مسند أحمد ١٢٩٤٤: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ عَطَاءٍ أَبُو نَصْرٍ الْعِجْلِيُّ الْخَفَّافُ قَالَ أَخْبَرَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّهُ أَنْبَأَهُمْ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ بَيْنَمَا أَنَا أَسِيرُ فِي الْجَنَّةِ إِذْ عُرِضَ لِي نَهَرٌ حَافَتَاهُ قِبَابُ اللُّؤْلُؤِ الْمُجَوَّفِ قَالَ فَقُلْتُ يَا جِبْرِيلُ مَا هَذَا قَالَ هَذَا الْكَوْثَرُ الَّذِي أَعْطَاكَ رَبُّكَ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ فَضَرَبْتُ بِيَدَيَّ فِيهِ فَإِذَا طِينُهُ الْمِسْكُ الْأَذْفَرُ وَإِذَا رَضْرَاضُهُ اللُّؤْلُؤُ قَالَ أَبِي و قَالَ عَبْدُ الْوَهَّابِ مِنْ كِتَابِهِ قَرَأْتُ قَالَ الْمَلَكُ الَّذِي مَعِي أَتَدْرِي مَا هَذَا هَذَا الْكَوْثَرُ الَّذِي أَعْطَاكَ رَبُّكَ فَضَرَبَ بِيَدَيْهِ إِلَى أَرْضِهِ فَأَخْرَجَ مِنْ طِينِهِ الْمِسْكَ
Musnad Ahmad 12944: Telah menceritakan kepada kami ['Abdul Wahab bin Atha' Abu Nasr Al Ajli Al Khaffafi] berkata: telah mengabarkan pada kami [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Anas bin Malik], dia memberitakan mereka dari Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bahwa beliau bersabda: "Tatkala saya berjalan di surga, ditunjukkan kepadaku sebuah sungai. Kedua tepinya dipenuhi permata yang berongga, saya bertanya, 'wahai Jibril, apakah itu? Dia menjawab: itu adalah Kautsar, yang diberikan RABB mu Az Za waJalla kepadamu. Maka saya menyentuhkan tanganku, ternyata tanahnya minyak kasturi yang sangat harum, pasirnya dari permata." Sedang Bapakku berkata: Abdul Wahhab mengatakan dalam bukunya, "saya telah membaca, Nabi bersabda "Malaikat yang bersamaku berkata: apakah kau tahu ini?, ini adalah Al kautsar yang telah RABB mu berikan kepadamu, kemudian beliau (Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam) menyentuhkan tangannya pada tanah, dan secara tiba-tiba keluarlah minyak kasturi.
Grade
مسند أحمد ١٢٩٥٧: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَمْ يُبْعَثْ نَبِيٌّ قَبْلِي إِلَّا حَذَّرَ قَوْمَهُ مِنْ الدَّجَّالِ الْكَذَّابِ فَاحْذَرُوهُ فَإِنَّهُ أَعْوَرُ أَلَا وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ
Musnad Ahmad 12957: Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahhab] telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Anas bin Malik] sesungguhnya Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Tidak pernah diutus seorang nabipun sebelumku kecuali telah memperingatkan kaumnya dari dajjal sang pendusta, hati-hatilah kalian, dia itu buta sedang RABB kalian tidak buta."
Grade
مسند أحمد ١٢٩٦١: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ أَخْبَرَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَهْطًا مِنْ عُكْلٍ وَعُرَيْنَةَ أَتَوْا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا نَاسًا أَهْلَ ضَرْعٍ وَلَمْ نَكُنْ أَهْلَ رِيفٍ اسْتَوْخَمْنَا الْمَدِينَةَ فَأَمَرَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَوْدٍ وَرَاعٍ وَأَمَرَهُمْ أَنْ يَخْرُجُوا فِيهَا فَيَشْرَبُوا مِنْ أَلْبَانِهَا وَأَبْوَالِهَا فَانْطَلَقُوا حَتَّى إِذَا كَانُوا فِي نَاحِيَةِ الْحَرَّةِ قَتَلُوا رَاعِيَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاسْتَاقُوا الذَّوْدَ وَكَفَرُوا بَعْدَ إِسْلَامِهِمْ فَبَعَثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي طَلَبِهِمْ فَأُتِيَ بِهِمْ فَقَطَّعَ أَيْدِيَهُمْ وَأَرْجُلَهُمْ وَسَمَرَ أَعْيُنَهُمْ وَتَرَكَهُمْ فِي نَاحِيَةِ الْحَرَّةِ حَتَّى مَاتُوا وَهُمْ كَذَلِكَ قَالَ قَتَادَةُ وَذُكِرَ لَنَا أَنَّ هَذِهِ الْآيَةَ نَزَلَتْ فِيهِمْ
Musnad Ahmad 12961: Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahhab] telah mengabarkan pada kami [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Anas], beberapa orang kabilah 'Uql dan 'Urainah mendatangi Nabi Shallallahu'alaihi wasallam Kemudian berkata: wahai Rasulullah, kami adalah bangsa yang kurang beruntung, kami bukan bangsa yang berkecukupan, lalu kami terkena flu di Madinah. Maka Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam memerintahkan mereka untuk menemui unta-untanya sekaligus penggembalanya, dengan maksud agar bisa minum susu dan air kencingnya. Sadisnya, dikala mereka telah sampai di distrik Harrat, mereka membunuh penggembala Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, merampas unta, dan kembali kafir setelah keIslaman mereka. Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam kontan mengirim pasukan pengejar. Mereka tertangkap, tangan-tangan dan kaki-kaki mereka dipotong, mata mereka dicungkil, dan dihempaskan begitu saja di Harrat sampai mereka tewas. Qatadah berkata: kami mendapat berita bahwa ayat ini turun mengenai mereka. -Yang dimaksudkan Qatadah adalah ayat 33 dari surat Almaidah.
Grade
مسند أحمد ١٢٩٦٤: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَتَوَلَّى عَنْهُ أَصْحَابُهُ إِنَّهُ لَيَسْمَعُ خَفْقَ نِعَالِهِمْ فَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيَقُولَانِ لَهُ مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ يَعْنِي مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَمَّا الْمُؤْمِنُ فَيَقُولُ أَشْهَدُ أَنَّهُ عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ فَيُقَالُ لَهُ انْظُرْ إِلَى مَقْعَدِكَ فِي النَّارِ قَدْ أَبْدَلَكَ اللَّهُ بِهِ مَقْعَدًا فِي الْجَنَّةِ فَيَرَاهُمَا جَمِيعًا
Musnad Ahmad 12964: Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahhab] telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Abu 'Arubah] dari [Qatadah] dari [Anas bin Malik] dari Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: Jika Seorang hamba diletakkan dalam liang kuburnya dan para sahabatnya telah meninggalkannya, sungguh dia mendengar suara sandal kalian. Lalu datanglah dua Malaikat dan bertanya, apa pendapatmu mengenai orang ini, yaitu Muhammad Shallallahu'alaihi wasallam." (Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam) besabda: " Jika seorang mukmin, dia berkata: saya bersaksi bahwa orang ini adalah hamba Allah dan rasul-Nya, lalu dikatakan padanya, lihatlah tempatmu di neraka, tapi Allah telah menggantinya dengan tempat di surga, maka dia bisa melihat keduanya."
Grade
مسند أحمد ١٢٩٦٥: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ نَخْلًا لِبَنِي النَّجَّارِ فَسَمِعَ صَوْتًا فَفَزِعَ فَقَالَ مَنْ أَصْحَابُ هَذِهِ الْقُبُورِ قَالُوا يَا نَبِيَّ اللَّهِ نَاسٌ مَاتُوا فِي الْجَاهِلِيَّةِ قَالَ تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ وَفِتْنَةِ الدَّجَّالِ قَالُوا وَمَا ذَاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِنَّ هَذِهِ الْأُمَّةَ تُبْتَلَى فِي قُبُورِهَا فَإِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ أَتَاهُ مَلَكٌ فَسَأَلَهُ مَا كُنْتَ تَعْبُدُ فَإِنْ اللَّهُ هَدَاهُ قَالَ كُنْتُ أَعْبُدُ اللَّهَ قَالَ فَيُقَالُ لَهُ مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ قَالَ فَيَقُولُ هُوَ عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ قَالَ فَمَا يُسْأَلُ عَنْ شَيْءٍ بَعْدَهَا قَالَ فَيُنْطَلَقُ بِهِ إِلَى بَيْتٍ كَانَ لَهُ فِي النَّارِ فَيُقَالُ هَذَا بَيْتُكَ كَانَ فِي النَّارِ وَلَكِنَّ اللَّهَ عَصَمَكَ وَرَحِمَكَ فَأَبْدَلَكَ بِهِ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ فَيَقُولُ دَعُونِي حَتَّى أَذْهَبَ فَأُبَشِّرَ أَهْلِي فَيُقَالُ لَهُ اسْكُنْ وَإِنَّ الْكَافِرَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ أَتَاهُ مَلَكٌ فَيَقُولُ لَهُ مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ فَيَقُولُ كُنْتُ أَقُولُ مَا يَقُولُ النَّاسُ فَيَضْرِبُهُ بِمِطْرَاقٍ مِنْ حَدِيدٍ بَيْنَ أُذُنَيْهِ فَيَصِيحُ صَيْحَةً يَسْمَعُهُ الْخَلْقُ غَيْرَ الثَّقَلَيْنِ
Musnad Ahmad 12965: Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahhab] telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Abu 'Arubah] dari [Qatadah] dari [Anas bin Malik], Nabi Shallallahu'alaihi wasallam pernah memasuki kebun kurma Bani Najjar kemudian mendengar suara. Beliau terheran-heran dan bertanya, "Siapakah orang yang dikubur di sini?." Mereka menjawab: wahai Nabiyullah, beberapa orang yang meninggal semasa masih jahiliyyah. Maka Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Berlindunglah kalian kepada Allah dari siksa kubur dan neraka serta fitnah dajjal!".Mereka bertanya, apakah itu wahai Rasulullah??.(Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam) bersabda: "Penghuni kuburan ini sedang disiksa dalam kuburnya, sesungguhnya seorang mukmin jika telah diletakkan di kuburnya, ia akan didatangi Malaikat dan menanyakan 'apa yang telah kau sembah?. Lalu Allah memberinya petunjuk sehingga dia bisa menjawab: saya telah menyembah Allah. lalu ia ditanya, apa pendapatmu mengenai orang ini? -Maksudnya Muhammad--." (Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam) bersabda: "Dia menjawab: dia adalah hamba Allah dan Rasul-Nya." (Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam) bersabda: "lalu dia dibawa ke sebuah rumah di neraka dan disampaikan, ini adalah rumahmu yang di neraka tetapi Allah telah menyelamatkanmu dan mengasihimu, dan menggantinya dengan rumah di surga. kemudian dia berkata: biarkan saya pergi dan saya beritahukan kepada keluargaku. Maka dikatakan kepadanya, tinggallah!. Sesungguhnya seorang kafir, jika telah diletakkan pada kuburnya, akan didatangi Malaikat dan menanya: apa pendapatmu mengenai orang ini? -Maksudnya Muhammad--. Dia menjawab: saya mengatakan hanya meniru perkataan orang. Kemudian ia dipukul dengan palu besi antara kedua telinganya sehingga dia berteriak dengan teriakan yang dapat didengarkan oleh semua makhluk selain dua makhluk yang berat, yaitu jin dan manusia." Ket: Manusia dan jin dinamakan dua makhluk yang berat karena, ia diberi kewajiban syareat dan harus mempertanggung jawabkan amalnya. Dan ini adalah pekerjaan berat yang memerlukan kesungguhan, ketabahan, dan kesabaran.
Grade
مسند أحمد ١٢٩٧٤: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَا تَزَالُ جَهَنَّمُ يُلْقَى فِيهَا وَتَقُولُ هَلْ مِنْ مَزِيدٍ حَتَّى يَضَعَ رَبُّ الْعِزَّةِ فِيهَا قَدَمَهُ فَيَنْزَوِيَ بَعْضُهَا إِلَى بَعْضٍ وَتَقُولُ قَطْ قَطْ وَعِزَّتِكَ وَكَرَمِكَ وَلَا يَزَالُ فِي الْجَنَّةِ فَضْلٌ حَتَّى يُنْشِئَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهَا خَلْقًا فَيُسْكِنَهُمْ فَضْلَ الْجَنَّةِ
Musnad Ahmad 12974: Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahhab] dari [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Anas bin Malik] dari Nabi Shallallahu'alaihi wasallam, beliau bersabda: Neraka Jahannam tiada henti diisi dan berkata: masihkah ada tambahan? sampai RABB pemilik Kemulian meletakkan kaki-Nya di dalamnya sehingga para penghuninya saling bertumpukan dan neraka berkata: sudah cukup, sudah cukup demi keperkasaan-Mu dan kemuliaan-Mu. Dan surga tiada henti ada penambahan penambahan sampai Allah Az Za waJalla menciptakan manusia baru dan ditempatkannya dalam hunian yang disebut "Tambahan surga."
Grade
مسند أحمد ١٢٩٧٥: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ شَجَرَةً يَسِيرُ الرَّاكِبُ فِي ظِلِّهَا مِائَةَ عَامٍ لَا يَقْطَعُهَا
Musnad Ahmad 12975: Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahhab] dari [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Anas bin Malik], Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Di surga ada pohon, yang jika seorang pengendara mengelilingi bayangannya selama seratus tahun ia tidak bisa menyelesaikannya."
Grade
مسند أحمد ١٢٩٨٢: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيُّ حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ صَبِيٌّ عَلَى ظَهْرِ الطَّرِيقِ فَمَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَعَهُ نَاسٌ مِنْ أَصْحَابِهِ فَلَمَّا رَأَتْ أُمُّ الصَّبِيِّ الْقَوْمَ خَشِيَتْ أَنْ يُوطَأَ ابْنُهَا فَسَعَتْ وَحَمَلَتْهُ وَقَالَتْ ابْنِي ابْنِي قَالَ فَقَالَ الْقَوْمُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا كَانَتْ هَذِهِ لِتُلْقِيَ ابْنَهَا فِي النَّارِ قَالَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا وَلَا يُلْقِي اللَّهُ حَبِيبَهُ فِي النَّارِ
Musnad Ahmad 12982: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah Al Anshari] telah menceritakan kepada kami [Humaid Ath Thawil] dari [Anas], ada seorang bayi berada di tengah jalan, kemudian Nabi Shallallahu'alaihi wasallam dan para sahabatnya lewat. Tatkala ibu si bayi melihat para sahabat, maka dia merasa takut jika mereka menginjaknya. Dia berusaha mengambilnya dan berkata: anakku, anakku. (Anas bin Malik Radliyallahu'anhu) berkata: maka para sahabat berkata: wahai Rasulullah, Ibu ini tidak akan melemparkan anaknya ke neraka!. (Anas bin Malik Radliyalalhu'anhu) berkata: kontan Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Tidak! Allah tidak akan melemparkan kekasih-Nya ke dalam neraka."
Grade
مسند أحمد ١٢٩٨٣: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ قَالَ قَالَ أَنَسٌ مُرَّ بِشَيْخٍ كَبِيرٍ يُهَادَى بَيْنَ ابْنَيْهِ قَالَ فَقَالَ مَا بَالُ هَذَا قَالُوا نَذَرَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْ يَمْشِيَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ عَنْ تَعْذِيبِ هَذَا نَفْسَهُ لَغَنِيٌّ فَأَمَرَهُ أَنْ يَرْكَبَ فَرَكِبَ
Musnad Ahmad 12983: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah] telah menceritakan kepada kami [Humaid] telah menceritakan kepada kami [Tsabit] berkata: [Anas] berkata: Suatu saat ada seorang tua renta dipapah kedua anaknya. (Anas bin Malik Radliyallahu'anhu) berkata: maka (Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam) bertanya, ada apa ini? Mereka menjawab: wahai Rasulullah, dia telah bernadzar untuk berjalan!. (Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam) bersabda: "Sesungguhnya Allah Az Za waJalla tidak membutuhkan seorang hamba menyiksa dirinya", kemudian beliau memerintahkan agar menaiki kendaraannya lalu diapun naik.
Grade
مسند أحمد ١٢٩٨٧: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ عَنْ أَنَسٍ قَالَ سُئِلَ أَنَسٌ عَنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَنْ الدَّجَّالِ فَقَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكَسَلِ وَالْهَرَمِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَفِتْنَةِ الدَّجَّالِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ
Musnad Ahmad 12987: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah] telah menceritakan kepada kami [Humaid] dari [Anas] berkata: Pernah Anas ditanya tentang siksa neraka dan dajjal, lalu dia berkata: Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam sangat sering memanjatkan doa, "Ya Allah, saya berlindung kepadaMu dari kemalasan, penyakit tua, ketakutan, kebakhilan, fitnah dajjal dan siksa kubur."
Grade