Hadits Tentang Ilmu

Musnad Ahmad #19054

مسند أحمد ١٩٠٥٤: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ شُعْبَةَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ زُرَارَةَ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ أَنَّ رَجُلًا عَضَّ يَدَ رَجُلٍ فَانْتَزَعَ يَدَهُ فَنَدَرَتْ ثَنِيَّتُهُ أَوْ ثَنِيَّتَاهُ فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَعَضُّ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ كَمَا يَعَضُّ الْفَحْلُ لَا دِيَةَ لَكَ

Musnad Ahmad 19054: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Syu'bah], telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Zurarah] dari ['Imran bin Hushain] bahwa seseorang telah menggigit tangan saudaranya, ketika saudaranya menarik tangannya gigi seri orang yang menggigit terlepas, lalu ia dating melapor kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan beliau bersabda: "Engkau hendak menggigit tangan saudaramu sebagaimana yang dilakukan kuda, maka tidak ada diyat bagimu."

Grade

Musnad Ahmad #19055

مسند أحمد ١٩٠٥٥: حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ هِشَامٍ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَهُوَ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ وَقَدْ تَفَاوَتَ بَيْنَ أَصْحَابِهِ السَّيْرُ رَفَعَ بِهَاتَيْنِ الْآيَتَيْنِ صَوْتَهُ { يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ } حَتَّى بَلَغَ آخِرَ الْآيَتَيْنِ قَالَ فَلَمَّا سَمِعَ أَصْحَابُهُ بِذَلِكَ حَثُّوا الْمَطِيَّ وَعَرَفُوا أَنَّهُ عِنْدَ قَوْلٍ يَقُولُهُ فَلَمَّا تَأَشَّبُوا حَوْلَهُ قَالَ أَتَدْرُونَ أَيَّ يَوْمٍ ذَاكَ قَالَ ذَاكَ يَوْمَ يُنَادَى آدَمُ فَيُنَادِيهِ رَبُّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَا آدَمُ ابْعَثْ بَعْثًا إِلَى النَّارِ فَيَقُولُ يَا رَبِّ وَمَا بَعْثُ النَّارِ قَالَ مِنْ كُلِّ أَلْفٍ تِسْعَ مِائَةٍ وَتِسْعَةً وَتِسْعِينَ فِي النَّارِ وَوَاحِدٌ فِي الْجَنَّةِ قَالَ فَأَبْلَسَ أَصْحَابُهُ حَتَّى مَا أَوْضَحُوا بِضَاحِكَةٍ فَلَمَّا رَأَى ذَلِكَ قَالَ اعْمَلُوا وَأَبْشِرُوا فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ إِنَّكُمْ لَمَعَ خَلِيقَتَيْنِ مَا كَانَتَا مَعَ شَيْءٍ قَطُّ إِلَّا كَثَرَتَاهُ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَمَنْ هَلَكَ مِنْ بَنِي آدَمَ وَبَنِي إِبْلِيسَ قَالَ فَأُسْرِيَ عَنْهُمْ ثُمَّ قَالَ اعْمَلُوا وَأَبْشِرُوا فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ مَا أَنْتُمْ فِي النَّاسِ إِلَّا كَالشَّامَةِ فِي جَنْبِ الْبَعِيرِ أَوْ الرَّقْمَةِ فِي ذِرَاعِ الدَّابَّةِ حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ وَهِشَامُ بْنُ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ فَسُرِّيَ عَنْ الْقَوْمِ وَقَالَ إِلَّا كَثَّرَتَاهُ

Musnad Ahmad 19055: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Hisyam], telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Al Hasan] dari ['Imran bin Hushain] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan -sementara jarak antara sahabatnya berjauhan- beliau membaca dengan keras ayat ini: (Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu: Sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar. (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah…) -hingga akhir ayat kedua-. Ketika para sahabatnya mendengar itu, mereka mempercepat langkah karena mereka tahu pasti akan ada yang akan beliau katakan. Maka tatkala mereka telah bergabung disekitar beliau, beliau bersabda: "Apakah kalian tahu, hari apakah itu? Beliau melanjutkan: "Itu adalah hari dimana Adam dipanggil, Rabb Tabaraka wa Ta'ala memanggilnya: "Wahai Adam, utuslah suatu utusan ke neraka! Adam berkata: "Ya Rabbi apa yang akan aku utus ke neraka? Allah menjawab: "Utuslah dari setiap seribu, sembilan ratus sembilan puluh sembilan ke neraka dan satu ke surga." Mendengar itu para sahabatnya terdiam dan bersedih hingga tidak ada yang nampak dari mereka tertawa. Ketika beliau melihat kondisi seperti itu, beliau bersabda: "Beramallah dan bergembiralah, demi Dzat yang jiwa muhammad berada ditangan-Nya, sesunguhnya kalian bersama dua makhluk yang mereka berdua tidak bersama sesuatupun kecuali mereka menyainginya yaitu Ya'juj dan Ma'juj dan siapa saja yang celaka dari keturunan Adam dan keturunan Iblis. perawi berkata: Lalu beliau menghilangkan kesedihan mereka. kemudian beliau bersabda: "Berbuatlah dan bergembiralah, demi dzat yang jiwa Muhammad berada ditangan-Nya, tidaklah kalian berada ditengah-tengah manusia melainkan tahi lalat yang berada di lambung unta atau tanda yang berada di lengan binatang melata." Telah menceritakan kepada kami [Rauh], telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dan [Hisyam bin Abu Abdillah] dan dia menyebutkan hadits yang semakna, namun dia menyebutkan: 'Maka para sahabat pun menjadi tenang." Dia juga berkata: "Kecuali mereka menyainginya."

Grade

Musnad Ahmad #19057

مسند أحمد ١٩٠٥٧: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ شُعْبَةَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَبِي مِرَايَةَ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا طَاعَةَ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ تَعَالَى

Musnad Ahmad 19057: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Syu'bah], telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Abu Mirayah] dari ['Imran bin Hushain] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda: "Tidak ada ketaatan dalam rangka maksiat pada Allah."

Grade

Musnad Ahmad #19059

مسند أحمد ١٩٠٥٩: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ شُعْبَةَ حَدَّثَنِي أَبُو جَمْرَةَ حَدَّثَنِي زَهْدَمُ بْنُ مُضَرِّبٍ قَالَ سَمِعْتُ عِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُكُمْ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ لَا أَدْرِي مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثَةً ثُمَّ يَأْتِي أَوْ يَجِيءُ بَعْدَكُمْ قَوْمٌ يَنْذُرُونَ فَلَا يُوفُونَ وَيَخُونُونَ وَلَا يُؤْتَمَنُونَ وَيَشْهَدُونَ وَلَا يُسْتَشْهَدُونَ وَيَفْشُو فِيهِمْ السِّمَنُ

Musnad Ahmad 19059: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Syu'bah] telah menceritakan padaku [Abu Jamrah] telah menceritakan kepada kami [Zahdam Mudlarrib] dia berkata: Aku mendengar ['Imran bin Hushain] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang hidup pada masaku kemudian masa setelah itu kemudian masa setelah itu, -aku tidak tahu, beliau menyebutkannya dua atau tiga kali- kemudian akan datang setelah kalian suatu kaum yang berjanji tapi tidak menepatinya, mereka khianat dan tiada dapat dipercaya, mereka bersaksi padahal tidak di minta persaksiannya, yang paling mencolok dari mereka adalah kegemukan."

Grade

Musnad Ahmad #19061

مسند أحمد ١٩٠٦١: حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ يَعْنِي ابْنَ مِغْوَلٍ عَنْ حُصَيْنٍ عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا رُقْيَةَ إِلَّا مِنْ عَيْنٍ أَوْ حُمَةٍ

Musnad Ahmad 19061: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair], telah mengabarkan kepada kami [Malik yaitu Ibnu Mighwal] dari [Hushain] dari [Asya'by] dari ['Imran bin Hushain] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada ruqyah kecuali karena penyakit 'ain atau demam."

Grade

Musnad Ahmad #19063

مسند أحمد ١٩٠٦٣: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ جَامِعِ بْنِ شَدَّادٍ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ مُحْرِزٍ الْمَازِنِيِّ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ جَاءَ نَفَرٌ مِنْ بَنِي تَمِيمٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَبْشِرُوا قَالُوا بَشَّرْتَنَا فَأَعْطِنَا قَالَ فَقَدِمَ عَلَيْهِ حَيٌّ مِنْ الْيَمَنِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْبَلُوا الْبُشْرَى إِذْ لَمْ يَقْبَلْهَا بَنُو تَمِيمٍ

Musnad Ahmad 19063: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Sufyan] dari [Jami' bin Syaddad] dari [Shafwan bin Muhriz Al Mazini] dari ['Imran bin Hushain] dia berkata: Sekelompok orang dari Bani Tamim dating kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda: "Bergembiralah wahai Bani Tamim!." Mereka menjawab: "Engkau telah memberi kabar gembira pada kami, maka berilah sesuatu kepada kami!." Imran melanjutkan: Selang beberapa saat, sekelompok orang dari Yaman datang, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Terimalah kabar gembira ini, karena bani Tamim tidak menerimanya!."

Grade

Musnad Ahmad #19066

مسند أحمد ١٩٠٦٦: حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي سَبْعُونَ أَلْفًا بِغَيْرِ حِسَابٍ لَا يَكْتَوُونَ وَلَا يَسْتَرْقُونَ وَلَا يَتَطَيَّرُونَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ قَالَ فَقَامَ عُكَّاشَةُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنْ يَجْعَلَنِي مِنْهُمْ فَقَالَ أَنْتَ مِنْهُمْ قَالَ فَقَامَ رَجُلٌ آخَرُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنِي مِنْهُمْ قَالَ قَدْ سَبَقَكَ بِهَا عُكَّاشَةُ

Musnad Ahmad 19066: Telah menceritakan kepada kami [Yazid], telah mengabarkan kepada kami [Hisyam] dari [Al Hasan] dari ['Imran bin Hushain] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ada tujuh puluh ribu orang dari Ummatku yang masuk surga tanpa hisab, mereka adalah orang yang tidak menggunakan pengobatan dengan kay, tidak meminta diruqyah, tidak tathayyur dan mereka selalu bertawakkal hanya kepada Tuhan mereka." 'Ukasyah berkata: "Ya Rasulullah, berdo'alah kepada Allah agar aku temasuk di antara mereka!." Beliau menjawab: "Ya, kamu temasuk di antara mereka." Lalu seseorang bediri dan mengatakan: "Ya Rasulullah, berdo'alah kepada Allah agar aku temasuk di antara mereka!." Beliau menjawab: "Kamu telah di dahului oleh 'Ukasyah."

Grade

Musnad Ahmad #19072

مسند أحمد ١٩٠٧٢: حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ عِصَامٍ أَنَّ شَيْخًا حَدَّثَهُ مِنْ أَهْلِ الْبَصْرَةِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ فَقَالَ هِيَ الصَّلَاةُ بَعْضُهَا شَفْعٌ وَبَعْضُهَا وَتْرٌ

Musnad Ahmad 19072: Telah menceritakan kepada kami [Abu Dawud], telah menceritakan kepada kami [Hammam], telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari ['Imran bin 'Isham] bahwa [seorang syaikh] dari Bashrah bercerita padanya dari ['Imran bin Hushain] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ditanya mengenai bilangan Syaf' dan witir. Beliau menjawab: "Itu adalah shalat yang bilangannya ada yang genap dan ada pula yang ganjil."

Grade

Musnad Ahmad #19083

مسند أحمد ١٩٠٨٣: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ يَعْنِي ابْنَ مِغْوَلٍ عَنْ حُصَيْنٍ عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا رُقْيَةَ إِلَّا مِنْ عَيْنٍ أَوْ حُمَةٍ

Musnad Ahmad 19083: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam], telah menceritakan kepada kami [Malik yaitu Ibnu Mighwal] dari [Hushain] dari [Asy Sya'by] dari ['Imran bin Hushain] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada ruqyah kecuali karena penyakit 'ain dan demam."

Grade

Musnad Ahmad #19094

مسند أحمد ١٩٠٩٤: حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا يُونُسُ عَنِ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَخَاكُمْ النَّجَاشِيَّ قَدْ مَاتَ فَقُومُوا فَصَلُّوا عَلَيْهِ قَالَ فَصَفَفْنَا فَصَلَّيْنَا عَلَيْهِ كَمَا تُصَلُّونَ عَلَى الْمَيِّتِ

Musnad Ahmad 19094: Telah menceritakan kepada kami [Abdushamad], telah menceritakan kepada kami [Ayahku], telah menceritakan kepada kami [Yunus] dari [Ibnu Sirin] dari ['Imran bin Hushain] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya saudara kalian yaitu raja Najasyi telah meninggal, maka shalatkanlah untuknya, " maka kami membuat shaf lalu kami mengerjakan shalat sebagaimana kalian shalat untuk mayit.

Grade