Hadits Mutawatir

Musnad Ahmad #15869

مسند أحمد ١٥٨٦٩: قَالَ حَدَّثَنَا يُونُسُ وَسُرَيْجٌ قَالَا حَدَّثَنَا فُلَيْحٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ عَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ الْأَنْصَارِيِّ ثُمَّ الْمَازِنِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ

Musnad Ahmad 15869: (Qatadah) berkata: telah menceritakan kepada kami [Yunus] dan [Suraij] berkata: telah menceritakan kepada kami [Fulaih] dari [Abdullah bin Abu Bakar bin Muhammad bin 'Amr bin Hazm] dari ['Abbad bin Tamim] dari [Abdullah bin Zaid Al Anshari, lalu Al Mazini] Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berwudlu dua kali, dua kali.

Grade

Musnad Ahmad #15872

مسند أحمد ١٥٨٧٢: قَالَ حَدَّثَنَا سُرَيْجُ بْنُ النُّعْمَانِ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ الْمِصْرِيُّ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ بْنِ يَعْقُوبَ الْأَنْصَارِيِّ أَنَّ حَبَّانَ بْنَ وَاسِعٍ الْأَنْصَارِيَّ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ زَيْدِ بْنِ عَاصِمٍ الْمَازِنِيَّ يَذْكُرُ أَنَّهُ رَأَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ فَمَضْمَضَ ثُمَّ اسْتَنْشَقَ ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا وَيَدَهُ الْيُمْنَى ثَلَاثًا وَالْأُخْرَى ثَلَاثًا وَمَسَحَ رَأْسَهُ بِمَاءٍ غَيْرِ فَضْلِ يَدِهِ وَغَسَلَ رِجْلَيْهِ حَتَّى أَنْقَاهُمَا

Musnad Ahmad 15872: (Ahmad bin Hanbal Radliyallahu'anhu) berkata: telah menceritakan kepada kami [Suraij bin An-Nu'man] berkata: telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Wahb Al Mishri] dari ['Amr bin Al Harits bin Ya'qub Al Anshari] [Habban bin Wasi' Al Anshari] menceritakannya telah mendengar [Abdullah bin Zaid bin 'Ashim Al Mazini] menyebutkan dia melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudlu lalu berkumur-kumur, lalu memasukkan air ke dalam hidungnya, lalu menyuci wajahnya tiga kali. Juga membersihkan tangan kanannya tiga kali dan yang lainnya tiga kali juga. Beliau mengusap kepalanya dengan air yang baru lalu membersihkan kedua kakinya sampai keduanya bersih.

Grade

Musnad Ahmad #15874

مسند أحمد ١٥٨٧٤: قَالَ حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَى عَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَاصِمٍ قَالَ لَمَّا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ يَوْمَ حُنَيْنٍ مَا أَفَاءَ قَالَ قَسَمَ فِي النَّاسِ فِي الْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَلَمْ يَقْسِمْ وَلَمْ يُعْطِ الْأَنْصَارَ شَيْئًا فَكَأَنَّهُمْ وَجَدُوا إِذْ لَمْ يُصِبْهُمْ مَا أَصَابَ النَّاسَ فَخَطَبَهُمْ فَقَالَ يَا مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ أَلَمْ أَجِدْكُمْ ضُلَّالًا فَهَدَاكُمْ اللَّهُ بِي وَكُنْتُمْ مُتَفَرِّقِينَ فَجَمَعَكُمْ اللَّهُ بِي وَعَالَةً فَأَغْنَاكُمْ اللَّهُ بِي قَالَ كُلَّمَا قَالَ شَيْئًا قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمَنُّ قَالَ مَا يَمْنَعُكُمْ أَنْ تُجِيبُونِي قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمَنُّ قَالَ لَوْ شِئْتُمْ لَقُلْتُمْ جِئْتَنَا كَذَا وَكَذَا أَمَا تَرْضَوْنَ أَنْ يَذْهَبَ النَّاسُ بِالشَّاةِ وَالْبَعِيرِ وَتَذْهَبُونَ بِرَسُولِ اللَّهِ إِلَى رِحَالِكُمْ لَوْلَا الْهِجْرَةُ لَكُنْتُ امْرَأً مِنْ الْأَنْصَارِ لَوْ سَلَكَ النَّاسُ وَادِيًا وَشِعْبًا لَسَلَكْتُ وَادِيَ الْأَنْصَارِ وَشِعْبَهُمْ الْأَنْصَارُ شِعَارٌ وَالنَّاسُ دِثَارٌ وَإِنَّكُمْ سَتَلْقَوْنَ بَعْدِي أَثَرَةً فَاصْبِرُوا حَتَّى تَلْقَوْنِي عَلَى الْحَوْضِ

Musnad Ahmad 15874: (Ahmad bin Hanbal Radliyallahu'anhu) berkata: telah menceritakan kepada kami ['Affan] berkata: telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] telah menceritakan kepada kami ['Amr bin Yahya] dari ['Abbad bin Tamim] dari [Abdullah bin Zaid bin 'Ashim] berkata: Ketika Allah memberikan kenikmatan atas Rasul-Nya pada Perang Hunain, (Abdullah bin Zaid bin 'Ashim Radliyallahu'anhu) berkata: lalu (Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) membaginya kepada orang-orang yang baru masuk Islam dan beliau tidak membagi untuk orang-orang Anshar sedikitpun. Kontan orang-orang seakan-akan marah ketika tidak mendapatkan bagian sebagaimana orang-orang mendapatkannya, maka (Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) berkhutbah kepada mereka dan bersabda: "Wahai kaum Anshar, bukankah dulu aku mendapati kalian dalam keadaan tersesat lalu Allah menunjukkan kalian dengan perantaraanku? kalian juga dahulu berpecah belah lalu Allah menpersatukan kembali dengan perantaraanku? kalian juga dulu dalam keadaan fakir lalu Allah mencukupkan kebutuhan kalian dengan perantaraanku?" (Abdullah bin Zaid bin 'Ashim Radliyallahu'anhu) berkata: maka setiap kali beliau berkata sesuatu mereka menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lah yang kaya" (Abdullah bin Zaid bin 'Ashim Radliyallahu'anhu) berkata: lalu beliau bertanya, "Apa yang menghalangi kalian untuk memenuhi panggilanku?". Mereka menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lah yang lebih kaya". Beliau bersabda: "Jikalah kalian mau, kalian bisa mengatakan, anda datang kepada kami dalam keadaan begini dan begitu. Apakah kalian rela jika orang-orang pulang dengan membawa kambing dan unta, sedangkan kalian membawa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ke rumah-rumah kalian?. Kalau bukan karena Hijrah, tentulah aku bagian dari kaum Anshar. Jika orang-orang menapaki tebing dan jalan, maka tentulah aku menapaki tebing dan jalan Anshar. Orang Anshar adalah pakaian sedangkan khalayak manusia adalah selimut. Kalian akan mendapati orang-orang yang mendahulukan nafsu speninggalku, bersabarlah sampai kalian menemuiku nanti di Telaga."

Grade

Musnad Ahmad #15876

مسند أحمد ١٥٨٧٦: حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ الْوَلِيدِ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ اللَّهِ الْوَاسِطِيَّ الطَّحَّانَ عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَاصِمٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ مِنْ كَفٍّ وَاحِدٍ

Musnad Ahmad 15876: Telah menceritakan kepada kami [Khalaf bin Al Walid] berkata: telah menceritakan kepada kami [Khalid] yatu Ibnu Abdullah Al Wasithi Ath-Thahan dari ['Amr bin Yahya] dari [Bapaknya] dari [Abdullah bin Zaid bin 'Ashim] Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung dari satu genggam air.

Grade

Musnad Ahmad #15909

مسند أحمد ١٥٩٠٩: قَالَ حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ بْنُ مَخْلَدٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي عُبَيْدٍ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

Musnad Ahmad 15909: (Ahmad bin Hanbal Radliyallahu'anhu) berkata: telah menceritakan kepada kami [Al Dlahak bin Makhlad] berkata: telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Abu 'Ubaid] dari [Salamah bin Al Akwa'] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka bersiaplah menempati tempatnya di neraka."

Grade

Musnad Ahmad #15910

مسند أحمد ١٥٩١٠: قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ مَسْعَدَةَ عَنْ يَزِيدَ يَعْنِي ابْنَ أَبِي عُبَيْدٍ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ رَجُلًا مِنْ أَسْلَمَ أَنْ يُؤَذِّنَ فِي النَّاسِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مَنْ كَانَ صَائِمًا فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ وَمَنْ كَانَ أَكَلَ فَلَا يَأْكُلْ شَيْئًا وَلِيُتِمَّ صَوْمَهُ

Musnad Ahmad 15910: (Ahmad bin Hanbal Radliyallahu'anhu) berkata: telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Mas'adah] dari [Yazid bin Abu 'Ubaid] dari [Salamah bin Al Akwa'] Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan seorang laki-laki dari Aslam untuk mengumumkan hari Asyura pada khalayak manusia: barangsiapa yang berpuasa maka sempurnakanlah puasanya dan barangsiapa yang telah makan, maka tahanlah untuk tidak makan lalu sempurnakanlah puasa.

Grade

Musnad Ahmad #15915

مسند أحمد ١٥٩١٥: قَالَ حَدَّثَنَا صَفْوَانُ بْنُ عِيسَى قَالَ أَخْبَرَنَا يَزِيدُ يَعْنِي ابْنَ أَبِي عُبَيْدٍ عَنْ سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ مُنَادِيَهُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ أَنَّ مَنْ كَانَ اصْطَبَحَ فَلْيُمْسِكْ وَمَنْ لَمْ يَكُنْ اصْطَبَحَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ

Musnad Ahmad 15915: (Ahmad bin Hanbal radliyallahu'anhu) berkata: telah menceritakan kepada kami [Shafwan bin 'Isa] berkata: telah mengabarkan kepada kami [Yazid] yaitu Ibnu Abu 'Ubaid, dari [Salamah] sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan juru-juru siarnya pada hari asyura, bahwa barangsiapa yang telah makan pada waktu paginya maka tahanlah, dan siapa yang belum makan sempurnakan puasanya.

Grade

Musnad Ahmad #15916

مسند أحمد ١٥٩١٦: قَالَ صَفْوَانُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي عُبَيْدٍ عَنْ سَلَمَةَ قَالَ لَمَّا قَدِمْنَا خَيْبَرَ رَأَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نِيرَانًا تُوقَدُ فَقَالَ عَلَامَ تُوقَدُ هَذِهِ النِّيرَانُ قَالُوا عَلَى لُحُومِ الْحُمُرِ الْأَهْلِيَّةِ قَالَ كَسِّرُوا الْقُدُورَ وَأَهْرِيقُوا مَا فِيهَا قَالَ فَقَامَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنُهْرِيقُ مَا فِيهَا وَنَغْسِلُهَا قَالَ أَوَذَاكَ

Musnad Ahmad 15916: (Ahmad bin Hanbal radliyallahu'anhu) berkata: telah menceritakan kepada kami [Shafwan] dari [Yazid bin Abu 'Ubaid] dari [Salamah] berkata: Ketika kami datang ke Khaibar, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melihat api yang dinyalakan, maka beliau bertanya 'Untuk apa api ini dihidupkan?. Mereka menjawab, "Untuk memasak daging keledai" maka beliau bersabda: "Pecahkanlah bejana dan buanglah semua isinya"! (Salamah bin Al Akwa') berkata: seorang laki-laki berdiri dan berkata: Wahai Rasulullah, apakah kami buang isinya dan kemudian kami mencucinya? beliau menjawab, 'Ya.'

Grade

Musnad Ahmad #15927

مسند أحمد ١٥٩٢٧: قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي عُبَيْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا سَلَمَةُ بْنُ الْأَكْوَعِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَقُولُ أَحَدٌ عَلَيَّ بَاطِلًا أَوْ مَا لَمْ أَقُلْ إِلَّا تَبَوَّأَ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

Musnad Ahmad 15927: (Ahmad bin Hanbal radliyallahu'anhu) berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Yazid bin Abu 'Ubaid] berkata: telah menceritakan kepada kami [Salamah bin Al Akwa'] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah seseorang mengatakan kebatilan atas namaku, atau apa apa yang tidak saya katakan, kecuali dia telah bersiap-siap menempati tempatnya di neraka.

Grade

Musnad Ahmad #15928

مسند أحمد ١٥٩٢٨: قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي عُبَيْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا سَلَمَةُ بْنُ الْأَكْوَعِ قَالَ خَرَجْنَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى خَيْبَرَ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ أَيْ عَامِرُ لَوْ أَسْمَعْتَنَا مِنْ هُنَيَّاتِكَ قَالَ فَنَزَلَ يَحْدُو بِهِمْ وَيَذْكُرُ تَالَلَّهِ لَوْلَا اللَّهُ مَا اهْتَدَيْنَا وَذَكَرَ شِعْرًا غَيْرَ هَذَا وَلَكِنْ لَمْ أَحْفَظْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ هَذَا السَّائِقُ قَالُوا عَامِرُ بْنُ الْأَكْوَعِ فَقَالَ يَرْحَمُهُ اللَّهُ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ يَا نَبِيَّ اللَّهِ لَوْلَا مَتَّعْتَنَا بِهِ فَلَمَّا اصَّافَّ الْقَوْمُ قَاتَلُوهُمْ فَأُصِيبَ عَامِرُ بْنُ الْأَكْوَعِ بِقَائِمِ سَيْفِ نَفْسِهِ فَمَاتَ فَلَمَّا أَمْسَوْا أَوْقَدُوا نَارًا كَثِيرَةً فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا هَذِهِ النَّارُ عَلَى أَيِّ شَيْءٍ تُوقَدُ قَالُوا عَلَى حُمُرٍ إِنْسِيَّةٍ قَالَ أَهْرِيقُوا مَا فِيهَا وَكَسِّرُوهَا فَقَالَ رَجُلٌ أَلَا نُهَرِيقُ مَا فِيهَا وَنَغْسِلُهَا قَالَ أَوْ ذَاكَ

Musnad Ahmad 15928: (Ahmad bin Hanbal radliyallahu'anhu) berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Yazid bin Abu 'Ubaid] berkata: telah menceritakan kepada kami [Salamah bin Al Akwa'] berkata: kami keluar bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menuju Khaibar. Lalu ada seorang laki-laki dari kaum yang berkata: Wahai 'Amir, maukah kamu memperdengarkan bait-bait syair kepada kami sebentar saja?. (Salamah bin Al Akwa' radliyallahu'anhu) berkata: lalu dia singgah, membacakan bait syair kepada mereka dan berkata 'Demi Allah, kalau bukan karena Allah maka kami tidak akan mendapatkan petunjuk', lalu dia menyebutkan syair selain itu, tapi saya tidak menghapalnya. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Siapakah orang yang menuntun itu?" Mereka menjawab, 'Amir bin Al Akwa'. Lalu beliau bersabda: "Semoga Allah memberi rahmat kepadanya." Lalu salah satu dari anggota kaum yang berkata: "Wahai Nabiyullah, Aduhai sekiranya anda menangguhkan doa anda agar kami bisa bersahabat lebih panjang bersamanya." Tatkala orang-orang mencabut pedang mereka untuk berperang, mereka menyerang musuh mereka, lalu 'Amir bin Al Akwa' terbunuh terkena pedangnya sendiri lalu dia meninggal. Pada sore harinya, mereka menyalakan banyak api, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Untuk apakah api-api itu, untuk apa dinyalakan?" Mereka menjawab, untuk memasak keledai. Beliau bersabda: "Tumpahkanlah semua isinya dan pecahkanlah", ada seorang laki-laki berkata: apakah kami menumpahkannya lalu mencucinya kembali. Beliau menjawab, Ya.

Grade