مسند أحمد ٢٥٤٠٥: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ وَابْنُ بَكْرٍ قَالَا أَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ وَرَوْحٌ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ أَنَّ عَطَاءَ بْنَ يَسَارٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّهَا قَرَّبَتْ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَنْبًا مَشْوِيًّا فَأَكَلَ مِنْهُ ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ وَلَمْ يَتَوَضَّأْ
Musnad Ahmad 25405: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] dan [Ibnu Bakr], keduanya berkata: Saya, [Ibnu Juraij] dan [Rauh], telah menceritakan kepada kami [Ibnu Juraij] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Muhammad bin Yusuf] bahwa [Atha` bin Yasar] telah mengabarkan kepadanya bahwa [Ummu Salamah, isteri Nabi shalallahu'alaihi wa sallam] telah mengabarkan kepadanya, bahwasanya ia pernah menghidangkan daging panggang kepada Nabi shalallahu'alaihi wa sallam, lantas beliau memakannya. Kemudian beliau melakukan shalat dan tidak berwudhu lagi."
Grade
مسند أحمد ٢٥٤٠٧: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ وَابْنُ بَكْرٍ قَالَا أَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ وَحَدَّثَنِي ابْنُ شِهَابٍ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ وَعَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ أَهْلِهِ ثُمَّ يَغْتَسِلُ فَيَصُومُ قَالَ ابْنُ بَكْرٍ زَوْجَتَيْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Musnad Ahmad 25407: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] dan [Ibnu Bakr] keduanya berkata: Saya, [Ibnu Juraij], dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Ibnu Syihab] dari [Abu Bakr bin Abdurrahman] dari [Ayahnya, Abdurrahman] dari [Ummu Salamah] dan [Aisyah] bahwa Nabi shalallahu'alaihi wa sallam menjumpai waktu fajar sementara beliau sedang junub karena menggauli isterinya. Kemudian beliau mandi dan berpuasa. Berkata Ibnu Bakr: "Dua isteri Nabi shalallahu'alaihi wa sallam."
Grade
مسند أحمد ٢٥٤٠٨: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ أَخْبَرَنِي يَعْلَى بْنُ مَمْلَكٍ أَنَّهُ سَأَلَ أُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَلَاةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِاللَّيْلِ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الْعِشَاءَ الْآخِرَةَ ثُمَّ يُسَبِّحُ ثُمَّ يُصَلِّي بَعْدَهَا مَا شَاءَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ اللَّيْلِ ثُمَّ يَنْصَرِفُ فَيَرْقُدُ مِثْلَ مَا يُصَلِّي ثُمَّ يَسْتَيْقِظُ مِنْ نَوْمَتِهِ تِلْكَ فَيُصَلِّي مِثْلَ مَا نَامَ وَصَلَاتُهُ تِلْكَ الْآخِرَةُ تَكُونُ إِلَى الصُّبْحِ
Musnad Ahmad 25408: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Juraij] dia berkata: berkata [Abdullah bin Abi Mulaikah] telah mengabarkan kepadaku [Ya'la bin Mamlak] bahwasanya ia bertanya kepada [Ummu Salamah, isteri Nabi shalallahu'alaihi wa sallam] mengenai shalat malamnya Nabi shalallahu'alahi wa sallam. ia menjawab: "Nabi shalallahu'alaihi wa sallam shalat isya', kemudian bertasbih dan setelahnya shalat malam sebanyak yang Allah kehendaki. Lalu beliau pergi dan tidur yang lamanya seperti beliau shalat. Lantas beliau bangun dari tidurnya dan shalat yang lamanya seperti ketika beliau tidur. Shalatnya beliau tersebut berlangsung sampai shubuh."
Grade
مسند أحمد ٢٥٤٠٩: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ زَيْنَبَ ابْنَةِ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ سَمِعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَجَبَةَ خَصْمٍ عِنْدَ بَابِ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ فَخَرَجَ إِلَيْهِمْ فَقَالَ إِنَّكُمْ تَخْتَصِمُونَ وَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ وَلَعَلَّ بَعْضَكُمْ أَنْ يَكُونَ أَعْلَمَ بِحُجَّتِهِ مِنْ بَعْضٍ فَأَقْضِيَ لَهُ بِمَا أَسْمَعُ مِنْهُ فَأَظُنُّهُ صَادِقًا فَمَنْ قَضَيْتُ لَهُ بِشَيْءٍ مِنْ حَقِّ أَخِيهِ فَإِنَّهَا قِطْعَةٌ مِنْ النَّارِ فَلْيَأْخُذْهَا أَوْ لِيَدَعْهَا حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ صَالِحٍ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ زَيْنَبَ ابْنَةَ أَبِي سَلَمَةَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهَا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ سَمِعَ خُصُومَةً بِبَابِ حُجْرَتِهِ فَخَرَجَ إِلَيْهِمْ فَقَالَ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ
Musnad Ahmad 25409: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Azzuhri] dari [Urwah] dari [Zainab binti Abu Salamah] dari [Ummu Salamah] berkata: dia berkata: "Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam mendengar keributan pertengkaran ketika berada di pintu Ummu Salamah." Ia berkata: "Lantas beliau pergi kepada mereka seraya bersabda: 'Sesungguhnya kalian bertikai, sementara aku adalah manusia dan pasti sebagian kalian lebih mengetahui dengan hujahnya dari sebagian yang lain. Aku memutuskan dengan apa yang aku dengar dari orang yang aku anggap jujur. Barangsiapa yang aku putuskan untuknya dengan sesuatu, dan mengurangi hak saudaranya maka itu adalah putusan dari neraka. Ambillah ia atau tinggalkan'." Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Ayahku] dari [Shalih], berkata [Ibnu Syihab] telah mengabarkan kepadaku [Urwah bin Azzubair] bahwa [Zainab binti Abu Salamah] telah mengabarkan kepadanya bahwa [Ummu Salamah, isteri Nabi shalallahu'alaihi wa sallam], ia telah mengabarkan kepadanya dari Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam, bahwasanya beliau mendengar pertikaian di pinti kamarnya dan beliau pergi kepada mereka. beliau bersabda: "Sesungguhnya aku adalah manusia." Lantas ia menyebutkan makna hadits tersebut.
Grade
مسند أحمد ٢٥٤١٢: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ هِشَامٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَدْرَكَهُ الصُّبْحُ جُنُبًا فَلَا صَوْمَ لَهُ قَالَ فَانْطَلَقْتُ أَنَا وَأَبِي فَدَخَلْنَا عَلَى أُمِّ سَلَمَةَ وَعَائِشَةَ فَسَأَلْنَاهُمَا عَنْ ذَلِكَ فَأَخْبَرَتَانَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ غَيْرِ حُلُمٍ ثُمَّ يَصُومُ فَلَقِينَا أَبَا هُرَيْرَةَ فَحَدَّثَهُ أَبِي فَتَلَوَّنَ وَجْهُ أَبِي هُرَيْرَةَ ثُمَّ قَالَ هَكَذَا حَدَّثَنِي الْفَضْلُ بْنُ عَبَّاسٍ وَهُنَّ أَعْلَمُ
Musnad Ahmad 25412: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Azzuhri] dari [Abu Bakr bin Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam] dia berkata: "Saya telah mendengar Abu Hurairah berkata: 'Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam bersabda: 'Barangsiapa yang mendapati waktu shubuh dalam keadaan junub, maka tidak sah puasanya'." Ia berkata: "Saya dan ayahku pun pergi dan kami menemui [Ummu Salamah] dan [Aisyah]. Kami menanyakan hal itu kepada mereka berdua. Mereka berdua mengabarkan kepada kami bahwa Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam pernah junub di pagi hari yang bukan karena bermimpi kemudian beliau berpuasa. Kamipun lantas menemui Abu Hurairah dan ayahku menceritakan kepadanya, warna wajahnya pun berubah, lantas ia berkata: "Demikian inilah Al Fadhl bin Abbas menceritakan kepadaku, tapi mereka lebih mengetahui."
Grade
مسند أحمد ٢٥٤١٣: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ وَحَدَّثَنِي حَجَّاجٌ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنِ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَافِعٍ مَوْلَى أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ أُمَّ سُلَيْمٍ قَالَ حَجَّاجٌ امْرَأَةَ أَبِي طَلْحَةَ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ الْمَرْأَةُ تَرَى زَوْجَهَا فِي الْمَنَامِ يَقَعُ عَلَيْهَا أَعَلَيْهَا غُسْلٌ قَالَ نَعَمْ إِذَا رَأَتْ بَلَلًا فَقَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ أَوَتَفْعَلُ ذَلِكَ فَقَالَ تَرِبَتْ يَمِينُكِ أَنَّى يَأْتِي شَبَهُ الْخُؤُولَةِ إِلَّا مِنْ ذَلِكِ أَيُّ النُّطْفَتَيْنِ سَبَقَتْ إِلَى الرَّحِمِ غَلَبَتْ عَلَى الشَّبَهِ وَقَالَ حَجَّاجٌ فِي حَدِيثِهِ تَرِبَ جَبِينُكِ
Musnad Ahmad 25413: Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] telah menceritakan kepadaku [Hajjaj] dia berkata: telah mengabarkan kepada kmai [Ibnu Abi Dzi'b] dari [Al Maqburi] dari [Abdullah bin Rafi'], pembantu Ummu Salamah dari Ummu Salamah bahwa Ummu Sulaim, [Hajjaj] berkata: ia adalah isterinya Abu Thalhah, ia berkata: "Wahai Rasulullah! Seorang isteri yang melihat suaminya menggaulinya dalam mimpi, apakah ia harus mandi?" beliau menjawab: "Ya, apabila ia melihat ada yang basah (junub)." Ummu Salamah berkata: "Apakah engkau melakukan hal itu?" beliau menjawab: "Beruntunglah kamu, dari mana adanya keserupaan terhadap bibi-bibinya melainkan darinya, yaitu dua air mani yang lebih dulu sampai sampai ke rahim maka ia akan lebih dominan pada keserupaan." Hajjaj meriwayatkan dalam haditsnya: "Taribat jabinuki."
Grade
مسند أحمد ٢٥٤١٤: حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ زَيْنَبَ ابْنَةِ أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ لَكَ فِي أُخْتِي ابْنَةِ أَبِي سُفْيَانَ قَالَ فَأَفْعَلُ مَاذَا قَالَتْ تَنْكِحُهَا قَالَ وَذَاكَ أَحَبُّ إِلَيْكِ قَالَتْ نَعَمْ لَسْتُ لَكَ بِمُخْلِيَةٍ وَأَحَبُّ مَنْ شَرِكَنِي فِي الْخَيْرِ أُخْتِي قَالَ إِنَّهَا لَا تَحِلُّ لِي قُلْتُ فَإِنَّهُ بَلَغَنِي أَنَّكَ تَخْطُبُ دُرَّةَ ابْنَةَ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ ابْنَةُ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ فَوَاللَّهِ لَوْ لَمْ تَكُنْ رَبِيبَتِي فِي حِجْرِي لَمَا حَلَّتْ لِي إِنَّهَا ابْنَةُ أَخِي مِنْ الرَّضَاعَةِ أَرْضَعَتْنِي وَأَبَاهَا ثُوَيْبَةُ فَلَا تَعْرِضْنَ عَلَيَّ بَنَاتِكُنَّ وَلَا أَخَوَاتِكُنَّ
Musnad Ahmad 25414: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] dari [Hisyam] dari [Ayahnya] dari [Zainab binti Ummu Salamah] dari Ummu Salamah bahwa Ummu Habibah bertanya: "Wahai Rasulullah! Apakah engkau ada keinginan pada saudaraku putri Abu Sufyan?" beliau menjawab: "Apa yang harus aku perbuat?" ia berkata: "Engkau menikahinya." Beliau menjawab: "Apakah engkau menyukainya?" ia berkata: "Ya, aku bukanlah penghalang bagimu, dan aku lebih senang bila saudaraku mengikutiku dalam kebaikan." Beliau bersabda: "Sesungguhya dia tidak halal bagiku." Saya berkata: "Telah sampai kepadaku, bahwa engkau meminang Durrah puteri Abu Salamah." Beliau bertanya: "Puteri Ummu Salamah?" ia menjawab: "Ya." Beliau bersabda: "Demi Allah, kalaulah ia bukan sebagai anak ipar dalam pangkuanku tentunya dia tidak dihalalkan bagiku, sesungguhnya dia adalah puteri saudaraku sesusuan, karena Tsuwaibah telah menyusuiku dan ayahnya. Maka jangan engkau tawarkan puteri-puteri kalia kepadaku, dan jangan pula saudara-saudara perempuan kalian."
Grade
مسند أحمد ٢٥٤١٥: حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا طَلْحَةُ بْنُ يَحْيَى قَالَ زَعَمَ لِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ أَنَّ مُعَاوِيَةَ أَرْسَلَ إِلَى عَائِشَةَ يَسْأَلُهَا هَلْ صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ الْعَصْرِ شَيْئًا قَالَتْ أَمَّا عِنْدِي فَلَا وَلَكِنَّ أُمَّ سَلَمَةَ أَخْبَرَتْنِي أَنَّهُ فَعَلَ ذَلِكَ فَأَرْسِلْ إِلَيْهَا فَاسْأَلْهَا فَأَرْسَلَ إِلَى أُمِّ سَلَمَةَ فَقَالَتْ نَعَمْ دَخَلَ عَلَيَّ بَعْدَ الْعَصْرِ فَصَلَّى سَجْدَتَيْنِ قُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أُنْزِلَ عَلَيْكَ فِي هَاتَيْنِ السَّجْدَتَيْنِ قَالَ لَا وَلَكِنْ صَلَّيْتُ الظُّهْرَ فَشُغِلْتُ فَاسْتَدْرَكْتُهَا بَعْدَ الْعَصْرِ
Musnad Ahmad 25415: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Thalhah bin Yahya] dia berkata: [Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah] mengaku kepadaku bahwa Muawiyah telah mengutus utusan kepada Aisyah untuk bertanya kepadanya, apakah Nabi shalallahua'laihi wa sallam pernah shalat setelah ashar?" ia menjawab: "Adapun menurutku, tidak, akan tetapi [Ummu Salamah] telah mengabarkan kepadaku bahwasanya beliau shalat dua raka'at." Saya bertanya: "Wahai Nabiyullah! Apakah ada wahyu yang diturunkan kepadamu mewajibkan untuk shalat dua sujud ini?" beliau menjawab: "Tidak, akan tetapi setelah shalat zhuhur, aku disibukkan sehingga aku melakukannya setelah ashar."
Grade
مسند أحمد ٢٥٤١٧: حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا سَعْدُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عُمَرُ بْنُ كَثِيرٍ عَنِ ابْنِ سَفِينَةَ مَوْلَى أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ عَبْدٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَاخْلُفْنِي خَيْرًا مِنْهَا إِلَّا أَجَرَهُ اللَّهُ فِي مُصِيبَتِهِ وَخَلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا قَالَتْ فَلَمَّا تُوُفِّيَ أَبُو سَلَمَةَ قُلْتُ مَنْ خَيْرٌ مِنْ أَبِي سَلَمَةَ صَاحِبِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ ثُمَّ عَزَمَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِي فَقُلْتُهَا اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَاخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا قَالَتْ فَتَزَوَّجْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Musnad Ahmad 25417: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Sa'ad bin Sa'id] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Umar bin Katsir] dari [Ibnu Safinah, pembantu Ummu Salamah] dari [Ummu Salamah, isteri Nabi shalallahu'alaihi wa sallam] berkata: saya telah mendengar Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah seorang hamba yang tertimpa oleh musibah, lantas ia berdo'a: INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI RAJI'UN ALLAHUMMA AJURNI FII MUSHIBATI WAKHLUFNI KHAIRAN MINHA (Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan kepada-Nya lah kami kembali. Ya Allah, berilah aku pahala pada mushibahku, dan gantilah darinya dengan yang lebih baik) kecuali Allah akan memberinya pahala pada mushibah yang menimpanya dan menggantikan untuknya dengan yang lebih baik darinya." Ia berkata: "Ketika Abu Salamah meninggal, saya berkata: 'Siapakah orang yang lebih baikdari Abu Salamah, seorang sahabat Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam? ' ia berkata: 'Allah Azzawajalla pun memberi keinginan kepadaku, sehingga aku pun membacanya: ALLAHUMMA AJURNI FII MUSHIBATI WAKHLUFNI KHAIRAN MINHA (Ya Allah, berilah aku pahala pada mushibahku, dan gantilah darinya dengan yang lebih baik).' Ia berkata: "Akhirnya aku pun menikah dengan Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam."
Grade
مسند أحمد ٢٥٤٢٠: حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ مُظَفَّرُ بْنُ مُدْرِكٍ قَالَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ قَالَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى عَنْ أَبِي سَهْلٍ مِنْ أَهْلِ الْبَصْرَةِ عَنْ مُسَّةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ كَانَتْ النُّفَسَاءُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَقْعُدُ بَعْدَ نِفَاسِهَا أَرْبَعِينَ يَوْمًا أَوْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً قَالَتْ وَكُنَّا نَطْلِي عَلَى وُجُوهِنَا الْوَرْسَ مِنْ الْكَلَفِ
Musnad Ahmad 25420: Telah menceritakan kepada kami [Abu Kamil Muzhaffar bin Mudrik] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Zuhair] dia berkata: telah meceritakan kepada kami [Ali bin Abdul A'la] dari [Abu Sahl, seorang penduduk Bashrah] dari [Mussah] dari [Ummu Salamah] berkata: "Pada masa Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam para wanita yang bernifas duduk (tidak shalat) setelah nifasnya selama empat puluh hari atau empat puluh malam." Ia berkata: "Dan kami mengecat wajah-wajah kami dengan inai dari warna kehitaman."
Grade