سنن ابن ماجه ٢١٢٣: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ أَنْبَأَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ سَعْدَ بْنَ عُبَادَةَ اسْتَفْتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي نَذْرٍ كَانَ عَلَى أُمِّهِ تُوُفِّيَتْ وَلَمْ تَقْضِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْضِهِ عَنْهَا
Sunan Ibnu Majah 2123: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Rumh] berkata: telah memberitakan kepada kami [Al Laits bin Sa'd] dari [Ibnu Syihab] dari [Ubaidullah bin Abdullah] dari [Ibnu Abbas] berkata: "Sa'd bin Ubadah meminta fatwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang nadzar ibunya yang telah meninggal dan belum dilaksanakan, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun bersabda: "Lakukanlah untuknya."
Grade
Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Shahih,
سنن ابن ماجه ٢١٢٤: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ امْرَأَةً أَتَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ إِنَّ أُمِّي تُوُفِّيَتْ وَعَلَيْهَا نَذْرُ صِيَامٍ فَتُوُفِّيَتْ قَبْلَ أَنْ تَقْضِيَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيَصُمْ عَنْهَا الْوَلِيُّ
Sunan Ibnu Majah 2124: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yahya] berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] berkata: telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari ['Amru bin Dinar] dari [Jabir bin Abdullah] berkata: "Seorang perempuan datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata: "Ibuku meninggal, sementara ia pernah bernadzar untuk melaksanakan puasa namun ia meninggal sebelum melaksanakan nadzarnya?" Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Hendaklah walinya yang melakukannya."
Grade
Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Dha'if,
صحيح البخاري ٢١٢٤: حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا جُوَيْرِيَةُ بْنُ أَسْمَاءَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَعْطَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْبَرَ الْيَهُودَ أَنْ يَعْمَلُوهَا وَيَزْرَعُوهَا وَلَهُمْ شَطْرُ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَأَنَّ ابْنَ عُمَرَ حَدَّثَهُ أَنَّ الْمَزَارِعَ كَانَتْ تُكْرَى عَلَى شَيْءٍ سَمَّاهُ نَافِعٌ لَا أَحْفَظُهُ وَأَنَّ رَافِعَ بْنَ خَدِيجٍ حَدَّثَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ كِرَاءِ الْمَزَارِعِ وَقَالَ عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ حَتَّى أَجْلَاهُمْ عُمَرُ
Shahih Bukhari 2124: Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Juwairiyah bin Asma'] dari [Nafi'] dari 'Abdullah radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengadakan kerjasama kepada orang Yahudi dari tanah khaibar agar dimanfaatkan dan dijadikan ladang pertanian dan mereka mendapat separuh hasilnya. Dan bahwa Ibnu 'Umar menceritakan kepadanya bahwa ladang pertanian tersebut disewakan untuk sesuatu yang lain, yang disebutkan oleh Nafi', tapi aku lupa. Dan bahwa [Rafi' bin Khadij] menceritakan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang menyewakan ladang pertanian (untuk usaha selain bercocok tanam). Dan berkata 'Ubaidullah dari [Nafi'] dari Ibnu 'Umar: Hingga akhirnya 'Umar mengusir mereka (orang Yahudi).
سنن الدارمي ٢١٢٤: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الرَّقَاشِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا الْجُرَيْرِيُّ عَنْ أَبِي الْعَلَاءِ عَنْ نُعَيْمِ بْنِ قَعْنَبٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ فَإِنْ تُقِمْهَا كَسَرْتَهَا فَدَارِهَا فَإِنَّ فِيهَا أَوَدًا وَبُلْغَةً
Sunan Darimi 2124: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Abdullah Ar Raqasyi] telah menceritakan kepada kami [Abdul Warits] telah menceritakan kepada kami [Al Jurairi] dari [Abu Al 'Ala`] dari [Nu'aim bin Qa'nab] dari [Abu Dzar] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya seorang wanita diciptakan dari tulang rusuk, apabila engkau meluruskannya maka engkau akan mematahkannya, maka bersikaplah lembut kepadanya, sesungguhnya padanya terdapat kebengkokan dan kehidupan yang sepadan."
Grade
مسند أحمد ٢١٢٤: حَدَّثَنَا عَفَّانُ أَخْبَرَنَا جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ أَخْبَرَنَا قَيْسُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ هُرْمُزَ قَالَ كَتَبَ نَجْدَةُ بْنُ عَامِرٍ إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ يَسْأَلُهُ عَنْ أَشْيَاءَ فَشَهِدْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ حِينَ قَرَأَ كِتَابَهُ وَحِينَ كَتَبَ جَوَابَهُ فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَاللَّهِ لَوْلَا أَنْ أَرُدَّهُ عَنْ شَرٍّ يَقَعُ فِيهِ مَا كَتَبْتُ إِلَيْهِ وَلَا نَعْمَةَ عَيْنٍ قَالَ فَكَتَبَ إِلَيْهِ إِنَّكَ سَأَلْتَنِي عَنْ سَهْمِ ذَوِي الْقُرْبَى الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مَنْ هُمْ وَإِنَّا كُنَّا نُرَى قَرَابَةَ رَسُولِ اللَّهِ هُمْ فَأَبَى ذَلِكَ عَلَيْنَا قَوْمُنَا وَسَأَلَهُ عَنْ الْيَتِيمِ مَتَى يَنْقَضِي يُتْمُهُ وَإِنَّهُ إِذَا بَلَغَ النِّكَاحَ وَأُونِسَ مِنْهُ رُشْدٌ دُفِعَ إِلَيْهِ مَالُهُ وَقَدْ انْقَضَى يُتْمُهُ وَسَأَلَهُ هَلْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْتُلُ مِنْ صِبْيَانِ الْمُشْرِكِينَ أَحَدًا فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَقْتُلْ مِنْهُمْ أَحَدًا وَأَنْتَ فَلَا تَقْتُلْ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تَعْلَمُ مَا عَلِمَ الْخَضِرُ مِنْ الْغُلَامِ الَّذِي قَتَلَهُ وَسَأَلَهُ عَنْ الْمَرْأَةِ وَالْعَبْدِ هَلْ كَانَ لَهُمَا سَهْمٌ مَعْلُومٌ إِذَا حَضَرُوا الْبَأْسَ وَإِنَّهُ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ سَهْمٌ مَعْلُومٌ إِلَّا أَنْ يُحْذَيَا مِنْ غَنَائِمِ الْمُسْلِمِينَ
Musnad Ahmad 2124: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah mengabarkan kepada kami [Jarir bin Hazim] telah mengabarkan kepada kami [Qais bin Sa'd] dari [Yazid bin Hurmuz], berkata: Najdah bin Amir menulis surat kepada Ibnu Abbas menanyakan suatu perkara, maka aku saksikan ketika Ibnu Abbas membaca kitabnya dan ketika ia menulis jawabannya, [Ibnu Abbas] berkata: "Demi Allah seandainya surat ini tidak kubalas dan tidak menimbulkan keburukan, tentu aku tidak akan membalasnya, namun (ini bukan demi) kesenangan pribadi." Lalu ia mengirim surat kepadanya (yang isinya): "Engkau menanyakan kepadaku tentang bagian untuk kerabat yang disebutkan Allah 'azza wajalla, siapakah mereka? Dulu kami pernah beranggap bahwa mereka itu adalah kerabat Rasulullah, namun kaum kami menolak hal itu kepada kami." Ia (Najdah) juga menanyakan tentang anak yatim, kapan berakhir status yatimnya? Ibnu Abbas menjawab: "Apabila telah menikah, telah besar dan dewasa, hartanya diserahkan kepadanya dan berakhirlah status yatimnya." Ia (Najdah) juga menanyakan, "Apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah membunuh seseorang di antara anak-anak kaum Musyrik?" ia menjawab: "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah membunuh seorang pun dari mereka, maka engkau pun jangan membunuh mereka, kecuali jika engkau mengetahui sebagaimana apa yang diketahui oleh Khadlir (Nabi Khidlir), yaitu tentang anak yang dibunuhnya." Ia (Najdah) juga menanyakan tentang wanita dan budak, apakah keduanya mendapatkan bagian tertentu (dari harta rampasan perang) bila mereka ikut menghadiri peperangan?" ia menjawab: "Tidak ada bagian tertentu untuk mereka, kecuali diberikan sekedarnya dari harta rampasan perang (yang diperoleh) kaum Muslimin."
Grade
سنن أبي داوود ٢١٢٤: حَدَّثَنَا حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ الْحَضْرَمِيُّ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ حَدَّثَنِي بَحِيرٌ عَنْ خَالِدٍ يَعْنِي ابْنَ مَعْدَانَ عَنْ ابْنِ أَبِي قُتَيْلَةَ عَنْ ابْنِ حَوَالَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَصِيرُ الْأَمْرُ إِلَى أَنْ تَكُونُوا جُنُودًا مُجَنَّدَةً جُنْدٌ بِالشَّامِ وَجُنْدٌ بِالْيَمَنِ وَجُنْدٌ بِالْعِرَاقِ قَالَ ابْنُ حَوَالَةَ خِرْ لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَدْرَكْتُ ذَلِكَ فَقَالَ عَلَيْكَ بِالشَّامِ فَإِنَّهَا خِيرَةُ اللَّهِ مِنْ أَرْضِهِ يَجْتَبِي إِلَيْهَا خِيرَتَهُ مِنْ عِبَادِهِ فَأَمَّا إِنْ أَبَيْتُمْ فَعَلَيْكُمْ بِيَمَنِكُمْ وَاسْقُوا مِنْ غُدُرِكُمْ فَإِنَّ اللَّهَ تَوَكَّلَ لِي بِالشَّامِ وَأَهْلِهِ
Sunan Abu Daud 2124: Telah menceritakan kepada kami [Haiwah bin Syuraih Al Hadhrami], telah menceritakan kepada kami [Baqiyyah], telah menceritakan kepadaku [Bahir], dari [Khalid] yaitu Ibnu Ma'dan dari [Ibnu Abu Qutailah] dari [Ibnu Hawalah], ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Keadaannya sampai kalian menjadi tentara-tentara yang terpisah-pisah, pasukan di Syam, pasukan di Yaman, dan pasukan di Irak." Ibnu Hawalah berkata: "Pilihkan (tempat terbaik) untukku wahai Rasulullah apabila aku mendapati hal tersebut!" Beliau berkata: "Hendaknya kalian menetap di Syam karena sesungguhnya Syam adalah bumi Allah yang paling terpilih, Allah memilih hamba-hamba pilihannya menuju kepadanya. Adapun jika kalian menolak maka hendaknya kalian menetap di Yaman, dan minumlah dari telaganya, karena sesungguhnya Allah telah menjamin untukku Negeri Syam dan penduduknya."
Grade
Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Shahih,
صحيح مسلم ٢١٢٤: و حَدَّثَنِي حَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْحُلْوَانِيُّ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ نَافِعٍ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي نَجِيحٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا حَاضَتْ بِسَرِفَ فَتَطَهَّرَتْ بِعَرَفَةَ فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُجْزِئُ عَنْكِ طَوَافُكِ بِالصَّفَا وَالْمَرْوَةِ عَنْ حَجِّكِ وَعُمْرَتِكِ
Shahih Muslim 2124: Dan telah meceritakan kepadaku [Hasan bin Ali Al Hulwani] Telah menceritakan kepada kami [Zaid bin Hujab] telah menceritakan kepadaku [Ibrahim bin Nafi'] telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Abu Najih] dari [Mujahid] dari [Aisyah] radliallahu 'anha, bahwa ia haid di Saraf dan suci kembali ketika berada di Arafah, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun bersabda padanya: "Thafmu antara Shafa dan Marwa telah mencukupi untuk haji dan sekaligus umrahmu."
صحيح مسلم ٢١٢٥: و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبٍ الْحَارِثِيُّ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ حَدَّثَنَا قُرَّةُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ جُبَيْرِ بْنِ شَيْبَةَ حَدَّثَتْنَا صَفِيَّةُ بِنْتُ شَيْبَةَ قَالَتْ قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَرْجِعُ النَّاسُ بِأَجْرَيْنِ وَأَرْجِعُ بِأَجْرٍ فَأَمَرَ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ أَبِي بَكْرٍ أَنْ يَنْطَلِقَ بِهَا إِلَى التَّنْعِيمِ قَالَتْ فَأَرْدَفَنِي خَلْفَهُ عَلَى جَمَلٍ لَهُ قَالَتْ فَجَعَلْتُ أَرْفَعُ خِمَارِي أَحْسُرُهُ عَنْ عُنُقِي فَيَضْرِبُ رِجْلِي بِعِلَّةِ الرَّاحِلَةِ قُلْتُ لَهُ وَهَلْ تَرَى مِنْ أَحَدٍ قَالَتْ فَأَهْلَلْتُ بِعُمْرَةٍ ثُمَّ أَقْبَلْنَا حَتَّى انْتَهَيْنَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ بِالْحَصْبَةِ
Shahih Muslim 2125: Dan Telah meceritakan kepada kami [Yahya bin Habib Al Haritsi] Telah menceritakan kepada kami [Khalid bin Harits] Telah menceritakan kepada kami [Qurrah] Telah menceritakan kepada kami [Abdul Hamid bin Jubair bin Syaibah] Telah menceritakan kepada kami [Shafiyyah binti Syaibah] ia berkata: [Aisyah] berkata: "Wahai Rasulullah, apakah orang-orang akan pulang dengan membawa dua pahala sementara kau pulang hanya membawa satu pahala?" Maka beliau memerintahkan Abdurrahman bin Abu Bakar untuk pergi bersamanya ke Tan'im. Aisyah berkata: Lalu Abdurrahman memboncengku di belakangnya di atas unta miliknya. Kuangkat tudung kepalaku dan menyingkapnya dari leherku, lalu Abdurrahman menepuk kakiku dengan cambuk, maka aku pun bertanya, "Apakah kamu melihat seseorang?" kemudian aku pun berihram untuk Umrah, lalu kembali hingga kami sampai kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang sedang berada di Hashbah.
مسند أحمد ٢١٢٥: حَدَّثَنَا عَفَّانُ أَخْبَرَنَا حَمَّادٌ عَنْ عَمَّارِ بْنِ أَبِي عَمَّارٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَخْطُبُ إِلَى جِذْعٍ قَبْلَ أَنْ يَتَّخِذَ الْمِنْبَرَ فَلَمَّا اتَّخَذَ الْمِنْبَرَ وَتَحَوَّلَ إِلَيْهِ حَنَّ عَلَيْهِ فَأَتَاهُ فَاحْتَضَنَهُ فَسَكَنَ قَالَ وَلَوْ لَمْ أَحْتَضِنْهُ لَحَنَّ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ
Musnad Ahmad 2125: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah mengabarkan kepada kami [Hammad] dari [Ammar bin Abu Ammar] dari [Ibnu Abbas], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkhutbah dengan bersandar pada batang kurma sebelum beliau membuat mimbar, setelah membuat mimbar beliau berpindah kepadanya, tetapi (batang kurma) itu merintih, maka beliau menghampirinya dan menenangkannya. Beliau pun bersabda: "Seandainya aku tidak menenangkannya tentulah ia akan terus merintih hingga hari kiamat." Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Tsabit] dari [Anas] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam (dengan redaksi) seperti itu.
Grade
سنن الدارمي ٢١٢٥: أَخْبَرَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا الْمَرْأَةُ كَالضِّلَعِ إِنْ تُقِمْهَا تَكْسِرْهَا وَإِنْ تَسْتَمْتِعْ تَسْتَمْتِعْ وَفِيهَا عِوَجٌ
Sunan Darimi 2125: Telah mengabarkan kepada kami [Khalid bin Makhlad] telah menceritakan kepada kami [Malik] dari [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya seorang wanita itu seperti tulang rusuk, apabila engkau meluruskannya, maka engkau akan mematahkannya, dan apabila engkau bersenang-senang dengannya maka engkau dapat bersenang-senang dengannya sekalipun tetap bengkok."
Grade