Hadits Mutawatir

Musnad Ahmad #19086

مسند أحمد ١٩٠٨٦: حَدَّثَنَا مُؤَمَّلٌ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ أَخْبَرَنَا حُمَيْدٌ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ أَنَّهُ قَالَ تَمَتَّعْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يَنْهَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ ذَلِكَ عَنْهَا وَلَمْ يَنْزِلْ مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فِيهَا نَهْيٌ

Musnad Ahmad 19086: Telah menceritakan kepada kami [Mu`ammal], telah menceritakan kepada kami [Hammad], telah mengabarkan kepada kami [Humaid] dari [Al Hasan] dari ['Imran bin Hushain] bahwa dia berkata: "Kami pernah melakukan haji tamattu' bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, namun beliau tidak melarang kami melakukan hal itu dan tidak ada satu ayat pun yang turun untuk melarangnya."

Grade

Musnad Ahmad #19093

مسند أحمد ١٩٠٩٣: حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ أَخْبَرَنَا حُمَيْدٌ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ تَمَتَّعْنَا عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يَنْهَنَا عَنْهَا وَلَمْ يَنْزِلْ فِيهَا نَهْيٌ

Musnad Ahmad 19093: Telah menceritakan kepada kami ['Affan], telah menceritakan kepada kami [Hammad], telah mengabarkan kepada kami [Humaid] dari [Al Hasan] dari ['Imran bin Hushain] dia berkata: "Kami pernah melakukan (haji) tamattu' di zaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, sedangkan beliau tidak melarang kami dan tidak ada ayat yang turun untuk melarangnya."

Grade

Musnad Ahmad #19105

مسند أحمد ١٩١٠٥: حَدَّثَنَا عَفَّانُ وَبَهْزٌ قَالَا ثَنَا أَبُو عَوَانَةَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ قَالَ بَهْزٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُ أُمَّتِي الْقَرْنُ الَّذِي بُعِثْتُ فِيهِمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ قَالَ وَاللَّهُ أَعْلَمُ أَذَكَرَ الثَّالِثَ أَمْ لَا ثُمَّ يَنْشَأُ قَوْمٌ يَشْهَدُونَ وَلَا يُسْتَشْهَدُونَ وَيَنْذُرُونَ وَلَا يُوفُونَ وَيَخُونُونَ وَلَا يُؤْتَمَنُونَ وَيَفْشُو فِيهِمْ السِّمَنُ

Musnad Ahmad 19105: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] dan [Bahz] keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah], telah menceritakan kepada kami [Qatadah]. - [Bahz] mengatakan dari [Qatadah] - dari [Zurarah bin 'Aufa] dari ['Imran bin Hushain] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sebaik-baik ummatku adalah masa yang aku di utus (hidup) bersama mereka, kemudian orang-orang setelah mereka kemudian orang-orang setelah mereka. -Imran mengatakan: "Demi Allah, aku mengetahui pakah beliau menyebutkan hingga tiga kali atau tidak- Kemudian akan datang suatu kaum yang bersaksi padahal mereka tidak diminta persaksian, mereka bernadzar (berjanji) namun tidak pernah menepati, mereka berkhianat dan tiada dapat dipercaya, mereka dikenal dengan badan mereka yang gemuk."

Grade

Musnad Ahmad #19106

مسند أحمد ١٩١٠٦: حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبَانُ يَعْنِي الْعَطَّارَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي الْمُهَلَّبِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ أَنَّ امْرَأَةً مِنْ جُهَيْنَةَ أَتَتْ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ لَهُ إِنِّي أَصَبْتُ حَدًّا فَأَقِمْهُ عَلَيَّ وَهِيَ حَامِلٌ فَأَمَرَ بِهَا أَنْ يُحْسَنَ إِلَيْهَا حَتَّى تَضَعَ فَلَمَّا وَضَعَتْ جِيءَ بِهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَ بِهَا فَشُكَّتْ عَلَيْهَا ثِيَابُهَا ثُمَّ رَجَمَهَا ثُمَّ صَلَّى عَلَيْهَا فَقَالَ عُمَرُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ تُصَلِّي عَلَيْهَا وَقَدْ زَنَتْ فَقَالَ لَقَدْ تَابَتْ تَوْبَةً لَوْ قُسِمَتْ بَيْنَ سَبْعِينَ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ لَوَسِعَتْهُمْ وَهَلْ وَجَدْتَ أَفْضَلَ مِنْ أَنْ جَادَتْ بِنَفْسِهَا لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى

Musnad Ahmad 19106: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] dari [Aban yaitu Al 'Aththar], telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Abu Katsir] dari [Abu Qilabah] dari [Abu Muhallab] dari ['Imran bin Hushain] bahwa seorang wanita dari suku Juhainah datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sambil berkata: "Sungguh aku telah melanggar hukum (berzina) maka tegakkanlah hukum atasku!." Padahal dia tengah mengandung, maka beliau memerintahkan (kepada walinya) untuk merawat wanita tersebut hingga melahirkan, seusai melahirkan wanita itu di hadapkan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan beliau memerintahkan supaya mengenakan pakaian yang erat (agar auratnya tidak tersingkap ketika ekskusi), kemudian wanita itu di rajam, setelah itu beliau menshalati jenazahnya. Serta merta berkata: "Wahai Nabiyullah, menshalatkannya padahal anda telah merajamnya?." Beliau menjawab: "Sungguh dia telah bertaubat, kalau sekiranya taubatnya dibagi-bagikan kepada tujuh puluh orang penduduk Madinah, maka taubatnya akan mencukupi mereka semua, adakah taubat yang lebih baik daripada seseorang menyerahkan dirinya kepada Allah Tabaraka Wa Ta'ala?"

Grade

Musnad Ahmad #19110

مسند أحمد ١٩١١٠: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا نَضْرَةَ قَالَ مَرَّ عَلَى مَسْجِدِنَا عِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ فَقُمْتُ إِلَيْهِ فَأَخَذْتُ بِلِجَامِهِ فَسَأَلْتُهُ عَنْ الصَّلَاةِ فِي السَّفَرِ فَقَالَ خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْحَجِّ فَكَانَ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ حَتَّى ذَهَبَ وَأَبُو بَكْرٍ رَكْعَتَيْنِ حَتَّى ذَهَبَ وَعُمَرُ رَكْعَتَيْنِ حَتَّى ذَهَبَ وَعُثْمَانُ سِتَّ سِنِينَ أَوْ ثَمَانٍ ثُمَّ أَتَمَّ الصَّلَاةَ بِمِنًى أَرْبَعًا

Musnad Ahmad 19110: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Ali bin Zaid] ia berkata: Aku mendengar [Abu Nadhrah] berkata: ['Imran bin Hushain] pernah melewati masjid kami, lalu aku berdiri dan memegangi tali kekang kendarannya, aku lalu menanyakan padanya tentang shalat dalam perjalanan, ia menjawab: "Aku bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan haji, dalam perjalanan itu beliau selalu mengerjakan shalat dua raka'at hingga beliau meninggal. Demikian juga Abu Bakar, shalat dua raka'at hingga beliau wafat, lalu Umar juga shalat dua raka'at hingga wafat, lalu Utsman shalat dua raka'at selama enam atau delapan tahun kemudian menyempurnakan shalatnya di Mina empat raka'at."

Grade

Musnad Ahmad #19115

مسند أحمد ١٩١١٥: حَدَّثَنَا يَزِيدُ قَالَ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ وَرَوْحٌ قَالَ ثَنَا هِشَامٌ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ سَرَيْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا كَانَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ عَرَّسْنَا فَلَمْ نَسْتَيْقِظْ حَتَّى أَيْقَظَنَا حَرُّ الشَّمْسِ فَجَعَلَ الرَّجُلُ مِنَّا يَقُومُ دَهِشًا إِلَى طَهُورِهِ قَالَ فَأَمَرَهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَسْكُنُوا ثُمَّ ارْتَحَلْنَا فَسِرْنَا حَتَّى إِذَا ارْتَفَعَتْ الشَّمْسُ تَوَضَّأَ ثُمَّ أَمَرَ بِلَالًا فَأَذَّنَ ثُمَّ صَلَّى الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّيْنَا فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا نُعِيدُهَا فِي وَقْتِهَا مِنْ الْغَدِ قَالَ أَيَنْهَاكُمْ رَبُّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَنْ الرِّبَا وَيَقْبَلُهُ مِنْكُمْ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ حَدَّثَنَا زَائِدَةُ عَنْ هِشَامٍ قَالَ زَعَمَ الْحَسَنُ أَنَّ عِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ حَدَّثَهُ قَالَ أَسْرَيْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً فَذَكَرَ الْحَدِيثَ

Musnad Ahmad 19115: Telah menceritakan kepada kami [Yazid], ia berkata: telah mengabarkan kepada kami [Hisyam] -dan [Rauh] mengatakan: telah menceritakan kepada kami Hisyam- dari [Al Hasan] dari ['Imran bin Hushain] ia berkata: Kami pernah mengadakan perjalanan malam hari bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Ketika akhir malam tiba, kami istirahat hingga tidur pulas. Kami tidak bangun hingga sengatan panas matahari membangunkan kami, sementara masing-masing kami terburu-buru untuk bersuci. Kata Rauh: Namun Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam perintahkan para sahabatnya supaya tetap tenang. Kami pun melanjutkan perjalanan, hingga ketika matahari meninggi, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudhu', beliau perintahkan Bilal untuk mengumandangkan adzan, kemudian beliau shalat dua rakaat sebelum fajar. Bilal kemudian mengumandangkan iqamah dan kami shalat berjama'ah. Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah besok kita harus mengulangnya kembali ketika waktunya?" Beliau menjawab: "Apakah Allah Tabaraka wa Ta'ala melarang riba kepada kalian namun menerimanya dari kalian?" (maksudnya tak perlu tambahan shalat lagi). Telah menceritakan kepada kami [Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Zaidah] dari [Hisyam] ia berkata: [Al Hasan] beranggapan bahwa ['Imran bin Hushain] pernah menyampaikan hadits kepadanya, ia berkata: kami mengadakan perjalanan malam bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wasalam, lalu ia menyebutkan hadits tersebut.

Grade

Musnad Ahmad #19116

مسند أحمد ١٩١١٦: حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَنْبَأَنَا هِشَامٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي سَبْعُونَ أَلْفًا بِغَيْرِ حِسَابٍ وَلَا عَذَابٍ لَا يَكْتَوُونَ وَلَا يَسْتَرْقُونَ وَلَا يَتَطَيَّرُونَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Musnad Ahmad 19116: Telah menceritakan kepada kami [Yazid], telah mengabarkan pada kami [Hisyam] dari [Muhammad] dari ['Imran bin Hushain] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Umatku akan masuk surga sebanyak tujuh puluh ribu tanpa hisab dan tanpa azab, mereka adalah orang-orang yang tidak berobat dengan kay, tidak meruqyah, tidak tathayyur dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakal."

Grade

Musnad Ahmad #19118

مسند أحمد ١٩١١٨: حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ حَسَّانَ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ هِلَالٍ عَنْ أَبِي دَهْمَاءَ الْعَدَوِىِّ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَمِعَ بِالدَّجَّالِ فَلْيَنْأَ مِنْهُ ثَلَاثًا يَقُولُهَا فَإِنَّ الرَّجُلَ يَأْتِيهِ يَتَّبِعُهُ وَهُوَ يَحْسِبُ أَنَّهُ صَادِقٌ بِمَا يُبْعَثُ بِهِ مِنْ الشُّبُهَاتِ

Musnad Ahmad 19118: Telah menceritakan kepada kami [Yazid], telah mengabarkan pada kami [Hisyam bin Hassan bin Hilal] dari [Humaid bin Hilal] dari [Abu Dahma' Al 'Adawi] dari ['Imran bin Hushain] ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mendengar berita tentang Dajjal, maka menjauhlah darinya!." -beliau mengulanginya hingga tiga kali-, karena orang yang mendatanginya, niscaya ia akan mengikutinya karena menyangkanya sebagai orang yang benar dengan syubhat (kesamaran) yang Dajjal bawa."

Grade

Musnad Ahmad #19129

مسند أحمد ١٩١٢٩: حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا رَوْحٌ وَعَفَّانُ قَالَا ثَنَا حَمَّادٌ عَن أَبِي التَّيَّاحِ قَالَ عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبُو التَّيَّاحِ عَنْ حَفْصٍ اللَّيْثِيِّ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْحَنْتَمِ وَلُبْسِ الْحَرِيرِ وَالتَّخَتُّمِ بِالذَّهَبِ

Musnad Ahmad 19129: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan padaku ayahku, telah menceritakan kepada kami [Rauh] dan ['Affan] keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Abu Tayyah], - ['Affan] mengatakan: telah menceritakan kepada kami [Abu Tayyah] - dari [Hafsh Al Laitsi] dari ['Imran bin Hushain] ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang menggunakan hantam, mengenakan sutera dan memakai cincin emas."

Grade

Musnad Ahmad #19130

مسند أحمد ١٩١٣٠: حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا أَبُو التَّيَّاحِ قَالَ سَمِعْتُ رَجُلًا مِنْ بَنِي لَيْثٍ يَقُولُ أَشْهَدُ عَلَى عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ أَنَّهُ حَدَّثَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الْحَنَاتِمِ وَعَنْ خَاتَمِ الذَّهَبِ وَعَنْ لُبْسِ الْحَرِيرِ

Musnad Ahmad 19130: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ayahku, telah menceritakan kepada kami [Rauh], telah menceritakan kepada kami [Syu'bah], telah menceritakan kepada kami [Abu Tayyah] ia berkata: aku mendengar [seseorang] dari bani Laits berkata: aku bersaksi atas ['Imran bin Hushain] bahwa dia pernah menyebutkan hadits bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang menggunakan wadah hantam, memakai cincin dari emas dan mengenakan sutera."

Grade