مسند أحمد ٤٩٣١: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِنًى رَكْعَتَيْنِ وَمَعَ أَبِي بَكْرٍ وَمَعَ عُمَرَ وَعُثْمَانَ صَدْرًا مِنْ إِمَارَتِهِ ثُمَّ أَتَمَّ
Musnad Ahmad 4931: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Ubaidullah] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] ia berkata: "Aku pernah melakukan shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di Mina sebanyak dua rakaat, juga bersama Abu Bakar, Umar dan Utsman selama pemerintahannya, setelah itu ia shalat dengan sempurna."
Grade
مسند أحمد ٤٩٣٢: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ وَإِسْمَاعِيلُ قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ عَوْنٍ قَالَ يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنِي نَافِعٌ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ عُمَرَ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أَصَبْتُ أَرْضًا بِخَيْبَرَ لَمْ أُصِبْ شَيْئًا قَطُّ هُوَ أَنْفَسَ عِنْدِي مِنْهُ فَقَالَ إِنْ شِئْتَ حَبَسْتَ أَصْلَهَا وَتَصَدَّقْتَ بِهَا قَالَ فَتَصَدَّقَ بِهَا لَا يُبَاعُ أَصْلُهَا وَلَا تُوهَبُ وَلَا تُورَثُ قَالَ فَتَصَدَّقَ بِهَا فِي الْفُقَرَاءِ وَالضَّيْفِ وَالرِّقَابِ وَفِي السَّبِيلِ وَابْنِ السَّبِيلِ لَا جُنَاحَ عَلَى مَنْ وَلِيَهَا أَنْ يَأْكُلَ بِالْمَعْرُوفِ أَوْ يُطْعِمَ صَدِيقًا غَيْرَ مُتَمَوِّلٍ فِيهِ
Musnad Ahmad 4932: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dan [Isma'il] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu 'Aun], [Yahya] berkata: Ia berkata: Telah menceritakan kepadaku [Nafi'] dari [Ibnu Umar] bahwa Umar berkata: "Wahai Rasulullah, di Khaibar aku memiliki sebidang tanah namun aku belum pernah memperoleh satu harta yang lebih aku cintai dari padanya, apa yang engkau perintahkan kepadaku? Beliau menjawab: "Jika mau engkau boleh menahan dan mensedekahkannya." Ibnu Umar melanjutkan, "Umar lalu mensedekahkan kebun tersebut untuk tidak menjualnya, tidak dihadiahkan dan tidak diwariskan." Ibnu Umar melanjutkan, "Umar pun mensedekahkannya kepada orang-orang fakir, orang-orang yang bertamu, kaum kerabat, fi sabilillah dan Ibnu Sabil. Dan tidak berdosa orang yang merawatnya untuk memakannya dengan cara yang baik atau memberi makan kepada temannya dengan tidak menimbunnya."
Grade
مسند أحمد ٤٩٣٣: حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ بَعَثَنَا نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَرِيَّةٍ بَلَغَتْ سُهْمَانُنَا اثْنَيْ عَشَرَ بَعِيرًا وَنَفَّلَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعِيرًا بَعِيرًا
Musnad Ahmad 4933: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ubaidullah] telah mengabarkan kepadaku [Nafi'] dari [Ibnu Umar] ia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mengutus kami dalam sebuah ekspedisi, bagian kami mencapai dua belas ekor unta dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberi tambahan harta rampasan perang kepada kami masing-masing unta satu ekor-satu ekor."
Grade
مسند أحمد ٤٩٣٤: حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَبَّقَ بَيْنَ الْخَيْلِ الْمُضَمَّرَةِ مِنْ الْحَفْيَاءِ إِلَى ثَنِيَّةِ الْوَدَاعِ وَمَا لَمْ يُضَمَّرْ مِنْهَا مِنْ ثَنِيَّةِ الْوَدَاعِ إِلَى مَسْجِدِ بَنِي زُرَيْقٍ
Musnad Ahmad 4934: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ubaidullah] telah mengabarkan kepadaku [Nafi'] dari [Ibnu Umar], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mengadakan perlombaan antara kuda yang telah dilatih dari Hafya` sampai Tsaniyatul Wada', dan kuda yang belum dilatih dari Tsaniyatul Wada' sampai masjid bani Zuraiq."
Grade
مسند أحمد ٤٩٣٥: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو أَخْبَرَنِي يَحْيَى بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الشَّهْرُ تِسْعٌ وَعِشْرُونَ فَذَكَرُوا ذَلِكَ لِعَائِشَةَ فَقَالَتْ يَرْحَمُ اللَّهُ أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَهَلْ هَجَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نِسَاءَهُ شَهْرًا فَنَزَلَ لِتِسْعٍ وَعِشْرِينَ فَقِيلَ لَهُ فَقَالَ إِنَّ الشَّهْرَ قَدْ يَكُونُ تِسْعًا وَعِشْرِينَ
Musnad Ahmad 4935: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Muhammad bin Amru] telah mengabarkan kepadaku [Yahya bin Abdurrahman] dari [Ibnu Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Satu bulan itu adalah dua puluh sembilan hari." Lalu mereka menyebutkan hal itu kepada Aisyah, maka ia pun berkata: "Semoga Allah merahmati Abu Abdurrahman, apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memisahkan diri dari isteri-isterinya satu bulan lalu beliau kembali selama dua puluh sembilan?" Lalu ditanyakan kepada beliau, beliau pun menjawab: "Sesungguhnya satu bulan terkadang berjumlah dua puluh sembilan."
Grade
مسند أحمد ٤٩٣٦: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا مَالِكٌ حَدَّثَنَا الزُّهْرِيُّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَجُلًا مِنْ الْأَنْصَارِ كَانَ يَعِظُ أَخَاهُ فِي الْحَيَاءِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعْهُ فَإِنَّ الْحَيَاءَ مِنْ الْإِيمَانِ
Musnad Ahmad 4936: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Malik] telah menceritakan kepada kami [Az Zuhri] dari [Salim] dari [Ayahnya], bahwa seorang laki-laki Anshar memberi nasehat kepada saudaranya tentang rasa malu. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya rasa malu itu bagian dari iman."
Grade
مسند أحمد ٤٩٣٧: حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ يَحْيَى يَعْنِي ابْنَ سَعِيدٍ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَتَبَايَعُوا الثَّمَرَ حَتَّى يَبْدُوَ صَلَاحُهُ
Musnad Ahmad 4937: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Yahya] yakni Ibnu Sa'id dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Janganlah kalian saling menjual kurma hingga nampak layak konsumsi."
Grade
مسند أحمد ٤٩٣٨: حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عِيسَى بْنِ حَفْصٍ حَدَّثَنِي أَبِي أَنَّهُ قَالَ كُنْتُ مَعَ ابْنِ عُمَرَ فِي سَفَرٍ فَصَلَّى الظُّهْرَ وَالْعَصْرَ رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ قَامَ إِلَى طِنْفِسَةٍ فَرَأَى نَاسًا يُسَبِّحُونَ بَعْدَهَا فَقَالَ مَا يَصْنَعُ هَؤُلَاءِ قُلْتُ يُسَبِّحُونَ قَالَ لَوْ كُنْتُ مُصَلِّيًا قَبْلَهَا أَوْ بَعْدَهَا لَأَتْمَمْتُهَا صَحِبْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى قُبِضَ فَكَانَ لَا يَزِيدُ عَلَى رَكْعَتَيْنِ وَأَبَا بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حَتَّى قُبِضَ فَكَانَ لَا يَزِيدُ عَلَيْهِمَا وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ كَذَلِكَ
Musnad Ahmad 4938: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Isa bin Hafsh] telah menceritakan kepadaku [Ayahku] bahwa ia berkata: "Pernah aku bersama [Ibnu Umar] dalam suatu perjalanan, lalu ia melaksanakan shalat Zhuhur dan Ashar dua rakaat dua rakaat kemudian bangkit menuju ke sebuah karpet. Lalu ia melihat orang-orang mengucap tasbih selesai shalat, ia pun bertanya, "Apa yang mereka kerjakan?" Aku menjawab, "Mengucap tasbih." Ibnu Umar lalu berkata: "Seandainya aku berniat melakukan shalat sunnah qabliyah atau ba'diyah niscaya aku akan menyempurnakannya. Aku sering menemani Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam hingga beliau wafat dan beliau tidak melakukannya lebih dari dua rakaat, menemani Abu Bakar hingga wafat dan ia tidak melakukannya lebih dari dua rakaat, demikian pula dengan Umar dan Utsman."
Grade
مسند أحمد ٤٩٣٩: حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَمَعَ بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ بِجَمْعٍ بِإِقَامَةٍ وَلَمْ يُسَبِّحْ بَيْنَهُمَا وَلَا عَلَى أَثَرِ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا
Musnad Ahmad 4939: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ibnu Abu Dzi`b] dari [Az Zuhri] dari [Salim] dari [Ayahnya], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjama' shalat Maghrib dan Isya dengan satu kali iqamah, dan beliau tidak bertasbih di antara keduanya serta tidak berdzikir di salah satu dari keduanya."
Grade
مسند أحمد ٤٩٤٠: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنِ التَّيْمِيِّ عَنْ طَاوُسٍ سَمِعَ ابْنَ عُمَرَ سُئِلَ عَنْ نَبِيذِ الْجَرِّ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَبِيذِ الْجَرِّ فَقَالَ نَعَمْ و قَالَ طَاوُسٌ وَاللَّهِ إِنِّي سَمِعْتُهُ مِنْهُ
Musnad Ahmad 4940: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [At Taimi] dari [Thawus] Ia mendengar [Ibnu Umar] ditanya tentang perasan nabidz yang dibuat bejana dari tembikar, apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang perasan nabidz yang dibuat dari bejana tembikar?" Ia pun menjawab, "Ya." Dan Thawus berkata: "Demi Allah, sungguh aku mendengar darinya."
Grade