Hadits Tentang Kriminalitas

Sunan Nasa'i #4882

سنن النسائي ٤٨٨٢: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ مَيْمُونٍ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنْ أَبِي مَيْمُونٍ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا قَطْعَ فِي ثَمَرٍ وَلَا كَثَرٍ قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ هَذَا خَطَأٌ أَبُو مَيْمُونٍ لَا أَعْرِفُهُ

Sunan Nasa'i 4882: Telah mengkhabarkan kepada kami [Muhammad bin Ali bin Maimun], dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Manshur], dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Abdul 'Aziz bin Muhammad] dari [Yahya bin Sa'id] dari [Muhammad bin Yahya bin Habban] dari [Abu Maimun] dari [Rafi' bin Khadij] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada pemotongan tangan pada buah dan mayang kurma." Abu Abdur Rahman berkata: "Ini adalah salah, saya tidak mengenal Abu Maimun."

Grade

Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Shahih,

Sunan Nasa'i #4883

سنن النسائي ٤٨٨٣: أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنْ رَجُلٍ مِنْ قَوْمِهِ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا قَطْعَ فِي ثَمَرٍ وَلَا كَثَرٍ

Sunan Nasa'i 4883: Telah mengkhabarkan kepada kami [Al Husain bin Manshur], dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Salamah], dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Muhammad bin Yahya bin Habban] dari [seorang laki-laki] dari kaumnya dari [Rafi' bin Khadij], dia berkata: "Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada pemotongan tangan pada buah dan mayang kurma."

Grade

Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Shahih,

Musnad Ahmad #4883

مسند أحمد ٤٨٨٣: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةَ سَمِعْتُ أَبَا إِسْحَاقَ سَمِعْتُ رَجُلًا مِنْ أَهْلِ نَجْرَانَ قَالَ سَأَلْتُ ابْنَ عُمَرَ قُلْتُ إِنَّمَا أَسْأَلُكَ عَنْ شَيْئَيْنِ عَنْ السَّلَمِ فِي النَّخْلِ وَعَنْ الزَّبِيبِ وَالتَّمْرِ فَقَالَ أُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرَجُلٍ نَشْوَانَ قَدْ شَرِبَ زَبِيبًا وَتَمْرًا قَالَ فَجَلَدَهُ الْحَدَّ وَنَهَى أَنْ يُخْلَطَا قَالَ وَأَسْلَمَ رَجُلٌ فِي نَخْلِ رَجُلٍ فَلَمْ يَحْمِلْ نَخْلُهُ قَالَ فَأَتَاهُ يَطْلُبُهُ قَالَ فَأَبَى أَنْ يُعْطِيَهُ قَالَ فَأَتَيَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَحَمَلَتْ نَخْلُكَ قَالَ لَا قَالَ فَبِمَ تَأْكُلُ مَالَهُ قَالَ فَأَمَرَهُ فَرَدَّ عَلَيْهِ وَنَهَى عَنْ السَّلَمِ فِي النَّخْلِ حَتَّى يَبْدُوَ صَلَاحُهُ

Musnad Ahmad 4883: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah]: Aku mendengar [Abu Ishaq]: Aku mendengar [seorang laki-laki penduduk Najran] berkata: Aku bertanya kepada [Ibnu Umar], aku tanyakan: Sesungguhnya aku bertanya kepadamu tentang dua perkara Telah menceritakan kepada kami 'Sesungguhnya aku bertanya kepadamu tentang dua perkara, tentang salam pada kurma dan mencampur anggur dan kurma? ' lalu Ibnu Umar menjawab, 'Pernah dihadapkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam orang yang mabuk karena minum (perasan) campuran anggur dan kurma." Ibnu Umar melanjutkan, "Kemudian beliau menderanya sebagai hukuman, beliau juga melarang untuk mencampur keduanya (dalam satu perasan)." Ibnu Umar melanjutkan, "Ada juga seorang laki-laki yang telah melakukan salam pada buah kurma, namun kurmanya belum layak untuk dikonsumsi. Kemudian orang (yang telah memberikan uang kepadanya) meminta kembali uangnya, namun laki-laki tersebut tidak mau memberikannya." Ibnu Umar melanjutkan, "Kemudian keduanya datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, nabi lantas bertanya: "Apakah kurmamu telah masak?" Laki-laki itu menjawab, "Belum." Beliau bertanya lagi: "Lalu mengapa kamu memakan hartanya?" Ibnu Umar berkata: "Kemudian beliau memerintahkan kepadanya untuk mengembali uang tersebut, dan beliau pun melarang melakukan salam pada kurma hingga nampak layak untuk konsumsi."

Grade

Sunan Nasa'i #4884

سنن النسائي ٤٨٨٤: أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا بِشْرٌ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ أَنَّ رَجُلًا مِنْ قَوْمِهِ حَدَّثَهُ عَنْ عَمٍّ لَهُ أَنَّ رَافِعَ بْنَ خَدِيجٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا قَطْعَ فِي ثَمَرٍ وَلَا كَثَرٍ

Sunan Nasa'i 4884: Telah mengkhabarkan kepada kami ['Amr bin Ali], dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Bisyr], dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] bahwa [seseorang dari kaumnya] telah menceritakan kepadanya dari [pamannya] bahwa [Rafi' bin Khadij] berkata: "Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ""Tidak ada pemotongan tangan pada buah dan mayang kurma."

Grade

Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Shahih,

Shahih Bukhari #4884

صحيح البخاري ٤٨٨٤: حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ حَدَّثَنَا سَلَمَةُ بْنُ عَلْقَمَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْجُمُعَةِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ قَائِمٌ يُصَلِّي فَسَأَلَ اللَّهَ خَيْرًا إِلَّا أَعْطَاهُ وَقَالَ بِيَدِهِ وَوَضَعَ أُنْمُلَتَهُ عَلَى بَطْنِ الْوُسْطَى وَالْخِنْصِرِ قُلْنَا يُزَهِّدُهَا وَقَالَ الْأُوَيْسِيُّ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ شُعْبَةَ بْنِ الْحَجَّاجِ عَنْ هِشَامِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ عَدَا يَهُودِيٌّ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى جَارِيَةٍ فَأَخَذَ أَوْضَاحًا كَانَتْ عَلَيْهَا وَرَضَخَ رَأْسَهَا فَأَتَى بِهَا أَهْلُهَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهِيَ فِي آخِرِ رَمَقٍ وَقَدْ أُصْمِتَتْ فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَتَلَكِ فُلَانٌ لِغَيْرِ الَّذِي قَتَلَهَا فَأَشَارَتْ بِرَأْسِهَا أَنْ لَا قَالَ فَقَالَ لِرَجُلٍ آخَرَ غَيْرِ الَّذِي قَتَلَهَا فَأَشَارَتْ أَنْ لَا فَقَالَ فَفُلَانٌ لِقَاتِلِهَا فَأَشَارَتْ أَنْ نَعَمْ فَأَمَرَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرُضِخَ رَأْسُهُ بَيْنَ حَجَرَيْنِ

Shahih Bukhari 4884: Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] Telah menceritakan kepada kami [Bisyr bin Al Mufadldlal] Telah menceritakan kepada kami [Salamah bin Alqamah] dari [Muhammad bin Sirin] dari [Abu Hurairah] ia berkata: Abul Qasim shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Pada hari jum'at terdapat waktu, yang tidaklah seorang hamba muslim shalat dan berdo'a kepada Allah di waktu itu, melainkan Allah akan mengabulkannya." Beliau memberi isyarat dengan tangannya dan meletakkan ujung jari-jarinya pada jari tengah dan kelingking. Kami berkata: "Beliau menyempitkannya." [Al Uwaisi] berkata: Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa'd] dari [Syu'bah bin Al Hajjaj] dari [Hisyam bin Zaid] dari [Anas bin Malik] ia berkata: Pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, ada seorang Yahudi yang menganiaya seorang budak perempuan lalu mengambil perhiasan yang ada pada Budak itu dan memecahkan kepalanya. Maka Keluarga Budak itu datang dengan membawanya ke hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, sedangkan Budak itu dalam kondisi di akhir nafasnya, dan ia tidak dapat berbicara. Lalu Rasulullah shallallahu 'alihi wa sallam bertanya kepadanya: "Siapa yang membunuhmu? Apakah si Fulan?" Beliau menyebutkan orang lain selain pembunuhnya. Kemudian Budak itu berisyarat dengan kepalanya yang maksudnya, "bukan". Perawi berkata: Lalu Beliau bertanya lagi dengan menyebutkan orang lain yang juga bukan pembunuhnya. Kemudian Budak itu berisyarat yang maksudnya, "bukan". Maka Beliau bertanya lagi: "Apakah si Fulan?" Yakni orang yang memang membunuhnya. Lalu ia berisyarat yang maksudnya, "Iya". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan untuk menangkap orang yang dimaksud, kemudian kepala orang itu dipecahkan diantara dua batu.

Sunan Nasa'i #4885

سنن النسائي ٤٨٨٥: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الصَّمَدِ بْنِ عَلِيٍّ عَنْ مَخْلَدٍ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ عَلَى خَائِنٍ وَلَا مُنْتَهِبٍ وَلَا مُخْتَلِسٍ قَطْعٌ لَمْ يَسْمَعْهُ سُفْيَانُ مِنْ أَبِي الزُّبَيْرِ

Sunan Nasa'i 4885: Telah mengkhabarkan kepada kami [Abdullah bin Abdush Shamad bin Ali] dari [Makhlad] dari [Sufyan] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Tidak ada pemotongan tangan pada orang yahg berkhianat, merampas dan menggelapkan harta." Sufyan belum mendengar dari Abu Az Zubair.

Grade

Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Shahih,

Sunan Nasa'i #4886

سنن النسائي ٤٨٨٦: أَخْبَرَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ الْحَفَرِيُّ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ عَلَى خَائِنٍ وَلَا مُنْتَهِبٍ وَلَا مُخْتَلِسٍ قَطْعٌ وَلَمْ يَسْمَعْهُ أَيْضًا ابْنُ جُرَيْجٍ مِنْ أَبِي الزُّبَيْرِ

Sunan Nasa'i 4886: Telah mengkhabarkan kepada kami [Mahmud bin Ghailan], dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Daud Al Hafari] dari [Sufyan] dari [Ibnu Juraij] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada pemotongan tangan atas orang yahg berkhianat, merampas dan menggelapkan harta." Ibnu Juraij juga belum mendengar dari Abu Az Zubair.

Grade

Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Shahih,

Sunan Nasa'i #4887

سنن النسائي ٤٨٨٧: أَخْبَرَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحَسَنِ عَنْ حَجَّاجٍ قَالَ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ عَلَى الْمُخْتَلِسِ قَطْعٌ

Sunan Nasa'i 4887: Telah mengkhabarkan kepadaku [Ibrahim bin Al Hasan] dari [Hajjaj], dia berkata: telah berkata [Ibnu Juraij]: telah berkata [Abu Az Zubair] dari [Jabir] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Tidak ada pemotongan tangan atas orang yang menggelapkan harta."

Grade

Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Shahih,

Sunan Nasa'i #4888

سنن النسائي ٤٨٨٨: أَخْبَرَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحَسَنِ عَنْ حَجَّاجٍ قَالَ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَبُو الزُّبَيْرِ قَالَ جَابِرٌ لَيْسَ عَلَى الْخَائِنِ قَطْعٌ قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ وَقَدْ رَوَى هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عِيسَى بْنُ يُونُسَ وَالْفَضْلُ بْنُ مُوسَى وَابْنُ وَهْبٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ رَبِيعَةَ وَمَخْلَدُ بْنُ يَزِيدَ وَسَلَمَةُ بْنُ سَعِيدٍ بَصْرِيٌّ ثِقَةٌ قَالَ ابْنُ أَبِي صَفْوَانَ وَكَانَ خَيْرَ أَهْلِ زَمَانِهِ فَلَمْ يَقُلْ أَحَدٌ مِنْهُمْ حَدَّثَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ وَلَا أَحْسَبُهُ سَمِعَهُ مِنْ أَبِي الزُّبَيْرِ وَاللَّهُ تَعَالَى أَعْلَمُ

Sunan Nasa'i 4888: Telah mengkhabarkan kepadaku [Ibrahim bin Al Hasan] dari [Hajjaj], dia berkata: telah berkata [Ibnu Juraij]: telah berkata [Abu Az Zubair]: telah berkata [Jabir]: "Tidak ada pemotongan tangan atas orang yang berkhianat." Abu Abdur Rahman berkata: "Hadits ini diriwayatkan dari [Isa bin Yunus], [Al Fadll bin Musa], [Ibnu Wahb], [Muhammad bin Rabi'ah], [Makhlad bin Yazid] dan [Salamah bin Sa'id Bashri], orang yang Tsiqah. Ibnu Abu Shafwan yang merupakan orang terbaik pada zamannya berkata: "Tidak ada seorang pun dari mereka yang mengatakan: telah menceritakan kepadaku Abu Az Zubair dan saya mengira tidak ada yang mendengarnya dari Abu Az Zubair." Wallahu ta'ala a'lam.

Grade

Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Shahih,

Sunan Nasa'i #4889

سنن النسائي ٤٨٨٩: أَخْبَرَنَا خَالِدُ بْنُ رَوْحٍ الدِّمَشْقِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ يَعْنِي ابْنَ خَالِدِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَوْهَبٍ قَالَ حَدَّثَنَا شَبَابَةُ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ عَلَى مُخْتَلِسٍ وَلَا مُنْتَهِبٍ وَلَا خَائِنٍ قَطْعٌ

Sunan Nasa'i 4889: Telah mengkhabarkan kepada kami [Khalid bin Rauh Ad Dimasyqi], dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yazid yaitu Ibnu Khalid bin Yazid bin Abdullah bin Mauhab], dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syababah] dari [Al Mughirah bin Muslim] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada pemotongan tangan atas orang yang menggelapkan harta, merampas dan pengkhianat."

Grade

Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Shahih,