Hadits Tentang Akhlaq dan Adab

Musnad Ahmad #8712

مسند أحمد ٨٧١٢: حَدَّثَنَا يَحْيَى قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ أَبِي يُونُسَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَتَّخِذُ عِنْدَكَ عَهْدًا لَنْ تُخْلِفَنِيهِ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ فَأَيُّمَا عَبْدٍ جَلَدْتُهُ أَوْ شَتَمْتُهُ أَوْ سَبَبْتُهُ فَاجْعَلْهَا لَهُ صَلَاةً وَقُرْبَةً

Musnad Ahmad 8712: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari [Abu Yunus] dari [Abu Hurairah] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ya Allah sesungguhnya aku mengambil sebuah janji di sisi-Mu yang sekali-kali Engkau tidak akan melupakannya, hanyasanya aku adalah seorang manusia, maka hamba manapun yang aku cambuk, atau aku caci, atau aku hina maka jadikanlah itu semua sebagai ibadah shalat dan taqarrub baginya."

Grade

Musnad Ahmad #8713

مسند أحمد ٨٧١٣: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ أَخْبَرَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ أَبِي يُونُسَ وَحَسَنٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو يُونُسَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدْ اقْتَرَبَ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا يَبِيعُ قَوْمٌ دِينَهُمْ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا قَلِيلٍ الْمُتَمَسِّكُ يَوْمَئِذٍ بِدِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ أَوْ قَالَ عَلَى الشَّوْكِ قَالَ حَسَنٌ فِي حَدِيثِهِ خَبَطِ الشَّوْكِ

Musnad Ahmad 8713: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ishaq] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari [Abu Yunus] dan [Hasan]. Dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] telah menceritakan kepada kami [Abu Yunus] dari [Abu Hurairah] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Kebinasaan yang besar bagi bangsa Arab, telah dekat munculnya fitnah seperti gelapnya malam, di pagi hari seseorang dalam keadaan mukmin dan sore hari telah menjadi kafir, orang-orang menjual agamanya dengan kenikmatan dunia, pada hari itu sedikit yang berpegang dengan agamanya, seperti seorang yang memegang bara api, -atau beliau mengatakan: - "seperti memegang duri." Hasan menyebutkan dalam haditsnya: "menginjak duri."

Musnad Ahmad #8714

مسند أحمد ٨٧١٤: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو يُونُسَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُكْثِرُونَ هُمْ الْأَقَلُّونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَّا مَنْ قَالَ بِالْمَالِ هَكَذَا وَهَكَذَا وَهَكَذَا قَالَ يَحْيَى وَقَلِيلٌ مَا هُمْ قَالَ حَسَنٌ وَأَشَارَ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَعَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ وَمِنْ خَلْفِهِ

Musnad Ahmad 8714: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ishaq] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] telah menceritakan kepada kami [Abu Yunus] dari [Abu Hurairah] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang yang banyak (hartanya di dunia) adalah orang-orang yang rendah pada hari kiamat kecuali orang yang berkata: 'Aku bersedekah sekian, sekian dan sekian, ' namun mereka itu jumlahnya sedikit." [Hasan] berkata: dan beliau berisyarat dengan kedua matanya kedepan, kekanan, kekiri dan kebelakangnya.

Grade

Musnad Ahmad #8715

مسند أحمد ٨٧١٥: حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا أَبُو يُونُسَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي إِنْ ظَنَّ بِي خَيْرًا فَلَهُ وَإِنْ ظَنَّ شَرًّا فَلَهُ

Musnad Ahmad 8715: Telah menceritakan kepada kami [Hasan bin Musa] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] telah menceritakan kepada kami [Abu Yunus] dari [Abu Hurairah] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bahwasanya Allah 'azza wajalla berfirman: 'Sesungguhnya Aku sesuai dengan prasangkaan hamba-Ku terhadapa-Ku, jika ia berprasangka baik maka ia akan mendapatkannya, dan jika ia berprasangka buruk maka ia akan mendapatkannya.'"

Grade

Musnad Ahmad #8720

مسند أحمد ٨٧٢٠: حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ نَبِّئْنِي بِأَحَقِّ النَّاسِ مِنِّي صُحْبَةً فَقَالَ نَعَمْ وَاللَّهِ لَتُنَبَّأَنَّ قَالَ مَنْ قَالَ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أَبُوكَ

Musnad Ahmad 8720: Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin 'Amir] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Umarah bin Al Qa'qa'] dari [Abu Zur'ah] dari [Abu Hurairah] berkata: Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan bertanya: "Wahai Rasulullah, beritakanlah kepadaku orang yang paling berhak untuk aku layani dengan baik?" maka beliaupun bersabda, "Ya, demi Allah, kamu benar-benar akan diberitahukan tentang hal itu, " iapun mendesak bertanya: "Siapa?" maka beliau bersabda: "Ibumu, " ia bertanya kembali: "lalu siapa?" beliau bersabda: "Ibumu, " ia bertanya kembali: "Lalu siapa?" beliau bersabda: "Ibumu, " ia bertanya kembali: "Lalu siapa?" maka beliau bersabda: "Bapakmu."

Grade

Musnad Ahmad #8722

مسند أحمد ٨٧٢٢: حَدَّثَنَا أَسْوَدُ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ ابْنِ عُمَيْرٍ يَعْنِي عَبْدَ الْمَلِكِ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ عَلَى الْمِنْبَرِ أَشْعَرُ بَيْتٍ قَالَتْهُ الْعَرَبُ أَلَا كُلُّ شَيْءٍ مَا خَلَا اللَّهَ بَاطِلُ وَكَادَ أُمَيَّةُ بْنُ أَبِي الصَّلْتِ أَنْ يُسْلِمَ

Musnad Ahmad 8722: Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin 'Amir] dari [Syarik] dari [Ibnu Umair] -yaitu Abdul Malik- dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwasanya beliau bersabda di atas mimbar: "Sebaik-baik ba`it sya'ir yang diucapkan oleh bangsa Arab adalah: 'ketahuilah, segala sesuatu selain Allah adalah bathil.' dan hampir-hampir Umayyah bin Ash Shalt masuk Islam."

Grade

Musnad Ahmad #8723

مسند أحمد ٨٧٢٣: حَدَّثَنَا أَسْوَدُ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ يَرْفَعُهُ قَالَ لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُونَ حَتَّى تَحَابُّوا أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى رَأْسِ ذَلِكَ أَوْ مِلَاكِ ذَلِكَ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ وَرُبَّمَا قَالَ شَرِيكٌ أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ و حَدَّثَنَاه ابْنُ نُمَيْرٍ عَنِ الْأَعْمَشِ مَعْنَاهُ

Musnad Ahmad 8723: Telah menceritakan kepada kami [Aswad] berkata: telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] -dan ia memarfu'kannya- dia berkata: "Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling mencintai, apakah kalian mau aku tunjukkan inti yang demikian itu, atau cara memperoleh yang demikian itu: tebarkan salam di antara kalian, " dan bisa jadi Syarik menyebutkan dalam riwayatnya: "Maukah kalian aku tunjukkan pada sesuatu yang jika kalian melakukannya kalian akan saling mencintai: tebarkanlah salam di antara kalian." Dan telah menceritakan kepada kami hadits ini [Ibnu Numair] dari [Al A'masy] secara makna.

Grade

Musnad Ahmad #8724

مسند أحمد ٨٧٢٤: حَدَّثَنَا أَسْوَدُ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَأَنْ يَمْتَلِئَ جَوْفُ أَحَدِكُمْ قَيْحًا يَرِيهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمْتَلِئَ شِعْرًا

Musnad Ahmad 8724: Telah menceritakan kepada kami [Aswad] berkata: telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sekiranya perut salah seorang dari kalian itu dipenuhi dengan muntahan yang ia muntahkan adalah lebih baik dari pada penuh dengan sya'ir."

Grade

Musnad Ahmad #8729

مسند أحمد ٨٧٢٩: حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ فِي تَفْسِيرِ شَيْبَانَ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ حَدَّثَ الْحَسَنُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانُوا يَغْتَسِلُونَ عُرَاةً وَكَانَ نَبِيُّ اللَّهِ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَام مِنْهُ الْحَيَاءُ وَالسِّتْرُ وَكَانَ يَسْتَتِرُ إِذَا اغْتَسَلَ فَطَعَنُوا فِيهِ بِعَوْرَةٍ قَالَ فَبَيْنَمَا نَبِيُّ اللَّهِ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَام يَغْتَسِلُ يَوْمًا وَضَعَ ثِيَابَهُ عَلَى صَخْرَةٍ فَانْطَلَقَتْ الصَّخْرَةُ بِثِيَابِهِ فَاتَّبَعَهَا نَبِيُّ اللَّهِ ضَرْبًا بِعَصَاهُ وَهُوَ يَقُولُ ثَوْبِي يَا حَجَرُ ثَوْبِي يَا حَجَرُ حَتَّى انْتَهَى بِهِ إِلَى مَلَإٍ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَتَوَسَّطَهُمْ فَقَامَتْ وَأَخَذَ نَبِيُّ اللَّهِ ثِيَابَهُ فَنَظَرُوا فَإِذَا أَحْسَنُ النَّاسِ خَلْقًا وَأَعْدَلُهُمْ صُورَةً فَقَالَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ قَاتَلَ اللَّهُ أَفَّاكِي بَنِي إِسْرَائِيلَ فَكَانَتْ بَرَاءَتُهُ الَّتِي بَرَّأَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهَا

Musnad Ahmad 8729: Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Muhamamd] dalam Tafsir [Asy Syaiban], dari [Qatadah] berkata: [Al Hasan] telah menceritakan dari [Abu Hurairah], Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya orang-orang bani Isra`il mandi dengan telanjang, dan adalah Nabi Allah Musa 'Alaihis Salam memiliki rasa malu dan menutup diri jika mandi, sehingga orang-orang bani Isra`il mencela Musa karena aurat." Rasulullah bersabda: "Maka pada suatu hari ketika Nabiyullah Musa 'Alaihis Salam mandi, dia meletakkan pakaiannya di atas batu, lalu batu tersebut membawa lari pakaiannya sehingga Musa mengikutinya seraya memukulnya dengan tongkat, ia berkata: 'Wahai batu kembalikanlah pakaianku, wahai batu kembalikanlah pakaianku, ' hingga dia sampai pada pemimpin dari Bani Isra`il dan Musa berada di tengah-tengah mereka, maka ketika batu tersebut berhenti dan Musa mengambil bajunya, mereka melihat ternyata Musa adalah sebaik-baik penciptaan dan paling bagus bentuk tubuhnya di antara mereka, maka Bani Isra`il berkata: 'Semoga Allah melaknat para pendusta dari Bani Isroil, ' maka itu merupakan berlepas dirinya Musa yang Allah tetapkan sebagai berlepasnya Dia 'azza wajalla dari para pendusta bani Isra`il."

Grade

Musnad Ahmad #8730

مسند أحمد ٨٧٣٠: حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ وَأَحْسِبُهُ ذَكَرَهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا هِجْرَةَ فَوْقَ ثَلَاثٍ فَمَنْ هَجَرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثٍ فَمَاتَ دَخَلَ النَّارَ

Musnad Ahmad 8730: Telah menceritakan kepada kami [Husain] telah menceritakan kepada kami [Syaiban] dari [Manshur] dari [Abu Hazim] dari [Abu Hurairah]. Abu Hazim berkata: Aku mengira Abu Hurairah menyebutkannya dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, - beliau bersabda: "Tidak boleh mendiamkan lebih dari tiga, maka barangsiapa mendiamkan saudaranya lebih dari tiga kemudian mati maka ia masuk neraka."

Grade