةِ
Musnad Ahmad 23957: Telah menceritakan kepada kami [Yazid], telah mengabarkan kepada kami [Hammam bin Yahya] dari [Qatadah] dari [Mu'adzah], ada seorang wanita bertanya kepada [Aisyah]: "Apakah salah seroang di antara kami harus mengganti shalatnya karena haidl?" (Aisyah) bertanya: "Apakah kamu haruriyah (orang khawarij)?, kami pernah mengalami haidl semasa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, tetapi beliau tidak pernah memerintahkan kami untuk mengganti shalatnya."
Grade
مسند أحمد ٢٣٩٩٠: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ الْمُهَاجِرِ قَالَ سَمِعْتُ صَفِيَّةَ تحَدَّثُ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ أَسْمَاءَ سَأَلَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ غُسْلِ الْمَحِيضِ قَالَ تَأْخُذُ إِحْدَاكُنَّ مَاءَهَا وَسِدْرَتَهَا فَتَطَهَّرُ فَتُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ تَصُبُّ عَلَى رَأْسِهَا فَتُدَلِّكُهُ دَلْكًا شَدِيدًا حَتَّى يَبْلُغَ شُؤُونَ رَأْسِهَا ثُمَّ تَصُبُّ عَلَيْهَا الْمَاءَ ثُمَّ تَأْخُذُ فِرْصَةً مُمَسَّكَةً فَتَطَهَّرُ بِهَا قَالَتْ أَسْمَاءُ وَكَيْفَ تَطَهَّرُ بِهَا قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ تَطَهَّرِي بِهَا فَقَالَتْ عَائِشَةُ كَأَنَّهَا تُخْفِي ذَلِكَ تَبْتَغِي أَثَرَ الدَّمِ وَسَأَلَتْهُ عَنْ غُسْلِ الْجَنَابَةِ قَالَ تَأْخُذِينَ مَاءَكِ فَتَطَهَّرِينَ فَتُحْسِنِينَ الطُّهُورَ أَوْ أَبْلِغِي الطُّهُورَ ثُمَّ تَصُبُّ عَلَى رَأْسِهَا فَتُدَلِّكُهُ حَتَّى يَبْلُغَ شُؤُونَ رَأْسِهَا ثُمَّ تُفِيضُ عَلَيْهَا الْمَاءَ فَقَالَتْ عَائِشَةُ نِعْمَ النِّسَاءُ نِسَاءُ الْأَنْصَارِ لَمْ يَكُنْ يَمْنَعُهُنَّ الْحَيَاءُ أَنْ يَتَفَقَّهْنَ فِي الدِّينِ
Musnad Ahmad 23990: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Ibrahim bin Al Muhajir], dia berkata: saya telah mendengar [Shofiyah] bercerita dari [Aisyah] bahwa Asma' pernah bertanya kepada Nabi Shallalahu'alaihiwasallam mengenai mandi setelah haid. Beliau bersabda: "Hendaknya salah seorang di antara kalian mengambil air dan pancinya, lalu kamu bersuci dengan dengan baik, kemudian tuangkan air di kepala sambil mengusap-usapnya hingga merata, kemudian menyiramkan air kembali ke kepalanya, kemudian hendaknya kamu mengambil kapas yang diberi minyak misik (wewangian) dan pergunakanlah untuk bersuci." Asma' berkata: "Bagaimana seharusnya dia bersuci?" beliau bersabda: "Maha Suci Allah, bersucilah saja dengannya." Lalu Aisyah berkata: sepertinya dia (Asma') nggak paham-paham bahwa yang dimaksudkan nabi adalah membersihkan bekas-bekas darah. Lalu dia bertanya kepada beliau mengenai mandi junub. Beliau bersabda: "Hendaknya kamu mengambil airmu dan bersucilah dengan baik, atau sempurnakanlah bersucinya. Kemudian hendaknya kamu menuangkan air ke kepalanya dan mengusap-usapnya hingga merata di sekitar kepalanya. Kemudian siramkanlah air di atasnya." Aisyah berkata: "Sebaik-baik wanita adalah wanita anshar, karena tidak ada rasa malu yang menghalangi mereka untuk memperdalam agama."
Grade
مسند أحمد ٢٣٩٩٨: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ أُمِّهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَضَعُ رَأْسَهُ فِي حِجْرِهَا فَيَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهِيَ حَائِضٌ
Musnad Ahmad 23998: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Manshur] dari [Ibunya] dari [Aisyah] bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam meletakkan kepalanya dipangkuannya sambil membaca Al Qur'an sedangkan (Aisyah) dalam keadaan haidh."
Grade
مسند أحمد ٢٤٠١٢: حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ وَعَفَّانُ قَالَا حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ عَفَّانُ أَخْبَرَنَا قَتَادَةُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ الْحَارِثِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُقْبَلُ صَلَاةُ حَائِضٍ إِلَّا بِخِمَارٍ
Musnad Ahmad 24012: Telah menceritakan kepada kami [Abu Kamil] dan [Affan] keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Qatadah], Affan berkata: telah mengabarkan kepada kami Qatadah dari [Muhammad bin Sirin] dari [Shofiyah binti Al Harits] dari [Aisyah] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak diterima shalat orang yang haid kecuali dengan mengenakan mukenah."
Grade
مسند أحمد ٢٤٠٥١: حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمُقْرِيُّ حَدَّثَنَا دَاوُدُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَطَاءٍ قَالَ سَمِعْتُ أَنَّهُ يَقْطَعُ الصَّلَاةَ الْكَلْبُ الْأَسْوَدُ وَالْمَرْأَةُ الْحَائِضُ قَالَ عَطَاءٌ حَدَّثَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ عَائِشَةَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى وَهِيَ مُعْتَرِضَةٌ بَيْنَ يَدَيْهِ وَقَالَ أَلَيْسَ هُنَّ أُمَّهَاتِكُمْ وَأَخَوَاتِكُمْ وَعَمَّاتِكُمْ
Musnad Ahmad 24051: Telah menceritakan kepada kami [Abu Abdurrahman Al Muqri] telah menceritakan kepada kami [Daud] dari [Ibrahim] dari [Atha`] berkata: saya telah mendengar bahwa anjing hitam dan perempuan haidl dapat memutus shalat. Atha` berkata: telah menceritakan kepadaku [Urwah bin Az Zubeir] bahwa [Aisyah] telah mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah shalat sedangkan dia melintang di depannya. (Urwah bin Az Zubeir) Berkata: "Bukankah mereka adalah ibu-ibu kalian, saudara-saudara kalian, dan bibi-bibi kalian?"
Grade
مسند أحمد ٢٤٠٨٧: حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا دَاوُدُ حَدَّثَنَا مَنْصُورٌ عَنْ أُمِّهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَّكِئُ فِي حِجْرِي وَأَنَا حَائِضٌ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ الرَّبِيعِ حَدَّثَنَا دَوُادُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا مَنْصُورُ بْنُ صَفِيَّةَ عَنْ أُمِّهِ عَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ
Musnad Ahmad 24087: Telah menceritakan kepada kami [Abu An Nadlr] telah menceritakan kepada kami [Daud] telah menceritakan kepada kami [Manshur] dari [Ibunya] dari [Aisyah], bahwasanya dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersandar dipangkuanku sambil membaca Al-Qur'an, sedangkan saya dalam keadaan haidl." Telah menceritakan kepada kami [Hasan bin Ruba'i] telah menceritakan kepada kami [Daud bin Abdurrhman] telah menceritakan kepada kami [Manshur bin Shafiyah] dari [Ibunya] dari [Aisyah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam seperti hadis di atas.
Grade
مسند أحمد ٢٤١١٤: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ زَكَرِيَّا قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ أَبِي مَيْسَرَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كُنْتُ إِذَا طَمِثْتُ شَدَدْتُ عَلَيَّ إِزَارًا ثُمَّ أَدْخُلُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شِعَارَهُ وَلَكِنَّهُ كَانَ أَمْلَكَكُمْ لِإِرْبِهِ
Musnad Ahmad 24114: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Zakaria] dia berkata: telah menceritakan kepadaku [ayahku] dari [Abi Ishaq] dari [Abi Maisaroh] dari [Aisyah] berkata: "Jika saya datang bulan (haid) maka saya mengencangkan kainku kemudian saya masuk bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ke dalam selimutnya. Akan tetapi beliau adalah orang yang paling dapat menahan hawa nafsu birahinya."
Grade