مسند الشافعي ٦: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ فَاطِمَةَ، عَنْ أَسْمَاءَ قَالَتْ: سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ دَمِ الْحَيْضَةِ يُصِيبُ الثَّوْبَ، فَقَالَ: «حُتِّيهِ، ثُمَّ اقْرُصِيهِ بِالْمَاءِ، ثُمَّ رُشِّيهِ، وَصَلِّي فِيهِ» أَخْبَرَنَا الرَّبِيعُ عَنِ الشَّافِعِيِّ فِي أَوَّلِ الكِتَابِ
Musnad Syafi'i 6: Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Hisyam, dari Fathimah, dari Asma, ia berkata: Aku pernah bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang darah haid yang mengenai kain, lalu beliau bersabda: "Keriklah terlebih dahulu, lalu kucek dengan air. Kemudian cipratilah dengan air, lalu kamu boleh shalat dengan memakai kain itu."13 Ar-Rabi' mengabarkan kepada kami, dari Syafi'i di awal kitab
مسند الشافعي ٧: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ، أَنَّهُ سَمِعَ امْرَأَتَهُ فَاطِمَةَ بِنْتَ الْمُنْذِرِ تَقُولُ: سَمِعْتُ جَدَّتِي أَسْمَاءَ ابْنَةَ أَبِي بَكْرٍ تَقُولُ: سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ دَمِ الْحَيْضَةِ، فَذَكَرَ مِثْلَهُ
Musnad Syafi'i 7: Sufyan bin Uyainah menceritakan kepada kami. Hisyam bin Urwah mengabarkan kepada kami bahwa ia pernah mendengar istrinya -Fatimah binti Al Mundzir- mengatakan: Aku pernah mendengar nenekku -Asma binti Abu Bakar- berkata: Aku pernah menanyakan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang darah haid, maka beliau menyebutkan hal yang semisal dengan hadits di atas. 14
مسند الشافعي ٨: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ الْمُنْذِرِ، عَنْ أَسْمَاءَ ابْنَةِ أَبِي بَكْرٍ قَالَتْ: سَأَلَتِ امْرَأَةٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَأَيْتَ إِحْدَانَا إِذَا أَصَابَ ثَوْبَهَا الدَّمُ مِنَ الْحَيْضَةِ، كَيْفَ تَصْنَعُ؟ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَهَا: «إِذَا أَصَابَ ثَوْبَ إِحْدَاكُنَّ الدَّمُ مِنَ الْحَيْضَةِ فَلْتَقْرُصْهُ، ثُمَّ لِتَنْضَحْهُ بِالْمَاءِ، ثُمَّ تُصَلِّ فِيهِ»
Musnad Syafi'i 8: Malik mengabarkan kepada kami dari Hisyam bin Urwah, dari Fatimah binti Al Mundzir, dari Asma binti Abu Bakar, ia mengatakan: Seorang wanita pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Wahai Rasulullah! Bagaimanakah menurutmu bila kain salah seorang dari kami terkena darah haid, apakah yang harus ia perbuat?" Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadanya: “Apabila kain salah seorang di antara kalian terkena darah haid, hendaklah ia menguceknya dengan air, kemudian mencipratinya dengan air, lalu ia boleh memakainya untuk shalat."15
سنن الدارقطني ١٠: فَحَدَّثَنَا بِهِ أَبُو بَكْرٍ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدَانَ الصَّيْدَلَانِيُّ بِوَاسِطَ , نا شُعَيْبُ بْنُ أَيُّوبَ , نا أَبُو أُسَامَةَ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنِ الْمَاءِ وَمَا يَنُوبُهُ مِنَ السِّبَاعِ وَالدَّوَابِّ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلِ الْخَبَثَ»
Sunan Daruquthni 10: Maka Abu Bakar Ahmad bin Muhammad bin Sa'dan Ash-Shaidalani menceritakannya kepada kami di Washit, Syu'aib bin Ayyub mengabarkan kepada kami, Abu Usamah mengabarkan kepada kami, dari Al Walid bin Katsir, dari Muhammad bin Ja'far bin Az-Zubair, dari Abdullah bin Abdullah bin Umar, dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang air yang disinggahi oleh binatang ternak dan binatang buas, maka Rasulullah SAW bersabda, "Jika airnya mencapai dua qullah, maka tidak mengandung kotoran."
Grade
سنن الدارقطني ٤٣: حَدَّثَنَا ابْنُ الصَّوَّافِ , نا حَامِدُ بْنُ شُعَيْبٍ , نا سُرَيْجٌ , نا أَبُو إِسْمَاعِيلَ الْمُؤَدِّبُ , وَأَبُو مُعَاوِيَةَ , عَنِ الْأَحْوَصِ , عَنْ رَاشِدِ بْنِ سَعْدٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يُنَجِّسُ الْمَاءَ إِلَّا مَا غَيَّرَ طَعْمَهُ أَوْ رِيحَهُ» . لَمْ يُجَاوِزْ بِهِ رَاشِدًا , وَأَسْنَدَهُ الْغُضَيْضِيُّ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ
Sunan Daruquthni 43: Ibnu Ash-Shawaf menceritakan kepada kami, Hamid bin Syu'aib mengabarkan kepada kami, Suraij mengabarkan kepada kami, Abu Isma'il Al Muaddib dan Abu Mu'awiyah mengabarkan kepada kami, dari Al Ahwash, dari Rasyid bin Sa'd, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada yang menajiskan air kecuali yang merubah rasa atau aromanya." Rasyid tidak melebihi itu dalam meriwayatkannya, sementara Al Ghudhaidhi menyandarkannya dari Abu Umamah.
Grade
سنن الدارقطني ٤٤: حَدَّثَنَا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , نا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيٍّ الْأَبَّارُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ الْغُضَيْضِيُّ , نا رِشْدِينُ بْنُ سَعْدٍ أَبُو الْحَجَّاجِ , عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ , عَنْ رَاشِدِ بْنِ سَعْدٍ , عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يُنَجِّسُ الْمَاءَ شَيْءٌ إِلَّا مَا غَيَّرَ رِيحَهُ أَوْ طَعْمَهُ» . لَمْ يَرْفَعْهُ غَيْرُ رِشْدِينَ بْنِ سَعْدٍ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ وَلَيْسَ بِالْقَوِيِّ , وَالصَّوَابُ فِي قَوْلِ رَاشِدٍ
Sunan Daruquthni 44: Da'laj bin Ahmad menceritakan kepada kami, Ahmad bin Ali Al Abbar mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Yusuf Al Ghudhaidhi mengabarkan kepada kami, Risydin bin Sa'd Abu Al Hajjaj mengabarkan kepada kami, dari Mu'awiyah bin Shalih, dari Rasyid bin Sa'd, dari Abu Umamah Al Bahili RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda: "Tidak ada sesuatu pun yang menajiskan air kecuali yang merubah aroma atau rasanya." Tidak ada yang menjadikannya marfu' selain Risydin bin Sa'd dari Mu'awiyah bin Shalih, namun itu pun tidak kuat. Yang benar adalah ucapannya Rasyid.
Grade
سنن الدارقطني ٤٩: حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَحْمَدَ الْوَاسِطِيُّ , نا مُوسَى بْنُ إِسْحَاقَ , نا أَبُو بَكْرٍ يَعْنِي ابْنَ أَبِي شَيْبَةَ , نا ابْنُ عُلَيَّةَ , عَنْ دَاوُدَ بْنِ أَبِي هِنْدَ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , سَأَلْنَاهُ عَنِ الْغُدْرَانِ وَالْحِيَاضِ تَلِغُ فِيهَا الْكِلَابُ , قَالَ: «أُنْزِلَ الْمَاءُ طَهُورًا لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ»
Sunan Daruquthni 49: Ja'far bin Muhammad bin Ahmad Al Wasithi menceritakan kepada kami, Musa bin Ishaq mengabarkan kepada kami, Abu Bakar, yakni Ibnu Abi Syaibah mengabarkan kepada kami, Ibnu Ulayyah mengabarkan kepada kami, dari Daud bin Abu Hind, dari Sa'id bin Al Musayyab: Kami menanyakan kepadanya tentang sungai dan bekas haid yang bercampur dengan (bangkai) anjing. Ia pun berkata, ''Air itu diturunkan dalam kondisi suci (lagi menyucikan), tidak dinajiskan oleh sesuatu pun."
Grade
سنن الدارقطني ٥١: حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مُحَمَّدٍ الزَّيَّاتُ , نا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , نا أَبُو أُسَامَةَ , ح وَحَدَّثَنَا الْقَاضِي الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي عَوْنٍ , وَمُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ كَرَامَةَ , قَالَا: نا أَبُو أُسَامَةَ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ , ح وَثنا الْقَاضِي الْحُسَيْنُ , نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ , نا أَبُو أُسَامَةَ , ثنا الْوَلِيدُ بْنُ كَثِيرٍ الْمَخْزُومِيُّ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ كَعْبٍ الْقُرَظِيِّ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ , عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ , قَالَ: قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَتَوَضَّأُ مِنْ بِئْرِ بُضَاعَةَ وَهِيَ يُلْقَى فِيهَا الْمَحِيضُ وَالنَّتْنُ - وَقَالَ يُوسُفُ: وَالْجِيَفُ - وَقَالُوا: وَلُحُومُ الْكِلَابِ , فَقَالَ: «إِنَّ الْمَاءَ طَهُورٌ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ» . وَالْحَدِيثُ عَلَى لَفْظِ ابْنِ أَبِي عَوْنٍ , وَقَالَ يُوسُفُ: عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ
Sunan Daruquthni 51: Ishaq bin Muhammad Az Zayyat menceritakan kepada kami, Yusuf bin Musa mengabarkan kepada kami, Abu Usamah mengabarkan kepada kami, {h} Al Qadhi Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ahmad bin Abu Aun dan Muhammad bin Utsman bin Karamah mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Abu Usamah mengabarkan kepada kami, dari Al Walid bin Katsir, {h} Al Qadhi Al Husain menceritakan kepada kami, Ya'qub bin Ibrahim Ad-Dauraqi mengabarkan kepada kami, Abu Usamah mengabarkan kepada kami, Al Walid bin Katsir Al Makhzumi menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Ka'b Al Qurazhi, dari Ubaidullah bin Abdullah bin Rafi' bin Khadij, dari Abu Sa'id Al Khudri, ia mengatakan, "Dikatakan, 'Wahai Rasulullah, kami berwudhu dari sumur Budha'ah, yang mana pada sumur itu biasa dibuang kain bekas haid dan kotoran.' —Yusuf menyebutkan: serta kotoran manusia. Sedang mereka menyebutkan: serta daging anjing.— maka beliau bersabda, ' Sesungguhnya air itu suci (lagi menyucikan), tidak dinajiskan oleh sesuatu pun.‘ Hadits ini sesuai dengan lafazh Abu Aun, dan ia menyebutkan: Yusuf dari Abdullah bin Abdullah.
Grade
سنن الدارقطني ٥٢: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ مُعَاوِيَةَ بْنِ مَالَجَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ سَلِيطِ بْنِ أَيُّوبَ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ رَافِعٍ الْأَنْصَارِيِّ , عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُقَالُ لَهُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيُسْتَقَى الْمَاءُ مِنْ بِئْرِ بُضَاعَةَ وَهِيَ يُلْقَى فِيهَا لُحُومُ الْكِلَابِ وَالْمَحَائِضُ وَعُذَرُ النَّاسِ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْمَاءُ طَهُورٌ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ» . خَالَفَهُ إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ , رَوَاهُ عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ سَلِيطٍ , فَقَالَ: عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ رَافِعٍ قَالَهُ يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ
Sunan Daruquthni 52: Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Muhammad bin Mu'awiyah bin Malij* mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Salamah mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Ishaq, dari Salith bin Ayyub,** dari Abdurrahman bin Rafi' Al Anshari, dari Abu Sa'id Al Khudri RA, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW, ketika dikatakan kepada beliau: "Wahai Rasulullah, air sumur Budha'ah itu biasa diambil orang, padahal sering dibuang ke dalamnya berupa daging anjing, kain bekas haid dan kotoran manusia." Maka Rasulullah SAW bersabda: "Air itu suci (dan mensucikan), tidak dinajiskan oleh sesuatupun."*** Berbeda dengan yang diriwayatkan oleh Ibrahim bin Sa'id, ia meriwayatkan dari Ibnu Ishaq, dari Salith, ia mengatakan: Dari Ubaidullah bin Abdurrahman bin Rafi‘. Demikian yang dikatakan oleh Ya'qub bin Ibrahim bin Sa'd dari ayahnya.
Grade
سنن الدارقطني ٥٣: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا أَبُو سَيَّارٍ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُسْتَوْرِدِ , حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ سَرْحٍ , نا ابْنُ وَهْبٍ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْحِيَاضِ الَّتِي تَكُونُ فِيمَا بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ فَقِيلَ لَهُ: إِنَّ الْكِلَابَ وَالسِّبَاعَ تَرِدُ عَلَيْهَا فَقَالَ: «لَهَا مَا أَخَذَتْ فِي بُطُونِهَا وَلَنَا مَا بَقِيَ شَرَابٌ وَطَهُورٌ»
Sunan Daruquthni 53: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Abu Sayyar Muhammad bin Abdullah bin Al Mustaurid mengabarkan kepada kami, Ahmad bin Amr bin As-Sarh mengabarkan kepadaku, Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami, Abdurrahman bin Zaid bin Aslam mengabarkan kepada kami, dari ayahnya, dari 'Atha‘ dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan, "Rasulullah SAW ditanya tentang tempat pembuangan bekas haid yang terdapat di antara Makkah dan Madinah. Lalu dikatakan kepada beliau bahwa anjing dan binatang ternak sering menyambanginya, maka beliau bersabda, 'Bagi mereka (para binatang itu) adalah apa yang mereka makan ke dalam perutnya, sedangkan bagi kita tetap sebagai minuman dan alat bersuci'
Grade