Hasil Pencarian: thaharah 4 Hadits

Al-Mustadrak #554

المستدرك ٥٥٤: حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، أَنْبَأَ الْعَبَّاسُ بْنُ الْوَلِيدِ بْنِ مَزْيَدٍ الْبَيْرُوتِيُّ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ شُعَيْبِ بْنِ شَابُورَ، حَدَّثَنِي عُتْبَةُ بْنُ أَبِي حَكِيمٍ، عَنْ طَلْحَةَ بْنِ نَافِعٍ، أَنَّهُ حَدَّثَهُ، قَالَ: حَدَّثَنِي أَبُو أَيُّوبً، وَجَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، وَأَنَسُ بْنُ مَالِكٍ الْأَنْصَارِيُّونَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي هَذِهِ الْآيَةِ {فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا، وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ} [التوبة: 108] فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ، إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَثْنَى عَلَيْكُمْ خَيْرًا فِي الطُّهُورِ فَمَا طُهُورُكُمْ هَذَا؟» قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، نَتَوَضَّأُ لِلصَّلَاةِ، وَالْغُسْلُ مِنَ الْجَنَابَةِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هَلْ مَعَ ذَلِكَ غَيْرُهُ؟» قَالُوا: لَا، غَيْرَ أَنَّ أَحَدَنَا إِذَا خَرَجَ مِنَ الْغَائِطِ أَحَبَّ أَنْ يَسْتَنْجِيَ بِالْمَاءِ، قَالَ: «هُوَ ذَاكَ» . " هَذَا حَدِيثٌ كَبِيرٌ صَحِيحٌ فِي كِتَابِ الطَّهَارَةِ، فَإِنَّ مُحَمَّدَ بْنَ شُعَيْبِ بْنِ شَابُورَ، وَعُتْبَةَ بْنَ أَبِي حَكِيمٍ مِنْ أَئِمَّةِ أَهْلِ الشَّامِ، وَالشَّيْخَانِ إِنَّمَا أَخَذَا مُخَّ الرِّوَايَاتِ، وَمِثْلُ هَذَا الْحَدِيثِ لَا يُتْرَكُ لَهُ، قَالَ إِبْرَاهِيمُ بْنُ يَعْقُوبَ: مُحَمَّدُ بْنُ شُعَيْبٍ أَعْرَفُ النَّاسِ بِحَدِيثِ الشَّامِيِّينَ، وَلَهُ شَاهِدٌ بِإِسْنَادٍ صَحِيحٍ "

Al Mustadrak 554: Abu Al Abbas Muhammad bin Ya’qub menceritakan kepada kami, Al Abbas bin Al Walid bin Mazid Al Bairuti memberitakan (kepada kami), Muhammad bin Syu’aib bin Syabur menceritakan kepada kami, Utbah bin Abu Hakim menceritakan kepadaku dari Thalhah bin Nafi', bahwa dia menceritakan kepadanya, dia berkata: Abu Ayyub, Jabir bin Abdullah dan Anas bin Malik, mereka semua orang-orang Anshar menceritakan kepadaku dari Rasulullah tentang ayat, “Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (Qs. At-Taubah [9]: 108) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Wahai orang-orang Anshar, sesungguhnya Allah memuji kalian yang baik dalam bersuci. Apakah bersuci yang kalian lakukan?" Mereka menjawab, "Wahai Rasulullah, kami berwudhu untuk shalat dan mandi junub." Rasulullah lalu bertanya, "Adakah selain itu yang kalian lakukan'?" Mereka menjawab, "Tidak ada, hanya saja apabila salah seorang dari kami selesai buang air besar, maka dia suka beristinja dengan air." Nabi lalu bersabda, "Itulah yang dimaksud." Hadits ini shahih, yang terkenal tentang kitab Thaharah, karena Muhammad bin Syu’aib bin Syabur dan Utbah bin Abu Hakim merupakan salah seorang Imam penduduk Syam, dan Al Bukhari serta Muslim [...] hanya mengambil inti dari riwayat-riwayat ini. Hadits seperti ini tidak ditinggalkan. Ibrahim bin Ya’qub berkata, “Muhammad bin Syu’aib merupakan orang yang paling mengetahui hadits orang-orang Syam.” Hadits ini memiliki syahid dengan sanad yang shahih.

Al-Mustadrak #565

المستدرك ٥٦٥: حَدَّثَنَاهُ أَبُو بَكْرٍ مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ بَالَوَيْهِ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ، حَدَّثَنِي أَبِي، وَحدثنا أَبُو عَلِيٍّ الْحُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ الْحَافِظُ، أَنْبَأَ مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى الْقَطِيعِيُّ، وَحَدَّثَنَا أَبُو عَلِيٍّ، ثنا عَلِيُّ بْنُ الْعَبَّاسِ بْنِ الْوَلِيدِ الْبَجَلِيُّ، ثنا أَحْمَدُ بْنُ الْمِقْدَامِ، قَالُوا: ثنا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ، ثنا شُعْبَةُ، عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: أَرَادَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَتَوَضَّأَ مِنْ إِنَاءٍ فَقَالَتِ امْرَأَةٌ مِنْ نِسَائِهِ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي قَدْ تَوَضَّأْتُ مِنْ هَذَا، فَتَوَضَّأَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وقَالَ: «الْمَاءُ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ» قَدِ احْتَجَّ الْبُخَارِيُّ بِأَحَادِيثِ عِكْرِمَةَ، وَاحْتَجَّ مُسْلِمٌ بِأَحَادِيثِ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ، وَهَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ فِي الطَّهَارَةِ، وَلَمْ يُخْرِجَاهُ، وَلَا يُحْفَظُ لَهُ عِلَّةٌ

Al Mustadrak 565: Abu Bakar Muhammad bin Ahmad bin Balawaih menceritakan kepada kami, Abdullah bin Ahmad bin Hanbal menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku. Abu Ali Al Husain bin Ali Al Hafizh menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ishaq memberitakan (kepada kami), Muhammad bin Yahya Al Qathi’i menceritakan kepada kami. Abu Ali menceritakan kepada kami, Ali bin Al Abbas bin Al Walid Al Bajali menceritakan kepada kami, Ahmad bin Al Miqdam menceritakan kepada kami, mereka berkata: Muhammad bin Bakar menceritakan kepada kami, Syu’bah menceritakan kepada kami dari Simak bin Harb, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Ketika Nabi hendak berwudhu dari sebuah bejana, lalu salah seorang dari istrinya berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku telah berwudhu dengan air ini’. Nabi pun berwudhu dengannya, lalu bersabda, '‘Air itu, tidak ada sesuatu pun yang membuatnya najis'." Al Bukhari berhujjah dengan hadits-hadits Ikrimah, sementara Muslim berhujjah dengan hadits-hadits Simak bin Harb. Ini merupakan sanad yang shahih tentang Thaharah, tapi keduanya tidak meriwayatkannya. Selain itu, hadits ini juga tidak ber-illat.

Al-Mustadrak #592

المستدرك ٥٩٢: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حَمْشَاذَ الْعَدْلُ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ غَالِبٍ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ خَيْرَانَ، ثنا شُعْبَةُ، قَالَ: وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ غَالِبٍ، ثنا عَبَّاسُ بْنُ الْوَلِيدِ الرَّقَّامُ، ثنا عَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى، ثنا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ حُضَيْنِ بْنِ الْمُنْذِرِ، عَنِ الْمُهَاجِرِ بْنِ قُنْفُذٍ، أَنَّهُ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَبُولُ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ حَتَّى تَوَضَّأَ، ثُمَّ اعْتَذَرَ إِلَيْهِ وَقَالَ: " إِنِّي كَرِهْتُ أَنْ أَذْكُرَ اللَّهَ إِلَّا عَلَى طُهْرٍ - أَوْ قَالَ: عَلَى طَهَارَةٍ - «.» هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ بِهَذَا اللَّفْظِ " إِنَّمَا أَخْرَجَ مُسْلِمٌ حَدِيثَ الضَّحَّاكِ بْنِ عُثْمَانَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَجُلًا مَرَّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَبُولُ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ حَتَّى تَوَضَّأَ ثُمَّ اعْتَذَرَ إِلَيْهِ، وَقَالَ: " إِنِّي كَرِهْتُ أَنْ أَذْكُرَ اللَّهَ إِلَّا عَلَى طُهْرٍ - أَوْ قَالَ: - عَلَى طَهَارَةٍ «.» هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ بِهَذَا اللَّفْظِ "

Al Mustadrak 592: Ali bin Hamsyad Al Adi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ghalib menceritakan kepada kami, Abdullah bin Khairan menceritakan kepada kami, Syu’bah menceritakan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Ghalib menceritakan kepada kami, Abbas bin Al Walid Ar-Raqqam menceritakan kepada kami, Abdul A’la bin Abdul A’la menceritakan kepada kami, Syu’bah menceritakan kepada kami dari Qatadah, dari Al Hasan, dari Hudhain bin Al Mundzir, dari Al Muhajir bin Qunfuzh, bahwa dia mendatangi Nabi yang ketika itu sedang kencing. Lalu dia mengucapkan salam kepadanya, tapi Nabi tidak menjawabnya sampai dia berwudhu. Beliau lalu meminta maaf seraya bersabda, "Aku tidak suka menyebut nama Allah kecuali dalam keadaan suci" Atau, "Dalam keadaan bersih." Hadits ini shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim. Keduanya tidak meriwayatkan dengan redaksi ini. Muslim hanya meriwayatkan hadits Adh-Dhahhak bin Utsman dari Nafi', dari Ibnu Umar, bahwa seorang laki-laki melewati Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dan ketika itu beliau sedangkan kencing, lalu dia mengucapkan salam kepada beliau, tapi beliau tidak menjawabnya sampai berwudhu. Beliau kemudian meminta maaf dan bersabda, "Aku tidak suka menyebut nama Allah kecuali dalam keadaan suci" Atau, "Dalam keadaan ber-thaharah" Hadits ini shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim, tapi keduanya tidak meriwayatkannya dengan redaksi ini.

Al-Mustadrak #673

المستدرك ٦٧٣: حَدَّثَنَاهُ أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ، أَنْبَأَ مُحَمَّدُ بْنُ أَيُّوبَ، وَأَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ مُوسَى، ثنا إِسْمَاعِيلُ بْنُ قُتَيْبَةَ، قَالَا: ثنا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، ثنا عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ وَاصِلِ بْنِ السَّائِبِ الرَّقَاشِيِّ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ، وَابْنِ سَوْرَةَ، عَنْ عَمِّهِ أَبِي أَيُّوبَ، قَالَ: قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ هَؤُلَاءِ الَّذِينَ {فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ} [التوبة: 108] قَالَ: «كَانُوا يَسْتَنْجُونَ بِالْمَاءِ، وَكَانُوا لَا يَنَامُونَ اللَّيْلَ كُلَّهُ» هَذَا آخِرُ مَا انْتَهَى إِلَيْنَا مِنْ «كِتَابِ الطَّهَارَةِ» عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يُخَرِّجَاهُ

Al Mustadrak 673: Abu Bakar bin Ishaq menceritakannya kepada kami, Muhammad bin Ayyub memberitakan (kepada kami). Abdullah bin Muhammad bin Musa mengabarkan kepadaku, Ismail bin Qutaibah menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Abu Bakar bin Abu Syaibah menceritakan kepada kami, Abdurrahim bin Sulaiman menceritakan kepada kami dari Washil bin As-Sa'ib Ar- Raqqasyi, dari Atha' bin Abu Rabah dan Ibnu Saurah, dari pamannya Abu Ayyub, dia berkata: Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, siapakah orang-orang yang disebutkan dalam ayat, 'Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih ?” (Qs. At-Taubah [9]: 108) Beliau menjawab, "Mereka adalah orang-orang yang beristinja dengan air dan tidak tidur sepanjang malam" Ini merupakan akhir dari pembahasan thaharah yang sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim namun tidak diriwayatkan oleh keduanya.