مسند أحمد ٢٥٦٠: حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ قَالَ خَطَبَنَا ابْنُ عَبَّاسٍ عَلَى هَذَا الْمِنْبَرِ مِنْبَرِ الْبَصْرَةِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِيٌّ إِلَّا لَهُ دَعْوَةٌ تَنَجَّزَهَا فِي الدُّنْيَا وَإِنِّي اخْتَبَأْتُ دَعْوَتِي شَفَاعَةً لِأُمَّتِي وَأَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا فَخْرَ وَأَنَا أَوَّلُ مَنْ تَنْشَقُ عَنْهُ الْأَرْضُ وَلَا فَخْرَ وَبِيَدِي لِوَاءُ الْحَمْدِ وَلَا فَخْرَ آدَمُ فَمَنْ دُونَهُ تَحْتَ لِوَائِي قَالَ وَيَطُولُ يَوْمُ الْقِيَامَةِ عَلَى النَّاسِ حَتَّى يَقُولَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ انْطَلِقُوا بِنَا إِلَى آدَمَ أَبِي الْبَشَرِ فَيَشْفَعَ لَنَا إِلَى رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَلْيَقْضِ بَيْنَنَا فَيَأْتُونَ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَام فَيَقُولُونَ يَا آدَمُ أَنْتَ الَّذِي خَلَقَكَ اللَّهُ بِيَدِهِ وَأَسْكَنَكَ جَنَّتَهُ وَأَسْجَدَ لَكَ مَلَائِكَتَهُ فَاشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّكَ فَلْيَقْضِ بَيْنَنَا فَيَقُولُ إِنِّي لَسْتُ هُنَاكُمْ إِنِّي قَدْ أُخْرِجْتُ مِنْ الْجَنَّةِ بِخَطِيئَتِي وَإِنَّهُ لَا يُهِمُّنِي الْيَوْمَ إِلَّا نَفْسِي وَلَكِنْ ائْتُوا نُوحًا رَأْسَ النَّبِيِّينَ فَيَأْتُونَ نُوحًا فَيَقُولُونَ يَا نُوحُ اشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّكَ فَلْيَقْضِ بَيْنَنَا فَيَقُولُ إِنِّي لَسْتُ هُنَاكُمْ إِنِّي قَدْ دَعَوْتُ دَعْوَةً غَرَّقَتْ أَهْلَ الْأَرْضِ وَإِنَّهُ لَا يُهِمُّنِي الْيَوْمَ إِلَّا نَفْسِي وَلَكِنْ ائْتُوا إِبْرَاهِيمَ خَلِيلَ اللَّهِ عَلَيْهِ السَّلَام قَالَ فَيَأْتُونَ إِبْرَاهِيمَ فَيَقُولُونَ يَا إِبْرَاهِيمُ اشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّكَ فَلْيَقْضِ بَيْنَنَا فَيَقُولُ إِنِّي لَسْتُ هُنَاكُمْ إِنِّي قَدْ كَذَبْتُ فِي الْإِسْلَامِ ثَلَاثَ كِذْبَاتٍ وَإِنَّهُ لَا يُهِمُّنِي الْيَوْمَ إِلَّا نَفْسِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ حَاوَلَ بِهِنَّ إِلَّا عَنْ دِينِ اللَّهِ قَوْلُهُ { إِنِّي سَقِيمٌ } وَقَوْلُهُ { بَلْ فَعَلَهُ كَبِيرُهُمْ هَذَا } وَقَوْلُهُ لِامْرَأَتِهِ إِنَّهَا أُخْتِي وَلَكِنْ ائْتُوا مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَام الَّذِي اصْطَفَاهُ اللَّهُ بِرِسَالَتِهِ وَكَلَامِهِ فَيَأْتُونَ مُوسَى فَيَقُولُونَ يَا مُوسَى أَنْتَ الَّذِي اصْطَفَاكَ اللَّهُ بِرِسَالَتِهِ وَكَلَّمَكَ فَاشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّكَ فَلْيَقْضِ بَيْنَنَا فَيَقُولُ إِنِّي لَسْتُ هُنَاكُمْ إِنِّي قَتَلْتُ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ وَإِنَّهُ لَا يُهِمُّنِي الْيَوْمَ إِلَّا نَفْسِي وَلَكِنْ ائْتُوا عِيسَى رُوحَ اللَّهِ وَكَلِمَتَهُ فَيَأْتُونَ عِيسَى فَيَقُولُونَ يَا عِيسَى أَنْتَ رُوحُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ فَاشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّكَ فَلْيَقْضِ بَيْنَنَا فَيَقُولُ إِنِّي لَسْتُ هُنَاكُمْ قَدْ اتُّخِذْتُ إِلَهًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَإِنَّهُ لَا يُهِمُّنِي الْيَوْمَ إِلَّا نَفْسِي ثُمَّ قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ كَانَ مَتَاعٌ فِي وِعَاءٍ قَدْ خُتِمَ عَلَيْهِ أَكَانَ يُقْدَرُ عَلَى مَا فِي الْوِعَاءِ حَتَّى يُفَضَّ الْخَاتَمُ فَيَقُولُونَ لَا فَيَقُولُ إِنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَاتَمَ النَّبِيِّينَ قَدْ حَضَرَ الْيَوْمَ وَقَدْ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَأْتُونِي فَيَقُولُونَ يَا مُحَمَّدُ اشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّكَ فَلْيَقْضِ بَيْنَنَا فَأَقُولُ نَعَمْ أَنَا لَهَا حَتَّى يَأْذَنَ اللَّهُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَرْضَى فَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يَصْدَعَ بَيْنَ خَلْقِهِ نَادَى مُنَادٍ أَيْنَ أَحْمَدُ وَأُمَّتُهُ فَنَحْنُ الْآخِرُونَ الْأَوَّلُونَ فَنَحْنُ آخِرُ الْأُمَمِ وَأَوَّلُ مَنْ يُحَاسَبُ فَتُفْرَجُ لَنَا الْأُمَمُ عَنْ طَرِيقِنَا فَنَمْضِي غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ أَثَرِ الطُّهُورِ وَتَقُولُ الْأُمَمُ كَادَتْ هَذِهِ الْأُمَّةُ أَنْ تَكُونَ أَنْبِيَاءَ كُلُّهَا قَالَ ثُمَّ آتِي بَابَ الْجَنَّةِ فَآخُذُ بِحَلْقَةِ بَابِ الْجَنَّةِ فَأَقْرَعُ الْبَابَ فَيُقَالُ مَنْ أَنْتَ فَأَقُولُ مُحَمَّدٌ فَيُفْتَحُ لِي فَأَرَى رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ وَهُوَ عَلَى كُرْسِيِّهِ أَوْ سَرِيرِهِ فَأَخِرُّ لَهُ سَاجِدًا وَأَحْمَدُهُ بِمَحَامِدَ لَمْ يَحْمَدْهُ بِهَا أَحَدٌ كَانَ قَبْلِي وَلَا يَحْمَدُهُ بِهَا أَحَدٌ بَعْدِي فَيُقَالُ ارْفَعْ رَأْسَكَ وَقُلْ تُسْمَعْ وَسَلْ تُعْطَهْ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ قَالَ فَأَرْفَعُ رَأْسِي فَأَقُولُ أَيْ رَبِّ أُمَّتِي أُمَّتِي فَيُقَالُ لِي أَخْرِجْ مِنْ النَّارِ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ كَذَا وَكَذَا فَأُخْرِجُهُمْ ثُمَّ أَعُودُ فَأَخِرُّ سَاجِدًا وَأَحْمَدُهُ بِمَحَامِدَ لَمْ يَحْمَدْهُ بِهَا أَحَدٌ كَانَ قَبْلِي وَلَا يَحْمَدُهُ بِهَا أَحَدٌ بَعْدِي فَيُقَالُ لِي ارْفَعْ رَأْسَكَ وَقُلْ يُسْمَعْ لَكَ وَسَلْ تُعْطَهْ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ فَأَرْفَعُ رَأْسِي فَأَقُولُ أَيْ رَبِّ أُمَّتِي أُمَّتِي فَيُقَالُ أَخْرِجْ مَنْ النَّارِ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ كَذَا وَكَذَا فَأُخْرِجُهُمْ قَالَ وَقَالَ فِي الثَّالِثَةِ مِثْلَ هَذَا أَيْضًا حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ أَنَّهُ قَالَ فِي الْأَوَّلِ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ شَعِيرَةٍ مِنْ الْإِيمَانِ وَالثَّانِيَةِ بُرَّةٍ وَالثَّالِثَةِ ذَرَّةٍ
Musnad Ahmad 2560: Telah menceritakan kepada kami [Hasan] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Ali bin Zaid] dari [Abu Nadlrah] ia berkata: [Ibnu Abbas] pernah berkhutbah diatas mimbar ini -yaitu mimbar Bashrah- katanya: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya tidak seorang Nabi pun kecuali ia mempunyai sebuah do'a mustajab yang telah ia pergunakan di dunia. Dan sesungguhnya aku menyimpan do'aku, agar aku bisa memberikan syafa'at untuk umatku. Aku adalah pemimpin anak Adam pada hari kiamat, bukannya sombong. Aku juga orang yang pertama kali dibukakan bumi (kuburnya), bukannya sombong. Ditangankulah diletakkan bendera pujian, bukannya sombong. Adam dan yang lainnya berada di bawah benderaku, bukannya sombong. Bagi manusia hari kiamat menjadi sangat panjang, maka sebagian mereka berkata pada sebagian yang lain: 'Mari kita pergi menemui Adam, moyangnya manusia, agar dia memohonkan syafa'at kepada Allah Azza wa Jalla untuk kita dan memutuskan urusan diantara kita.' Maka mereka mendatangi Adam 'Alaihis Salam, dan mengatakan: 'Wahai Adam, engkaulah manusia yang Allah ciptakan dengan tanganNya, dan menempatkanmu di dalam surgaNya, serta memerintahkan para malaikat sujud padamu. Maka mohonkanlah syafa'at kepada Rabb kami untuk kami, dan supaya memutuskan urusan diantara kami.' Adam menjawab: 'Sesungguhnya aku bukanlah orang yang tepat untuk kalian, dan aku telah dikeluarkan dari surga karena kesalahan-kesalahanku. Sesungguhnya tidak ada yang lebih penting bagiku pada hari ini selain diriku sendiri. Akan tetapi datanglah kepada Nuh, pemimpin para Nabi. Maka mereka mendatangi Nuh, dan mereka berkata: 'Wahai Nuh, mohonkanlah syafa'at kepada Rabb kami untuk kami, dan supaya memutuskan urusan diantara kami.' Nuh menjawab: 'Sesungguhnya aku bukanlah orang yang tepat untuk kalian, sesungguhnya aku telah menggunakan do'aku yang dengannya aku menenggelamkan penduduk bumi. Dan sesungguhnya tidak ada yang lebih penting bagiku selain diriku sendiri. Akan tetapi datanglah pada Ibrahim, kekasih Allah. Maka mereka mendatangi Ibrahim 'Alaihis Salam, dan mereka mengatakan: "Wahai Ibrahim, mohonkanlah syafa'at kepada Rabb kami untuk kami, dan supaya memutuskan urusan diantara kami.' Ibrahim menjawab: 'Sesungguhnya aku bukan orang yang tepat bagi kalian, sesungguhnya aku telah melakukan dusta tiga kali, dan tidak ada yang lebih penting bagiku selain diriku sendiri.' Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Dan tidaklah Ibrahim melakukan hal itu kecuali untuk menegakkan dien Allah, yaitu perkataannya "Kemudian ia berkata: "Sesungguhnya Aku sakit." QS Ash Shoffaat: 89 dan perkataannya "...Sebenarnya patung yang besar Itulah yang melakukannya, " QS. Al Anbiya' 63, juga perkataannya kepada istrinya ia adalah saudara perempuanku.' Akan tetapi datanglah kepada Musa 'Alaihis Salam yang telah Allah muliakan dengan risalah dan kalamNya.' Maka mereka pun mendatanginya, dan mereka berkata: 'Wahai Musa, engkau adalah orang yang telah dimuliakan Allah dengan risalahNya dan mengajakmu bicara, mohonkanlah syafa'at kepada Rabbmu, supaya Dia memutuskan urusan diantara kami.' Musa menjawab: 'Sesungguhnya aku bukanlah orang yang tepat bagi kalian, sesungguhnya aku pernah membunuh jiwa yang tidak boleh dibunuh. Dan sesungguhnya tidak ada yang lebih penting bagi diriku pada hari ini selain diriku sendiri. Akan tetapi datanglah pada Isa, ruh Allah dan kalimatNya.' Maka mereka mendatangi Isa dan berkata: ' Wahai Isa, mohonkanlah syafa'at kepada Rabb kami untuk kami, supaya Dia memutuskan urusan diantara kami.' Isa pun menjawab: 'Sesungguhnya aku bukan orang yang tepat bagi kalian, sesungguhnya aku telah dijadikan sesembahan selain Allah. Dan sesungguhnya tidak ada yang lebih penting bagi diriku pada hari ini selain diriku sendiri. Akan tetapi apa pendapat kalian jika suatu perhiasan diletakkan didalam sebuah bejana yang tertutup, apakah kita bisa mengetahui nilai benda yang ada didalamnya hingga dibuka tutupnya? ' Mereka menjawab: 'Tidak.' Isa berkata: 'Sesungguhnya Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah penutup para nabi, dan ia juga hadir pada hari ini, dan telah diampuni baginya semua dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melanjutkan: 'Lalu mereka mendatangiku dan berkata: 'Wahai Muhammad, mohonkanlah syafa'at pada Rabb kami untuk kami, supaya Dia memutuskan urusan diantara kami.' Maka aku menjawab: 'Aku memang berhak untuk itu hingga Allah 'azza wajalla mengizinkannya bagi siapa saja yang Dia kehendaki dan di ridloi. Jika Allah 'azza wajalla hendak memutuskan sesuatu diantara para makhlukNya, maka akan ada seruan yang memanggil: "Dimanakah Ahmad dan kaumnya?". Kamilah yang terakhir dan kami pulalah yang pertama, kami adalah umat yang terakhir dan kami adalah umat yang pertama kali dihisab. Lalu umat-umat lain disingkirkan dari jalan kami, dan kami berlalu dengan wajah dan anggota badan yang bercahaya karena bekas wudhu'. Maka umat-umat tersebut berkata: 'Hampir saja umat ini menjadi nabi seluruhnya.' Beliau melanjutkan: 'Lalu kami mendatangi pintu surga, aku memegang daun pintu dan mengetuknya, lalu ada yang bertanya: 'Siapa engkau? ' Aku menjawab: 'Aku Muhammad.' Maka dibukalah pintu tersebut, lalu aku menemui Rabbku 'azza wajalla yang sedang berada di atas kursi atau singgasananya, lalu aku tersungkur dan sujud, aku lalu memujinya dengan pujian yang tidak pernah diucapkan oleh orang-orang sebelumku maupun orang-orang setelahku. Lalu dikatakan padaku: 'Angkatlah kepalamu! Katakanlah maka engkau akan didengar (perkataanmu), mintalah maka engkau akan diberi, dan mohonlah syafa'at maka akan dikabulkan! ' Lalu aku mengangkat kepalaku dan berkata: 'Wahai Rabbku, umatku... umatku...' Maka Dia pun berfirman: 'Keluarkanlah dari neraka siapa saja yang didalam hatinya ada seukuran ini dan itu.' Kemudian mereka dikeluarkan, aku lalu mengulanginya, aku sujud dan mengatakan seperti apa yang telah aku katakan. Maka dikatakan padaku: 'Angkatlah kepalamu, dan katakanlah maka akan didengar, mintalah maka akan diberi serta mohonlah syafa'at maka akan dikabulkan.' Lalu aku berkata: 'Wahai Rabbku, umatku... umatku...' Maka Dia pun berfirman: 'Keluarkanlah dari neraka siapa saja yang didalam hatinya ada seukuran ini dan itu.' Mereka pun dikelurkan, dan beliau mengatakan yang ketiga kalinya seperti sebelumnya." Telah menceritakan kepada kami [Hasan] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Tsabit Al Bunani] dari [Anas bin Malik] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam seperti hadits di atas, namun dikali yang pertama beliau bersabda: "Siapa saja yang di dalam hatinya terdapat keimanan walau seberat biji Sya'ir (gandum)." Dan di kedua kali berkata dengan redaksi: "Burrah (gandum)." Dan yang ketiga kali menggunakan redaksi: "Dzarrah (jagung)."
Grade
صحيح ابن حبان ٢٥٧٩: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ سِنَانٍ، قَالَ: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ مَخْرَمَةَ بْنِ سُلَيْمَانَ، عَنْ كُرَيْبٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: نَامَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى إِذَا انْتَصَفَ اللَّيْلُ، أَوْ قَبْلَهُ، أَوْ بَعْدَهُ بِقَلِيلٍ، اسْتَيْقَظَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْسَحُ النَّوْمَ عَنْ وَجْهِهِ بِيَدَيْهِ، ثُمَّ قَرَأَ الْعَشْرَ الآيَاتِ الْخَوَاتِمَ مِنْ سُورَةِ آلِ عِمْرَانَ، ثُمَّ قَامَ إِلَى شَنٍّ مُعَلَّقَةٍ، فَتَوَضَّأَ مِنْهَا.
Shahih Ibnu Hibban 2579: Umar bin Sa'id bin Sinan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ahmad bin Abi Bakar mengabarkan kepada kami dari Malik, dari Makhramah bin Sulaiman, dari Kuraib, dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Rasulullah tidur hingga seperdua malam, sebelum atau setelahnya, kemudian Rasulullah terbangun, lalu membersihkan bekas-bekas tidur dari wajahnya dengan kedua tangan beliau, kemudian beliau membaca sepuluh ayat terakhir dari surah Ali Imran, lalu beliau bangkit menuju geriba 493 yang tertutup, lalu beliau pun wudhu darinya." 494 [1:5]
صحيح ابن حبان ٢٥٩٢: أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِدْرِيسَ الأَنْصَارِيُّ، قَالَ: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ مَخْرَمَةَ بْنِ سُلَيْمَانَ، عَنْ كُرَيْبٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّهُ بَاتَ عِنْدَ مَيْمُونَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَهِيَ خَالَتُهُ، قَالَ: فَاضْطَجَعْتُ فِي عَرْضِ الْوِسَادَةِ، وَاضْطَجَعَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَهْلُهُ فِي طُولِهَا، فَنَامَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى انْتَصَفَ اللَّيْلُ، أَوْ قَبْلَهُ، أَوْ بَعْدَهُ بِقَلِيلٍ، اسْتَيْقَظَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَجَعَلَ يَمْسَحُ النَّوْمَ عَنْ وَجْهِهِ بِيَدَيْهِ، ثُمَّ قَرَأَ الْعَشْرَ آيَاتِ الْخَوَاتِمَ مِنْ سُورَةِ آلِ عِمْرَانَ، ثُمَّ قَامَ إِلَى شَنٍّ مُعَلَّقَةٍ، فَتَوَضَّأَ مِنْهَا فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ، ثُمَّ قَامَ يُصَلِّي، قَالَ عَبْدُ اللهِ: فَقُمْتُ فَصَنَعْتُ مِثْلَ مَا صَنَعَ، ثُمَّ ذَهَبْتُ فَقُمْتُ إِلَى جَنْبِهِ، فَوَضَعَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى رَأْسِي، فَأَخَذَ بِأُذُنِي الْيُمْنَى يَفْتِلُهَا، فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ أَوْتَرَ، ثُمَّ اضْطَجَعَ حَتَّى جَاءَهُ الْمُؤَذِّنُ، فَقَامَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ، ثُمَّ خَرَجَ فَصَلَّى الصُّبْحَ.
Shahih Ibnu Hibban 2592: Al Husain bin Idris Al Anshari mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ahmad bin Abi Bakar mengabarkan kepada kami dari Malik, dari Makhramah bin Sulaiman, dari Kuraib, dari Ibnu Abbas, bahwa dia menginap di rumah Maimunah —istri Nabi , yang merupakan bibinya—. Dia berkata, "Aku berbaring di tepi bantal, sedangkan Rasulullah dan istrinya tidur di tengahnya. Rasulullah tertidur hingga seperdua malam, sebelum atau setelahnya, Rasulullah terbangun sambil membasuh bekas-bekas tidur di wajah beliau dengan kedua tangannya, lalu membaca sepuluh ayat terakhir dari surah Ali 'Imran, kemudian berdiri menuju geriba yang tergantung, berwudhu darinya dengan sebaik- baiknya wudhu, kemudian berdiri untuk melaksanakan shalat Aku pun berdiri, melakukan513 apa yang beliau lakukan. Lalu aku beranjak, berdiri di sisi beliau. Rasulullah meletakkan tangan kanan beliau di atas kepalaku, kemudian menarik telingaku untuk memalingkanku. Setelah itu beliau shalat dua rakaat, lalu dua rakaat lagi, lalu dua rakaat lagi, lalu dua rakaat lagi, kemudian witir. Beliau kemudian tidur hingga muadzin mengumandangkan adzan. Beliau pun bangkit, shalat dua rakaat yang ringan, kemudian keluar dan shalat Subuh."514 [1:5]
صحيح ابن حبان ٢٥٩٣: أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ، عَنِ الأَسْوَدِ، قَالَ: سَأَلْتُ عَائِشَةَ عَنْ صَلاَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِاللَّيْلِ، فَقَالَتْ: كَانَ يَنَامُ أَوَّلَ اللَّيْلِ، ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي، فَإِذَا كَانَ مِنَ السَّحَرِ أَوْتَرَ، فَإِنْ كَانَتْ لَهُ حَاجَةٌ إِلَى أَهْلِهِ وَإِلاَّ نَامَ، فَإِذَا سَمِعَ الأَذَانَ وَثَبَ- وَمَا قَالَتْ: قَامَ- فَإِنْ كَانَ جُنُبًا أَفَاضَ عَلَيْهِ مِنَ الْمَاءِ- وَمَا قَالَتِ: اغْتَسَلَ- وَإِلاَّ تَوَضَّأَ، وَخَرَجَ إِلَى الصَّلاَةِ.
Shahih Ibnu Hibban 2593: Abu Khalifah mengabarkan kepada kami, Abu Al Walid menceritakan kepada kami, Syu'bah menceritakan kepada kami, Abu Ishak menceritakan kepada kami dari Al Aswad, dia berkata: Aku bertanya kepada Aisyah perihal shalat malam Nabi , lalu dia menjawab, "Beliau tidur pada awal malam, kemudian bangkit, lalu shalat. Apabila masih dalam waktu sahur, beliau shalat witir, dan jika beliau memiliki kebutuhan terhadap istrinya maka beliau akan menunaikannya, dan jika tidak maka beliau akan tidur. Apabila beliau mendengar adzan, beliau bergegas —dia tidak berkata: beliau berdiri— dan jika beliau junub maka beliau akan mengucurkan air — dia tidak berkata: beliau, mandi— dan jika tidak, maka beliau berwudhu, lalu keluar untuk shalat."515 [57:5]
صحيح ابن حبان ٢٥٩٤: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلْمٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ، قَالَ: حَدَّثَنِي رَبِيعَةُ بْنُ كَعْبٍ الأَسْلَمِيُّ، قَالَ: كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ، وَكَانَ يَقُومُ مِنَ اللَّيْلِ، يَقُولُ: سُبْحَانَ رَبِّي وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ رَبِّي وَبِحَمْدِهِ الْهَوِيَّ، ثُمَّ يَقُولُ: سُبْحَانَ رَبِّ الْعَالَمِينَ، سُبْحَانَ رَبِّ الْعَالَمِينَ الْهَوِيَّ.
Shahih Ibnu Hibban 2594: Abdullah bin Muhammad bin Salm mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdurrahman bin Ibrahim menceritakan kepada kami, dia berkata: Al Walid bin Muslim menceritakan kepada kami, dia berkata: Al Auzai' menceritakan kepada kami, dia berkata: Yahya bin Abi Katsir menceritakan kepadaku, dia berkata: Abu Salamah menceritakan kepadaku, dia berkata: Rabi'ah bin Ka'ab Al Aslami menceritakan kepadaku, dia berkata, "Aku pernah menginap bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu aku memberikan beliau tempat berwudhu dan kebutuhannya. Beliau lalu berdiri (shalat) pada malam hari seraya mengucapkan, "Subhaana rabbii wa bihamdihi, subbahana rabbi wa bihamdihi" Al Hawiy516 (Maha suci Tuhanku dan segala puji bagi-Nya, segala puji Tuhanku dan segala puji bagi-Nya), kemudian beliau bersabda, "Subhana Rabbil Alamin, subhana Rabbil Alamin" Al Hawiyy (Maha suci Tuhan semesta alam, Maha suci Tuhan semesta Alam)"511 [12:5]
صحيح ابن حبان ٢٥٩٦: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلْمٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ، حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنِي عُمَيْرُ بْنُ هَانِئٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي جُنَادَةُ بْنُ أَبِي أُمَيَّةَ، عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ تَعَارَّ مِنَ اللَّيْلِ، فَقَالَ حِينَ يَسْتَيْقِظُ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ، رَبِّ اغْفِرْ لِي، غُفِرَ لَهُ، وَإِنْ قَامَ فَتَوَضَّأَ وَصَلَّى قُبِلَتْ صَلاَتُهُ قَالَ الْوَلِيدُ: قَالَ: غُفِرَ لَهُ، أَوِ اسْتُجِيبَ لَهُ.
Shahih Ibnu Hibban 2596: Abdullah bin Muhammad bin Salm mengabarkan kepada kami, Abdurrahman bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Al Walid menceritakan kepada kami, Al Auza'i menceritakan kepada kami, dia berkata: Umair519 bin Hani menceritakan kepadaku, dia berkata: Junadah bin Abi Umayah menceritakan kepadaku dari Ubadah bin Shamit, dia berkata: Rasulullah bersabda, "Barangsiapa terbangun pada malam hari lalu mengucapkan, 'laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'ala kulli syai'in qadir, subhanallah wal hamdulillahi wa laa ilaha illallah wallahu akbar, wa laa haula wa laa quwwata illa billahi, rabbighfirli' (tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nyalah kerajaan dan bagi-Nyalah pujian, serta Dia berkuasa atas segala sesuatu. Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, Allah Maha Besar, tidak ada daya dan upaya kecuali milik Allah. Ya Tuhanku, ampunilah aku) maka dia diampuni. Apabila dia berdiri, berwudhu, dan shalat, niscaya shalatnya diterima." Al Walid berkata, "Diterima atau dikabulkan baginya."520 [2:1]
صحيح ابن حبان ٢٦٢٦: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ: أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، عَنْ عَبْدِ رَبِّهِ بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ مَخْرَمَةَ بْنِ سُلَيْمَانَ، عَنْ كُرَيْبٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّهُ قَالَ: بِتُّ عِنْدَ خَالَتِي مَيْمُونَةَ، وَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَهَا تِلْكَ اللَّيْلَةَ، فَتَوَضَّأَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ قَامَ يُصَلِّي، فَقُمْتُ عَنْ يَسَارِهِ، فَأَخَذَنِي فَجَعَلَنِي عَنْ يَمِينِهِ، فَصَلَّى فِي تِلْكَ اللَّيْلَةِ ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً، ثُمَّ نَامَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى نَفَخَ، وَكَانَ إِذَا نَامَ نَفَخَ، ثُمَّ أَتَاهُ الْمُؤَذِّنُ، فَخَرَجَ، وَصَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ.قَالَ عَمْرٌو: حَدَّثْتُ بِهَذَا بُكَيْرَ بْنَ الأَشَجِّ، فَقَالَ: حَدَّثَنِي كُرَيْبٌ بِذَلِكَ.
Shahih Ibnu Hibban 2626: Al Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, Harmalah bin Yahya menceritakan kepada kami, Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, Amr bin Al Harits mengabarkan kepada kami dari Abdu Rabbihi bin Sa'id, dari Makhramah bin Sulaiman, dari Kuraib, dari Ibnu Abbas, dia berkata: Aku bermalam di rumah bibiku, Maimunah, dan Rasulullah bersamanya pada malam itu. Rasulullah berwudhu, kemudian shalat. Aku lalu berdiri di sebelah kiri, kemudian beliau memegangku dan menempatkanku di sebelah kanannya. Pada malam itu beliau mengerjakan shalat sebanyak tiga belas rakaat, kemudian tidur sampai mendengkur. Jika tidur, beliau mendengkur. Muadzin lalu mengumandangkan adzan. Setelah itu beliau keluar dan shalat, dengan tidak berwudhu kembali. 560 [1:5] Amr berkata: Aku menceritakan kepada Bukair bin Al Asyaj dengan hadits ini. Lalu Bukair berkata, "Kuraib menceritakan kepadaku dengan hadits itu."
صحيح ابن حبان ٢٦٢٧: حَدَّثَنَا أَبُو يَعْلَى، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحَجَّاجِ السَّامِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ طَاوُوسٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ خَالِدٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّهُ بَاتَ عِنْدَ خَالَتِهِ مَيْمُونَةَ، فَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ، قَالَ: فَقُمْتُ فَتَوَضَّأْتُ، ثُمَّ قُمْتُ عَنْ يَسَارِهِ، فَجَرَّنِي حَتَّى أَقَامَنِي عَنْ يَمِينِهِ، ثُمَّ صَلَّى ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً، قِيَامُهُ فِيهِنَّ سَوَاءٌ.
Shahih Ibnu Hibban 2627: Abu Ya'la menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Al Hajjaj As-Sami menceritakan kepada kami, Wuhaib561 menceritakan kepada kami dari Abdullah bin Thawus, dari Ikrimah bin Khalid, dari Ibnu Abbas, dia berkata: Aku bermalam di rumah bibiku (Maimunah). Nabi bangun pada malam hari, maka aku bangun dan berwudhu, lalu berdiri di sebelah kiri beliau. Beliau menarikku dan memosisikanku di sebelah kanan beliau. Beliau mengerjakan shalat sebanyak tiga belas rakaat, dan lama berdiri setiap rakaat sama.562 [1:5]
صحيح ابن حبان ٢٦٣٥: أَخْبَرَنَا ابْنُ خُزَيْمَةَ، حَدَّثَنَا بُنْدَارٌ، حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ، حَدَّثَنَا أَبُو حُرَّةَ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ سَعْدِ بْنِ هِشَامٍ، أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ عَنْ صَلاَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِاللَّيْلِ، فَقَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى الْعِشَاءَ تَجَوَّزَ بِرَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ يَنَامُ وَعِنْدَ رَأْسِهِ طَهُورُهُ وَسِوَاكُهُ، فَيَقُومُ فَيَتَسَوَّكُ وَيَتَوَضَّأُ وَيُصَلِّي، وَيَتَجَوَّزُ بِرَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي ثَمَانِ رَكَعَاتٍ يُسَوِّي بَيْنَهُنَّ فِي الْقِرَاءَةِ، ثُمَّ يُوتِرُ بِالتَّاسِعَةِ، وَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ، فَلَمَّا أَسَنَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَخَذَ اللَّحْمُ، جَعَلَ الثَّمَانَ سِتًّا، وَيُوتِرُ بِالسَّابِعَةِ، وَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ يَقْرَأُ فِيهِمَا: قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ، وَإِذَا زُلْزِلَتْ.أَبُو حُرَّةَ اسْمُهُ وَاصِلُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ.
Shahih Ibnu Hibban 2635: Ibnu Khuzaimah mengabarkan kepada kami, Bundar menceritakan kepada kami, Abu Daud menceritakan kepada kami, Abu Hurrah menceritakan kepada kami dari Al Hasan, dari575 Sa'ad bin Hisyam, dia bertanya kepada Aisyah tentang shalat Nabi pada malam hari, lalu Aisyah menjawab, "Jika Rasulullah mengerjakan shalat Isya, beliau mengejakan dua rakaat setelahnya. Kemudian tidur, dan di dekat kepalanya ada air bersuci dan siwaknya. Kemudian beliau bangun, bersiwak, berwudhu, dan mengejakan shalat sebanyak dua rakaat. Kemudian bangkit dan melaksanakan shalat sebanyak delapan rakaat dengan menyamakan lama bacaannya. Lalu shalat witir untuk kesembilan rakaatnya. Beliau mengejakan shalat dua rakaat sambil duduk. Tatkala beliau tua dan kurus, delapan rakaat dikejakan enam rakaat, dan witir untuk ketujuh rakaaatnya. Beliau juga mengejakan shalat dua rakaat sambil duduk, yang bacaannya, 'Qul ya ayyuhal kaafiruun (surah Al Kaafiruun)".' Serta 'Idzaa zulzilatil ardhu zilzaalahaa (surah Az-Zalzalah)'."576 [34:5] Abu Hurrah namanya adalah Washil bin Abdurrahman.
صحيح ابن حبان ٢٦٣٦: أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ، عَنْ كُرَيْبٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: بِتُّ عِنْدَ خَالَتِي مَيْمُونَةَ، فَقَامَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ اللَّيْلِ، فَقَضَى حَاجَتَهُ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ، ثُمَّ نَامَ، ثُمَّ قَامَ فَأَتَى الْقِرْبَةَ، فَأَطْلَقَ شِنَاقَهَا، ثُمَّ تَوَضَّأَ وُضُوءًا بَيْنَ الْوُضُوئَيْنِ، لَمْ يُكْثِرْ وَقَدْ أَبْلَغَ، ثُمَّ قَامَ فَصَلَّى، فَقُمْتُ فَتَمَطَّيْتُ كَرَاهِيَةَ أَنْ يَرَى أَنِّي كُنْتُ أَرْقُبُهُ، فَقُمْتُ فَتَوَضَّأْتُ، فَقَامَ يُصَلِّي، فَقُمْتُ عَنْ يَسَارِهِ، فَأَخَذَ بِأُذُنِي فَأَدَارَنِي عَنْ يَمِينِهِ، فَتَتَامَّتْ صَلاَةُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً، ثُمَّ اضْطَجَعَ فَنَامَ حَتَّى نَفَخَ، وَكَانَ إِذَا نَامَ نَفَخَ، فَإِذَا بِلاَلٌ فَآذَنَهُ بِالصَّلاَةِ، فَقَامَ فَصَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ، وَكَانَ فِي دُعَائِهِ: اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا، وَفِي بَصَرِي نُورًا، وَفِي سَمْعِي نُورًا، وَعَنْ يَمِينِي نُورًا، وَعَنْ يَسَارِي نُورًا، وَفَوْقِي نُورًا، وَتَحْتِي نُورًا، وَأَمَامِي نُورًا، وَخَلْفِي نُورًا، وَأَعْظِمْ لِي نُورًا.قَالَ كُرَيْبٌ: فَلَقِيتُ بَعْضَ وَلَدِ الْعَبَّاسِ، فَحَدَّثَنِي بِهِنَّ وَذَكَرَ: عَصَبِي، وَلَحْمِي، وَدَمِي، وَشَعْرِي، وَبَشَرِي، وَذَكَرَ خَصْلَتَيْنِ.
Shahih Ibnu Hibban 2636: Abu Ya'la mengabarkan kepada kami, Abu Khaisamah menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Mahdi menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami dari Salamah bin Kuhail, dari Kuraib, dari Ibnu Abbas, dia berkata: Aku bermalam di rumah bibiku (Maimunah). Rasulullah bangun pada malam hari dan menunaikan hajatnya. Kemudian membasuh wajahnya dan kedua tangannya, kemudian tidur. Kemudian bangun dan mendatangi tempat air. Beliau membuka tutupnya, kemudian berwudhu di antara dua wudhu, tidak banyak menggunakan air dan melebihi (batas wudhu yang ditentukan). Lalu beliau bangkit dan shalat. Aku pun berdiri dan berjalan, karena tidak ingin beliau melihatku mengawasinya. Aku bangkit dan berwudhu, kemudian shalat dan berdiri di samping kiri beliau. Beliau lalu memegang telingaku dan memutarku ke arah kanannya. Akhirnya, sempurnalah shalat Rasulullah -sebanyak tiga belas rakaat. Setelah itu beliau berbaring dan tidur sampai mendengkur. Jika tidur, beliau mendengkur. Bilal lalu mengumandangkan adzan sebagai tanda waktu shalat. Beliau pun bangun dan mengerjakan shalat, dengan tidak berwudhu. Beliau berdoa, "Allahummaj'al fii galbi nuran, wa fii bashari nuuran, wa fii sam'i nuuran, wa an yamiini nuuran, wa an yasaari nuuran, wa fauqi nuuran, wa tahti nuuran, wa amaami nuuran, wa khalfi nuuran, wa a'zhim lii nuuran (ya Allah, jadikanlah cahaya di hatiku, cahaya di pandanganku, cahaya di pendengaranku, cahaya di bagian kananku, cahaya di bagian kiriku, cahaya di atasku, cahaya di bawahku, cahaya di hadapanku, serta cahaya di belakangku, dan besarkanlah cahaya itu untukku)" Kuraib berkata, "Aku bertemu dengan beberapa anak Abbas, dan mereka menceritakan kepadaku tentang hal itu, dan menyebutkan: Syarafku, dagingku, darahku, rambutku, wajahku. Dan juga menyebutkan: Dua karakter577." [1:5]