Hadits Mutawatir

Musnad Ahmad #17487

مسند أحمد ١٧٤٨٧: حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا ثَوْرٌ عَنْ رَجَاءِ بْنِ حَيْوَةَ عَنْ كَاتِبِ الْمُغِيرَةِ عَنِ الْمُغِيرَةِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ فَمَسَحَ أَسْفَلَ الْخُفِّ وَأَعْلَاهُ

Musnad Ahmad 17487: Telah menceritakan kepada kami [Al Walid bin Muslim] Telah menceritakan kepada kami [Tsaur] dari [Raja` bin Haiwah] dari [Juru tulis Al Mughirah] dari Al Mughirah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudlu, beliau mengusap bagian bawah dan atas khuf."

Grade

Musnad Ahmad #17488

مسند أحمد ١٧٤٨٨: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ زِيَادِ بْنِ عِلَاقَةَ سَمِعَ الْمُغِيرَةَ بْنَ شُعْبَةَ قَالَ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى تَوَرَّمَتْ قَدَمَاهُ فَقِيلَ لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ فَقَالَ أَوَلَا أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا

Musnad Ahmad 17488: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ziyad bin Ilaqah] ia mendengar [Al Mughirah bin Syu'bah] ia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri shalat hingga kedua telapak kakinya bengkak. Maka dikatakanlah kepada beliau, "Wahai Rasulullah, bukankah Allah telah mengampuni apa-apa yang telah berlalu dari dosamu?" beliau menjawab: "Apakah aku tidak boleh untuk menjadi hamba yang bersyukur?"

Grade

Musnad Ahmad #17492

مسند أحمد ١٧٤٩٢: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ عُبَيْدٍ قَالَ سَمِعْتُ عَلِيَّ بْنَ رَبِيعَةَ قَالَ شَهِدْتُ الْمُغِيرَةَ بْنَ شُعْبَةَ خَرَجَ يَوْمًا فَرَقِيَ عَلَى الْمِنْبَرِ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ مَا بَالُ هَذَا النَّوْحِ فِي الْإِسْلَامِ وَكَانَ مَاتَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ فَنِيحَ عَلَيْهِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ كَذِبًا عَلَيَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ فَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّهُ مَنْ نِيحَ عَلَيْهِ يُعَذَّبْ بِمَا نِيحَ عَلَيْهِ

Musnad Ahmad 17492: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Sa'id bin Ubaid] ia berkata: saya mendengar [Ali bin Rabi'ah] ia berkata: "Pada suatu hari saya menyaksikan [Al Mughirah bin Syu'bah] naik mimbar, lalu memuji Allah dan mengucapkan pujian-pujian atas-Nya kemudian berkata: "Kenapa harus ada tangisan seperti ini dalam Islam!" saat itu ada seorang laki-laki Anshar meninggal yang sedang diratapi. Al Mughirah berkata: "Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya berdusta kepadaku tidak sama dengan kedustaan atas selainku. Barangsiapa dengan sengaja berdusta kepadaku, maka hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya di neraka." Aku juga mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya siapa yang diratapi, maka ia akan disiksa karena ratapan itu."

Grade

Musnad Ahmad #17493

مسند أحمد ١٧٤٩٣: حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنِي قَيْسٌ قَالَ سَمِعْتُ الْمُغِيرَةَ بْنَ شُعْبَةَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَنْ يَزَالَ أُنَاسٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى النَّاسِ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ ظَاهِرُونَ

Musnad Ahmad 17493: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Isma'il] telah menceritakan kepadaku [Qais] ia berkata: saya mendengar [Al Mughirah bin Syu'bah] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Akan senantiasa ada di antara umatku orang-orang yang menampakkan (kebenaran di hadapan) manusia hingga kiamat menghampiri mereka, dan mereka masih di atas kebenaran."

Grade

Musnad Ahmad #17494

مسند أحمد ١٧٤٩٤: حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنِي قَيْسٌ قَالَ قَالَ لِي الْمُغِيرَةُ بْنُ شُعْبَةَ مَا سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الدَّجَّالِ أَحَدٌ أَكْثَرَ مِمَّا سَأَلْتُهُ وَإِنَّهُ قَالَ لِي مَا يَضُرُّكَ مِنْهُ قَالَ قُلْتُ إِنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّ مَعَهُ جَبَلَ خُبْزٍ وَنَهْرَ مَاءٍ قَالَ هُوَ أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ ذَاكَ

Musnad Ahmad 17494: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Isma'il] telah menceritakan kepadaku [Qais] ia berkata: [Al Mughirah bin Syu'bah] pernah berkata kepadaku, "Tidak seorang pun yang menanyakan Dajjal kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melebihi apa yang telah saya tanyakan, beliau bersabda: "Sesungguhnya Dajjal itu tidak akan membahayakanmu." Saya berkata: "Mereka mengatakan bahwa Dajjal itu memiliki gunung roti dan sungai air." Beliau bersabda: "Allah lebih mampu untuk melakukan yang lebih dari itu (memberi kemampuan lebih kepada dajjal)."

Grade

Musnad Ahmad #17495

مسند أحمد ١٧٤٩٥: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ الْمُغِيرَةِ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ هِلَالٍ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ أَكَلْتُ ثُومًا ثُمَّ أَتَيْتُ مُصَلَّى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَجَدْتُهُ قَدْ سَبَقَنِي بِرَكْعَةٍ فَلَمَّا صَلَّى قُمْتُ أَقْضِي فَوَجَدَ رِيحَ الثُّومِ فَقَالَ مَنْ أَكَلَ هَذِهِ الْبَقْلَةَ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا حَتَّى يَذْهَبَ رِيحُهَا قَالَ فَلَمَّا قَضَيْتُ الصَّلَاةَ أَتَيْتُهُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي عُذْرًا نَاوِلْنِي يَدَكَ قَالَ فَوَجَدْتُهُ وَاللَّهِ سَهْلًا فَنَاوَلَنِي يَدَهُ فَأَدْخَلْتُهَا فِي كُمِّي إِلَى صَدْرِي فَوَجَدَهُ مَعْصُوبًا فَقَالَ إِنَّ لَكَ عُذْرًا

Musnad Ahmad 17495: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Al Mughirah] dari [Humaid bin Hilal] dari [Abu Burdah] dari [Al Mughirah bin Syu'bah] ia berkata: "Aku pernah makan bawang putih, lalu aku datang ke masjid Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dan aku mendapati beliau sudah shalat satu rakaat. Selesai beliau shalat, maka aku berdiri meng-qadla rakaat yang tertinggal. Saat mendapati bau bawang, beliau bersabda: "Barangsiapa makan tanaman ini, maka jangan sekali-kali mendekati masjid kami hingga baunya hilang." Setelah selesai meng-qadla shalat, maka aku mendatangi beliau dan berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya memiliki udzur, berikanlah tanganmu kepadaku." Al Mughirah berkata: "Demi Allah aku mendapati beliau begitu mudah (tidak mempersulit), beliau lalu memberikan tangannya kepadaku dan aku masukkan ke dalam lengan bajuku hingga menyentuh dadaku dan menyentuh pembalut perban. Beliau lantas bersabda: "(Benar) sesungguhnya kamu memiliki udzur."

Grade

Musnad Ahmad #17508

مسند أحمد ١٧٥٠٨: حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ زِيَادِ بْنِ عِلَاقَةَ عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ كَسَفَتْ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ مَاتَ إِبْرَاهِيمُ فَقَالَ النَّاسُ كَسَفَتْ لِمَوْتِ إِبْرَاهِيمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَةٌ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَصَلُّوا وَادْعُوا اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ

Musnad Ahmad 17508: Telah menceritakan kepada kami [Abu An Nadlr] telah menceritakan kepada kami [Syaiban] dari [Ziyad bin Ilaqah] dari [Al Mughirah bin Syu'bah] ia berkata: "Terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, yakni bertepatan dengan wafatnya Ibrahim (putera Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam), maka orang-orang pun berkata: "Terjadinya gerhana matahari karena wafatnya Ibrahim." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun bersabda: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua ayat dari ayat-ayat Allah, gerhana tidak terjadi karena kematian seseorang atau karena kelahirannya. Jika kalian melihat gerhana, maka tunaikanlah shalat dan berdo'alah kepada Allah 'azza wajalla."

Grade

Musnad Ahmad #17510

مسند أحمد ١٧٥١٠: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا بُكَيْرُ بْنُ عَامِرٍ عَنِ ابْنِ أَبِي نُعْمٍ عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ كُنْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَقَضَى حَاجَتَهُ ثُمَّ تَوَضَّأَ وَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ نَسِيتَ قَالَ بَلْ أَنْتَ نَسِيتَ بِهَذَا أَمَرَنِي رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ

Musnad Ahmad 17510: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Bukair bin Amir] dari [Ibnu Abu Nu'aim] dari [Al Mughirah bin Syu'bah] ia berkata: "Aku pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan. Kemudian beliau buang hajat. Setelah itu beliau berwudlu dan membasuh kedua sepatunya. Aku berkata: "Wahai Rasulullah, apakah anda lupa?" beliau bersabda: "Tidak, bahkan kamulah yang lupa dengan hal ini, Rabb-ku Azza wa Jalla telah menyuruhku."

Grade

Musnad Ahmad #17515

مسند أحمد ١٧٥١٥: حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا مُعَانُ بْنُ رِفَاعَةَ حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ يَزِيدَ عَنِ الْقَاسِمِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ دَعَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَاءٍ فَأَتَيْتُ خِبَاءً فَإِذَا فِيهِ امْرَأَةٌ أَعْرَابِيَّةٌ قَالَ فَقُلْتُ إِنَّ هَذَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُرِيدُ مَاءً يَتَوَضَّأُ فَهَلْ عِنْدَكِ مِنْ مَاءٍ قَالَتْ بِأَبِي وَأُمِّي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَاللَّهِ مَا تُظِلُّ السَّمَاءُ وَلَا تُقِلُّ الْأَرْضُ رُوحًا أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ رُوحِهِ وَلَا أَعَزَّ وَلَكِنَّ هَذِهِ الْقِرْبَةَ مَسْكُ مَيْتَةٍ وَلَا أُحِبُّ أُنَجِّسُ بِهِ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَجَعْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ ارْجِعْ إِلَيْهَا فَإِنْ كَانَتْ دَبَغَتْهُ فَهِيَ طَهُورُهَا قَالَ فَرَجَعْتُ إِلَيْهَا فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لَهَا فَقَالَتْ أَيْ وَاللَّهِ لَقَدْ دَبَغْتُهَا فَأَتَيْتُهُ بِمَاءٍ مِنْهَا وَعَلَيْهِ يَوْمَئِذٍ جُبَّةٌ شَامِيَّةٌ وَعَلَيْهِ خُفَّانِ وَخِمَارٌ قَالَ فَأَدْخَلَ يَدَيْهِ مِنْ تَحْتِ الْجُبَّةِ قَالَ مِنْ ضِيقِ كُمَّيْهَا قَالَ فَتَوَضَّأَ فَمَسَحَ عَلَى الْخِمَارِ وَالْخُفَّيْنِ

Musnad Ahmad 17515: Telah menceritakan kepada kami [Abul Mughirah] telah menceritakan kepada kami [Mu'an bin Rifa'ah] telah menceritakan kepadaku [Ali bin Yazid] dari [Al Qasim Abu Abdurrahman] dari [Abu Umamah Al Bahili] dari [Al Mughirah bin Syu'bah] ia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memanggilku untuk membawakan air, lalu aku mendatangi suatu kemah yang ternyata di dalamnya terdapat seorang wanita. Aku berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerlukan air untuk berwudlu, apakah kamu mempunyai air?" wanita itu menjawab, "Demi bapak dan ibu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam! Demi Allah, tidak ada ruh yang dinaungi oleh langit dan dipangku oleh bumi yang lebih aku cintai dan lebih mulia melebihi ruhnya. Akan tetapi kantong air ini berasal dari kulit bangkai hewan, dan aku tidak suka kalau Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam terkena najis darinya." Maka aku pun kembali menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan memberitahukan hal itu. Beliau lalu bersabda: "Kembalilah kepada wanita itu, jika ia telah menyamaknya, maka kantong kulit itu telah menjadi suci." Akhirnya aku kembali ke tempat wanita itu lagi dan menuturkan hal itu. Wanita itu berkata: "Demi Allah, sungguh aku telah menyamaknya." Maka aku mendatangi beliau dengan membawakannya air dari kantong kulit itu. Saat itu beliau mengenakan Jubbah Syam, khuf dan Khimar (sejenis penutup kepala). Kemudian beliau mengeluarkan kedua tangannya dari bawah Jubbah karena kedua lengan Jubah tersebut sempit. Beliau lalu berwudlu, membasuh khimar dan kedua khufnya."

Grade

Musnad Ahmad #17516

مسند أحمد ١٧٥١٦: حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ يَعْنِي ابْنَ أَبِي سَلَمَةَ حَدَّثَنَا سَعْدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ نَافِعِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ عَنْ أَبِيهِ الْمُغِيرَةِ قَالَ ذَهَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِبَعْضِ حَاجَتِهِ ثُمَّ جَاءَ فَسَكَبْتُ عَلَيْهِ الْمَاءَ فَغَسَلَ وَجْهَهُ ثُمَّ ذَهَبَ يَغْسِلُ ذِرَاعَيْهِ فَضَاقَ عَنْهُمَا كُمُّ الْجُبَّةِ فَأَخْرَجَهُمَا مِنْ تَحْتِ الْجُبَّةِ فَغَسَلَهُمَا ثُمَّ مَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ

Musnad Ahmad 17516: Telah menceritakan kepada kami [Hasyim bin Qasim] telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz] -yakni Ibnu Abu Salamah- berkata: Telah menceritakan kepada kami [Sa'd bin Ibrahim] dari [Nafi' bin Jubair] dari [Urwah bin Al Mughirah bin Syu'bah] dari bapaknya Al Mughirah ia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah keluar untuk buang hajat. Saat kembali aku menuangkan air untuknya, beliau lalu membasuh muka dan mencoba untuk mencuci kedua sikunya, namun lengan Jubahnya terlalu sempit hingga beliau mengeluarkannya dari bawah, baru kemudian beliau membasuh kedua khufnya."

Grade